Banjir Aichi dan Gifu September 2026: Wilayah dan Dampaknya

Banjir dan hujan ekstrem melanda sejumlah wilayah di Prefektur Aichi dan Gifu, Jepang, pada 8 September 2026. Hujan deras yang disertai terbentuknya linear rainband menyebabkan sungai mengalami kenaikan air, jalan dan jalur kereta tergenang, kendaraan terjebak, serta aktivitas transportasi terganggu.

Nagoya, ibu kota Prefektur Aichi, menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling besar. Kota tersebut mencatat 104,5 mm hujan dalam satu jam, rekor tertinggi dalam sejarah pengamatan lokal.

Namun, dampak cuaca ekstrem tersebut tidak hanya terjadi di Nagoya. Beberapa wilayah lain di Aichi dan Gifu juga mengalami hujan sangat deras, banjir, gangguan transportasi, serta risiko longsor.

Artikel ini membahas wilayah Aichi dan Gifu yang terdampak banjir September 2026, peringatan Level 5, kondisi sungai, kerusakan, korban, gangguan transportasi, serta kondisi setelah hujan ekstrem.

📑 Daftar Isi

Kapan Banjir Aichi dan Gifu Terjadi?

Hujan ekstrem mulai memberikan dampak serius pada 8 September 2026, terutama pada sore hingga malam hari.

Pada sore hari, linear rainband berkembang di wilayah Aichi dan Gifu. Sistem hujan tersebut menghasilkan hujan sangat deras yang berlangsung di beberapa lokasi.

Japan Meteorological Agency atau JMA kemudian mengeluarkan peringatan banjir tingkat tertinggi untuk Sungai Shonai yang mengalir melalui Aichi dan Gifu.

Pada sekitar pukul 18.20 waktu Jepang, Level 5 Flood Special Warning dikeluarkan untuk Sungai Shonai. Peringatan tersebut kemudian dicabut setelah kondisi sungai membaik pada dini hari 9 September.

Mengapa Aichi dan Gifu Mengalami Hujan Ekstrem Bersamaan?

Salah satu faktor utama adalah terbentuknya linear rainband atau 線状降水帯 (senjō kōsuitai) di wilayah Tokai.

Menurut Weathernews, sistem tekanan rendah yang berasal dari sisa Typhoon 24 membawa udara hangat dan lembap menuju autumn rain front di sepanjang wilayah Pasifik Jepang. Kondisi tersebut membantu menciptakan atmosfer yang sangat tidak stabil.

Awan hujan kemudian berkembang di sekitar shear line dan bergerak dengan arah yang relatif sama dengan perkembangan sistem awan. Akibatnya, awan hujan aktif terus memengaruhi wilayah yang sama dan membentuk linear rainband.

Kondisi tersebut membuat hujan ekstrem tidak hanya terkonsentrasi di Nagoya, tetapi juga memengaruhi bagian lain Aichi dan Gifu.

Wilayah Aichi yang Terdampak

Prefektur Aichi merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling jelas dari hujan ekstrem tersebut.

Nagoya menjadi pusat perhatian karena curah hujan mencapai rekor dan banjir mengganggu aktivitas kota.

Namun, beberapa kota dan wilayah lain juga masuk dalam cakupan peringatan banjir Sungai Shonai.

Nagoya

Nagoya mencatat 104,5 mm hujan dalam satu jam, menjadi rekor tertinggi dalam sejarah pengamatan kota.

Hujan tersebut menyebabkan jalan, rumah, kendaraan, serta sejumlah fasilitas transportasi mengalami banjir.

Sungai Ueda meluap dan menyebabkan wilayah di sekitarnya tergenang. Air juga menggenangi jalur kereta di sekitar Chikusa Station.

Subway Nagoya kemudian menghentikan seluruh layanan pada jam sibuk sore hari, sementara beberapa layanan JR juga mengalami gangguan.

Kitanagoya

Kitanagoya termasuk wilayah yang berada dalam cakupan peringatan banjir Sungai Shonai.

Wilayah ini juga dilaporkan mengalami dampak terhadap masyarakat. Laporan perkembangan pada 9 September menyebut dua orang di Kitanagoya mengalami luka ringan akibat hujan ekstrem.

Kiyosu

Kiyosu berada di kawasan aliran Sungai Shonai dan termasuk wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan Level 5.

Risiko utama di kawasan tersebut berkaitan dengan kenaikan muka air sungai dan potensi genangan di wilayah rendah.

Kasugai

Kasugai juga termasuk wilayah Aichi yang masuk dalam kawasan peringatan banjir Sungai Shonai.

Wilayah ini perlu diperhatikan karena berada di bagian utara Nagoya dan terhubung dengan jaringan sungai serta transportasi regional.

Komaki

Komaki termasuk salah satu kota yang masuk dalam cakupan peringatan Sungai Shonai.

Hujan ekstrem di kawasan Tokai meningkatkan risiko banjir sungai dan genangan di lokasi yang rendah.

Seto

Seto merupakan salah satu wilayah Aichi yang masuk dalam daftar area terkait peringatan Sungai Shonai.

Selain risiko banjir, kawasan yang memiliki kontur lebih tinggi juga perlu memperhatikan potensi tanah longsor ketika hujan ekstrem berlangsung dalam waktu lama.

Ichinomiya

Ichinomiya juga termasuk wilayah Aichi yang berada dalam cakupan peringatan Sungai Shonai.

Karena lokasinya berada di wilayah dataran rendah di bagian utara Aichi, kenaikan air sungai menjadi salah satu risiko penting selama hujan ekstrem.

Inazawa

Inazawa termasuk wilayah yang masuk dalam kawasan peringatan banjir Sungai Shonai.

Risiko utamanya berkaitan dengan kenaikan tinggi muka air dan genangan di wilayah sekitar sungai.

Ama

Kota Ama juga termasuk dalam cakupan peringatan Level 5 Sungai Shonai.

Kawasan dataran rendah di sekitar sungai perlu mendapatkan perhatian ketika debit air meningkat secara cepat.

Toyoyama

Toyoyama merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan banjir Sungai Shonai.

Wilayah tersebut berada di kawasan yang memiliki koneksi dengan jaringan sungai dan dataran rendah Aichi.

Ōharu

Ōharu juga masuk dalam daftar wilayah yang terkait dengan peringatan banjir Sungai Shonai.

Risiko terutama berkaitan dengan genangan dan kenaikan air sungai ketika hujan sangat deras.

Kanie

Kanie merupakan salah satu kota Aichi yang masuk dalam cakupan peringatan Sungai Shonai.

Wilayah ini memiliki banyak kawasan rendah dan jaringan air sehingga perlu mendapat perhatian ketika terjadi hujan ekstrem.

JMA dan laporan media Jepang menyebut total 12 wilayah administratif di Aichi masuk dalam cakupan peringatan khusus Sungai Shonai, bersama dua kota di Gifu.

Wilayah Gifu yang Terdampak

Prefektur Gifu juga mengalami hujan sangat deras pada periode yang sama.

Wilayah yang mendapat perhatian khusus berada di bagian selatan dan tengah Gifu, terutama kawasan Mino dan wilayah sekitar Tajimi serta Toki.

Tajimi

Tajimi merupakan salah satu kota Gifu yang termasuk dalam cakupan Level 5 Flood Special Warning untuk Sungai Shonai.

Hujan sangat deras juga terjadi di wilayah sekitar Tajimi.

Laporan media lokal menyebut Tajimi mengalami hujan sekitar 100 mm dalam satu jam pada sore 8 September ketika linear rainband berkembang di wilayah Mino.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hujan ekstrem tidak hanya terjadi di Nagoya.

Toki

Toki juga termasuk kota Gifu yang berada dalam cakupan peringatan khusus Sungai Shonai.

Seperti Tajimi, Toki mengalami hujan sangat deras ketika linear rainband melewati wilayah Mino.

Media lokal melaporkan kawasan Tajimi dan Toki menerima sekitar 100 mm hujan dalam satu jam pada sore hari.

Gero

Gero juga mengalami curah hujan tinggi dalam periode tersebut, meskipun tidak termasuk dalam daftar 14 wilayah yang tercakup Level 5 khusus Sungai Shonai.

Data yang dikutip Nippon.com menunjukkan wilayah Gero menerima sekitar 213 mm hujan dalam 24 jam hingga sore 9 September.

Karena sebagian wilayah Gifu memiliki medan berbukit dan pegunungan, hujan dalam jumlah besar juga meningkatkan risiko longsor selain banjir.

Daftar Wilayah dalam Peringatan Level 5 Sungai Shonai

Prefektur Wilayah Keterangan
Aichi Nagoya Wilayah ibu kota prefektur
Seto Kota di timur laut Nagoya
Kasugai Kawasan utara Nagoya
Komaki Kawasan utara Aichi
Ichinomiya Kawasan utara Aichi
Inazawa Kawasan sekitar Sungai Shonai
Kiyosu Kawasan aliran Sungai Shonai
Kitanagoya Kawasan utara Nagoya
Ama Kawasan barat Nagoya
Toyoyama Kawasan utara Nagoya
Ōharu Kawasan barat Nagoya
Kanie Kawasan barat daya Aichi
Gifu Tajimi Kawasan Mino
Toki Kawasan Mino

Daftar tersebut merupakan wilayah administratif yang tercakup dalam peringatan khusus Sungai Shonai. Bukan berarti seluruh bagian setiap kota tersebut mengalami banjir dengan tingkat yang sama.

Seberapa Parah Dampak Banjir di Aichi?

Dampak di Aichi cukup luas.

Di Nagoya, puluhan rumah terendam dan sekitar 200 kendaraan dilaporkan terendam atau tidak dapat bergerak akibat banjir.

Laporan perkembangan hingga 9 September juga menyebut puluhan rumah mengalami banjir di atas maupun di bawah lantai, sementara sejumlah orang mengalami luka ringan.

Selain itu, jalan raya mengalami genangan dan beberapa ruas jalan mengalami kerusakan.

Berapa Banyak Orang yang Terluka?

Jumlah korban berubah seiring proses pendataan.

Laporan Reuters pada 9 September menyebut banjir di Aichi dan Gifu menyebabkan 41 orang terluka. Sebagian besar dilaporkan mengalami luka ringan.

Karena pendataan korban bencana dapat diperbarui setelah kejadian, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai data pada waktu laporan tersebut diterbitkan.

Berapa Banyak Rumah yang Terdampak?

Data awal yang dilaporkan pada 9 September menunjukkan bahwa di Aichi terdapat rumah yang mengalami kerusakan dan banjir.

Di Nagoya sendiri, laporan pemerintah dan media menyebut sekitar:

  • 45 rumah terendam di atas lantai,
  • 45 rumah terendam di bawah lantai,
  • 2 rumah mengalami kerusakan sebagian.

Data tersebut merupakan laporan awal dan dapat berubah ketika survei kerusakan selesai dilakukan.

Bagaimana Kondisi Kendaraan?

Banjir menyebabkan sejumlah kendaraan terjebak di jalan dan underpass.

Di Nagoya, sekitar 200 kendaraan dilaporkan terendam dan tidak dapat bergerak.

Beberapa pengemudi dan penumpang meninggalkan kendaraan mereka ketika genangan semakin tinggi.

Fenomena tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah Jepang selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak memasuki underpass atau jalan yang sudah tergenang ketika hujan ekstrem.

Bagaimana Dampaknya terhadap Transportasi?

Transportasi menjadi salah satu sektor yang mengalami gangguan paling besar.

Subway Nagoya

Seluruh layanan subway Nagoya sempat dihentikan ketika hujan ekstrem mencapai puncaknya pada jam sibuk.

Hal tersebut menyebabkan banyak penumpang tertahan di stasiun.

Kereta JR

Sejumlah layanan JR juga mengalami penghentian sementara.

Di sekitar Chikusa Station, air hujan sampai menggenangi jalur kereta.

Bus Kota

Bus kota Nagoya juga mengalami penghentian layanan akibat kondisi jalan.

Ketika jalan tergenang, bus tidak dapat beroperasi secara normal meskipun kendaraan dan operatornya dalam kondisi siap.

Jalan Raya

Sejumlah jalan mengalami genangan dan kerusakan permukaan akibat derasnya aliran air.

Di wilayah sekitar Ueda River, air sungai meluap dan menyebabkan kendaraan terjebak.

Bagaimana Kondisi Jalan Tol di Aichi dan Gifu?

Hujan ekstrem juga menyebabkan gangguan pada jaringan jalan tol di kawasan Tokai.

Salah satu contoh adalah Tokai-Kanjo Expressway.

Aliran air menyebabkan tanah dan material dari lereng masuk ke area jalan sehingga beberapa ruas harus ditutup sementara.

Tokai TV melaporkan penutupan pada beberapa bagian jalur akibat material longsor, termasuk ruas di sekitar Toki Junction dan Kani-Mitake Interchange.

Gangguan seperti ini penting bagi pengemudi karena jalan tol menjadi salah satu penghubung utama antara Aichi dan Gifu.

Bagaimana Kondisi Sungai di Aichi dan Gifu?

Sungai menjadi salah satu indikator paling penting selama hujan ekstrem.

Beberapa sungai mengalami kenaikan tinggi muka air dengan cepat.

Shonai River

Sungai Shonai menjadi salah satu perhatian utama.

JMA mengeluarkan Level 5 Flood Special Warning setelah kondisi sungai mencapai tingkat yang berpotensi menimbulkan banjir serius.

JMA memperingatkan bahwa di wilayah yang diperkirakan tergenang, kemungkinan bencana sudah sangat tinggi sehingga masyarakat harus segera mengamankan keselamatan diri.

Yada River

Yada River yang merupakan bagian dari sistem Sungai Shonai mengalami kenaikan air yang signifikan.

Di lokasi pengamatan Seko, tinggi air mencapai tingkat yang berkaitan dengan potensi terjadinya banjir.

Wilayah di sekitar sungai tersebut kemudian mengalami genangan.

Ueda River

Ueda River di Nagoya mengalami kenaikan air dan meluap.

Air kemudian memasuki wilayah sekitar sungai dan menyebabkan kerusakan permukaan jalan serta kendaraan terjebak.

Apakah Gifu Mengalami Banjir atau Hanya Hujan Lebat?

Gifu juga mengalami dampak banjir dan cuaca ekstrem, bukan hanya hujan deras biasa.

Wilayah Mino mengalami pembentukan linear rainband dan beberapa kawasan menerima hujan sekitar 100 mm dalam satu jam.

Selain banjir, kondisi geografis Gifu membuat hujan ekstrem juga meningkatkan risiko tanah longsor.

Pemerintah Prefektur Gifu membuka pusat penanganan bencana dan menerbitkan pembaruan kerusakan secara berkala setelah hujan ekstrem.

Mengapa Gifu Berisiko Longsor?

Berbeda dengan sebagian kawasan dataran rendah Nagoya, Gifu memiliki banyak wilayah perbukitan dan pegunungan.

Ketika hujan turun dalam jumlah besar, tanah dapat menjadi sangat jenuh air.

Jika kondisi lereng sudah tidak stabil, tambahan air dapat meningkatkan risiko:

  • tanah longsor,
  • runtuhan lereng,
  • jalan tertutup material,
  • dan gangguan jalur transportasi.

Karena itu, wisatawan yang melakukan perjalanan dari Nagoya menuju kawasan pegunungan Gifu perlu lebih berhati-hati setelah hujan ekstrem.

Apakah Banjir Aichi dan Gifu Berkaitan dengan Nagoya?

Ya.

Nagoya berada di bagian penting kawasan Tokai dan memiliki hubungan transportasi yang sangat erat dengan wilayah Aichi dan Gifu.

Ketika hujan ekstrem terjadi di kawasan tersebut, gangguan di satu wilayah dapat berdampak ke wilayah lainnya.

Contohnya:

  • Kereta dari Nagoya menuju Gifu dapat mengalami gangguan.
  • Jalan tol antara Aichi dan Gifu dapat ditutup.
  • Bus regional dapat mengalami keterlambatan.
  • Wisatawan yang menuju Tajimi atau Toki dapat mengalami perubahan rute.

Karena itu, kondisi banjir Aichi dan Gifu perlu dipahami sebagai satu peristiwa cuaca regional, bukan hanya masalah Kota Nagoya.

Apakah Banjir Aichi dan Gifu Mengganggu Asian Games 2026?

Perhatian khusus muncul karena Nagoya akan menjadi tuan rumah utama Asian Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober.

Sekitar 400 atlet dan staf yang telah berada di Nagoya sempat dievakuasi sementara ke tempat yang lebih tinggi akibat hujan deras.

Namun, mereka kemudian kembali dan tidak ada laporan cedera di antara kelompok tersebut.

Wali Kota Nagoya Ichiro Hirosawa mengatakan kondisi saat itu belum cukup parah untuk mengganggu pembukaan Asian Games pada 19 September.

Meski demikian, kondisi wilayah di luar Nagoya masih perlu dipantau karena sebagian kegiatan Asian Games juga berlangsung di kawasan sekitar Aichi-Nagoya.

Berapa Banyak Warga yang Mengungsi?

Banjir juga menyebabkan ribuan warga mencari tempat perlindungan.

Menurut laporan Associated Press, sekitar 3.500 warga mencari perlindungan di pusat evakuasi darurat selama kondisi banjir memburuk di Nagoya.

Angka tersebut menunjukkan skala dampak sosial dari hujan ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Apakah Peringatan Level 5 Masih Berlaku?

Tidak.

Peringatan Level 5 untuk Sungai Shonai yang dikeluarkan pada 8 September kemudian dicabut setelah kondisi membaik.

Nippon.com melaporkan bahwa peringatan Level 5 tersebut dicabut sekitar 00.40 pada 9 September, setelah sebelumnya dikeluarkan pada sore 8 September.

Namun, pencabutan peringatan tidak berarti risiko cuaca langsung hilang.

JMA tetap meminta masyarakat di wilayah yang terdampak untuk mewaspadai banjir, sungai yang meluap, longsor, petir, dan angin kencang ketika hujan masih berlanjut.

Apakah Aichi dan Gifu Sudah Pulih?

Pemulihan berlangsung secara bertahap.

Beberapa layanan transportasi kembali berjalan setelah kondisi sungai dan jalan membaik, tetapi sejumlah ruas jalan dan jalur kereta masih membutuhkan pemeriksaan.

Pemerintah Aichi dan Gifu juga terus melakukan pendataan kerusakan.

Prefektur Aichi menerbitkan pembaruan resmi mengenai kerusakan akibat hujan pada 9 September, sementara Pemerintah Prefektur Gifu juga menerbitkan laporan kerusakan secara berkala.

Apakah Wisatawan Harus Menghindari Aichi dan Gifu?

Tidak berarti seluruh Aichi dan Gifu harus dihindari.

Namun, wisatawan perlu membedakan antara wilayah perkotaan yang sudah kembali beroperasi dan kawasan yang masih mengalami gangguan.

Perhatian lebih besar diperlukan ketika perjalanan melibatkan:

  • daerah dekat sungai,
  • daerah pegunungan,
  • jalan tol yang sebelumnya ditutup,
  • jalur kereta regional,
  • underpass,
  • dan kawasan yang masih menerima peringatan hujan.

Tips Aman Bepergian di Aichi dan Gifu Setelah Banjir

1. Periksa Kondisi Cuaca

Jangan hanya melihat apakah hujan turun atau tidak. Perhatikan juga peringatan banjir dan risiko longsor.

2. Periksa Transportasi

Pastikan kereta dan bus benar-benar beroperasi sebelum meninggalkan hotel.

3. Hindari Sungai Saat Hujan Deras

Jangan mendekati sungai hanya untuk melihat kondisi air.

4. Hindari Underpass

Underpass dapat terisi air dalam waktu sangat cepat.

5. Berikan Waktu Perjalanan Tambahan

Setelah bencana, perjalanan yang biasanya cepat dapat membutuhkan waktu lebih lama.

6. Waspadai Kawasan Pegunungan Gifu

Setelah hujan ekstrem, risiko longsor dapat tetap ada meskipun hujan sudah berhenti.

7. Ikuti Informasi Pemerintah Lokal

Jika pemerintah mengeluarkan instruksi evakuasi, keselamatan harus menjadi prioritas.

Perbedaan Dampak Banjir Aichi dan Gifu

Wilayah Dampak Utama
Aichi Banjir perkotaan, sungai meluap, jalan tergenang, transportasi terganggu
Nagoya Rekor hujan, banjir jalan dan rumah, subway dan kereta terganggu
Gifu bagian selatan Hujan ekstrem, banjir sungai, gangguan jalan dan kereta
Tajimi Hujan sekitar 100 mm/jam dan risiko banjir
Toki Hujan sekitar 100 mm/jam dan risiko banjir
Gifu bagian pegunungan Risiko longsor dan gangguan akses jalan

FAQ Banjir Aichi dan Gifu September 2026

Kapan banjir Aichi dan Gifu terjadi?

Dampak paling serius terjadi pada 8 September 2026, ketika linear rainband menghasilkan hujan ekstrem di sejumlah wilayah Aichi dan Gifu.

Wilayah mana saja yang mendapat peringatan Level 5?

Di Aichi, peringatan khusus Sungai Shonai mencakup Nagoya, Seto, Kasugai, Komaki, Ichinomiya, Inazawa, Kiyosu, Kitanagoya, Ama, Toyoyama, Ōharu, dan Kanie. Di Gifu, mencakup Tajimi dan Toki.

Apakah Nagoya merupakan wilayah yang paling parah terdampak?

Nagoya merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak paling menonjol karena mencatat rekor 104,5 mm hujan dalam satu jam dan mengalami gangguan besar pada jalan serta transportasi. Namun, wilayah lain di Aichi dan Gifu juga mengalami hujan ekstrem dan dampak banjir.

Berapa orang yang terluka?

Laporan Reuters pada 9 September menyebut 41 orang terluka akibat banjir di Aichi dan Gifu. Angka tersebut merupakan data yang tersedia pada saat laporan diterbitkan dan dapat berubah seiring pembaruan pendataan.

Apakah Tajimi dan Toki terkena hujan ekstrem?

Ya. Kedua kota di Gifu tersebut mengalami hujan sekitar 100 mm dalam satu jam ketika linear rainband berkembang di wilayah Mino.

Apakah banjir Aichi dan Gifu masih berlangsung?

Peringatan Level 5 Sungai Shonai telah dicabut setelah kondisi membaik. Namun, proses pemulihan dan pemeriksaan kerusakan masih berlangsung, sehingga wisatawan tetap harus memeriksa kondisi terbaru sebelum bepergian.

Apakah aman bepergian dari Nagoya ke Gifu setelah banjir?

Tergantung tujuan dan kondisi transportasi pada hari perjalanan. Jalur kereta dan jalan tertentu masih dapat mengalami gangguan, terutama jika hujan kembali turun.

Apakah Asian Games 2026 tetap berlangsung?

Ya. Berdasarkan informasi terbaru, Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tetap dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Daftar artikel Terkait

Banjir September 2026 merupakan peristiwa cuaca ekstrem yang berdampak pada wilayah luas di Aichi dan Gifu, bukan hanya Kota Nagoya.

Hujan ekstrem yang dipicu oleh linear rainband menyebabkan Sungai Shonai dan sejumlah sungai lain mengalami kenaikan air. JMA bahkan mengeluarkan Level 5 Flood Special Warning untuk Sungai Shonai yang mencakup 14 wilayah administratif di Aichi dan Gifu.

Nagoya mengalami dampak yang sangat terlihat dengan rekor 104,5 mm hujan dalam satu jam, banjir jalan dan rumah, kendaraan terendam, serta gangguan besar terhadap subway, kereta, dan bus.

Di Gifu, kawasan seperti Tajimi dan Toki juga mengalami hujan sekitar 100 mm dalam satu jam ketika linear rainband berkembang di wilayah Mino. Sementara kawasan Gifu yang lebih berbukit juga menghadapi risiko longsor setelah hujan dalam jumlah besar.

Secara keseluruhan, laporan pada 9 September menyebut 41 orang terluka di Aichi dan Gifu. Proses pendataan kerusakan dan pemulihan kemudian terus dilakukan oleh pemerintah kedua prefektur.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa ketika cuaca ekstrem melanda kawasan Tokai, dampaknya dapat menyebar jauh melampaui satu kota. Bagi warga maupun wisatawan, pemantauan kondisi sungai, cuaca, jalan, dan transportasi menjadi sangat penting setelah hujan ekstrem.

Daftar 47 Prefektur Jepang, Luas Wilayah, Kota dan Fakta Menarik

Mengenal Prefektur Jepang

Mengenal Kepulauan Jepang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama