Prefektur Mie: Luas Wilayah, Kota, dan Fakta Menarik

Prefektur Mie merupakan salah satu prefektur di kawasan Kansai dan Kinki, Pulau Honshu, Jepang. Wilayah ini terkenal karena memiliki salah satu tempat suci paling penting di Jepang, yaitu Ise Jingu, serta berbagai destinasi seperti Kumano Kodo, Suzuka Circuit, Kota Iga, Toba, Matsusaka, dan Shima.

Mie memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Bagian utaranya berkembang sebagai kawasan industri dan perkotaan, sedangkan bagian tengah dan selatan memiliki pegunungan, hutan, pantai, semenanjung, serta berbagai kawasan wisata alam.

Prefektur ini juga memiliki hubungan kuat dengan sejarah dan budaya Jepang. Mie dikenal sebagai salah satu wilayah penting dalam tradisi Shinto, dunia ninja Iga, budidaya mutiara Toba, kuliner Matsusaka beef, hingga jalur ziarah Kumano Kodo.

Berdasarkan data Pemerintah Prefektur Mie, wilayah ini memiliki 29 pemerintah daerah, terdiri dari 14 kota dan 15 kota kecil. Luas wilayahnya sekitar 5.774,48 km².

📑 Daftar Isi

Di Mana Letak Prefektur Mie?

Prefektur Mie berada di bagian tengah Pulau Honshu, Jepang. Wilayah ini berada di kawasan Kinki atau Kansai dan mempunyai garis pantai yang panjang menghadap Samudra Pasifik.

Mie berbatasan dengan Aichi, Gifu, Shiga, Kyoto, Nara, dan Wakayama.

Lokasinya sangat menarik karena Mie berada di antara kawasan metropolitan Nagoya dan wilayah Kansai seperti Osaka, Kyoto, dan Nara.

Bagian timur dan selatan Mie menghadap ke Samudra Pasifik, termasuk kawasan Ise Bay, Shima Peninsula, dan Kumano.

Baca juga:

Berapa Luas Prefektur Mie?

Prefektur Mie memiliki luas sekitar 5.774,48 km².

Wilayah Mie memiliki kombinasi dataran, pegunungan, hutan, sungai, teluk, semenanjung, dan garis pantai.

Kondisi geografis tersebut membuat karakter bagian utara Mie cukup berbeda dengan kawasan selatan yang lebih banyak didominasi pegunungan dan kawasan pesisir.

Berapa Populasi Prefektur Mie?

Jumlah penduduk Mie berubah setiap bulan sehingga angka populasi sebaiknya selalu disertai tanggal referensi.

Berdasarkan data resmi terbaru yang tersedia dari Pemerintah Prefektur Mie, jumlah penduduk Mie mencapai 1.684.208 jiwa pada 1 Juni 2026.

Jumlah tersebut terdiri dari 823.387 laki-laki dan 860.821 perempuan. Dibandingkan bulan sebelumnya, populasi berkurang sebanyak 785 jiwa.

Pada Mei 2026, Mie mengalami penurunan alami sebanyak 928 orang karena jumlah kematian lebih tinggi dibandingkan kelahiran. Namun, perpindahan penduduk menghasilkan pertumbuhan sosial sebanyak 143 orang.

Karena statistik populasi diperbarui secara berkala, angka tersebut sebaiknya dianggap sebagai data bertanggal, bukan angka permanen.

Apakah Populasi Mie Mengalami Penurunan?

Seperti banyak prefektur Jepang lainnya, Mie menghadapi tantangan demografi.

Data resmi Juni 2026 menunjukkan jumlah kelahiran pada Mei mencapai 740 orang, sedangkan kematian mencapai 1.668 orang. Kondisi tersebut menghasilkan penurunan alami sebanyak 928 orang.

Meski demikian, perpindahan penduduk dari dan ke wilayah lain tetap memengaruhi dinamika populasi Mie.

Berapa Jumlah Kota di Prefektur Mie?

Prefektur Mie memiliki 29 pemerintah daerah, terdiri dari:

  • 14 kota
  • 15 kota kecil

Struktur tersebut menjadikan Mie berbeda dari beberapa prefektur lain di Jepang yang mempunyai desa sebagai bagian dari pemerintahan lokalnya. Data resmi Mie mencatat 14 kota dan 15 kota kecil.

