Wilayah yang Terdampak Banjir Nagoya Jepang 8 September 2026

Hujan ekstrem yang melanda Nagoya dan wilayah Tokai pada 8 September 2026 tidak hanya berdampak pada pusat Kota Nagoya. Hujan deras juga memengaruhi sejumlah wilayah di Prefektur Aichi dan Gifu, terutama kawasan yang berada di sekitar Sungai Shonai dan daerah aliran sungainya.

Pada puncak kejadian, Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) mengeluarkan Level 5 Flood Special Warning untuk Sungai Shonai yang mengalir melalui Aichi dan Gifu. Peringatan tersebut mencakup 14 kota dan wilayah administratif.

Di Nagoya sendiri, sejumlah distrik mengalami banjir dan genangan jalan, sementara sungai seperti Ueda River dan beberapa anak sungai mengalami kenaikan permukaan air. Hujan juga menyebabkan gangguan besar terhadap kereta, subway, bus, dan lalu lintas jalan.

📑 Daftar Isi

Wilayah yang Terdampak Hujan Ekstrem

Wilayah yang terdampak dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu kawasan di Prefektur Aichi dan kawasan di Prefektur Gifu.

Prefektur Wilayah yang Masuk Peringatan Banjir Sungai Shonai
Aichi Nagoya, Seto, Kasugai, Komaki, Ichinomiya, Inazawa, Kiyosu, Kitanagoya, Ama, Toyoyama, Ōharu, Kanie
Gifu Tajimi dan Toki

Daftar tersebut merujuk pada wilayah yang termasuk dalam area peringatan khusus Sungai Shonai, bukan berarti seluruh bagian dari setiap kota tersebut mengalami banjir dengan tingkat keparahan yang sama. Risiko dan kondisi lapangan dapat berbeda berdasarkan lokasi, sungai, elevasi, dan kondisi drainase.

1. Nagoya

Nagoya menjadi salah satu wilayah yang paling banyak mendapat perhatian karena mengalami hujan dengan intensitas ekstrem.

Pada 8 September, Nagoya mencatat 104,5 mm hujan dalam satu jam, rekor tertinggi curah hujan satu jam dalam sejarah pengamatan kota tersebut. Hujan tersebut menyebabkan berbagai bagian kota mengalami genangan dan banjir.

Sejumlah jalan terendam, kendaraan terjebak, dan air bahkan keluar melalui beberapa manhole.

Hujan juga menyebabkan air masuk ke area jalur kereta di sekitar Chikusa Station. Layanan seluruh jalur subway kota sempat dihentikan pada jam sibuk sore hari.

Distrik Nagoya yang Mengalami Risiko Genangan Tinggi

Di dalam Kota Nagoya sendiri, beberapa distrik mendapat perhatian khusus selama hujan ekstrem.

Chikusa Ward

Chikusa Ward merupakan salah satu kawasan yang mengalami dampak langsung dari hujan deras.

Di sekitar Chikusa Station, air hujan mengalir ke jalur kereta hingga menutupi permukaan rel. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab gangguan perjalanan kereta di kawasan tersebut.

Otoritas juga memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak berada di area bawah tanah ketika sistem drainase tidak mampu menangani volume air.

Moriyama Ward

Moriyama Ward termasuk wilayah yang mendapat perhatian karena kondisi hujan dan kenaikan permukaan air di beberapa sungai.

Wilayah sekitar sistem sungai yang berada di bagian timur laut Nagoya berpotensi mengalami genangan ketika hujan ekstrem berlangsung dalam waktu singkat.

Meito Ward

Meito Ward juga termasuk kawasan yang mendapat imbauan keselamatan ketika hujan semakin deras.

Warga di bagian tertentu diminta berhati-hati terhadap risiko genangan, khususnya di area rendah dan lokasi yang berhubungan dengan saluran air serta underpass.

Minato Ward

Di Minato Ward, sejumlah underpass dan jalan mengalami genangan.

Beberapa kendaraan bahkan ditinggalkan setelah air masuk ke area jalan yang lebih rendah. Menurut laporan media Jepang, orang-orang yang berada di kendaraan tersebut berhasil keluar dengan selamat.

