Prefektur Kagawa merupakan salah satu dari empat prefektur yang berada di Pulau Shikoku, Jepang. Wilayah ini dikenal sebagai rumah bagi Sanuki Udon, Taman Ritsurin, Kota Takamatsu, Kastil Marugame, Kotohira, Pulau Shodoshima, serta berbagai pulau seni di Laut Pedalaman Seto.
Kagawa berada di bagian utara Pulau Shikoku dan menghadap langsung ke Laut Pedalaman Seto. Meskipun luas wilayahnya relatif kecil, Kagawa mempunyai sejarah, budaya, kuliner, dan destinasi wisata yang sangat beragam.
Prefektur ini juga mempunyai posisi strategis karena terhubung dengan Pulau Honshu melalui berbagai jembatan dan jalur transportasi Laut Pedalaman Seto. Salah satu penghubung paling terkenal adalah Great Seto Bridge, yang menghubungkan Kagawa dengan Prefektur Okayama.
Secara administratif, Kagawa terdiri dari 8 kota dan 9 kota kecil, dengan total 17 pemerintah daerah.
Di Mana Letak Prefektur Kagawa?
Prefektur Kagawa berada di bagian utara Pulau Shikoku.
Di sebelah utara terdapat Laut Pedalaman Seto yang memisahkan Kagawa dari Pulau Honshu. Prefektur ini berbatasan dengan Tokushima di sebelah selatan dan Ehime di sebelah barat.
Di seberang Laut Pedalaman Seto terdapat Prefektur Okayama dan berbagai pulau kecil yang berada di antara Shikoku dan Honshu.
Posisi geografis tersebut membuat Kagawa menjadi salah satu pintu penting menuju Shikoku dari wilayah Chugoku.
Berapa Luas Prefektur Kagawa?
Prefektur Kagawa memiliki luas sekitar 1.876,78 km².
Dengan luas tersebut, Kagawa dikenal sebagai prefektur dengan wilayah paling kecil di Jepang.
Meskipun kecil, wilayah Kagawa memiliki dataran, perbukitan, pegunungan, kawasan pesisir, serta banyak pulau di Laut Pedalaman Seto.
Data resmi Pemerintah Kagawa mencantumkan luas prefektur sekitar 1.876,78 km² berdasarkan data wilayah administratif terbaru.
Berapa Populasi Prefektur Kagawa?
Jumlah penduduk Kagawa berubah dari waktu ke waktu sehingga angka populasi sebaiknya selalu disertai tanggal referensinya.
Hasil sementara Sensus Penduduk 2025 mencatat populasi Prefektur Kagawa sebanyak 907.725 jiwa per 1 Oktober 2025.
Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan Sensus 2020 yang mencatat 950.244 jiwa. Pemerintah Prefektur Kagawa menyebut populasi Kagawa telah mengalami penurunan selama bertahun-tahun.
Pemerintah Kagawa juga menerbitkan estimasi populasi bulanan. Data tersebut dihitung berdasarkan hasil sensus dan perubahan penduduk seperti kelahiran, kematian, perpindahan masuk, serta perpindahan keluar.
Karena populasi bersifat dinamis, angka tersebut dapat diperbarui secara berkala tanpa harus mengubah judul artikel.
Berapa Jumlah Kota di Prefektur Kagawa?
Prefektur Kagawa memiliki 17 pemerintah daerah:
- 8 kota
- 9 kota kecil
Kagawa tidak mempunyai pemerintah daerah berstatus desa.
Daftar 8 Kota di Prefektur Kagawa
- Takamatsu
- Marugame
- Sakaide
- Zentsuji
- Kanonji
- Sanuki
- Higashikagawa
- Mitoyo
Daftar tersebut sesuai dengan struktur administratif resmi Kagawa.
Daftar 9 Kota Kecil di Prefektur Kagawa
- Tonosho
- Shodoshima
- Miki
- Naoshima
- Utazu
- Ayagawa
- Kotohira
- Tadotsu
- Manno
Pemerintah Kagawa mencatat sembilan pemerintah daerah berstatus kota kecil tersebut.
Kota Takamatsu: Ibu Kota Prefektur
Kota Takamatsu merupakan ibu kota Prefektur Kagawa sekaligus pusat pemerintahan dan ekonomi wilayah tersebut.
Takamatsu berada di pesisir Laut Pedalaman Seto dan mempunyai pelabuhan yang menjadi salah satu penghubung penting antara Shikoku dan pulau-pulau di sekitarnya.