Daftar 14 Kota di Prefektur Mie

  • Tsu
  • Yokkaichi
  • Ise
  • Matsusaka
  • Kuwana
  • Suzuka
  • Nabari
  • Owase
  • Kameyama
  • Toba
  • Kumano
  • Inabe
  • Shima
  • Iga

Ke-14 kota tersebut merupakan bagian dari struktur pemerintahan daerah resmi Prefektur Mie.

Daftar 15 Kota Kecil di Prefektur Mie

  • Kisosaki
  • Toin
  • Komono
  • Asahi
  • Kawagoe
  • Taki
  • Meiwa
  • Odai
  • Tamaki
  • Watarai
  • Taiki
  • Minamiise
  • Kihoku
  • Mihama
  • Kihō

Dengan demikian, seluruh Prefektur Mie terdiri dari 14 kota dan 15 kota kecil atau total 29 pemerintah daerah.

Tsu: Ibu Kota Prefektur Mie

Tsu City merupakan ibu kota Prefektur Mie.

Kota ini menjadi pusat pemerintahan prefektur serta salah satu pusat administrasi dan ekonomi Mie.

Tsu berada di bagian tengah Mie dan mempunyai akses menuju berbagai kawasan lain di prefektur.

Yokkaichi

Yokkaichi merupakan salah satu kota industri terbesar di Mie.

Kota ini memiliki kawasan industri dan pelabuhan yang sangat penting bagi perekonomian prefektur.

Yokkaichi juga dikenal sebagai salah satu pusat industri petrokimia Jepang.

Yokkaichi dan Industri Jepang

Kawasan industri Yokkaichi berkembang pesat setelah Perang Dunia II.

Industri petrokimia, kimia, energi, dan manufaktur menjadi bagian penting dari ekonomi kota.

Perkembangan industri tersebut menjadikan Yokkaichi salah satu kota penting dalam sejarah industrialisasi Jepang modern.

Ise Jingu

Salah satu alasan terbesar Mie terkenal di Jepang adalah keberadaan Ise Jingu.

Ise Jingu merupakan salah satu kompleks kuil Shinto paling suci dan penting di Jepang.

Kompleks ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu Kotaijingu atau Naiku dan Toyouke Daijingu atau Geku.

Naiku dan Geku

Naiku didedikasikan untuk Amaterasu Okami, salah satu dewi terpenting dalam kepercayaan Shinto Jepang.

Sementara itu, Geku didedikasikan kepada Toyouke Okami, yang berkaitan dengan makanan, pertanian, dan kebutuhan kehidupan.

Kedua kompleks tersebut menjadi pusat utama ziarah dan tradisi keagamaan di Ise.

Mengapa Ise Jingu Sangat Penting?

Ise Jingu memiliki hubungan yang sangat kuat dengan tradisi kekaisaran dan Shinto Jepang.

Kuil ini menjadi salah satu tujuan ziarah paling penting di Jepang dan mempunyai sejarah yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Arsitektur dan ritual di Ise Jingu juga mencerminkan banyak aspek tradisi Shinto Jepang.

Okage Yokocho

Okage Yokocho merupakan kawasan jalan tradisional di dekat Ise Jingu.

Pengunjung dapat menemukan berbagai toko suvenir, makanan lokal, kerajinan, dan bangunan bergaya tradisional Jepang.

Kawasan ini menjadi tempat populer setelah berkunjung ke Ise Jingu.

Ise Udon

Ise udon merupakan salah satu makanan khas Mie.

Berbeda dari banyak jenis udon lainnya, Ise udon menggunakan mi yang sangat tebal dan lembut.

Mi tersebut biasanya disajikan dengan kuah atau saus berbasis kecap yang memiliki rasa khas.

Matsusaka Beef

Matsusaka beef merupakan salah satu jenis daging sapi premium Jepang yang terkenal di seluruh dunia.

Daging ini berasal dari sapi yang dipelihara di kawasan Matsusaka dan terkenal karena marbling yang tinggi serta teksturnya yang lembut.

Matsusaka beef sering ditempatkan bersama Kobe beef dan Omi beef sebagai salah satu dari kelompok daging sapi premium paling terkenal di Jepang.

Mengapa Matsusaka Beef Terkenal?

Kualitas Matsusaka beef berkaitan dengan standar pemeliharaan dan karakteristik sapi yang digunakan.

Marbling yang tinggi memberikan tekstur lembut serta rasa yang khas.

Karena produksinya terbatas dan standar kualitasnya tinggi, Matsusaka beef mempunyai harga yang relatif mahal.

Matsusaka City

Matsusaka merupakan kota bersejarah di bagian tengah Mie.

Selain terkenal karena daging sapinya, kota ini juga memiliki sejarah perdagangan dan budaya samurai.

Matsusaka Castle menjadi salah satu tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Matsusaka Castle

Matsusaka Castle merupakan kastil bersejarah yang kini sebagian besar tersisa dalam bentuk reruntuhan batu dan struktur kawasan kastil.

Kastil ini berada di kawasan yang memiliki pemandangan kota dan menjadi salah satu simbol sejarah Matsusaka.

Iga: Kota Ninja

Iga merupakan salah satu wilayah yang sangat terkenal dalam sejarah ninja Jepang.

Kawasan ini berkaitan dengan Iga-ryu Ninja, salah satu tradisi ninja paling terkenal dalam sejarah Jepang.

Karena itu, Iga menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang tertarik dengan samurai, ninja, dan sejarah Jepang.

Iga-ryu Ninja

Iga-ryu merupakan salah satu tradisi ninja yang berkembang di wilayah Iga.

Kondisi geografis pegunungan dan lokasi Iga yang relatif tersembunyi membantu perkembangan kelompok-kelompok ninja pada masa lalu.

Saat ini, sejarah ninja menjadi salah satu daya tarik wisata utama Iga.

Iga Ueno Castle

Iga Ueno Castle merupakan salah satu landmark bersejarah di Kota Iga.

Kastil ini berada di atas kawasan tinggi dan memiliki hubungan erat dengan sejarah Iga.

Kawasan sekitarnya juga memiliki taman serta fasilitas yang berkaitan dengan sejarah ninja.

Iga-ryu Ninja Museum

Iga-ryu Ninja Museum merupakan tempat populer untuk mempelajari sejarah dan budaya ninja.

Pengunjung dapat melihat berbagai benda, ruangan, dan demonstrasi yang berkaitan dengan kehidupan ninja.

Tempat ini menjadi salah satu destinasi yang sangat cocok bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah militer Jepang.

Suzuka

Suzuka merupakan salah satu kota paling terkenal di Mie karena dunia olahraga motor.

Kota ini menjadi lokasi Suzuka Circuit, salah satu sirkuit balap paling terkenal di Jepang.

Suzuka Circuit

Suzuka Circuit merupakan sirkuit balap yang memiliki sejarah panjang dalam olahraga motor internasional.

Sirkuit ini terkenal dengan desain lintasannya yang menantang, termasuk tikungan S Curves, Degner, Spoon Curve, dan 130R.

Suzuka juga pernah menjadi lokasi berbagai ajang balap internasional, termasuk Formula 1.

Mengapa Suzuka Circuit Terkenal?

Suzuka Circuit memiliki desain lintasan yang unik karena menggunakan konfigurasi berbentuk angka delapan.

Lintasan tersebut menggunakan jembatan yang memungkinkan satu bagian sirkuit melewati bagian lainnya.

Karakter tersebut membuat Suzuka menjadi salah satu sirkuit yang sangat dihormati oleh pembalap.

Toba

Toba merupakan kota pesisir di Semenanjung Shima.

Kota ini terkenal dengan hasil laut, pemandangan laut, kepulauan, serta sejarah budidaya mutiara.

Toba menjadi salah satu destinasi wisata pesisir paling terkenal di Mie.

Mutiara Mikimoto

Toba memiliki hubungan erat dengan sejarah mutiara budidaya.

Kokichi Mikimoto, yang dikenal sebagai pelopor industri mutiara budidaya modern, mengembangkan teknik budidaya mutiara di kawasan Toba.

Karena itu, nama Toba dan Mikimoto mempunyai hubungan kuat dengan industri mutiara Jepang.

Mikimoto Pearl Island

Mikimoto Pearl Island merupakan destinasi wisata yang memperkenalkan sejarah mutiara dan industri budidayanya.

Pengunjung dapat mempelajari bagaimana mutiara dibudidayakan serta melihat berbagai koleksi dan produk mutiara.

Ama: Penyelam Wanita Tradisional Jepang

Mie juga terkenal dengan tradisi ama, yaitu perempuan penyelam yang secara tradisional mencari hasil laut seperti kerang dan abalon.

Tradisi ama telah berlangsung selama berabad-abad di beberapa kawasan pesisir Jepang.

Di Mie, tradisi tersebut sangat erat dengan wilayah Toba dan Shima.

Shima

Shima merupakan kota pesisir yang berada di Semenanjung Shima.

Kawasan ini terkenal dengan garis pantai yang indah, teluk, pulau-pulau kecil, makanan laut, dan resor.

Shima juga menjadi salah satu tujuan wisata utama Mie.

Shima Peninsula

Semenanjung Shima memiliki garis pantai yang sangat berliku dengan banyak teluk dan pulau kecil.

Bentuk geografis tersebut menciptakan pemandangan laut yang unik.

Kawasan ini juga mendukung budidaya mutiara dan berbagai aktivitas perikanan.

Shima Spain Mura

Shima Spain Mura merupakan taman hiburan bertema Spanyol yang berada di Shima.

Taman ini menampilkan arsitektur, atraksi, makanan, dan suasana yang terinspirasi dari budaya Spanyol.

Tempat ini menjadi salah satu destinasi keluarga di Mie.

Kumano Kodo

Kumano Kodo merupakan jaringan jalur ziarah kuno yang melintasi Semenanjung Kii.

Bagian jalur yang berada di Mie menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati perpaduan antara sejarah, spiritualitas, dan alam.

Jalur ini melewati hutan, pegunungan, desa, dan berbagai situs keagamaan.

Kumano Kodo dan UNESCO

Kumano Kodo merupakan bagian dari situs Warisan Dunia UNESCO yang dikenal sebagai “Sacred Sites and Pilgrimage Routes in the Kii Mountain Range”.

Jaringan jalur tersebut memperlihatkan hubungan erat antara alam, agama, dan perjalanan spiritual dalam sejarah Jepang.

Kumano Nachi Taisha

Kumano Nachi Taisha merupakan salah satu kuil utama dalam tradisi Kumano.

Meskipun kompleks Kumano tersebar di Semenanjung Kii, kawasan ini memiliki hubungan kuat dengan jalur ziarah yang melewati bagian selatan Mie.

Air terjun Nachi juga menjadi salah satu pemandangan paling terkenal di kawasan tersebut.

Kumano City

Kumano City berada di bagian selatan Prefektur Mie.

Kota ini terkenal dengan garis pantai, pegunungan, jalur Kumano Kodo, dan berbagai situs budaya.

Kawasan Kumano memberikan gambaran Mie yang sangat berbeda dari wilayah industri seperti Yokkaichi.

Onigajo

Onigajo merupakan kawasan tebing batu yang berada di pesisir Kumano.

Formasi batu yang terbentuk oleh proses alam menciptakan pemandangan dramatis menghadap laut.

Tempat ini menjadi salah satu destinasi alam terkenal di Mie bagian selatan.

Meoto Iwa

Meoto Iwa atau “Wedded Rocks” merupakan dua batu yang berada di laut dekat Futami, Ise.

Kedua batu tersebut dihubungkan dengan tali shimenawa dan menjadi simbol pasangan suami istri dalam budaya Jepang.

Meoto Iwa juga memiliki hubungan dengan tradisi Shinto dan menjadi salah satu pemandangan paling terkenal di Mie.

Futami Okitama Shrine

Futami Okitama Shrine berada tidak jauh dari Meoto Iwa.

Kuil ini menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi wisatawan sebelum atau sesudah berziarah ke Ise Jingu.

Kawasan pesisirnya juga memberikan pemandangan laut yang menarik.

Yokkaichi dan Pemandangan Industri

Yokkaichi mempunyai pemandangan malam kawasan industri yang sangat terkenal di Jepang.

Ketika malam tiba, lampu dari fasilitas industri menciptakan panorama yang unik.

Pemandangan tersebut menunjukkan sisi lain Jepang yang berbeda dari kuil, kastil, dan pegunungan.

Mie dan Kuliner Laut

Dengan garis pantai yang panjang, Mie mempunyai kekayaan makanan laut yang sangat beragam.

Selain mutiara, kawasan Toba dan Shima terkenal dengan hasil laut seperti tiram, abalon, lobster berduri Jepang, dan berbagai jenis ikan.

Ise Ebi

Ise ebi merupakan lobster berduri Jepang yang sangat terkenal di kawasan Mie.

Nama “Ise” menjadi sangat identik dengan makanan laut premium dari wilayah ini.

