Apa itu Visa HSP Jepang? HSP adalah singkatan dari Highly Skilled Professional, yaitu status tinggal Jepang yang ditujukan bagi tenaga profesional asing dengan kemampuan, kualifikasi, dan keahlian tinggi yang dianggap dapat berkontribusi terhadap perkembangan akademik maupun ekonomi Jepang.
HSP sering menjadi pilihan menarik bagi profesional asing yang ingin bekerja dan tinggal di Jepang dalam jangka panjang. Salah satu karakteristik utama HSP adalah adanya sistem poin yang menilai berbagai faktor seperti pendidikan, pengalaman kerja, penghasilan, prestasi penelitian, dan faktor lainnya.
Untuk sistem HSP berbasis poin, kandidat yang mencapai 70 poin dan memenuhi persyaratan status tinggal dapat memperoleh perlakuan khusus dalam bidang imigrasi dan manajemen kependudukan.
Jepang juga memiliki HSP 1 dan HSP 2. Selain itu, sejak 2023 Jepang memperkenalkan skema khusus bernama J-Skip untuk profesional dengan kualifikasi dan penghasilan yang sangat tinggi.
Baca juga: Panduan Lengkap Visa Highly Skilled Professional Jepang, Syarat, Poin, Keuntungan, dan Cara Daftar
Apa Itu HSP Jepang?
HSP Jepang adalah status tinggal bagi tenaga profesional asing yang memenuhi persyaratan tertentu sebagai Highly Skilled Professional.
Secara resmi, Immigration Services Agency of Japan menggunakan sistem poin untuk memberikan perlakuan khusus kepada tenaga profesional asing berkualifikasi tinggi.
Sistem tersebut membagi aktivitas profesional menjadi tiga kategori utama:
- Highly Skilled Professional 1(i) – aktivitas penelitian akademik tingkat tinggi.
- Highly Skilled Professional 1(ii) – aktivitas profesional atau teknis tingkat tinggi.
- Highly Skilled Professional 1(iii) – aktivitas manajemen atau pengelolaan bisnis tingkat tinggi.
Ketiga kategori tersebut memiliki karakteristik pekerjaan dan perhitungan poin masing-masing.
Apa Arti HSP?
HSP merupakan singkatan dari Highly Skilled Professional.
Dalam bahasa Jepang, status ini dikenal sebagai 高度専門職 atau Kōdo Senmonshoku.
Secara sederhana, HSP dapat dipahami sebagai status tinggal khusus untuk tenaga profesional asing yang mempunyai tingkat keahlian dan kualifikasi tinggi.
Program ini bukan sekadar memberikan izin bekerja di Jepang. Pemerintah Jepang juga memberikan berbagai preferential immigration treatment atau perlakuan khusus dalam urusan imigrasi dan status tinggal kepada orang yang memenuhi kriteria HSP.
Apakah HSP Sama dengan Visa Kerja Jepang?
Tidak persis sama.
HSP merupakan salah satu status tinggal yang digunakan untuk tenaga profesional berkualifikasi tinggi. Status kerja biasa seperti Engineer/Specialist in Humanities/International Services memiliki persyaratan dan karakteristik berbeda.
Perbedaan pentingnya adalah HSP menggunakan mekanisme khusus untuk mengidentifikasi tenaga profesional berkualifikasi tinggi, termasuk sistem poin untuk jalur HSP berbasis poin.
| Aspek | HSP | Status Kerja Biasa |
|---|---|---|
| Target | Profesional berkualifikasi tinggi | Tenaga kerja sesuai kategori pekerjaan |
| Sistem poin | Ada untuk HSP berbasis poin | Tidak menggunakan sistem HSP |
| Ambang HSP | Umumnya 70 poin | Tidak menggunakan ambang 70 poin |
| Fasilitas khusus | Lebih banyak dalam kondisi tertentu | Sesuai status tinggal masing-masing |
| Jalur PR dipercepat | Ada dalam kondisi tertentu | Tidak menggunakan skema khusus HSP |
Kenapa Jepang Membuat Sistem HSP?
Jepang menggunakan sistem HSP untuk menarik tenaga profesional asing yang memiliki kemampuan tinggi dan diperkirakan dapat memberikan kontribusi terhadap ekonomi, inovasi, penelitian, dan perkembangan industri Jepang.
Immigration Services Agency menjelaskan bahwa sistem poin tersebut dirancang untuk memberikan perlakuan khusus kepada tenaga profesional asing yang memiliki kemampuan dan kualifikasi tinggi.
Dengan kata lain, Jepang tidak hanya mencari tenaga kerja asing dalam jumlah besar, tetapi juga berusaha menarik tenaga profesional yang memiliki kompetensi tinggi.
Bagaimana Sistem Poin HSP Jepang?
Salah satu ciri utama HSP tradisional adalah Point-Based System.
Calon profesional dinilai berdasarkan beberapa faktor. Beberapa faktor yang dapat digunakan dalam penilaian antara lain:
- Pendidikan.
- Pengalaman profesional.
- Penghasilan tahunan.
- Prestasi penelitian.
- Usia.
- Kemampuan bahasa Jepang.
- Kualifikasi atau penghargaan tertentu.
- Bonus berdasarkan kondisi tertentu.
Jenis dan nilai poin bergantung pada kategori aktivitas HSP yang digunakan. Immigration Services Agency menyediakan tabel penilaian khusus untuk kategori-kategori tersebut.
Berapa Minimal Poin HSP Jepang?
Untuk sistem HSP berbasis poin, ambang yang digunakan adalah 70 poin.
Artinya, seseorang tidak cukup hanya mempunyai gelar tinggi atau gaji tinggi. Profil kandidat harus memenuhi kombinasi faktor yang menghasilkan jumlah poin yang diperlukan.
Contohnya, seseorang dapat mengumpulkan poin dari:
- Gelar master.
- Pengalaman kerja.
- Penghasilan tahunan.
- Usia.
- Kemampuan bahasa Jepang.
- Prestasi profesional.
- Bonus tertentu.
Perhitungan final harus menggunakan tabel poin resmi yang sesuai dengan kategori HSP.
Apakah 70 Poin HSP Sudah Pasti Dapat Visa?
Belum tentu.
Ini merupakan hal penting yang sering disalahpahami.
Mencapai 70 poin merupakan bagian penting dari sistem HSP berbasis poin, tetapi pemohon tetap harus memenuhi persyaratan lain untuk status tinggal yang sesuai.
Aktivitas pekerjaan, kontrak dengan organisasi di Jepang, kualifikasi, dokumen, dan persyaratan imigrasi lainnya tetap harus diperiksa.
Dengan demikian, 70 poin bukan berarti tiket otomatis mendapatkan HSP.
Jenis-Jenis HSP Jepang
HSP 1(i): Penelitian Akademik
HSP 1(i) ditujukan untuk aktivitas penelitian akademik tingkat tinggi.
Aktivitasnya dapat mencakup penelitian, pengarahan penelitian, atau pendidikan berdasarkan kontrak dengan institusi publik atau swasta di Jepang.
Status ini dapat relevan bagi:
- Peneliti.
- Dosen.
- Akademisi.
- Research scientist.
- Profesional yang memiliki aktivitas penelitian tingkat tinggi.
HSP 1(ii): Profesional dan Teknologi
HSP 1(ii) ditujukan untuk pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan atau teknologi khusus dalam bidang ilmu alam atau humaniora.
Kategori ini sangat relevan bagi banyak profesional asing.
Contohnya dapat mencakup:
- Software engineer.
- AI engineer.
- Data scientist.
- Mechanical engineer.
- Electrical engineer.
- Research engineer.
- IT specialist.
- Financial specialist.
- Professional consultant.
Namun, nama jabatan saja tidak cukup. Aktivitas pekerjaan dan kualifikasi harus memenuhi persyaratan status tinggal yang berlaku.
HSP 1(iii): Manajemen Bisnis
HSP 1(iii) ditujukan untuk aktivitas pengelolaan atau manajemen bisnis di Jepang.
Kategori ini dapat relevan bagi profesional yang menjalankan atau mengelola organisasi atau bisnis di Jepang dan memenuhi kriteria HSP.
Apa Keuntungan HSP Jepang?
HSP menawarkan beberapa keuntungan yang membuatnya menarik dibandingkan sejumlah status kerja biasa.
1. Masa Tinggal 5 Tahun untuk HSP 1
HSP 1 diberikan dengan periode tinggal 5 tahun.
Immigration Services Agency mencantumkan periode lima tahun sebagai salah satu fasilitas utama HSP 1.
2. Aktivitas Profesional Lebih Fleksibel
HSP 1 dapat memungkinkan aktivitas yang bersifat gabungan dalam kondisi yang memenuhi ketentuan.
Hal ini menjadi salah satu keunggulan HSP dibandingkan beberapa status kerja yang lebih ketat dalam menentukan jenis aktivitas yang dapat dilakukan.
3. Jalur Permanent Residence Lebih Cepat
HSP memberikan kemudahan tertentu terhadap persyaratan masa tinggal untuk mengajukan permanent residence.
Dalam kondisi yang memenuhi ketentuan, profesional dengan 70 poin dapat menggunakan jalur masa tinggal sekitar tiga tahun, sedangkan pemegang atau kandidat dengan 80 poin dapat menggunakan jalur sekitar satu tahun.
Namun, permanent residence tetap merupakan proses terpisah dan tidak otomatis diberikan hanya karena seseorang memiliki HSP.
4. Pasangan Dapat Bekerja dalam Kondisi Tertentu
HSP memberikan fasilitas khusus bagi pasangan untuk bekerja apabila persyaratan yang ditentukan terpenuhi.
Hak tersebut tidak berarti pasangan otomatis dapat bekerja tanpa prosedur imigrasi yang sesuai.
5. Kemungkinan Membawa Orang Tua
Dalam kondisi tertentu, pemegang HSP dapat memperoleh fasilitas untuk membawa orang tua ke Jepang.
Fasilitas ini memiliki persyaratan khusus dan tidak berlaku secara otomatis kepada semua pemegang HSP.
6. Kemungkinan Membawa Pembantu Rumah Tangga
HSP juga memiliki ketentuan khusus yang memungkinkan pembantu rumah tangga asing untuk tinggal bersama pemegang HSP dalam kondisi tertentu.
7. Proses Imigrasi Prioritas
HSP mendapatkan preferential processing dalam prosedur masuk dan status tinggal tertentu.
Fasilitas ini menjadi salah satu bagian dari kebijakan pemerintah Jepang untuk menarik profesional berkualifikasi tinggi.
Apa Itu HSP 2?
HSP 2 adalah status lanjutan bagi orang yang sebelumnya menjalankan aktivitas sebagai HSP 1 dan memenuhi persyaratan perubahan status.
Immigration Services Agency menyebut bahwa HSP 2 ditujukan bagi orang yang telah menjalankan aktivitas HSP 1 selama setidaknya 3 tahun dan memenuhi persyaratan lainnya.
Salah satu perbedaan terbesar adalah masa tinggal.
HSP 2 memiliki masa tinggal tidak terbatas.
Namun, HSP 2 tetap bukan permanent residence.
Perbedaan HSP 1 dan HSP 2
| Aspek | HSP 1 | HSP 2 |
|---|---|---|
| Masa tinggal | 5 tahun | Tidak terbatas |
| Persyaratan | Memenuhi kriteria HSP | Memenuhi syarat perubahan dari HSP 1 |
| Aktivitas kerja | Sesuai kategori yang ditetapkan | Lebih luas |
| Fasilitas keluarga | Ada dalam kondisi tertentu | Ada dalam kondisi tertentu |
| Permanent residence | Dapat memperoleh kemudahan | Tetap bukan PR otomatis |
Apakah HSP 2 Sama dengan Permanent Residence?
Tidak.
HSP 2 memberikan masa tinggal tidak terbatas, tetapi statusnya tetap merupakan Highly Skilled Professional, bukan permanent resident.
Permanent residence merupakan status tinggal berbeda yang diperoleh melalui proses pengajuan dan pemeriksaan tersendiri.
Jadi, seseorang dapat memiliki HSP 2 tanpa menjadi permanent resident.
Siapa yang Cocok Mengajukan HSP Jepang?
HSP dapat menjadi pilihan menarik bagi profesional asing dengan profil kuat.
Contohnya:
- Software engineer.
- AI engineer.
- Data scientist.
- Mechanical engineer.
- Electrical engineer.
- Researcher.
- Professor atau akademisi.
- Financial professional.
- Business manager.
- Professional dengan gelar master atau doktor.
Namun, profesi saja tidak cukup. Kandidat harus memeriksa kategori aktivitas dan persyaratan poin yang sesuai.
Apakah Programmer Bisa Mendapatkan HSP Jepang?
Bisa berpotensi.
Programmer dan software engineer dapat termasuk dalam aktivitas profesional atau teknis yang relevan dengan HSP 1(ii), selama pekerjaan dan kualifikasinya memenuhi persyaratan.
Profil yang memiliki gelar relevan, pengalaman kerja, penghasilan cukup tinggi, dan faktor bonus dapat memiliki peluang lebih baik untuk mencapai skor yang diperlukan.
Apakah Engineer Bisa Mendapatkan HSP Jepang?
Ya, engineer merupakan salah satu kelompok profesional yang dapat berpotensi menggunakan HSP.
Bidangnya dapat mencakup:
- Mechanical Engineering.
- Electrical Engineering.
- Software Engineering.
- Robotics Engineering.
- Manufacturing Engineering.
- Data Engineering.
- Network Engineering.
- AI Engineering.
Yang dinilai bukan hanya nama profesi, tetapi aktivitas pekerjaan, kontrak, kualifikasi, dan keseluruhan persyaratan HSP.
Apakah HSP Harus Memiliki Gelar Master?
Tidak selalu.
Gelar master atau doktor dapat memberikan keuntungan dalam sistem poin, tetapi seseorang tidak otomatis harus memiliki gelar master untuk menggunakan HSP.
Calon pemohon dapat memperoleh poin dari kombinasi pendidikan, pengalaman, penghasilan, usia, prestasi, dan faktor lainnya.
Karena itu, kandidat dengan gelar sarjana tetap sebaiknya menghitung seluruh poin yang dimiliki sebelum menyimpulkan apakah dirinya memenuhi syarat.
Apakah Gaji Tinggi Saja Cukup untuk HSP?
Tidak.
Penghasilan merupakan salah satu faktor dalam sistem poin, tetapi bukan satu-satunya.
HSP berbasis poin mempertimbangkan berbagai faktor seperti pendidikan, pengalaman kerja, penghasilan, penelitian, usia, dan faktor bonus sesuai kategori.
Apakah Bahasa Jepang Wajib untuk HSP?
Tidak selalu.
HSP berbasis poin tidak berarti semua pemohon wajib memiliki tingkat bahasa Jepang tertentu.
Namun, kemampuan bahasa Jepang dapat memberikan bonus poin dalam kondisi tertentu. Selain itu, kemampuan bahasa Jepang tentu sangat berguna untuk bekerja dan tinggal di Jepang.
Jadi, bahasa Jepang bukan hanya persoalan imigrasi, tetapi juga dapat menjadi aset karier.
Apakah HSP Bisa Membawa Keluarga?
Ya. HSP mempunyai fasilitas khusus untuk keluarga.
Pasangan dan anak dapat memperoleh status tinggal sesuai ketentuan. HSP juga memiliki fasilitas khusus terkait pasangan yang bekerja serta kemungkinan membawa orang tua atau pembantu rumah tangga dalam kondisi tertentu.
Immigration Services Agency mencantumkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari preferential treatment HSP.
Apakah Orang Tua Bisa Ikut ke Jepang dengan HSP?
Bisa dalam kondisi tertentu.
Ini merupakan salah satu kelebihan HSP yang cukup berbeda dibandingkan banyak status kerja lainnya.
Namun, fasilitas orang tua memiliki persyaratan khusus. Karena itu, pemegang HSP tidak boleh menganggap bahwa seluruh orang tua dapat otomatis memperoleh status tinggal berdasarkan HSP.
Apakah HSP Bisa Membawa Pembantu Rumah Tangga?
Dalam kondisi tertentu, pemegang HSP dapat memperoleh fasilitas untuk membawa pembantu rumah tangga asing.
Akan tetapi, terdapat persyaratan khusus mengenai pemegang HSP, pembantu rumah tangga, kontrak, penghasilan, dan kondisi lainnya.
Apa Bedanya HSP dengan J-Skip?
HSP dan J-Skip sama-sama ditujukan untuk tenaga profesional berkualifikasi tinggi, tetapi mekanismenya berbeda.
| Aspek | HSP | J-Skip |
|---|---|---|
| Dasar utama | Sistem poin | Kriteria khusus |
| Ambang | 70 poin | Tidak menggunakan sistem 70 poin biasa |
| Target | Profesional berkualifikasi tinggi | Profesional dengan kualifikasi dan penghasilan sangat tinggi |
| Tujuan | Menarik tenaga profesional berkualitas | Menarik profesional dengan tingkat kualifikasi sangat tinggi |
J-Skip diperkenalkan Jepang pada 2023 sebagai skema khusus untuk menarik tenaga profesional tingkat tinggi. Karena persyaratannya berbeda, calon pemohon perlu menentukan apakah profilnya lebih sesuai dengan HSP atau J-Skip.
Apakah HSP Bisa Mendapatkan Permanent Residence Jepang?
Bisa mengajukan dengan persyaratan masa tinggal yang dipercepat dalam kondisi tertentu.
Salah satu fasilitas HSP adalah pelonggaran persyaratan masa tinggal untuk permanent residence.
Secara umum, skema HSP dapat memberikan:
- 70 poin: jalur masa tinggal sekitar 3 tahun.
- 80 poin: jalur masa tinggal sekitar 1 tahun.
Namun, HSP tidak otomatis berubah menjadi PR. Pemohon tetap harus memenuhi persyaratan permanent residence lainnya.
Apakah HSP Otomatis Menjadi PR Setelah 1 Tahun?
Tidak.
Angka satu tahun sering disalahpahami.
Memiliki 80 poin dapat memberikan akses terhadap skema persyaratan masa tinggal yang dipersingkat, tetapi pemohon tetap harus mengajukan permanent residence dan memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.
Dengan kata lain:
80 poin + 1 tahun tinggal ≠ otomatis PR.
Bagaimana Cara Mendapatkan HSP Jepang?
Secara umum, prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:
- Menentukan kategori aktivitas HSP.
- Mendapatkan pekerjaan atau aktivitas yang sesuai di Jepang.
- Menghitung poin.
- Mengumpulkan bukti untuk setiap poin.
- Menyiapkan dokumen pekerjaan dan kualifikasi.
- Mengajukan prosedur status tinggal yang sesuai.
- Menunggu pemeriksaan Immigration Services Agency.
- Setelah disetujui, menjalankan aktivitas sesuai status HSP.
Jika pemohon masih berada di luar Jepang, proses dapat melibatkan Certificate of Eligibility atau COE. Jika sudah tinggal di Jepang, dalam kondisi tertentu pemohon dapat mengajukan perubahan status tinggal.
Dokumen Apa yang Dibutuhkan?
Dokumen bergantung pada kategori dan situasi pemohon.
Beberapa dokumen yang umumnya perlu dipersiapkan dapat mencakup:
- Paspor.
- Formulir aplikasi.
- Foto.
- Kontrak kerja.
- Surat dari perusahaan atau institusi Jepang.
- Ijazah.
- Transkrip akademik.
- Bukti pengalaman kerja.
- Bukti penghasilan.
- Sertifikat bahasa.
- Bukti penghargaan atau prestasi.
- Point Calculation Form.
- Dokumen pembuktian setiap klaim poin.
Daftar final harus mengikuti dokumen resmi yang ditetapkan Immigration Services Agency untuk kategori HSP yang dipilih.
Apakah HSP Sulit Didapatkan?
HSP dapat menjadi cukup menantang karena pemohon harus memenuhi beberapa persyaratan sekaligus.
Kesulitan utamanya biasanya bukan sekadar mencapai angka 70, tetapi:
- Menemukan pekerjaan yang sesuai.
- Memiliki kualifikasi yang relevan.
- Membuktikan pengalaman kerja.
- Memenuhi tingkat penghasilan yang diperlukan.
- Mengumpulkan dokumen pembuktian.
- Memastikan pekerjaan sesuai dengan kategori HSP.
Karena itu, calon pemohon sebaiknya menghitung poin sebelum menerima tawaran pekerjaan di Jepang.
Contoh Orang yang Berpotensi Memenuhi HSP
Misalnya seorang software engineer Indonesia memiliki:
- Gelar master bidang komputer.
- Pengalaman kerja beberapa tahun.
- Penghasilan tahunan yang memenuhi kriteria tertentu.
- Usia yang masih memberikan poin.
- Kemampuan bahasa Jepang.
- Pengalaman profesional di perusahaan teknologi.
Profil tersebut berpotensi menghasilkan poin yang cukup tinggi.
Namun, jumlah sebenarnya tidak boleh ditebak. Kandidat harus memasukkan seluruh data ke dalam tabel poin resmi berdasarkan kategori HSP yang sesuai.
Tips untuk Calon HSP Jepang
1. Hitung Poin Sebelum Melamar
Jangan menunggu sampai mendapatkan pekerjaan untuk menghitung poin. Lakukan simulasi sejak awal.
2. Perhatikan Penghasilan
Penghasilan merupakan salah satu faktor penting sehingga paket kompensasi dari perusahaan Jepang perlu diperhatikan.
3. Simpan Semua Dokumen
Ijazah, transkrip, surat pengalaman kerja, sertifikat, dan bukti prestasi harus disimpan dengan baik.
4. Tingkatkan Bahasa Jepang
Selain berguna dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan bahasa Jepang tertentu dapat memberikan bonus dalam sistem poin.
5. Perhatikan Usia
Karena usia merupakan salah satu faktor dalam sistem poin tertentu, perencanaan lebih awal dapat memberikan keuntungan.
6. Jangan Mengandalkan Informasi Blog Lama
Peraturan imigrasi Jepang dapat berubah. Gunakan sumber resmi Immigration Services Agency ketika menghitung poin dan menyiapkan dokumen.
Kesimpulan
Visa HSP Jepang atau Highly Skilled Professional adalah status tinggal khusus bagi tenaga profesional asing dengan keahlian dan kualifikasi tinggi.
Dalam sistem berbasis poin, kandidat dinilai berdasarkan berbagai faktor seperti pendidikan, pengalaman kerja, penghasilan, prestasi penelitian, usia, kemampuan bahasa Jepang, dan bonus tertentu. Jika total poin mencapai 70 poin dan persyaratan lainnya terpenuhi, kandidat dapat memperoleh perlakuan khusus sebagai highly skilled professional.
HSP terbagi menjadi tiga kategori aktivitas utama pada HSP 1, yaitu penelitian akademik, profesional/teknis, dan manajemen bisnis.
Keuntungan HSP antara lain masa tinggal lima tahun untuk HSP 1, fleksibilitas aktivitas tertentu, fasilitas khusus bagi keluarga, pemrosesan imigrasi prioritas, serta kemudahan persyaratan masa tinggal untuk mengajukan permanent residence.
Setelah menjalankan aktivitas HSP 1 selama minimal tiga tahun dan memenuhi persyaratan lainnya, seseorang dapat berpotensi mengajukan HSP 2. HSP 2 memiliki masa tinggal tidak terbatas, tetapi tetap berbeda dari permanent residence.
Bagi profesional Indonesia yang ingin bekerja dan tinggal di Jepang dalam jangka panjang, HSP dapat menjadi salah satu jalur yang sangat menarik. Namun, kuncinya adalah menghitung poin secara akurat, memiliki pekerjaan yang sesuai, dan menyiapkan bukti dokumen yang lengkap.
FAQ Apa Itu Visa HSP Jepang?
Apa kepanjangan HSP Jepang?
HSP adalah singkatan dari Highly Skilled Professional, yaitu status tinggal untuk tenaga profesional asing berkualifikasi tinggi.
Berapa minimal poin HSP Jepang?
Untuk sistem HSP berbasis poin, ambang yang digunakan adalah 70 poin.
Apa saja jenis HSP Jepang?
Ada tiga kategori utama HSP 1: penelitian akademik, profesional/teknis, dan manajemen bisnis.
Apakah HSP sama dengan visa kerja biasa?
Tidak. HSP memiliki sistem dan fasilitas khusus yang berbeda dari status kerja biasa.
Apakah programmer bisa mendapatkan HSP?
Bisa berpotensi, khususnya melalui kategori profesional/teknis, selama pekerjaan, kualifikasi, dan persyaratan lainnya sesuai.
Apakah harus punya gelar master untuk HSP?
Tidak selalu. Gelar master dapat memberikan poin, tetapi total poin berasal dari beberapa faktor.
Apakah gaji tinggi saja cukup?
Tidak. HSP berbasis poin mempertimbangkan kombinasi pendidikan, pengalaman, penghasilan, usia, prestasi, dan faktor lainnya.
Apakah HSP bisa membawa keluarga?
Ya. HSP memiliki fasilitas khusus untuk pasangan dan anak serta fasilitas tertentu untuk orang tua dan pembantu rumah tangga, dengan persyaratan masing-masing.
Apakah HSP bisa mendapatkan PR Jepang?
HSP dapat memberikan akses ke persyaratan masa tinggal yang dipercepat untuk pengajuan PR dalam kondisi tertentu, tetapi HSP tidak otomatis berubah menjadi PR.
Apa bedanya HSP 1 dan HSP 2?
HSP 1 memiliki masa tinggal lima tahun, sedangkan HSP 2 memiliki masa tinggal tidak terbatas setelah memenuhi persyaratan perubahan status tertentu.
Apakah HSP 2 sama dengan permanent residence?
Tidak. HSP 2 dan permanent residence merupakan status tinggal yang berbeda.