Kota ini juga menjadi salah satu titik awal yang populer bagi wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai pulau di Laut Pedalaman Seto.
Takamatsu Port
Takamatsu Port mempunyai peranan penting dalam transportasi laut Kagawa.
Dari kawasan pelabuhan, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah pulau di Laut Pedalaman Seto.
Pelabuhan ini juga menjadi bagian penting dari hubungan transportasi antara Kagawa, pulau-pulau kecil, dan wilayah Shikoku lainnya.
Ritsurin Garden
Ritsurin Garden merupakan salah satu taman tradisional Jepang paling terkenal di Kagawa.
Taman ini berada di Kota Takamatsu dan memiliki kolam, jembatan, rumah teh, pepohonan, bukit buatan, serta lanskap yang dirancang dengan sangat detail.
Ritsurin Garden berkembang selama periode Edo dan mempunyai hubungan erat dengan penguasa wilayah Takamatsu.
Keindahan Ritsurin Garden
Salah satu karakteristik Ritsurin Garden adalah penggunaan elemen alam untuk menciptakan pemandangan yang tampak luas dan berlapis.
Pepohonan pinus, kolam, jembatan, batu, dan latar belakang Gunung Shiun menciptakan komposisi khas taman Jepang.
Taman ini menarik dikunjungi sepanjang tahun karena setiap musim memberikan suasana berbeda.
Gunung Shiun
Gunung Shiun berada di belakang Ritsurin Garden dan menjadi bagian penting dari lanskap taman.
Pemandangan gunung tersebut digunakan sebagai bagian dari konsep shakkei, yaitu teknik memanfaatkan pemandangan alam di luar taman sebagai latar belakang visual.
Yashima
Yashima merupakan dataran tinggi berbentuk unik yang berada di Kota Takamatsu.
Wilayah ini terkenal karena pemandangan Laut Pedalaman Seto serta sejarahnya yang berkaitan dengan Perang Genpei.
Yashima menjadi salah satu tempat menarik untuk melihat pulau-pulau dan garis pantai Kagawa dari ketinggian.
Yashima Temple
Yashima Temple merupakan salah satu kuil penting dalam jaringan ziarah Shikoku.
Kuil ini juga dikenal sebagai salah satu dari 88 tempat ziarah Shikoku.
Lokasinya di dataran tinggi membuat pengunjung dapat menikmati pemandangan kawasan Laut Pedalaman Seto.
Perang Genpei di Yashima
Yashima mempunyai hubungan erat dengan Pertempuran Yashima pada tahun 1185.
Pertempuran tersebut merupakan salah satu bagian penting dari konflik antara klan Minamoto dan Taira.
Sejarah tersebut membuat Yashima memiliki nilai budaya dan sejarah yang besar.
Marugame
Marugame merupakan salah satu kota penting di bagian barat Kagawa.
Kota ini terkenal karena memiliki salah satu kastil Jepang yang masih mempertahankan struktur bersejarahnya.
Marugame Castle
Marugame Castle atau Marugame-jo merupakan salah satu kastil terkenal di Kagawa.
Kastil ini berdiri di atas bukit dan memiliki dinding batu yang sangat tinggi.
Bangunan utama kastil merupakan salah satu tenshu kayu asli yang masih bertahan dari zaman feodal Jepang.
Stone Walls Marugame Castle
Dinding batu Marugame Castle merupakan salah satu daya tarik utama kompleks kastil.
Teknik penyusunan batu menghasilkan dinding yang tinggi dan memberikan pemandangan khas ketika dilihat dari bawah.
Dari kawasan kastil, pengunjung juga dapat menikmati panorama Kota Marugame dan Laut Pedalaman Seto.
Zentsuji
Zentsuji merupakan salah satu kota penting dalam sejarah agama Buddha di Shikoku.
Kota ini terkenal dengan Zentsuji Temple, salah satu kuil utama dalam ziarah 88 kuil Shikoku.
Zentsuji Temple
Zentsuji Temple mempunyai hubungan erat dengan Kukai, tokoh agama Buddha Jepang yang juga dikenal sebagai Kobo Daishi.
Kukai diyakini lahir di kawasan yang sekarang menjadi Kota Zentsuji.
Kuil ini menjadi salah satu tujuan penting bagi para peziarah yang mengikuti rute Shikoku Pilgrimage.
Shikoku Pilgrimage
Shikoku Pilgrimage merupakan perjalanan ziarah yang menghubungkan 88 kuil di Pulau Shikoku.
Rute ini mempunyai hubungan erat dengan Kobo Daishi dan tradisi Buddha Shingon.
Kagawa menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut karena memiliki beberapa kuil yang termasuk dalam daftar 88 tempat ziarah.
Kotohira
Kotohira merupakan kota kecil yang terkenal karena Konpira-san atau Kotohira-gu.
Kota ini telah lama menjadi tujuan ziarah dan wisata budaya di Shikoku.
Kotohira-gu
Kotohira-gu merupakan salah satu kuil Shinto paling terkenal di Kagawa.
Kuil ini berada di Gunung Zozu dan terkenal karena tangga panjang yang harus dilewati pengunjung untuk mencapai area utama.
Jumlah tangga yang harus ditempuh menjadi salah satu karakteristik perjalanan menuju Kotohira-gu.
Konpira-san
Konpira-san merupakan nama populer untuk Kotohira-gu.
Selama berabad-abad, tempat ini menjadi tujuan masyarakat yang berdoa untuk keselamatan perjalanan, terutama perjalanan laut.
Hubungan tersebut sangat relevan dengan sejarah masyarakat pesisir dan pelayaran Laut Pedalaman Seto.
Naoshima
Naoshima merupakan salah satu pulau paling terkenal di Laut Pedalaman Seto.
Pulau ini secara administratif termasuk dalam Naoshima Town, Prefektur Kagawa.
Naoshima terkenal di dunia karena perkembangan seni kontemporer, museum, instalasi seni, serta karya seni yang ditempatkan di berbagai bagian pulau.
Naoshima sebagai Pulau Seni
Naoshima sering dikenal sebagai salah satu art islands paling terkenal di Jepang.
Berbagai proyek seni menjadikan pulau ini sebagai tempat pertemuan antara arsitektur, seni, alam, dan kehidupan masyarakat lokal.
Konsep tersebut membuat Naoshima mempunyai karakter wisata yang berbeda dari destinasi Jepang pada umumnya.
Chichu Art Museum
Chichu Art Museum merupakan salah satu museum terkenal di Naoshima.
Museum ini dirancang dengan konsep yang memanfaatkan cahaya alami dan sebagian besar bangunannya berada di bawah tanah.
Karya seni dan arsitektur menjadi bagian dari pengalaman yang tidak dapat dipisahkan.
Benesse Art Site Naoshima
Benesse Art Site Naoshima merupakan proyek seni yang berkembang di Naoshima dan beberapa pulau di sekitarnya.
Proyek tersebut membantu menjadikan kawasan Laut Pedalaman Seto sebagai salah satu tujuan seni kontemporer yang terkenal secara internasional.
Shodoshima
Shodoshima merupakan salah satu pulau terbesar di Laut Pedalaman Seto.
Pulau ini secara administratif terbagi antara Shodoshima Town dan Tonosho Town.
Shodoshima terkenal dengan produksi zaitun, kecap, mi somen, dan berbagai produk makanan tradisional.
Shodoshima Olive
Shodoshima mempunyai iklim yang relatif hangat dan dikenal sebagai salah satu pusat produksi zaitun di Jepang.
Budidaya zaitun mulai berkembang di pulau ini sejak awal abad ke-20.
Saat ini perkebunan zaitun menjadi salah satu karakter wisata Shodoshima.
Shodoshima Olive Park
Shodoshima Olive Park merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di pulau tersebut.
Pengunjung dapat melihat kebun zaitun, menikmati pemandangan Laut Pedalaman Seto, dan menemukan berbagai produk berbahan dasar zaitun.
Angel Road
Angel Road merupakan salah satu tempat wisata paling terkenal di Shodoshima.
Fenomena alam ini berupa jalan pasir yang muncul ketika air laut surut dan menghubungkan Shodoshima dengan pulau kecil di dekatnya.
Ketika air pasang, jalur tersebut kembali tertutup oleh air laut.
Kannonji dan Chichibugahama
Chichibugahama Beach berada di Kota Mitoyo dan merupakan salah satu pantai paling terkenal di Kagawa.
Pantai ini terkenal dengan fenomena refleksi air ketika kondisi pasang, angin, dan permukaan pasir berada dalam keadaan tertentu.
Karena menghasilkan pemandangan seperti cermin, Chichibugahama sering disebut sebagai salah satu lokasi fotografi paling menarik di Shikoku.
Chichibugahama saat Matahari Terbenam
Salah satu waktu paling populer untuk mengunjungi Chichibugahama adalah menjelang matahari terbenam.
Ketika air dangkal tertinggal di permukaan pasir, langit dan orang-orang yang berdiri di pantai dapat menghasilkan refleksi yang indah.
Mitoyo
Mitoyo berada di bagian barat Kagawa dan mempunyai wilayah yang menghadap Laut Pedalaman Seto.
Kota ini terkenal dengan Chichibugahama, tetapi juga memiliki pegunungan, kuil, kawasan pedesaan, dan berbagai produk pertanian.
Sanuki Udon
Sanuki Udon merupakan makanan yang paling identik dengan Prefektur Kagawa.
Nama Sanuki berasal dari nama lama wilayah Kagawa, yaitu Provinsi Sanuki.
Udon Kagawa terkenal dengan tekstur mi yang kenyal, sederhana, dan mempunyai banyak variasi cara penyajian.
Mengapa Kagawa Terkenal dengan Udon?
Budaya makan udon telah berkembang kuat di Kagawa selama berabad-abad.
Ketersediaan gandum, garam, kecap, dan bahan lokal lainnya membantu perkembangan tradisi pembuatan udon.
Saat ini terdapat sangat banyak kedai udon di seluruh Kagawa, mulai dari restoran kecil hingga tempat makan yang menjadi tujuan wisatawan.
Sanuki Udon dan Budaya Lokal
Udon bukan hanya makanan bagi masyarakat Kagawa, tetapi telah menjadi bagian dari identitas budaya prefektur.
Wisatawan bahkan dapat menemukan berbagai rute kuliner khusus untuk mencoba kedai Sanuki Udon di berbagai kota.
Bone-in Chicken Marugame
Honetsuki-dori atau ayam bertulang merupakan salah satu makanan khas yang sangat identik dengan Marugame.
Hidangan ini berupa paha ayam yang dimasak dengan bumbu kuat hingga bagian luarnya beraroma dan bagian dalamnya tetap juicy.
Makanan tersebut menjadi salah satu kuliner yang dapat dicoba ketika mengunjungi Marugame.
Olive dan Produk Pulau
Selain udon, Kagawa mempunyai berbagai produk makanan yang berkaitan dengan karakter geografisnya.
Shodoshima terkenal dengan zaitun, kecap, dan produk makanan berbasis kedelai, sedangkan kawasan pesisir menghasilkan berbagai hasil laut.
Great Seto Bridge
Great Seto Bridge merupakan salah satu proyek infrastruktur paling terkenal di Jepang.
Jembatan ini menghubungkan Prefektur Kagawa di Shikoku dengan Prefektur Okayama di Honshu.
Kompleks jembatan tersebut melintasi berbagai pulau di Laut Pedalaman Seto dan terdiri dari beberapa jembatan yang saling terhubung.
Seto-Ohashi dan Kagawa
Great Seto Bridge sering disebut sebagai Seto Ohashi.
Jembatan ini mempunyai peranan penting dalam transportasi karena memungkinkan kendaraan dan kereta api melakukan perjalanan antara Honshu dan Shikoku.
Keberadaan jembatan tersebut memperkuat hubungan ekonomi dan pariwisata antara Kagawa dan wilayah Okayama.
Laut Pedalaman Seto
Laut Pedalaman Seto merupakan bagian penting dari identitas Kagawa.
Perairan ini dipenuhi pulau-pulau kecil dengan karakter geografis yang berbeda-beda.
Banyak pulau di kawasan tersebut mempunyai desa nelayan, perkebunan, kuil, pantai, serta proyek seni.
Pulau-Pulau di Kagawa
Kagawa memiliki banyak pulau di Laut Pedalaman Seto.
Beberapa yang terkenal antara lain:
- Naoshima
- Shodoshima
- Teshima
- Megijima
- Ogijima
- Ibukijima
- Honjima
Beberapa pulau tersebut dapat dicapai menggunakan kapal feri dari pelabuhan-pelabuhan di Kagawa.
Megijima
Megijima merupakan pulau kecil di dekat Takamatsu.
Pulau ini memiliki hubungan dengan legenda Momotaro dan sering dikaitkan dengan Onigashima dalam cerita rakyat tersebut.
Selain cerita rakyat, Megijima juga menjadi bagian dari berbagai proyek seni di Laut Pedalaman Seto.
Ogijima
Ogijima merupakan pulau kecil yang terkenal dengan desa tradisional, rumah-rumah yang mengikuti kontur bukit, serta proyek seni kontemporer.
Gang-gang sempit dan pemandangan laut menjadi salah satu karakter khas pulau ini.
Teshima
Teshima merupakan pulau seni yang berada di antara Kagawa dan wilayah Laut Pedalaman Seto.
Pulau ini terkenal dengan Teshima Art Museum dan berbagai proyek seni kontemporer.
Perpaduan antara seni, arsitektur, alam, dan kehidupan pedesaan menjadi daya tarik utama Teshima.
Sanuki dan Sejarah Kagawa
Pada masa lalu, wilayah Kagawa dikenal sebagai Provinsi Sanuki.
Nama Sanuki masih digunakan sampai sekarang dalam berbagai nama makanan dan budaya lokal, terutama Sanuki Udon.
Sejarah wilayah ini juga berkaitan dengan perkembangan agama Buddha, perdagangan Laut Pedalaman Seto, dan hubungan antara Shikoku dengan Honshu.
Kagawa dan Ziarah Shikoku
Kagawa mempunyai beberapa kuil yang termasuk dalam Shikoku Pilgrimage.
Beberapa di antaranya adalah:
- Zentsuji Temple
- Kotohira-related pilgrimage sites
- Berbagai kuil lainnya di sepanjang jalur ziarah Shikoku
Keberadaan rute ziarah membuat Kagawa tidak hanya menarik bagi wisatawan biasa, tetapi juga bagi peziarah dari Jepang dan berbagai negara.
Musim Semi di Kagawa
Musim semi merupakan waktu yang menarik untuk menikmati bunga sakura di Kagawa.
Ritsurin Garden, kawasan kastil, kuil, dan berbagai taman menjadi tempat yang populer untuk menikmati bunga.
Pemandangan Laut Pedalaman Seto juga terlihat menarik ketika cuaca mulai lebih hangat.
Musim Panas di Kagawa
Musim panas cocok untuk menjelajahi pulau-pulau Laut Pedalaman Seto.
Wisatawan dapat mengunjungi Naoshima, Shodoshima, Megijima, Ogijima, atau Teshima menggunakan kapal feri.
Musim ini juga cocok untuk menikmati pantai dan pemandangan laut.
Musim Gugur di Kagawa
Musim gugur menghadirkan warna merah, kuning, dan oranye di berbagai kawasan pegunungan dan kuil.
Ritsurin Garden dan kawasan Kotohira menjadi tempat yang menarik untuk menikmati perubahan warna daun.
Musim Dingin di Kagawa
Musim dingin memberikan suasana yang lebih tenang di Kagawa.
Salah satu aktivitas yang cocok dilakukan adalah menjelajahi kuliner lokal seperti Sanuki Udon dan berbagai makanan khas daerah.
Udara yang lebih sejuk juga membuat perjalanan ke kuil dan taman tradisional terasa berbeda dibandingkan musim panas.
Fakta Menarik tentang Prefektur Kagawa
- Kagawa berada di Pulau Shikoku.
- Kagawa berada di bagian utara Shikoku.
- Kagawa menghadap Laut Pedalaman Seto.
- Kagawa berbatasan dengan Tokushima dan Ehime.
- Kagawa memiliki hubungan transportasi langsung dengan Okayama melalui Great Seto Bridge.
- Luas Kagawa sekitar 1.876,78 km².
- Kagawa merupakan prefektur dengan wilayah paling kecil di Jepang.
- Kagawa memiliki 17 pemerintah daerah.
- Terdapat 8 kota dan 9 kota kecil.
- Kagawa tidak memiliki pemerintah daerah berstatus desa.
- Kota Takamatsu merupakan ibu kota Kagawa.
- Ritsurin Garden berada di Kota Takamatsu.
- Yashima memiliki hubungan dengan Pertempuran Yashima tahun 1185.
- Yashima Temple merupakan bagian dari 88 tempat ziarah Shikoku.
- Marugame terkenal dengan Marugame Castle.
- Marugame Castle memiliki salah satu tenshu kayu asli yang masih bertahan.
- Zentsuji merupakan tempat yang mempunyai hubungan erat dengan Kobo Daishi.
- Zentsuji Temple merupakan bagian dari Shikoku Pilgrimage.
- Kotohira terkenal dengan Kotohira-gu atau Konpira-san.
- Naoshima terkenal sebagai salah satu pulau seni Jepang.
- Chichu Art Museum berada di Naoshima.
- Shodoshima terkenal dengan produksi zaitun.
- Angel Road muncul ketika air laut surut.
- Chichibugahama berada di Kota Mitoyo.
- Chichibugahama terkenal dengan fenomena refleksi seperti cermin.
- Sanuki Udon merupakan makanan khas paling terkenal dari Kagawa.
- Nama Sanuki berasal dari nama lama wilayah Kagawa.
- Great Seto Bridge menghubungkan Kagawa dengan Okayama.
- Kagawa memiliki banyak pulau di Laut Pedalaman Seto.
- Teshima juga terkenal dengan seni kontemporer dan Teshima Art Museum.
Apakah Prefektur Kagawa Sama dengan Kota Takamatsu?
Tidak.
Kota Takamatsu merupakan ibu kota sekaligus salah satu dari delapan kota yang berada di Prefektur Kagawa.
Selain Takamatsu, terdapat Marugame, Sakaide, Zentsuji, Kanonji, Sanuki, Higashikagawa, dan Mitoyo.
Prefektur Kagawa juga memiliki sembilan kota kecil yang mencakup wilayah pesisir dan pulau-pulau di Laut Pedalaman Seto.
Mengapa Prefektur Kagawa Menarik?
Kagawa mempunyai kombinasi daya tarik yang sangat beragam:
- Kuliner: Sanuki Udon dan honetsuki-dori.
- Budaya: Kotohira-gu dan tradisi ziarah Shikoku.
- Sejarah: Yashima, Marugame Castle, dan Zentsuji.
- Seni: Naoshima, Teshima, dan berbagai pulau seni.
- Alam: Laut Pedalaman Seto, Shodoshima, dan Chichibugahama.
- Arsitektur: Ritsurin Garden dan Great Seto Bridge.
Waktu Terbaik Mengunjungi Prefektur Kagawa
- Musim semi: cocok untuk menikmati sakura di Ritsurin Garden, kuil, dan taman.
- Musim panas: cocok untuk menjelajahi pulau-pulau Laut Pedalaman Seto.
- Musim gugur: cocok untuk menikmati daun musim gugur di taman dan kawasan kuil.
- Musim dingin: cocok untuk wisata kuliner dan menjelajahi kota-kota bersejarah dengan suasana lebih tenang.
Prefektur Kagawa
Prefektur Kagawa merupakan salah satu wilayah paling menarik di Pulau Shikoku meskipun memiliki luas paling kecil di antara seluruh prefektur Jepang.
Dengan luas sekitar 1.876,78 km², Kagawa terdiri dari 17 pemerintah daerah, yaitu 8 kota dan 9 kota kecil.
Hasil sementara Sensus 2025 mencatat populasi Kagawa sebanyak 907.725 jiwa per 1 Oktober 2025. Angka ini dapat diperbarui setelah hasil final sensus dan estimasi populasi terbaru diterbitkan.
Namun, daya tarik Kagawa tidak hanya terletak pada data geografis dan administratif. Takamatsu memiliki Ritsurin Garden dan Yashima, Marugame terkenal dengan kastil bersejarahnya, Zentsuji mempunyai hubungan erat dengan Kobo Daishi, sementara Kotohira menjadi rumah bagi Kotohira-gu atau Konpira-san.
Di kawasan Laut Pedalaman Seto, Naoshima dan Teshima menawarkan pengalaman seni kontemporer, Shodoshima terkenal dengan perkebunan zaitun dan Angel Road, sedangkan Chichibugahama menjadi salah satu pantai paling fotogenik di Shikoku.
Dan tentu saja, Sanuki Udon menjadi identitas kuliner yang tidak dapat dipisahkan dari Kagawa.
Dari taman tradisional Ritsurin hingga pulau seni Naoshima, dari Marugame Castle hingga Sanuki Udon, Prefektur Kagawa memperlihatkan bagaimana wilayah kecil dapat memiliki sejarah, budaya, alam, seni, dan kuliner yang sangat kaya.
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Shikoku di luar destinasi Jepang yang sudah sangat populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka, Kagawa merupakan salah satu prefektur yang layak dimasukkan ke dalam perjalanan.