Sungai di Nagoya yang Mengalami Kenaikan Air

Dampak banjir tidak hanya berkaitan dengan Sungai Shonai. Beberapa sungai dan anak sungai di wilayah Nagoya juga mengalami kenaikan permukaan air.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah Ueda River, yang mengalir melalui wilayah Nagoya. Hujan deras menyebabkan permukaan air meningkat secara drastis dan terjadi luapan di sekitar sungai.

Selain itu, sungai seperti Yada River dan Kanare River juga mengalami kenaikan permukaan air dalam kondisi hujan ekstrem tersebut.

2. Seto

Seto merupakan salah satu kota di Prefektur Aichi yang termasuk dalam wilayah peringatan khusus Sungai Shonai.

Kota ini berada di bagian timur Nagoya dan memiliki kawasan yang berhubungan dengan sistem sungai serta daerah perbukitan.

Ketika hujan ekstrem terjadi, kawasan seperti ini tidak hanya menghadapi risiko banjir tetapi juga potensi masalah lain seperti limpasan air dan gangguan jalan.

3. Kasugai

Kasugai termasuk salah satu kota Aichi yang masuk dalam wilayah peringatan banjir Sungai Shonai.

Lokasinya berada di utara Nagoya dan memiliki hubungan geografis yang dekat dengan kawasan metropolitan Nagoya.

Hujan ekstrem di wilayah Tokai dapat berdampak terhadap sistem sungai, jalan, serta transportasi yang menghubungkan Kasugai dengan Nagoya.

4. Komaki

Komaki juga termasuk wilayah yang tercantum dalam peringatan banjir Sungai Shonai.

Kota ini berada di utara Nagoya dan merupakan bagian dari kawasan perkotaan yang memiliki hubungan transportasi kuat dengan Nagoya.

Risiko banjir di wilayah ini berkaitan dengan hujan deras, kenaikan permukaan air sungai, serta genangan di kawasan rendah.

5. Ichinomiya

Ichinomiya merupakan salah satu kota di bagian barat laut Nagoya yang termasuk dalam wilayah peringatan.

Kawasan ini memiliki sejumlah sungai dan saluran air yang membuat kondisi hidrologis menjadi faktor penting ketika terjadi hujan ekstrem.

Ketika hujan dalam jumlah sangat besar turun dalam waktu singkat, risiko genangan dapat meningkat terutama di daerah yang memiliki sistem drainase yang terbebani.

6. Inazawa

Inazawa juga masuk dalam wilayah yang tercakup peringatan banjir Sungai Shonai.

Salah satu laporan dari lokasi menunjukkan adanya genangan pada area jalan bawah tanah atau underpass.

Genangan di underpass menjadi perhatian khusus karena air dapat terkumpul dengan cepat dan membuat kendaraan sulit keluar.

7. Kiyosu

Kiyosu berada di kawasan barat laut Nagoya dan termasuk wilayah yang berkaitan dengan sistem Sungai Shonai.

Karena posisinya yang dekat dengan jaringan sungai, kenaikan air sungai menjadi salah satu faktor penting dalam situasi hujan ekstrem.

Peringatan banjir tidak berarti seluruh kota tergenang, tetapi menunjukkan adanya wilayah yang memiliki potensi risiko dan membutuhkan perhatian.

8. Kitanagoya

Kitanagoya juga termasuk dalam daftar wilayah yang terkena peringatan khusus Sungai Shonai.

Kota ini berada di utara Nagoya dan terhubung erat dengan kawasan metropolitan.

Gangguan transportasi dan genangan dapat memberikan efek terhadap aktivitas masyarakat yang bepergian antara Kitanagoya dan Nagoya.

9. Ama

Ama merupakan wilayah di barat Nagoya yang juga masuk dalam kawasan peringatan.

Seperti wilayah lain yang berada dalam sistem sungai yang sama, kondisi hujan ekstrem dapat meningkatkan risiko genangan dan kenaikan permukaan air.

10. Toyoyama

Toyoyama adalah sebuah kota kecil di Aichi yang termasuk dalam wilayah peringatan banjir Sungai Shonai.

Meskipun ukurannya lebih kecil dibandingkan Nagoya, lokasinya membuat kondisi sungai dan hujan ekstrem tetap perlu diperhatikan.

11. Ōharu

Ōharu atau Ōharu Town juga termasuk wilayah yang tercakup dalam peringatan.

Kawasan ini berada di sekitar wilayah metropolitan Nagoya dan memiliki hubungan geografis dengan sistem Sungai Shonai.

12. Kanie

Kanie merupakan wilayah lain di Aichi yang termasuk dalam area peringatan khusus Sungai Shonai.

Daerah ini berada di kawasan barat daya Nagoya dan memiliki banyak area yang berhubungan dengan sistem sungai dan dataran rendah.

Kondisi seperti ini membuat hujan ekstrem menjadi ancaman yang perlu dipantau dengan serius.

13. Tajimi, Gifu

Di Prefektur Gifu, Tajimi merupakan salah satu kota yang masuk dalam wilayah peringatan banjir Sungai Shonai.

Tajimi juga mengalami hujan sangat deras. Laporan terkait hujan ekstrem mencatat bahwa kota ini mengalami curah hujan satu jam sekitar 93,0 mm, yang disebut sebagai rekor tertinggi pengamatan di wilayah tersebut.

Ini menunjukkan bahwa hujan ekstrem tidak hanya terjadi di Nagoya, tetapi juga menjangkau wilayah Gifu.

14. Toki, Gifu

Toki adalah kota kedua di Prefektur Gifu yang tercantum dalam wilayah peringatan khusus Sungai Shonai.

Wilayah Toki berada di kawasan timur Gifu dan memiliki kondisi geografis yang berbeda dari pusat Nagoya.

Namun, hujan ekstrem yang meluas di wilayah Tokai membuat kenaikan air sungai dan genangan tetap menjadi perhatian.

Wilayah Aichi dan Gifu Sama-Sama Terdampak

Peristiwa 8 September tidak tepat jika hanya disebut sebagai “banjir Nagoya”. Secara geografis, kejadian ini merupakan bagian dari episode hujan ekstrem yang memengaruhi wilayah Aichi dan Gifu.

JMA mengeluarkan Level 5 Flood Special Warning untuk Sungai Shonai yang melewati kedua prefektur tersebut. Peringatan tersebut menunjukkan bahwa ancaman banjir tidak terbatas pada satu kota.

Laporan Reuters juga menyebut hujan deras di Aichi dan Gifu menyebabkan banjir di sejumlah wilayah dan korban luka.

Daftar Wilayah yang Masuk Peringatan Level 5

Jika dirangkum, wilayah yang disebut dalam peringatan khusus Sungai Shonai adalah:

Prefektur Aichi

  • Nagoya
  • Seto
  • Kasugai
  • Komaki
  • Ichinomiya
  • Inazawa
  • Kiyosu
  • Kitanagoya
  • Ama
  • Toyoyama
  • Ōharu
  • Kanie

Prefektur Gifu

  • Tajimi
  • Toki

Total terdapat 14 kota atau wilayah administratif yang disebut dalam area peringatan khusus tersebut.

Apakah Semua Wilayah Mengalami Banjir Besar?

Tidak. Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami ketika membaca daftar wilayah terdampak.

Masuknya sebuah kota dalam wilayah peringatan banjir tidak berarti seluruh wilayah kota tersebut mengalami banjir dengan tingkat yang sama.

Peringatan berkaitan dengan risiko banjir di wilayah yang berpotensi terdampak oleh kenaikan atau luapan sungai. Kondisi aktual dapat berbeda antara satu distrik, lingkungan, atau kawasan dengan kawasan lainnya.

Karena itu, istilah yang lebih akurat adalah “wilayah yang masuk area peringatan atau terdampak hujan ekstrem”, bukan mengatakan bahwa seluruh kota tersebut terendam.

Mengapa Sungai Shonai Menjadi Pusat Perhatian?

Sungai Shonai merupakan salah satu sistem sungai penting di kawasan Aichi dan Gifu.

Ketika hujan ekstrem turun di daerah tangkapan airnya, volume air yang mengalir menuju sungai dapat meningkat dengan cepat.

Pada 8 September 2026, kondisi tersebut menjadi sangat serius sehingga JMA mengeluarkan Level 5 Flood Special Warning. JMA menjelaskan bahwa di wilayah yang diperkirakan terkena banjir, kemungkinan terjadinya bencana sudah sangat tinggi dan keselamatan jiwa berada dalam ancaman.

Bagaimana Kondisi Transportasi di Wilayah Terdampak?

Dampak hujan tidak hanya berupa genangan air.

Transportasi di kawasan Nagoya mengalami gangguan besar ketika hujan mencapai puncaknya.

  • Seluruh jalur subway Nagoya sempat dihentikan.
  • Bus kota Nagoya juga mengalami penghentian.
  • Sejumlah layanan JR terganggu.
  • Beberapa jalur kereta mengalami genangan.
  • Jalan raya dan underpass mengalami banjir.
  • Sejumlah kendaraan terjebak di jalan yang tergenang.

Gangguan tersebut terjadi pada jam pulang kerja sehingga banyak penumpang terjebak di stasiun dan harus menunggu kondisi transportasi kembali normal.

Wilayah Nagoya yang Paling Perlu Diperhatikan

Jika fokusnya khusus pada Kota Nagoya, beberapa kawasan yang banyak disebut dalam laporan adalah:

Wilayah Dampak atau Risiko yang Dilaporkan
Chikusa Hujan ekstrem dan genangan; jalur kereta di sekitar Chikusa Station terdampak
Moriyama Peringatan terkait risiko genangan dan area bawah tanah
Meito Peringatan keselamatan terkait hujan ekstrem dan drainase
Minato Underpass dan jalan mengalami genangan
Sakae Sejumlah jalan di kawasan pusat kota sempat tergenang

Selain kawasan tersebut, dampak hujan juga terjadi di bagian lain Nagoya dan sekitarnya.

Apakah Wilayah di Luar Aichi dan Gifu Terdampak?

Episode cuaca ekstrem pada periode yang sama juga memberikan dampak di wilayah lain di Jepang tengah, termasuk Prefektur Shizuoka.

Namun, dampaknya berbeda dengan kejadian banjir Nagoya. Di Shizuoka, hujan deras memicu longsor, termasuk di kawasan Gunung Fuji dan Kawanehon. Reuters melaporkan bahwa hujan ekstrem di Shizuoka menyebabkan penutupan akses Fuji Subaru Line dan terjadi longsor di beberapa lokasi.

Karena itu, jika artikel secara khusus membahas banjir Nagoya 8 September 2026, wilayah utama yang sebaiknya menjadi fokus adalah Nagoya serta kawasan Aichi dan Gifu yang berada dalam sistem peringatan Sungai Shonai.

Daftar artikel Terkait

Hujan ekstrem pada 8 September 2026 berdampak lebih luas daripada hanya Kota Nagoya. Peringatan banjir Level 5 untuk Sungai Shonai mencakup 12 wilayah di Prefektur Aichi dan 2 wilayah di Prefektur Gifu.

Di Aichi, wilayah tersebut meliputi Nagoya, Seto, Kasugai, Komaki, Ichinomiya, Inazawa, Kiyosu, Kitanagoya, Ama, Toyoyama, Ōharu, dan Kanie. Sementara di Gifu, wilayah yang tercantum adalah Tajimi dan Toki.

Di dalam Nagoya sendiri, dampak terlihat di sejumlah distrik seperti Chikusa, Moriyama, Meito, dan Minato, sementara kawasan pusat seperti Sakae juga mengalami genangan. Jalur kereta, subway, jalan raya, dan transportasi umum ikut terdampak.

Namun, masuk dalam area peringatan tidak berarti seluruh wilayah tersebut terendam banjir. Tingkat dampak berbeda-beda berdasarkan lokasi, sungai, topografi, drainase, dan jumlah hujan yang diterima.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa hujan ekstrem di wilayah Tokai dapat dengan cepat berkembang menjadi masalah regional yang memengaruhi banjir, transportasi, keselamatan masyarakat, dan aktivitas perkotaan di Aichi dan Gifu.

Daftar 47 Prefektur Jepang, Luas Wilayah, Kota dan Fakta Menarik

Mengenal Prefektur Jepang

Mengenal Kepulauan Jepang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama