Jepang Terbaru kali ini datang dari Prefektur Aomori. Sekitar 1.800 orang ikut ambil bagian dalam aksi unik untuk menarik menara utama Kastil Hirosaki yang memiliki berat sekitar 360 ton.
Dengan menggunakan tali berukuran panjang sekitar 30 meter dan teknik tradisional Jepang, para peserta menarik bangunan bersejarah tersebut sedikit demi sedikit menuju posisi aslinya.
Aksi yang berlangsung pada akhir pekan ini bukan sekadar pertunjukan. Pemindahan tersebut merupakan bagian dari proyek konservasi dan pemulihan Kastil Hirosaki setelah bangunan dan dinding batu di sekitarnya sebelumnya harus dipindahkan untuk menjalani perbaikan.
Baca juga: Jepang Hanya Seluas 377 Ribu Km², Tapi Mengapa Bisa Menjadi Simbol Kemajuan Teknologi Dunia?
1.800 Orang Ikut Menarik Kastil Hirosaki
Sekitar 1.800 peserta mendapatkan kesempatan untuk ikut menarik menara utama Kastil Hirosaki menggunakan tali.
Jumlah tersebut sebenarnya jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah orang yang ingin berpartisipasi. Pemerintah Kota Hirosaki menerima sekitar 8.000 pendaftar untuk sekitar 1.800 slot peserta selama dua hari, sehingga kesempatan mengikuti kegiatan tersebut sangat terbatas.
Peserta tidak hanya berasal dari Kota Hirosaki. Orang-orang dari berbagai wilayah Jepang bahkan dari luar negeri juga datang untuk mengikuti pengalaman langka tersebut.
Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian bangunan bersejarah Jepang.
Baca juga: Mengapa Jepang Disebut Sebagai Salah Satu Negara dengan Perekonomian Paling Maju di Asia?
Kastil Seberat 360 Ton Ditarik dengan Tali
Bagian yang paling menarik perhatian dari kejadian ini adalah bobot bangunan yang dipindahkan.
Menara utama Kastil Hirosaki memiliki berat sekitar 360 ton. Meskipun demikian, peserta tidak benar-benar mengangkat bangunan tersebut dengan tenaga manusia.
Menara kastil ditempatkan di atas sistem rel sehingga dapat digeser secara perlahan. Tali digunakan untuk memberikan gaya tarik secara bersama-sama kepada struktur yang sedang dipindahkan.
Tim yang terdiri dari sekitar 80 orang bekerja secara bergantian untuk menarik tali sepanjang sekitar 30 meter.
Baca juga: Rahasia Jepang, Negara Modern yang Berhasil Melestarikan Budaya Tradisional
Berhasil Bergeser Lebih dari 2 Meter
Meskipun jumlah pesertanya mencapai ribuan orang, pemindahan dilakukan secara perlahan dan terkendali.
Pada hari pertama, menara kastil berhasil digeser sekitar 1,13 meter.
Pada hari berikutnya, bangunan tersebut kembali bergerak sekitar 1,09 meter.
Dengan demikian, dalam dua hari menara utama Kastil Hirosaki berhasil bergeser sekitar 2,22 meter menuju posisi yang diinginkan.
Baca juga: Mengenal Prefektur Jepang, Pembagian Wilayah Administratif di Negeri Sakura
Mengapa Kastil Hirosaki Harus Dipindahkan?
Pemindahan Kastil Hirosaki berkaitan dengan proyek perbaikan dinding batu kastil.
Menara utama sebelumnya dipindahkan dari lokasi aslinya agar pekerjaan perbaikan dapat dilakukan terhadap dinding batu yang mengalami kerusakan akibat gempa besar.
Pemindahan pertama dilakukan pada 2015. Saat itu, menara kastil digeser sekitar 70 hingga 80 meter untuk memberikan ruang bagi pekerjaan restorasi.
Setelah pekerjaan dinding selesai, kini waktunya menara tersebut dikembalikan secara bertahap menuju posisi semula.
Baca juga: Mengenal Kepulauan Jepang, Letak, Pulau Utama, dan Fakta Menarik
Teknik Tradisional Jepang Bernama Hikiya
Metode yang digunakan dalam pemindahan tersebut dikenal sebagai hikiya.
Hikiya merupakan metode tradisional untuk memindahkan bangunan tanpa harus membongkar seluruh strukturnya.
Bangunan ditempatkan di atas perangkat pemindahan seperti rel atau roller, kemudian digeser secara perlahan menuju lokasi baru.
Teknik tersebut memungkinkan bangunan bersejarah dipindahkan sambil mempertahankan struktur aslinya.
Mengapa Kastil Tidak Dibongkar?
Kastil Hirosaki merupakan bangunan bersejarah yang mempunyai nilai budaya tinggi.
Karena statusnya sebagai properti budaya penting yang ditetapkan secara nasional, pemerintah memilih untuk tidak membongkar menara utama tersebut selama proses pemindahan.
Pendekatan ini membantu mempertahankan keaslian struktur bangunan sekaligus memungkinkan pekerjaan konservasi dilakukan terhadap area di bawah dan di sekitarnya.
Pemindahan dengan Tenaga Manusia Bukan Hal Baru
Penggunaan tenaga manusia dalam proyek ini bukan sekadar cara tradisional untuk memindahkan bangunan.
Pada 2015, Pemerintah Kota Hirosaki juga melibatkan masyarakat dalam proses pemindahan menara kastil.
Kegiatan tersebut disebut sebagai salah satu contoh hikiya yang digerakkan oleh warga dan menjadi pemindahan kastil menggunakan metode tersebut yang pertama dalam sekitar satu abad.
Karena itu, proyek terbaru ini sekaligus menjadi kelanjutan dari keterlibatan masyarakat dalam pelestarian Kastil Hirosaki.
Sekitar 4.100 Orang Akan Ikut dalam Pemindahan
Aksi yang melibatkan 1.800 orang tersebut bukan keseluruhan kegiatan pemindahan secara manual.
Menurut laporan terbaru, sekitar 4.100 orang dijadwalkan ikut membantu menarik menara kastil secara manual hingga akhir Agustus.
Secara keseluruhan, pemindahan dengan tenaga manusia ditargetkan mencapai sekitar 5 meter.
Setelah itu, sisa perjalanan sekitar 73 meter akan dilakukan menggunakan mesin hingga akhir tahun.
Mengapa Tidak Ditarik dengan Mesin Sejak Awal?
Jika tujuan utamanya hanya memindahkan bangunan seberat 360 ton, penggunaan mesin tentu jauh lebih praktis.
Namun, keterlibatan masyarakat mempunyai tujuan yang lebih luas.
Pemindahan secara manual menjadi simbol keterlibatan warga dalam menjaga warisan budaya daerah.
Peserta tidak hanya menyaksikan proses restorasi, tetapi ikut mengambil bagian secara langsung dalam sejarah pelestarian Kastil Hirosaki.
Peserta Menarik Sambil Bersorak
Suasana pemindahan juga menjadi bagian menarik dari kegiatan tersebut.
Para peserta menarik tali secara bersama-sama sambil meneriakkan seruan “so-re, so-re” untuk menjaga ritme dan semangat selama proses berlangsung.
Dengan puluhan orang menarik tali secara bersamaan dan dilakukan secara bergantian, gerakan kecil pada bangunan menjadi hasil kerja kolektif.
Antusiasme Peserta Sangat Tinggi
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terlihat dari jumlah pendaftar yang jauh melebihi kuota.
Sekitar 8.000 orang mendaftar untuk memperoleh sekitar 1.800 kesempatan berpartisipasi selama dua hari.
Artinya, jumlah peminat mencapai sekitar empat kali lipat dari slot yang tersedia.
Peserta juga datang dari berbagai wilayah Jepang dan beberapa negara lain.
Ada Peserta yang Kembali Setelah 11 Tahun
Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah adanya peserta yang pernah mengikuti pemindahan Kastil Hirosaki pada 2015.
Seorang peserta berusia 61 tahun dari Hiroshima bahkan kembali datang ke Hirosaki untuk ikut menarik kastil untuk kedua kalinya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan hanya proyek konstruksi atau restorasi, tetapi juga menciptakan kenangan bagi masyarakat yang terlibat.
Kastil Hirosaki Berada di Prefektur Aomori
Kastil Hirosaki berada di Kota Hirosaki, Prefektur Aomori, di wilayah Tohoku, Jepang.
Kota Hirosaki sendiri dikenal sebagai salah satu tujuan wisata terkenal di Aomori, terutama karena pemandangan bunga sakura di sekitar kastil.
Kawasan kastil menjadi salah satu tempat penting untuk menikmati musim semi di Jepang utara.
Kastil Hirosaki Mempunyai Sejarah Panjang
Kastil Hirosaki selesai dibangun pada 1611 dan menjadi pusat kekuasaan klan Tsugaru.
Namun, menara utama awalnya tidak bertahan hingga sekarang. Menara tersebut terbakar pada 1627 setelah sambaran petir memicu kebakaran di gudang mesiu.
Bangunan menara yang sekarang berasal dari 1810.
Salah Satu dari 12 Menara Kastil Asli Jepang
Menara utama Kastil Hirosaki termasuk salah satu dari hanya 12 menara kastil bersejarah yang masih bertahan di Jepang.
Kastil ini juga merupakan satu-satunya dari 12 menara tersebut yang berada di kawasan Tohoku.
Karena itu, keberadaan Kastil Hirosaki mempunyai nilai sejarah yang sangat penting bagi Jepang.
Dinding Batu Kastil Berhasil Diperbaiki
Pemindahan menara dilakukan untuk memungkinkan pekerjaan perbaikan terhadap dinding batu kastil.
Pekerjaan tersebut telah selesai pada Desember 2024.
Sebanyak 2.185 batu pada dinding telah disusun kembali ke posisi aslinya sebagai bagian dari pekerjaan restorasi.
Setelah dinding selesai diperbaiki, proses berikutnya adalah mengembalikan menara utama ke area asalnya.
Kastil Akan Kembali ke Lokasi Aslinya
Tujuan akhir proyek ini adalah mengembalikan menara utama Kastil Hirosaki ke posisi aslinya.
Setelah tahap pemindahan manual selesai, mesin akan digunakan untuk menyelesaikan sisa perpindahan hingga akhir 2026.
Dengan demikian, proses mengembalikan bangunan seberat ratusan ton tersebut dilakukan secara bertahap dan sangat hati-hati.
Kapan Kastil Hirosaki Dibuka Kembali?
Setelah menara kembali ke fondasi aslinya, pekerjaan konservasi berikutnya masih harus dilakukan.
Menara akan ditutup selama proses restorasi lanjutan sehingga wisatawan belum dapat kembali mengaksesnya seperti biasa.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan pemerintah kota, Kastil Hirosaki diperkirakan kembali dibuka untuk pengunjung pada 2033.
Kastil Hirosaki dan Wisata Sakura
Meskipun menara utama sedang menjalani proses restorasi, kawasan Taman Hirosaki tetap dikenal sebagai salah satu tempat populer untuk menikmati bunga sakura.
Setiap musim semi, kawasan ini menarik sekitar 2 juta pengunjung untuk menikmati pemandangan bunga sakura.
Perpaduan pohon sakura, bangunan kastil, parit, dan lanskap taman membuat Hirosaki menjadi salah satu destinasi musim semi yang terkenal di Jepang.
Jepang Terbaru yang Memadukan Tradisi dan Teknologi
Aksi menarik Kastil Hirosaki memperlihatkan sesuatu yang menarik dari Jepang modern.
Di satu sisi, proyek ini menggunakan teknologi dan peralatan modern untuk memastikan bangunan bersejarah dapat dipindahkan dengan aman.
Di sisi lain, masyarakat juga menggunakan teknik tradisional hikiya dan tenaga manusia sebagai bagian dari proses tersebut.
Perpaduan antara teknologi modern dan metode tradisional inilah yang membuat proyek pemindahan Kastil Hirosaki begitu menarik perhatian.
Bukan Sekadar Menarik Kastil
Jika dilihat sekilas, berita ini memang terdengar seperti sesuatu yang tidak biasa: ribuan orang menarik sebuah kastil seberat ratusan ton dengan tali.
Namun, di balik aksi tersebut terdapat tujuan penting, yaitu melestarikan bangunan bersejarah Jepang.
Keterlibatan masyarakat juga membuat proses restorasi menjadi bagian dari pengalaman bersama, bukan hanya pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor dan pemerintah.
Fakta Singkat Kastil Hirosaki
- Nama: Kastil Hirosaki
- Lokasi: Kota Hirosaki, Prefektur Aomori, Jepang
- Wilayah: Tohoku
- Berat menara: sekitar 360 ton
- Peserta dalam aksi akhir pekan: sekitar 1.800 orang
- Jumlah pendaftar: sekitar 8.000 orang
- Jumlah peserta yang dijadwalkan selama Agustus: sekitar 4.100 orang
- Teknik pemindahan: hikiya
- Panjang tali: sekitar 30 meter
- Pemindahan dua hari: sekitar 2,22 meter
- Target pemindahan manual: sekitar 5 meter
- Sisa pemindahan dengan mesin: sekitar 73 meter
- Pembangunan kastil: selesai pada 1611
- Menara saat ini: dibangun kembali pada 1810
- Pemindahan pertama: 2015
- Perbaikan dinding selesai: Desember 2024
- Perkiraan pembukaan kembali: 2033
Jepang kembali memperlihatkan cara unik dalam melestarikan warisan sejarah. Sekitar 1.800 orang ikut menarik menara utama Kastil Hirosaki yang memiliki berat sekitar 360 ton menggunakan tali dan teknik tradisional hikiya.
Dalam dua hari, bangunan tersebut berhasil digeser sekitar 2,22 meter. Pemindahan manual ini merupakan bagian dari target lima meter, sementara sisa perpindahan sekitar 73 meter akan dilakukan menggunakan mesin.
Kegiatan tersebut berawal dari kebutuhan untuk memperbaiki dinding batu kastil yang rusak. Setelah ribuan batu dinding dikembalikan ke posisi semula, menara utama kini secara bertahap dikembalikan menuju lokasi asalnya.
Yang membuatnya semakin menarik adalah keterlibatan masyarakat. Sekitar 8.000 orang bahkan mendaftar untuk mendapatkan salah satu dari 1.800 slot yang tersedia dalam kegiatan tersebut.
Kastil Hirosaki bukan sekadar bangunan tua, tetapi bagian dari sejarah Jepang yang masih dipertahankan hingga sekarang. Pemindahan menggunakan teknik tradisional dan partisipasi masyarakat menjadi contoh bagaimana warisan budaya dapat dilestarikan dengan cara yang tidak biasa.
Bagi Jepang, menarik kastil seberat 360 ton dengan tali mungkin hanya menghasilkan perpindahan beberapa meter. Namun, bagi orang-orang yang ikut menariknya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari sejarah yang mereka bantu pertahankan.
