Sejak Jepang mengumumkan penggantian program Magang Teknis (TITP) dengan sistem baru bernama Ikusei Shuro mulai tahun 2027, banyak calon pekerja Indonesia bertanya-tanya apakah lulusan magang akan lebih mudah masuk ke Tokutei Ginou 1 (TG1).
Pertanyaan ini sangat penting karena Tokutei Ginou 1 merupakan salah satu jalur kerja paling diminati di Jepang. Status ini memungkinkan pekerja asing bekerja lebih lama dengan peluang karier yang lebih baik dibandingkan program magang biasa.
Lalu, benarkah lulusan magang atau Ikusei Shuro akan lebih mudah masuk TG1 setelah 2027? Berikut penjelasan lengkapnya.
Jawaban Singkat: Ya, Tetapi Tidak Otomatis
Secara umum, peluang masuk Tokutei Ginou 1 setelah 2027 memang akan lebih mudah dibandingkan sistem sebelumnya. Namun, "lebih mudah" bukan berarti otomatis mendapatkan status TG1 tanpa syarat.
Pemerintah Jepang merancang sistem Ikusei Shuro sebagai jalur pengembangan tenaga kerja yang memang ditujukan untuk mempersiapkan peserta masuk ke Tokutei Ginou. Dengan kata lain, sejak awal peserta sudah diarahkan menuju TG1 sebagai jenjang karier berikutnya.
Bagaimana Sistem Lama Bekerja?
Pada sistem Magang Teknis (TITP), hubungan antara program magang dan Tokutei Ginou sebenarnya tidak dirancang secara langsung.
Memang ada kemudahan tertentu bagi peserta magang yang berhasil menyelesaikan programnya, seperti pengecualian pada sebagian ujian keterampilan ketika ingin beralih ke TG1. Namun proses transisi tetap memerlukan langkah tambahan dan tidak selalu berjalan mulus. Banyak peserta akhirnya memilih pulang ke negara asal setelah kontrak selesai.
Apa yang Berubah Setelah 2027?
Perubahan terbesar terletak pada tujuan sistem baru itu sendiri.
Ikusei Shuro tidak lagi hanya berfungsi sebagai program pelatihan kerja sementara. Sistem ini dirancang sebagai jalur karier yang terhubung langsung dengan Tokutei Ginou. Sejak awal, peserta akan mendapatkan pelatihan keterampilan dan bahasa Jepang yang disesuaikan dengan kebutuhan TG1.
Karena itu, banyak pengamat menilai lulusan Ikusei Shuro akan memiliki jalur yang lebih jelas menuju Tokutei Ginou dibandingkan peserta magang pada sistem lama.
Mengapa Lulusan Ikusei Shuro Lebih Diuntungkan?
1. Kurikulum Sudah Disesuaikan dengan TG1
Program Ikusei Shuro dirancang berdasarkan kebutuhan sektor Tokutei Ginou. Peserta akan mendapatkan pelatihan yang relevan dengan pekerjaan yang nantinya dibutuhkan pada TG1.
2. Jalur Karier Lebih Jelas
Pada sistem lama, banyak peserta magang tidak memiliki kepastian setelah kontrak berakhir. Dalam sistem baru, jalur menuju TG1 sudah menjadi bagian dari desain program sejak awal.
3. Persiapan Bahasa Jepang Lebih Terstruktur
Peserta Ikusei Shuro diwajibkan mencapai standar bahasa Jepang tertentu sebelum naik ke Tokutei Ginou. Hal ini membantu meningkatkan peluang mereka saat mengajukan perubahan status visa.
4. Pengalaman Kerja yang Relevan
Selama menjalani Ikusei Shuro, peserta akan memperoleh pengalaman kerja yang sesuai dengan sektor Tokutei Ginou yang dituju. Pengalaman ini menjadi modal penting ketika ingin melanjutkan ke TG1.
Apakah Tetap Harus Mengikuti Ujian?
Ya.
Meskipun jalurnya lebih jelas, peserta tetap harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah Jepang.
Secara umum, calon TG1 harus:
- Lulus ujian keterampilan sesuai bidang kerja.
- Memenuhi standar kemampuan bahasa Jepang.
- Menyelesaikan program pelatihan yang ditentukan.
- Memiliki catatan kerja yang baik.
Artinya, tidak ada sistem otomatis yang langsung mengubah status peserta menjadi Tokutei Ginou 1 tanpa proses evaluasi.
Apakah Lulusan Magang Lama Juga Mendapat Keuntungan?
Ya.
Bagi pekerja yang sudah menyelesaikan program magang sebelum 2027, pengalaman kerja di Jepang tetap menjadi nilai tambah yang sangat berharga.
Banyak perusahaan Jepang lebih tertarik merekrut pekerja yang sudah memahami budaya kerja, bahasa Jepang, dan lingkungan industri Jepang dibandingkan pekerja yang benar-benar baru.
Karena itu, lulusan magang lama tetap memiliki peluang yang baik untuk masuk ke Tokutei Ginou 1 apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.
Sektor yang Diperkirakan Paling Banyak Menyerap Lulusan Ikusei Shuro
Beberapa sektor yang diperkirakan terus membutuhkan tenaga kerja asing hingga tahun 2030 antara lain:
- Kaigo (Perawatan Lansia)
- Konstruksi
- Manufaktur Industri
- Pengolahan Makanan dan Minuman
- Pertanian
- Perikanan
- Perhotelan
- Restoran dan Layanan Makanan
Sektor-sektor tersebut juga menjadi fokus utama dalam sistem Ikusei Shuro karena mengalami kekurangan tenaga kerja yang cukup besar.
Tips Agar Lebih Mudah Masuk TG1 Setelah 2027
- Belajar bahasa Jepang sejak dini.
- Fokus meningkatkan keterampilan kerja sesuai bidang.
- Menjaga disiplin dan catatan kerja yang baik.
- Mengikuti pelatihan dan ujian dengan serius.
- Memahami jalur karier dari Ikusei Shuro ke Tokutei Ginou.
Semakin baik kemampuan bahasa dan keterampilan kerja yang dimiliki, semakin besar peluang untuk berhasil masuk ke Tokutei Ginou 1.
Apakah lulusan magang Jepang lebih mudah masuk TG1 setelah 2027? Jawabannya adalah ya, peluangnya lebih besar dibandingkan sistem sebelumnya.
Hal ini karena sistem Ikusei Shuro memang dirancang sebagai jalur yang terhubung langsung dengan Tokutei Ginou. Namun, peserta tetap harus memenuhi syarat keterampilan dan bahasa Jepang yang ditentukan.
Bagi calon pekerja Indonesia, perubahan ini merupakan kabar baik karena membuka peluang karier yang lebih jelas dan berkelanjutan di Jepang. Dengan persiapan yang matang, lulusan magang atau Ikusei Shuro memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan karier ke Tokutei Ginou 1 dan bahkan Tokutei Ginou 2 di masa depan.