Ise ebi sering disajikan dalam hidangan tradisional dan restoran wisata di Ise, Toba, serta Shima.

Mie dan Pertanian

Meskipun terkenal dengan wisata dan industri, Mie juga memiliki sektor pertanian yang penting.

Wilayah ini menghasilkan beras, teh, buah, sayuran, serta berbagai produk pertanian lainnya.

Kondisi alam yang beragam memungkinkan Mie memiliki produk lokal yang cukup banyak.

Teh Ise

Mie juga memiliki tradisi produksi teh yang panjang.

Ise tea merupakan salah satu produk teh yang dikenal dari kawasan Mie.

Wilayah utara dan tengah Mie memiliki perkebunan teh yang memanfaatkan kondisi iklim dan tanah setempat.

Mie dan Industri

Ekonomi Mie memiliki kombinasi sektor industri, manufaktur, pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Bagian utara terutama di sekitar Yokkaichi, Suzuka, dan Kuwana memiliki konsentrasi industri yang lebih besar.

Sementara itu, kawasan Ise, Toba, Shima, dan Kumano lebih dikenal dengan pariwisata, perikanan, dan sumber daya alam.

Mie pada Musim Semi

Musim semi menjadi waktu menarik untuk mengunjungi berbagai kuil, kastil, taman, dan kawasan pesisir di Mie.

Beberapa tempat bersejarah seperti Ise dan Matsusaka juga menawarkan suasana yang indah ketika bunga sakura bermekaran.

Mie pada Musim Panas

Musim panas cocok untuk menikmati kawasan pantai, pulau, festival, dan wisata laut.

Toba dan Shima menjadi pilihan menarik untuk menikmati suasana pesisir.

Mie pada Musim Gugur

Musim gugur menjadi waktu yang menarik untuk menjelajahi kawasan pegunungan dan jalur Kumano Kodo.

Perubahan warna daun memberikan suasana yang berbeda pada hutan dan jalur ziarah.

Mie pada Musim Dingin

Musim dingin merupakan waktu yang cocok untuk menikmati makanan laut dan berbagai kuliner khas Mie.

Kawasan onsen dan hotel pesisir juga menjadi pilihan menarik untuk menikmati suasana musim dingin.

Fakta Menarik tentang Prefektur Mie

  1. Mie berada di Pulau Honshu, Jepang.
  2. Mie termasuk kawasan Kinki atau Kansai.
  3. Mie berbatasan dengan Aichi, Gifu, Shiga, Kyoto, Nara, dan Wakayama.
  4. Luas wilayah Mie sekitar 5.774,48 km².
  5. Mie memiliki 29 pemerintah daerah.
  6. Terdapat 14 kota dan 15 kota kecil.
  7. Tsu merupakan ibu kota Prefektur Mie.
  8. Populasi Mie mencapai 1.684.208 jiwa pada 1 Juni 2026.
  9. Ise Jingu merupakan salah satu kuil Shinto paling penting di Jepang.
  10. Ise Jingu terdiri dari Naiku dan Geku.
  11. Naiku berkaitan dengan Amaterasu Okami.
  12. Okage Yokocho berada di dekat Ise Jingu.
  13. Ise udon merupakan makanan khas Mie.
  14. Matsusaka terkenal dengan Matsusaka beef.
  15. Mie memiliki hubungan kuat dengan sejarah ninja Iga.
  16. Iga terkenal dengan tradisi Iga-ryu Ninja.
  17. Iga Ueno Castle berada di Kota Iga.
  18. Suzuka terkenal dengan Suzuka Circuit.
  19. Suzuka Circuit merupakan salah satu sirkuit balap terkenal dunia.
  20. Toba terkenal dengan industri mutiara.
  21. Kokichi Mikimoto memiliki hubungan erat dengan Toba.
  22. Mikimoto Pearl Island berada di Toba.
  23. Tradisi ama berkembang di kawasan pesisir Mie.
  24. Shima terkenal dengan teluk dan garis pantainya.
  25. Kumano Kodo melewati wilayah Mie.
  26. Kumano Kodo merupakan bagian dari Warisan Dunia UNESCO.
  27. Meoto Iwa merupakan salah satu ikon wisata Mie.
  28. Yokkaichi merupakan pusat industri penting.
  29. Mie terkenal dengan Ise ebi atau lobster berduri Jepang.
  30. Mie juga memiliki tradisi produksi teh.

Daftar 14 Kota di Prefektur Mie

  • Tsu
  • Yokkaichi
  • Ise
  • Matsusaka
  • Kuwana
  • Suzuka
  • Nabari
  • Owase
  • Kameyama
  • Toba
  • Kumano
  • Inabe
  • Shima
  • Iga

Daftar 15 Kota Kecil di Prefektur Mie

  • Kisosaki
  • Toin
  • Komono
  • Asahi
  • Kawagoe
  • Taki
  • Meiwa
  • Odai
  • Tamaki
  • Watarai
  • Taiki
  • Minamiise
  • Kihoku
  • Mihama
  • Kihō

Apakah Mie Hanya Terkenal karena Ise Jingu?

Tidak.

Ise Jingu memang merupakan salah satu ikon terbesar Mie, tetapi prefektur ini memiliki banyak daya tarik lainnya.

Mie juga terkenal dengan ninja Iga, Suzuka Circuit, Matsusaka beef, mutiara Toba, Meoto Iwa, Kumano Kodo, Shima Peninsula, Ise udon, dan berbagai makanan laut.

Mengapa Mie Menarik untuk Wisata?

Mie memiliki kombinasi wisata yang sangat beragam.

  • Wisata spiritual: Ise Jingu dan berbagai kuil Shinto.
  • Sejarah: Matsusaka Castle, Iga Ueno Castle, dan kota-kota bersejarah.
  • Ninja: Iga-ryu Ninja dan museum ninja.
  • Olahraga: Suzuka Circuit.
  • Alam: Kumano Kodo, pegunungan, hutan, dan pantai.
  • Budaya: tradisi ama dan kawasan Ise.
  • Kuliner: Matsusaka beef, Ise udon, Ise ebi, dan makanan laut.
  • Mutiara: Toba dan sejarah Mikimoto.

Mie dan Nagoya

Mie memiliki hubungan geografis dan ekonomi yang kuat dengan Nagoya serta Prefektur Aichi.

Kawasan utara Mie seperti Kuwana dan Yokkaichi relatif dekat dengan Nagoya sehingga mempunyai hubungan transportasi dan ekonomi yang kuat.

Hubungan tersebut membuat Mie menjadi salah satu wilayah penting dalam jaringan ekonomi kawasan Chubu dan Kinki.

Mie dan Osaka

Bagian barat Mie memiliki hubungan yang lebih kuat dengan kawasan Kansai, termasuk Nara dan Osaka.

Kota seperti Iga dan Nabari secara geografis berada dekat dengan kawasan Kansai.

Karena posisi geografisnya, Mie sering dianggap sebagai wilayah penghubung antara Chubu dan Kansai.

Waktu Terbaik Mengunjungi Mie

  • Musim semi: cocok untuk sakura dan wisata sejarah.
  • Musim panas: cocok untuk Toba, Shima, pantai, dan wisata laut.
  • Musim gugur: cocok untuk Kumano Kodo dan kawasan pegunungan.
  • Musim dingin: cocok untuk menikmati Matsusaka beef dan makanan laut.

Prefektur Mie

Prefektur Mie merupakan salah satu wilayah Jepang yang memiliki perpaduan unik antara spiritualitas, sejarah, alam, industri, olahraga, dan kuliner.

Dengan luas sekitar 5.774,48 km², Mie memiliki 29 pemerintah daerah yang terdiri dari 14 kota dan 15 kota kecil.

Populasi Mie tercatat sebanyak 1.684.208 jiwa pada 1 Juni 2026 berdasarkan statistik resmi pemerintah prefektur yang tersedia saat artikel ini disusun.

Daya tarik Mie tidak hanya berasal dari Ise Jingu. Wilayah ini juga memiliki sejarah ninja di Iga, dunia balap di Suzuka, mutiara di Toba, Matsusaka beef, serta jalur spiritual Kumano Kodo.

Dari Ise Jingu hingga Kumano Kodo, dari ninja Iga hingga Suzuka Circuit, dan dari Matsusaka beef hingga mutiara Toba, Prefektur Mie memperlihatkan sisi Jepang yang sangat beragam.

Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Jepang di luar Tokyo, Kyoto, dan Osaka, Mie merupakan salah satu prefektur yang sangat layak dimasukkan ke dalam daftar perjalanan.

Daftar 47 Prefektur Jepang, Luas Wilayah, Kota dan Fakta Menarik

Mengenal Prefektur Jepang

Mengenal Kepulauan Jepang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama