Kadoma: Kota di Prefektur Osaka Jepang, Sejarah, Populasi, dan Tempat Wisata

Kadoma (門真市) adalah sebuah kota di bagian timur laut Prefektur Osaka, Jepang. Kota ini berada di kawasan metropolitan Osaka dan berbatasan dengan Osaka City, Moriguchi, Neyagawa, serta Daito.

Walaupun wilayahnya relatif kecil, Kadoma memiliki sejarah yang menarik. Kota ini berkembang dari kawasan pertanian dan perairan menjadi salah satu kawasan industri penting di Osaka. Perkembangan tersebut tidak dapat dipisahkan dari hadirnya perusahaan Panasonic yang memiliki sejarah panjang di Kadoma.

Kadoma juga memiliki sisi lain yang mungkin tidak langsung terlihat dari identitas industrinya. Di kota ini terdapat kanal-kanal bersejarah, perkebunan lotus atau renkon, kuil dan situs sejarah, pohon kamper berusia lebih dari 1.000 tahun, jalur bunga sakura, serta berbagai fasilitas budaya modern.

Data terbaru Pemerintah Kota Kadoma menunjukkan bahwa jumlah penduduk mencapai 114.560 jiwa dengan 65.245 rumah tangga per 1 September 2026.

📑 Daftar Isi

Di Mana Kota Kadoma Berada?

Kadoma terletak di bagian timur laut Prefektur Osaka. Kota ini berada di dataran Osaka yang relatif datar dan tidak memiliki banyak perbedaan ketinggian.

Pemerintah Kota Kadoma menyebut wilayahnya memiliki panjang sekitar 4,9 kilometer dari timur ke barat dan luas sekitar 12,3 km². Karakter wilayah yang datar membuat Kadoma menjadi kawasan yang berkembang sebagai permukiman dan pusat aktivitas industri.

Kadoma juga memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan pusat Kota Osaka. Beberapa kota yang berbatasan langsung dengannya adalah Osaka City, Moriguchi, Neyagawa, dan Daito.

Data Singkat Kota Kadoma

Informasi Keterangan
Nama Jepang 門真市 (Kadoma-shi)
Prefektur Osaka
Wilayah Kansai
Status Kota (shi)
Luas Sekitar 12,3 km²
Populasi 114.560 jiwa
Data populasi 1 September 2026
Rumah tangga 65.245 rumah tangga
Status kota 1 Agustus 1963
Prefektur Osaka, Jepang

Populasi Kota Kadoma

Menurut data resmi terbaru yang tersedia dari Pemerintah Kota Kadoma, jumlah penduduk kota pada 1 September 2026 mencapai 114.560 jiwa. Dari jumlah tersebut terdapat 56.307 laki-laki dan 58.253 perempuan, dengan total 65.245 rumah tangga.

Angka tersebut membuat Kadoma menjadi salah satu kota dengan populasi cukup besar di kawasan timur laut Osaka, meskipun luas wilayah administratifnya hanya sekitar 12,3 km².

Kepadatan penduduk yang relatif tinggi tidak terlepas dari posisi Kadoma yang berada di kawasan metropolitan Osaka dan memiliki jaringan transportasi yang menghubungkan kota ini dengan berbagai bagian wilayah Kansai.

Sejarah Kota Kadoma

Sejarah Kadoma jauh lebih tua daripada status kotanya saat ini. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa manusia telah tinggal di wilayah Kadoma sekitar 3.500 tahun yang lalu.

Temuan berupa gerabah dari periode Jomon akhir ditemukan di Sanishō Ruins atau Nishisansho Ruins di bagian barat kota. Sementara itu, di lokasi Yamatoida Ruins ditemukan tiga dotaku atau lonceng perunggu dari periode Yayoi. Di Mitsushima Ruins juga ditemukan sebuah perahu kayu kuno dengan panjang lebih dari 10 meter.

Wilayah Perairan pada Masa Lalu

Pada masa lampau, wilayah Kadoma merupakan kawasan dataran rendah yang sangat dipengaruhi oleh sungai dan air. Sungai Yodo pada zaman dahulu memiliki jalur yang berbeda dari sekarang.

Catatan dalam Kojiki dan Nihon Shoki menyebut pembangunan Mobata-tsutsumi atau Dike of Manda untuk membantu melindungi kawasan dataran rendah dari banjir Sungai Yodo. Struktur tersebut dikaitkan dengan masa pemerintahan Kaisar Nintoku.

Kondisi lingkungan tersebut kemudian mendorong berkembangnya pertanian dan budaya masyarakat yang sangat bergantung pada kanal-kanal air.

Dari Pertanian Menuju Industri

Pada periode Edo, wilayah Kadoma berkembang sebagai kawasan pertanian. Tanaman seperti rapeseed dan kapas dibudidayakan, sementara budidaya lotus atau renkon juga berkembang pesat.

Budidaya renkon kemudian menjadi salah satu identitas pertanian Kadoma. Produk tersebut dikenal sebagai Kawachi Renkon dan memiliki hubungan erat dengan sejarah pertanian kawasan Kawachi.

Perubahan besar terjadi pada awal abad ke-20. Pada 1910, pembukaan jalur kereta Keihan membantu mengubah kondisi Kadoma. Perbaikan transportasi kemudian mendorong masuknya pabrik dan perkembangan industri.

Hubungan Kadoma dengan Panasonic

Salah satu bagian paling penting dalam sejarah modern Kadoma adalah hubungan kota ini dengan Panasonic.

Pada 1933, Matsushita Electric Manufacturing Works didirikan di kawasan Kadoma setelah perusahaan tersebut berpindah dan berkembang di wilayah ini. Perkembangan perusahaan kemudian turut mendorong pertumbuhan industri dan berbagai perusahaan pemasok di sekitarnya.

Hubungan tersebut membuat Kadoma sering dikaitkan dengan sejarah perkembangan industri elektronik Jepang.

Panasonic Museum

Salah satu tempat yang dapat dikunjungi untuk memahami hubungan tersebut adalah Panasonic Museum.

Museum ini dibuka pada 2018 untuk memperingati 100 tahun berdirinya Panasonic. Kompleks museum mencakup Konosuke Matsushita History Museum, Monozukuri-Ism Museum, dan area Sakura Hiroba.

Pengunjung dapat melihat perjalanan hidup dan pemikiran Konosuke Matsushita serta perkembangan berbagai produk Panasonic sepanjang sejarah perusahaan.

Menurut informasi Osaka Tourism, museum tersebut dapat dikunjungi secara gratis dan berada sekitar tiga menit berjalan kaki dari Nishisanso Station di Keihan Railway.

Tempat Wisata dan Menarik di Kadoma

1. Panasonic Museum

Panasonic Museum merupakan salah satu tempat paling menarik di Kadoma bagi pengunjung yang ingin mengetahui sejarah perusahaan elektronik Jepang.

Selain sejarah Panasonic, pengunjung dapat melihat berbagai produk rumah tangga dan perkembangan teknologi yang berkaitan dengan perubahan gaya hidup masyarakat Jepang.

Tempat ini juga menarik bagi pembaca yang menyukai topik teknologi, bisnis, industri, dan sejarah perusahaan Jepang.

2. Kunugai Kusu di Mishima Shrine

Kunugai Kusu adalah pohon kamper raksasa yang berada di kompleks Mishima Shrine.

Pohon ini diperkirakan berusia lebih dari 1.000 tahun dan telah ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional Jepang. Tingginya sekitar 24 meter dengan lingkar batang sekitar 13,1 meter. Pohon tersebut juga termasuk dalam daftar Osaka Midori no Hyakusen atau 100 lokasi hijau pilihan Osaka.

Keberadaan pohon raksasa ini memperlihatkan bahwa Kadoma tidak hanya memiliki identitas industri, tetapi juga menyimpan warisan alam yang sangat tua.

3. Sunago Waterway dan Bunga Sakura

Sunago Waterway atau Sunago Suido merupakan kanal sepanjang sekitar 500 meter yang membelah kawasan Mitsushima.

Di kedua sisi kanal terdapat sekitar 200 pohon sakura Somei Yoshino. Ketika musim semi tiba, bunga-bunga tersebut membentuk pemandangan seperti terowongan sakura. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu tempat sakura utama di Kadoma dan masuk dalam daftar Osaka Midori no Hyakusen.

Pada musim sakura, kegiatan naik perahu juga dapat diselenggarakan oleh kelompok pelestari jalur sakura. Pada 2026, Pemerintah Kota Kadoma mencatat pengoperasian perahu pada beberapa akhir pekan ketika bunga sakura sedang mekar.

4. Gantokuji Temple

Gantokuji Temple merupakan kuil Buddha yang memiliki hubungan dengan Rennyo Shonin, tokoh penting dalam sejarah Buddhisme Jepang.

Kuil ini dipercaya bermula dari pusat latihan Nembutsu yang dibuka oleh Rennyo pada akhir abad ke-15. Bangunan utama yang disebut dibangun kembali pada 1665, menara lonceng, serta gerbang gunungnya merupakan properti budaya yang ditetapkan Prefektur Osaka. Beberapa bangunan lain juga terdaftar sebagai properti budaya berwujud oleh pemerintah Jepang.

Gantokuji berjarak sekitar tujuh menit berjalan kaki dari Furukawabashi Station di Keihan Railway.

5. Bentenike Park

Bentenike Park merupakan salah satu ruang hijau penting di Kadoma.

Taman ini menjadi salah satu kawasan yang dikenal masyarakat sebagai bagian dari identitas hijau kota. Kadoma memiliki karakter yang menarik karena berada di wilayah metropolitan yang padat, tetapi masih memiliki taman, kanal, dan ruang terbuka yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

6. Kadoma History Museum Nakatsukaso

Pada 18 Agustus 2026, Kadoma membuka fasilitas sejarah baru bernama Kadoma History Museum di Nakatsukaso.

Museum ini dirancang sebagai tempat untuk mempelajari sejarah dan budaya lokal melalui konsep yang lebih interaktif. Koleksinya mencakup informasi sejarah wilayah Kadoma serta replika Tate-mochibito Haniwa berukuran sebenarnya. Museum ini juga menggunakan teknologi digital untuk membantu pengunjung memahami perubahan kota dari masa ke masa.

Museum tersebut buka pukul 09.30–17.00, dengan hari Senin dan hari libur tertentu sebagai hari tutup. Informasi operasional dapat berubah sehingga pengunjung sebaiknya memeriksa pengumuman terbaru sebelum datang.

7. KADOMADO

KADOMADO adalah fasilitas perpustakaan dan budaya baru di Kadoma yang resmi dibuka pada 13 Mei 2026.

Fasilitas ini menggabungkan perpustakaan dan pusat kebudayaan dalam satu kompleks. Di dalamnya terdapat ruang seperti Kids Library, Tech Lab, dan Craft Lab yang ditujukan untuk mendukung kegiatan belajar, kreativitas, dan interaksi masyarakat.

KADOMADO menunjukkan bagaimana Kadoma tidak hanya mempertahankan warisan sejarahnya, tetapi juga mengembangkan fasilitas modern untuk masyarakat.

LaLaport Kadoma

Bagi wisatawan yang ingin berbelanja atau mencari tempat makan modern, kawasan LaLaport Kadoma merupakan salah satu pilihan di kota ini.

Kompleks tersebut juga terhubung dengan Mitsui Outlet Park Osaka Kadoma, sehingga kawasan ini menjadi salah satu pusat komersial modern yang dapat melengkapi perjalanan wisata sejarah dan budaya di Kadoma.

Dengan demikian, perjalanan ke Kadoma tidak hanya terbatas pada kuil, museum, dan kanal tradisional. Pengunjung juga dapat menikmati fasilitas belanja dan kuliner modern.

Kadoma dan Budidaya Renkon

Salah satu produk yang sangat erat dengan sejarah Kadoma adalah renkon atau akar lotus.

Budidaya renkon berkembang karena kondisi geografis Kadoma yang dahulu memiliki banyak lahan basah dan kanal. Pada periode modern awal, produksi renkon berkembang pesat dan nama Kawachi Renkon menjadi bagian dari identitas pertanian kawasan tersebut.

Menariknya, perkembangan industri tidak sepenuhnya menghilangkan identitas pertanian. Hingga sekarang, renkon masih menjadi salah satu produk yang sering dikaitkan dengan Kadoma.

Kadoma sebagai Kota Kanal

Jika melihat Kadoma dari sudut sejarah, kanal memiliki peranan yang sangat penting.

Sebelum sistem transportasi modern berkembang, masyarakat menggunakan jaringan air untuk mendukung kegiatan pertanian. Perahu bahkan menjadi salah satu sarana transportasi dalam aktivitas pertanian masyarakat masa lalu.

Jejak kehidupan tersebut masih dapat dilihat melalui berbagai kanal yang ada di kota, termasuk Sunago Waterway. Kanal yang dahulu berfungsi sebagai bagian dari kehidupan pertanian kini juga menjadi elemen lanskap kota dan tempat menikmati bunga sakura.

Transportasi di Kota Kadoma

Kadoma memiliki jaringan transportasi yang cukup baik karena berada di kawasan metropolitan Osaka.

Keihan Railway

Jalur Keihan merupakan salah satu jaringan kereta penting yang melewati Kadoma. Beberapa kawasan kota dapat dijangkau melalui stasiun seperti Kadoma-shi, Furukawabashi, dan Nishisanso.

Keberadaan kereta api telah memainkan peranan penting dalam perubahan Kadoma dari kawasan pedesaan menjadi kota industri dan permukiman modern.

Osaka Monorail

Osaka Monorail juga melayani kawasan Kadoma dan memberikan akses menuju wilayah lain di Osaka, termasuk arah Bandara Osaka dan kawasan utara metropolitan.

Jaringan transportasi ini membuat Kadoma tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga bagian dari sistem mobilitas kawasan metropolitan Osaka.

Festival dan Kehidupan Lokal

Kadoma memiliki berbagai kegiatan masyarakat dan festival lokal. Salah satunya adalah Furusato Kadoma Festival yang menjadi salah satu kegiatan tahunan untuk mempertemukan masyarakat dan memperkenalkan budaya lokal.

Kegiatan masyarakat juga berkaitan dengan pelestarian kanal, festival tradisional, seni pertunjukan, serta kegiatan kebudayaan.

Sejarah kota mencatat bahwa festival danjiri di Mitsushima pernah kembali diselenggarakan setelah 18 tahun berhenti. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat mempertahankan hubungan sosial dan budaya lokal.

Tokoh Penting yang Berkaitan dengan Kadoma

Kadoma juga merupakan tempat kelahiran beberapa tokoh Jepang.

Salah satunya adalah Kijuro Shidehara, yang pernah menjadi Perdana Menteri Jepang ke-44 setelah Perang Dunia II. Kakaknya, Taira Shidehara, merupakan seorang sejarawan dan pernah menjadi presiden Taipei Imperial University. Keduanya berasal dari kawasan Ichibancho di Kadoma.

Waktu Terbaik Mengunjungi Kadoma

Musim Semi

Musim semi merupakan salah satu waktu paling menarik untuk mengunjungi Kadoma. Sunago Waterway dipenuhi sekitar 200 pohon sakura dan menjadi salah satu lokasi bunga sakura terkenal di kota.

Musim Panas

Musim panas cocok untuk menikmati berbagai kegiatan lokal, festival, taman, serta fasilitas budaya modern seperti KADOMADO.

Musim Gugur

Musim gugur cocok untuk wisata sejarah, museum, kuil, dan menjelajahi kawasan kota dengan berjalan kaki.

Musim Dingin

Musim dingin lebih cocok untuk wisata dalam ruangan seperti Panasonic Museum, Kadoma History Museum, KADOMADO, serta pusat perbelanjaan.

Contoh Itinerary Sehari di Kadoma

  1. Pagi: mulai perjalanan dari salah satu stasiun Keihan di Kadoma.
  2. Pagi: mengunjungi Gantokuji Temple dan kawasan bersejarah di sekitarnya.
  3. Siang: mengunjungi Panasonic Museum untuk mengenal sejarah industri Jepang.
  4. Siang: menikmati makan siang dan berbelanja di kawasan Kadoma.
  5. Sore: mengunjungi Kadoma History Museum.
  6. Sore: berjalan-jalan di taman atau kawasan kanal.
  7. Malam: menikmati suasana modern Kadoma sebelum kembali ke stasiun.

Jika berkunjung saat musim semi, itinerary dapat difokuskan pada Sunago Waterway untuk menikmati bunga sakura dan suasana kanal bersejarah.

Hal Menarik tentang Kadoma

  • Kadoma berada di timur laut Prefektur Osaka.
  • Luas wilayahnya hanya sekitar 12,3 km².
  • Populasinya mencapai 114.560 jiwa per 1 September 2026.
  • Manusia telah tinggal di kawasan Kadoma sejak sekitar 3.500 tahun lalu.
  • Kadoma memiliki sejarah panjang sebagai kawasan pertanian dan perairan.
  • Kota ini sangat berkaitan dengan sejarah perkembangan Panasonic.
  • Renkon atau lotus root merupakan salah satu produk khas yang berkaitan dengan Kadoma.
  • Kunugai Kusu merupakan pohon kamper raksasa berusia lebih dari 1.000 tahun.
  • Sunago Waterway memiliki sekitar 200 pohon sakura di sepanjang kanal sepanjang 500 meter.
  • Kadoma memiliki Panasonic Museum.
  • Kadoma History Museum baru dibuka pada Agustus 2026.
  • KADOMADO dibuka pada Mei 2026 sebagai fasilitas budaya dan perpustakaan baru.

Kadoma adalah kota di Prefektur Osaka yang memiliki perpaduan menarik antara sejarah pertanian, kanal, industri, teknologi, budaya, dan kehidupan metropolitan.

Kota ini mungkin lebih dikenal karena hubungannya dengan Panasonic, tetapi sejarah Kadoma sebenarnya jauh lebih panjang. Bukti arkeologi menunjukkan adanya kehidupan manusia sejak sekitar 3.500 tahun lalu. Masyarakat kemudian mengembangkan pertanian di kawasan yang banyak dipengaruhi oleh sungai dan kanal.

Perkembangan kereta api pada 1910 dan masuknya industri kemudian mengubah Kadoma secara besar-besaran. Kehadiran Panasonic sejak 1930-an semakin memperkuat identitas kota sebagai salah satu kawasan industri penting di Osaka.

Di sisi lain, Kadoma tetap mempertahankan warisan lokal melalui Sunago Waterway, Kawachi Renkon, Mishima Shrine, Kunugai Kusu, Gantokuji Temple, serta berbagai kegiatan budaya masyarakat.

Dengan jumlah penduduk 114.560 jiwa per 1 September 2026, Kadoma saat ini merupakan kota metropolitan yang cukup padat, tetapi masih menyimpan banyak jejak sejarah dan ruang hijau yang menarik untuk ditelusuri.

FAQ tentang Kadoma Jepang

Apakah Kadoma merupakan kota di Jepang?

Ya. Kadoma atau Kadoma-shi (門真市) merupakan sebuah kota di Prefektur Osaka, Jepang.

Berapa jumlah penduduk Kadoma?

Menurut data Pemerintah Kota Kadoma, jumlah penduduk mencapai 114.560 jiwa per 1 September 2026, dengan 65.245 rumah tangga.

Berapa luas Kota Kadoma?

Luas Kota Kadoma sekitar 12,3 km². Wilayahnya relatif kecil dan sebagian besar berupa dataran yang cukup datar.

Kapan Kadoma menjadi kota?

Kadoma memperoleh status kota pada 1 Agustus 1963. Saat itu jumlah penduduknya tercatat sekitar 66.582 jiwa.

Apa yang membuat Kadoma terkenal?

Kadoma terutama dikenal karena hubungannya dengan Panasonic, sejarah industrinya, budidaya renkon, kanal-kanal bersejarah, serta berbagai situs seperti Panasonic Museum dan Kunugai Kusu.

Apakah ada tempat melihat bunga sakura di Kadoma?

Ada. Salah satu lokasi utamanya adalah Sunago Waterway. Kanal sepanjang sekitar 500 meter ini memiliki sekitar 200 pohon sakura Somei Yoshino di kedua sisinya.

Apa museum yang bisa dikunjungi di Kadoma?

Beberapa pilihan antara lain Panasonic Museum dan Kadoma History Museum. Kadoma History Museum yang baru dibuka pada 18 Agustus 2026 berfokus pada sejarah dan budaya lokal.

Apakah Kadoma dekat dengan Osaka?

Ya. Kadoma berada di kawasan metropolitan Osaka dan memiliki jaringan transportasi kereta yang menghubungkannya dengan wilayah Osaka dan kawasan Kansai lainnya.

Apa makanan atau produk khas Kadoma?

Salah satu produk pertanian yang memiliki hubungan kuat dengan sejarah Kadoma adalah renkon atau akar lotus, yang secara historis berkembang di kawasan bekas lahan basah dan kanal kota.

Daftar 47 Prefektur Jepang, Luas Wilayah, Kota dan Fakta Menarik

Mengenal Prefektur Jepang

Mengenal Kepulauan Jepang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama