Panduan Lengkap Visa Highly Skilled Professional Jepang: Syarat, Poin, Keuntungan, dan Cara Daftar

Visa Highly Skilled Professional Jepang atau Highly Skilled Professional (HSP) merupakan salah satu status tinggal yang dirancang Jepang untuk menarik tenaga profesional asing dengan keahlian, pendidikan, pengalaman, dan penghasilan tertentu.

Program ini menarik bagi tenaga profesional yang ingin bekerja dan tinggal di Jepang karena memberikan sejumlah keuntungan dibandingkan beberapa status kerja biasa. Salah satu keunggulan yang paling banyak diperhatikan adalah adanya sistem poin serta jalur yang dapat mempercepat persyaratan masa tinggal untuk mengajukan permanent residence atau status tinggal permanen.

Dalam sistem HSP berbasis poin, calon pemohon harus mencapai setidaknya 70 poin. Penilaian dapat mempertimbangkan pendidikan, pengalaman kerja, penghasilan, usia, prestasi penelitian, kemampuan bahasa Jepang, dan berbagai bonus sesuai kategori aktivitas.

Selain sistem poin tradisional, Jepang juga memiliki J-Skip (Special Highly Skilled Professional), yaitu skema untuk tenaga profesional dengan kualifikasi dan penghasilan yang sangat tinggi.

Baca juga: Apa Itu Visa HSP Jepang? Pengertian, Poin, Syarat, dan Keuntungannya

📑 Daftar Isi

Apa Itu Visa Highly Skilled Professional Jepang?

Highly Skilled Professional adalah status tinggal Jepang yang diberikan kepada warga negara asing yang memiliki keahlian tinggi dan melakukan aktivitas profesional tertentu di Jepang.

Dalam sistem tradisional, Jepang menggunakan Highly Skilled Professional Points System untuk menilai kandidat berdasarkan berbagai faktor.

Menurut Immigration Services Agency of Japan, aktivitas highly skilled dibagi menjadi tiga kategori utama:

  • Highly Skilled Professional 1(i) – kegiatan penelitian akademik tingkat tinggi.
  • Highly Skilled Professional 1(ii) – kegiatan profesional atau teknis tingkat tinggi.
  • Highly Skilled Professional 1(iii) – kegiatan manajemen atau pengelolaan bisnis tingkat tinggi.

Ketiga kategori tersebut memiliki sistem penilaian yang berbeda sesuai karakteristik aktivitasnya.

Berapa Minimal Poin Highly Skilled Professional Jepang?

Untuk skema Highly Skilled Professional berbasis poin, kandidat harus memperoleh setidaknya 70 poin.

Poin tersebut tidak diperoleh hanya dari satu faktor. Immigration Services Agency menjelaskan bahwa penilaian dapat mencakup beberapa unsur seperti:

  • Pendidikan atau gelar akademik.
  • Pengalaman kerja profesional.
  • Penghasilan tahunan.
  • Prestasi penelitian.
  • Usia.
  • Kualifikasi tertentu.
  • Kemampuan bahasa Jepang.
  • Bonus dari bidang atau kondisi tertentu.

Namun, tabel poin berbeda berdasarkan kategori aktivitas yang dipilih. Karena itu, calon pemohon tidak boleh menggunakan satu tabel poin untuk semua jenis HSP.

Jenis Highly Skilled Professional Jepang

1. Highly Skilled Professional 1(i)

Kategori ini ditujukan untuk aktivitas penelitian akademik tingkat tinggi.

Contohnya dapat berkaitan dengan kegiatan penelitian, pengajaran, atau pengarahan penelitian berdasarkan kontrak dengan institusi publik maupun swasta di Jepang.

Kategori ini dapat relevan bagi akademisi, peneliti, dan profesional yang memiliki rekam jejak penelitian kuat.

2. Highly Skilled Professional 1(ii)

Kategori ini ditujukan untuk aktivitas profesional atau teknis tingkat tinggi.

Bidangnya berkaitan dengan pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan atau teknologi di bidang ilmu alam maupun ilmu humaniora.

Karena cakupannya luas, kategori ini dapat menjadi salah satu jalur penting bagi profesional asing di bidang teknologi, engineering, IT, keuangan, dan bidang profesional lainnya selama memenuhi persyaratan status tinggal dan sistem poin.

3. Highly Skilled Professional 1(iii)

Kategori ini ditujukan untuk aktivitas manajemen atau pengelolaan bisnis di Jepang.

Jalur ini dapat relevan bagi profesional yang menjalankan atau mengelola bisnis dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh imigrasi Jepang.

Bagaimana Sistem Poin HSP Jepang Bekerja?

Sistem poin HSP digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seorang profesional asing.

Secara sederhana, semakin kuat profil akademik, pengalaman, penghasilan, prestasi, dan faktor bonus seseorang, semakin besar peluang untuk mencapai ambang batas yang diperlukan.

Faktor Contoh yang Dinilai
Pendidikan Gelar sarjana, master, doktor, dan kualifikasi tertentu
Pengalaman Lama pengalaman profesional yang relevan
Penghasilan Besarnya penghasilan tahunan
Usia Usia pemohon
Prestasi Prestasi penelitian atau profesional tertentu
Bahasa Jepang Kemampuan bahasa Jepang pada tingkat tertentu
Bonus Berbagai bonus sesuai kategori dan ketentuan pemerintah Jepang

Daftar di atas merupakan gambaran umum. Nilai sebenarnya harus dihitung menggunakan point calculation table resmi untuk kategori HSP yang sesuai.

Apakah Gaji Tinggi Saja Cukup untuk Mendapatkan HSP?

Tidak. Gaji tinggi saja tidak otomatis membuat seseorang mendapatkan Highly Skilled Professional berbasis poin.

Sistem HSP mempertimbangkan kombinasi beberapa faktor. Seseorang dengan penghasilan tinggi tetapi pendidikan, pengalaman, dan faktor lainnya tidak memenuhi persyaratan belum tentu mencapai 70 poin.

Selain mencapai skor yang diperlukan, pemohon juga harus memenuhi persyaratan status tinggal dan aktivitas yang menjadi dasar permohonan.

Apakah Pendidikan Berpengaruh pada Poin HSP?

Ya. Pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam sistem poin HSP.

Gelar akademik yang lebih tinggi dapat memberikan nilai lebih tinggi tergantung kategori aktivitas yang dipilih.

Karena itu, pemohon dengan gelar master atau doktor dapat memiliki keunggulan dibandingkan kandidat dengan pendidikan yang lebih rendah, meskipun hasil akhirnya tetap bergantung pada keseluruhan profil.

Apakah Pengalaman Kerja Berpengaruh?

Ya. Pengalaman kerja profesional yang relevan juga dapat memberikan poin.

Semakin lama pengalaman yang memenuhi definisi dan persyaratan kategori aktivitas tertentu, semakin besar potensi poin yang dapat diperoleh.

Dokumen yang membuktikan pengalaman kerja menjadi penting karena imigrasi Jepang dapat meminta bukti untuk memverifikasi klaim yang digunakan dalam perhitungan poin.

Apakah Usia Mempengaruhi Poin?

Ya. Usia dapat menjadi salah satu komponen penilaian dalam sistem HSP.

Dalam beberapa kategori, kandidat yang lebih muda dapat memperoleh poin lebih tinggi daripada kandidat yang lebih tua.

Hal ini membuat strategi perencanaan karier menjadi penting. Profesional yang ingin menggunakan HSP sebaiknya menghitung poin lebih awal daripada menunggu sampai profilnya mendekati batas usia tertentu.

Apakah Bahasa Jepang Bisa Menambah Poin?

Ya, kemampuan bahasa Jepang dapat menjadi faktor bonus dalam sistem poin tertentu.

Karena itu, kemampuan bahasa Jepang bukan hanya berguna untuk kehidupan sehari-hari, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat membantu meningkatkan skor HSP.

Namun, jenis sertifikat atau tingkat kemampuan yang dapat digunakan sebagai bukti harus mengikuti tabel poin dan ketentuan resmi pada saat permohonan.

Keuntungan Visa Highly Skilled Professional Jepang

Salah satu alasan HSP menarik adalah banyaknya fasilitas khusus yang diberikan kepada pemegang status tersebut.

1. Masa Tinggal 5 Tahun untuk HSP 1

Pemegang Highly Skilled Professional 1 mendapatkan status tinggal dengan periode 5 tahun menurut ketentuan HSP.

Hal ini memberikan kepastian tinggal yang relatif panjang dibandingkan beberapa status kerja tertentu.

2. Aktivitas Profesional yang Lebih Fleksibel

HSP memberikan kemungkinan melakukan aktivitas yang lebih kompleks dibandingkan status kerja biasa, sesuai dengan ketentuan status dan aktivitas yang disetujui.

Immigration Services Agency menyebut salah satu keunggulan HSP 1 sebagai permission for multiple/composite activities.

3. Jalur Permanent Residence Lebih Cepat

Ini merupakan salah satu keunggulan HSP yang paling terkenal.

Secara umum, pemegang HSP dengan 70 poin dapat memenuhi persyaratan masa tinggal yang dipersingkat menjadi sekitar 3 tahun untuk jalur permanent residence, sedangkan mereka yang memiliki 80 poin dapat menggunakan jalur sekitar 1 tahun, dengan tetap memenuhi seluruh persyaratan permanent residence lainnya.

Immigration Services Agency saat ini mengatur bahwa pemegang 70 poin dapat menggunakan skema tiga tahun, sedangkan pemegang 80 poin dapat menggunakan skema satu tahun.

4. Pasangan Dapat Bekerja dalam Kondisi Tertentu

Salah satu fasilitas HSP adalah adanya kemudahan tertentu bagi pasangan untuk melakukan aktivitas kerja di Jepang.

Namun, fasilitas tersebut memiliki persyaratan dan status tinggal tersendiri. Pasangan tidak otomatis mendapatkan hak kerja tanpa mengikuti prosedur yang ditentukan.

5. Kemungkinan Membawa Orang Tua dalam Kondisi Tertentu

HSP memberikan fasilitas khusus terkait kemungkinan membawa orang tua ke Jepang dalam kondisi tertentu.

Fasilitas ini tidak berlaku secara bebas untuk semua pemegang visa kerja. Terdapat persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga calon pemohon harus memeriksa ketentuan imigrasi secara spesifik.

6. Kemungkinan Membawa Pembantu Rumah Tangga dalam Kondisi Tertentu

Pemegang HSP juga dapat memperoleh fasilitas tertentu untuk membawa pembantu rumah tangga asing berdasarkan persyaratan yang ditetapkan.

Fasilitas ini memiliki ketentuan khusus mengenai kondisi pemohon, pembantu rumah tangga, kontrak, dan faktor lainnya.

7. Proses Imigrasi Prioritas

Salah satu fasilitas HSP adalah adanya priority processing untuk prosedur masuk dan tinggal tertentu.

Apa Itu Highly Skilled Professional 2?

Highly Skilled Professional 2 merupakan status lanjutan bagi pemegang HSP 1 yang memenuhi persyaratan tertentu.

Menurut Immigration Services Agency, seseorang yang telah menjalankan aktivitas sebagai HSP 1 selama setidaknya 3 tahun dapat memenuhi salah satu syarat utama untuk berpindah ke HSP 2, dengan tetap memenuhi persyaratan lainnya.

HSP 2 memberikan fasilitas yang lebih luas dibandingkan HSP 1.

Keuntungan HSP 2

  • Masa tinggal menjadi tidak terbatas.
  • Dapat melakukan hampir seluruh aktivitas yang termasuk dalam status kerja tertentu bersama aktivitas utama sesuai ketentuan.
  • Mendapatkan sejumlah fasilitas HSP lainnya.

HSP 2 bukan berarti permanent residence. Status tersebut tetap berbeda dengan Permanent Resident of Japan.

HSP 1 vs HSP 2

Aspek HSP 1 HSP 2
Masa tinggal 5 tahun Tidak terbatas
Syarat awal Minimal 70 poin + persyaratan lainnya Umumnya setelah memenuhi ketentuan HSP 1 selama minimal 3 tahun
Aktivitas kerja Sesuai aktivitas yang ditentukan Lebih luas
Jalur PR Dapat memperoleh kemudahan Tetap bukan PR otomatis

Apa Bedanya HSP dengan J-Skip?

Selain HSP berbasis poin, Jepang memperkenalkan J-Skip atau Special Highly Skilled Professional.

J-Skip ditujukan untuk profesional dengan tingkat pendidikan atau pengalaman serta penghasilan yang sangat tinggi.

Berbeda dengan sistem HSP tradisional yang menghitung berbagai poin hingga minimal 70, J-Skip menggunakan kriteria tertentu yang lebih langsung untuk mengidentifikasi tenaga profesional dengan tingkat kualifikasi dan penghasilan sangat tinggi.

J-Skip mulai diperkenalkan Jepang pada 2023 sebagai bagian dari kebijakan untuk meningkatkan penerimaan tenaga profesional tingkat tinggi.

Siapa yang Bisa Memenuhi Kriteria J-Skip?

J-Skip pada dasarnya menyasar profesional dengan profil sangat tinggi dalam beberapa kategori pekerjaan.

Karena kriterianya spesifik, calon pemohon harus memeriksa persyaratan resmi terbaru untuk bidang pekerjaan yang sesuai.

J-Skip dapat relevan bagi:

  • Peneliti dengan kualifikasi akademik tinggi.
  • Profesional teknis dengan pengalaman panjang.
  • Eksekutif atau manajer bisnis dengan penghasilan sangat tinggi.

J-Skip sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti otomatis HSP berbasis poin. Keduanya merupakan skema yang memiliki persyaratan berbeda.

HSP dan J-Find, Apa Bedanya?

Jepang juga memiliki skema J-Find untuk menarik lulusan universitas terbaik tertentu yang ingin mencari pekerjaan atau mempersiapkan aktivitas bisnis di Jepang.

J-Find berbeda dari HSP karena fokusnya bukan semata-mata pada profesional yang sudah memiliki pekerjaan dengan sistem poin HSP.

J-Find dapat menjadi pilihan bagi lulusan universitas tertentu yang memenuhi persyaratan pendidikan dan ingin datang ke Jepang untuk mencari pekerjaan atau mempersiapkan kegiatan bisnis sesuai ketentuan.

Dengan demikian:

Program Fokus Utama
HSP Profesional berkualifikasi tinggi dengan sistem poin
J-Skip Profesional dengan kualifikasi dan penghasilan sangat tinggi
J-Find Lulusan universitas tertentu yang datang untuk mencari pekerjaan atau mempersiapkan bisnis

Siapa yang Cocok Menggunakan Visa HSP Jepang?

HSP paling cocok untuk profesional yang memiliki profil kuat pada beberapa aspek sekaligus.

Contohnya:

  • Memiliki gelar master atau doktor.
  • Memiliki pengalaman kerja profesional.
  • Mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan Jepang.
  • Memiliki penghasilan tinggi.
  • Bekerja di bidang teknologi atau engineering.
  • Memiliki prestasi penelitian.
  • Mempunyai kemampuan bahasa Jepang.
  • Berencana tinggal di Jepang dalam jangka panjang.

Namun, seseorang tidak harus memenuhi seluruh faktor tersebut. Yang penting adalah memenuhi persyaratan kategori aktivitas dan mencapai skor yang diperlukan.

Apakah Programmer atau Software Engineer Bisa Mendapatkan HSP?

Bisa berpotensi. Software engineer, programmer, AI engineer, data scientist, cybersecurity specialist, dan profesional IT lainnya dapat termasuk dalam bidang profesional atau teknis yang relevan, selama pekerjaan dan kualifikasinya memenuhi persyaratan status tinggal yang berlaku.

Untuk kategori HSP 1(ii), aktivitas harus sesuai dengan pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan atau teknologi dalam bidang ilmu alam atau humaniora.

Selain jenis pekerjaan, faktor seperti pendidikan, pengalaman, penghasilan, usia, dan bonus akan memengaruhi perhitungan poin.

Apakah Engineer Bisa Menggunakan HSP?

Ya, engineer dapat menjadi salah satu kelompok profesional yang berpotensi memenuhi HSP 1(ii).

Contohnya dapat mencakup:

  • Mechanical Engineer
  • Electrical Engineer
  • Software Engineer
  • AI Engineer
  • Robotics Engineer
  • Data Engineer
  • Network Engineer
  • Manufacturing Engineer
  • Research Engineer

Namun, nama jabatan saja tidak cukup. Aktivitas pekerjaan dan kualifikasi harus memenuhi ketentuan imigrasi Jepang.

Apakah HSP Harus Memiliki Perusahaan Sponsor di Jepang?

Untuk HSP yang didasarkan pada pekerjaan atau aktivitas profesional di Jepang, keberadaan kontrak atau hubungan dengan institusi Jepang menjadi bagian penting dari persyaratan.

Immigration Services Agency menjelaskan bahwa pemohon HSP harus memenuhi ketentuan aktivitas yang tercakup dalam kategori HSP serta persyaratan status tinggal yang relevan.

Karena itu, HSP bukan sekadar visa yang dapat diperoleh seseorang hanya berdasarkan jumlah poin tanpa memiliki aktivitas yang sah di Jepang.

Dokumen yang Biasanya Dibutuhkan

Dokumen dapat berbeda berdasarkan kategori HSP dan kondisi pemohon.

Secara umum, dokumen dapat meliputi:

  • Formulir aplikasi status tinggal.
  • Paspor.
  • Foto.
  • Dokumen pekerjaan atau kontrak.
  • Surat dari perusahaan atau institusi Jepang.
  • Ijazah.
  • Bukti pengalaman kerja.
  • Bukti penghasilan.
  • Dokumen yang membuktikan prestasi atau kualifikasi.
  • Point Calculation Form.
  • Dokumen pendukung setiap klaim poin.

Dokumen yang tepat harus mengikuti daftar resmi Immigration Services Agency untuk kategori HSP yang dipilih.

Apa Itu Point Calculation Form?

Point Calculation Form adalah dokumen yang digunakan untuk menghitung skor kandidat berdasarkan tabel poin resmi.

Dalam proses pengajuan HSP, pemohon dapat melakukan perhitungan awal sendiri berdasarkan tabel yang tersedia dan kemudian menyerahkan formulir beserta dokumen pembuktian.

Immigration Services Agency menjelaskan bahwa ketika mengajukan Certificate of Eligibility untuk HSP 1, pemohon harus menyerahkan perhitungan poin beserta dokumen yang membuktikan klaim poin tersebut.

Apakah Poin Harus Tetap 70 Selamanya?

Ada nuansa penting di sini.

Immigration Services Agency menjelaskan bahwa selama memegang HSP 1, pemegang status tidak otomatis kehilangan status hanya karena jumlah poin turun di bawah 70, misalnya karena usia bertambah atau penghasilan berubah.

Namun, ketika mengajukan perpanjangan masa tinggal HSP 1, pemohon harus memenuhi persyaratan yang berlaku, termasuk persyaratan poin yang ditentukan.

Karena itu, pemegang HSP sebaiknya terus menyimpan dokumen yang membuktikan status pekerjaan, penghasilan, dan faktor lain yang berkaitan dengan status tinggal.

HSP dan Permanent Residence Jepang

Salah satu alasan banyak profesional mempertimbangkan HSP adalah kemungkinan memperpendek masa tinggal yang diperlukan sebelum mengajukan permanent residence.

Untuk pemegang atau kandidat yang memenuhi skema 70 poin, jalur yang dipersingkat dapat menjadi sekitar 3 tahun.

Sementara itu, kandidat dengan 80 poin atau lebih dapat menggunakan jalur sekitar 1 tahun, apabila memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.

Perlu ditekankan bahwa 1 tahun atau 3 tahun bukan jaminan otomatis mendapatkan permanent residence. Pemohon tetap harus memenuhi persyaratan permanent residence lainnya seperti kondisi tinggal, kewajiban hukum, pajak, dan persyaratan administratif lainnya.

Immigration Services Agency saat ini secara resmi mencantumkan jalur 3 tahun untuk pemegang 70 poin dan jalur 1 tahun untuk pemegang 80 poin.

Apakah HSP Otomatis Mendapatkan PR Jepang?

Tidak.

HSP memberikan kemudahan terhadap persyaratan masa tinggal untuk permanent residence, tetapi bukan berarti seseorang otomatis menjadi permanent resident setelah tinggal satu atau tiga tahun.

Permohonan permanent residence tetap melalui pemeriksaan tersendiri dan harus memenuhi persyaratan yang berlaku.

Contoh Strategi Mencapai 70 Poin

Setiap orang memiliki kombinasi poin yang berbeda.

Misalnya, seorang profesional dapat memperoleh poin dari kombinasi:

  • Gelar master.
  • Pengalaman kerja profesional.
  • Penghasilan tinggi.
  • Usia yang masih memberikan poin.
  • Kemampuan bahasa Jepang.
  • Bonus tertentu.

Sementara kandidat lain mungkin mendapatkan poin lebih banyak dari doktor, pengalaman penelitian, publikasi, dan prestasi akademik.

Karena itu, strategi terbaik bukan mencari satu faktor terbesar saja, melainkan menghitung seluruh profil menggunakan tabel resmi.

Tips Meningkatkan Poin HSP Jepang

1. Tingkatkan Pendidikan

Gelar akademik yang lebih tinggi dapat memberikan poin tambahan tergantung kategori HSP.

2. Bangun Pengalaman Profesional

Pengalaman kerja relevan menjadi salah satu komponen penting dalam sistem poin.

3. Tingkatkan Penghasilan

Penghasilan tahunan merupakan salah satu faktor penting dalam perhitungan HSP.

4. Pelajari Bahasa Jepang

Kemampuan bahasa Jepang dapat memberikan bonus tertentu apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.

5. Kumpulkan Bukti Prestasi

Publikasi, penghargaan, penelitian, paten, atau prestasi profesional tertentu dapat berhubungan dengan bonus poin tergantung kategori.

6. Hitung Poin Sebelum Mencari Pekerjaan

Jika target Anda adalah HSP, sebaiknya menghitung poin sebelum menerima tawaran kerja di Jepang. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui apakah paket pekerjaan yang ditawarkan cukup untuk memenuhi persyaratan.

Apakah HSP Lebih Baik daripada Visa Engineer?

Tidak selalu. HSP dan status kerja biasa memiliki tujuan dan persyaratan berbeda.

Aspek HSP Engineer/Specialist in Humanities/International Services
Sistem poin Ya Tidak menggunakan sistem HSP
Minimal poin 70 poin untuk HSP berbasis poin Tidak ada sistem 70 poin
Masa tinggal HSP 1 5 tahun Bervariasi sesuai izin
Jalur PR dipercepat Ada dalam kondisi tertentu Tidak menggunakan skema HSP
Persyaratan Lebih kompleks Berbeda sesuai status pekerjaan

Bagi profesional yang sudah memenuhi 70 atau 80 poin, HSP dapat memberikan keuntungan besar. Namun, bagi kandidat dengan skor rendah, status kerja biasa mungkin lebih realistis.

Apakah HSP Cocok untuk Orang Indonesia?

Bisa. Tidak ada persyaratan yang membatasi HSP hanya untuk warga negara dari negara tertentu. Yang terpenting adalah memenuhi persyaratan status tinggal, aktivitas, dan sistem poin yang berlaku.

Bagi profesional Indonesia yang ingin bekerja jangka panjang di Jepang, HSP dapat menjadi salah satu opsi yang menarik, khususnya jika memiliki pendidikan tinggi, pengalaman profesional, penghasilan kompetitif, atau prestasi yang dapat meningkatkan poin.

Bagaimana Cara Daftar Highly Skilled Professional Jepang?

Prosesnya bergantung pada apakah seseorang berada di luar Jepang atau sudah tinggal di Jepang.

Jika Masih di Indonesia

  1. Mendapatkan pekerjaan atau aktivitas profesional yang memenuhi kategori HSP di Jepang.
  2. Memeriksa kategori HSP yang sesuai.
  3. Menghitung poin.
  4. Mengumpulkan bukti untuk setiap poin.
  5. Mengajukan Certificate of Eligibility atau COE sesuai prosedur.
  6. Setelah COE diterbitkan, mengajukan visa di Indonesia sesuai prosedur.
  7. Masuk ke Jepang dan memperoleh status tinggal sesuai izin.

Jika Sudah Tinggal di Jepang

  1. Memeriksa apakah pekerjaan dan aktivitas saat ini memenuhi HSP.
  2. Menghitung poin.
  3. Mempersiapkan dokumen.
  4. Mengajukan perubahan status tinggal.
  5. Menunggu pemeriksaan Immigration Services Agency.

Untuk pengajuan HSP 1, Immigration Services Agency menyediakan prosedur untuk Certificate of Eligibility bagi orang yang ingin masuk Jepang dengan status HSP serta prosedur perubahan status bagi orang yang sudah berada di Jepang.

Berapa Lama Proses HSP Jepang?

Waktu pemrosesan dapat berbeda berdasarkan jenis permohonan, kantor imigrasi, kelengkapan dokumen, dan kondisi pemohon.

HSP sendiri mendapatkan fasilitas priority processing untuk prosedur masuk dan tinggal tertentu, tetapi calon pemohon sebaiknya tidak menganggap bahwa setiap aplikasi pasti selesai dalam jumlah hari tertentu.

Dokumen yang tidak lengkap dapat menyebabkan proses lebih lama.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengajukan HSP

  • Menghitung poin tanpa membaca tabel resmi terbaru.
  • Menganggap gaji tinggi saja sudah cukup.
  • Mengklaim poin tanpa bukti dokumen.
  • Menggunakan pengalaman kerja yang tidak relevan.
  • Tidak memperhatikan kategori aktivitas.
  • Mengabaikan persyaratan pekerjaan atau kontrak di Jepang.
  • Menganggap HSP otomatis berarti permanent residence.
  • Tidak menyimpan bukti pendidikan dan pengalaman kerja.
  • Menggunakan informasi lama dari blog atau forum.

Dokumen yang Sebaiknya Disiapkan Sejak Awal

Jika Anda berencana menggunakan HSP, sebaiknya mulai mengarsipkan dokumen penting sejak sebelum mendapatkan pekerjaan di Jepang.

  • Ijazah.
  • Transkrip akademik.
  • Surat pengalaman kerja.
  • Kontrak kerja.
  • Bukti penghasilan.
  • Sertifikat bahasa.
  • Sertifikat profesional.
  • Dokumen publikasi atau penelitian.
  • Sertifikat penghargaan.
  • Dokumen identitas.

Dokumen yang digunakan untuk membuktikan poin harus dapat diverifikasi dan sesuai dengan ketentuan imigrasi.

Perbedaan HSP, J-Skip, dan Visa Kerja Biasa

Program Target Sistem Utama
Visa kerja biasa Profesional asing sesuai kategori pekerjaan Kualifikasi pekerjaan dan persyaratan status
HSP Profesional berkualifikasi tinggi Sistem poin minimal 70
J-Skip Profesional dengan kualifikasi/penghasilan sangat tinggi Kriteria khusus, bukan sistem 70 poin biasa
J-Find Lulusan universitas tertentu Kriteria pendidikan dan aktivitas mencari pekerjaan/bisnis

Apakah HSP Bisa Membawa Keluarga ke Jepang?

Ya, HSP memberikan fasilitas khusus bagi keluarga dalam kondisi tertentu.

Pasangan dan anak dapat memperoleh status tinggal sesuai ketentuan keluarga. Selain itu, HSP memiliki beberapa fasilitas tambahan untuk pasangan, orang tua, dan pembantu rumah tangga yang tidak tersedia secara umum pada semua status kerja.

Namun, setiap fasilitas memiliki persyaratan yang berbeda. Jangan menganggap seluruh anggota keluarga otomatis memperoleh hak yang sama dengan pemegang HSP.

Apakah Anak HSP Bisa Sekolah di Jepang?

Anak pemegang HSP dapat tinggal di Jepang dengan status yang sesuai sebagai anggota keluarga.

Dalam praktiknya, anak dapat mengikuti pendidikan di Jepang sesuai usia, sekolah, dan ketentuan yang berlaku.

Orang tua tetap perlu mengurus status tinggal dan dokumen anak sesuai prosedur imigrasi.

Apakah HSP Bisa Membawa Orang Tua?

Salah satu keunikan HSP adalah adanya kemungkinan membawa orang tua dalam kondisi tertentu.

Namun, fasilitas tersebut bukan hak otomatis bagi seluruh pemegang HSP. Ada persyaratan khusus yang berkaitan dengan kondisi keluarga dan kebutuhan tertentu.

Karena itu, sebelum mengandalkan fasilitas ini dalam rencana migrasi keluarga, periksa persyaratan terbaru Immigration Services Agency.

Apakah HSP Bisa Berubah Menjadi Permanent Resident?

Bisa mengajukan permanent residence dengan persyaratan yang dipercepat apabila memenuhi ketentuan HSP.

Skema yang paling terkenal adalah:

  • 70 poin: jalur masa tinggal sekitar 3 tahun.
  • 80 poin: jalur masa tinggal sekitar 1 tahun.

Namun, permanent residence tetap merupakan proses aplikasi terpisah dan tidak otomatis diberikan hanya karena seseorang memiliki HSP.

Kesimpulan

Visa Highly Skilled Professional Jepang merupakan salah satu pilihan menarik bagi tenaga profesional asing yang memiliki pendidikan, pengalaman, penghasilan, dan prestasi yang kuat.

Untuk sistem HSP berbasis poin, kandidat harus mencapai setidaknya 70 poin dan memenuhi persyaratan aktivitas serta status tinggal. Penilaian dapat mempertimbangkan pendidikan, pengalaman kerja, penghasilan, usia, prestasi, kemampuan bahasa Jepang, dan bonus tertentu.

HSP 1 memberikan sejumlah keuntungan seperti masa tinggal lima tahun, fleksibilitas aktivitas tertentu, fasilitas keluarga, dan proses imigrasi prioritas. Setelah memenuhi ketentuan tertentu, pemegang HSP 1 juga dapat beralih ke HSP 2, yang memberikan masa tinggal tidak terbatas.

Keuntungan lain yang sangat penting adalah jalur permanent residence yang dipercepat. Pemegang atau kandidat dengan 70 poin dapat menggunakan skema sekitar tiga tahun, sedangkan mereka yang memiliki 80 poin dapat menggunakan skema sekitar satu tahun, dengan tetap memenuhi persyaratan PR lainnya.

Selain HSP berbasis poin, Jepang juga memiliki skema J-Skip untuk tenaga profesional dengan kualifikasi dan penghasilan yang sangat tinggi.

Bagi profesional Indonesia yang ingin membangun karier jangka panjang di Jepang, langkah pertama yang paling penting adalah menghitung profil secara realistis menggunakan tabel poin resmi, kemudian memastikan pekerjaan dan kontrak di Jepang sesuai dengan kategori aktivitas HSP.

FAQ Visa Highly Skilled Professional Jepang

Apa itu visa Highly Skilled Professional Jepang?

Highly Skilled Professional adalah status tinggal Jepang untuk tenaga profesional asing berkualifikasi tinggi yang memenuhi persyaratan aktivitas dan, untuk sistem HSP berbasis poin, mencapai minimal 70 poin.

Berapa minimal poin HSP Jepang?

Minimalnya adalah 70 poin untuk sistem Highly Skilled Professional berbasis poin.

Apakah HSP sama dengan visa kerja biasa?

Tidak. HSP merupakan status khusus untuk profesional berkualifikasi tinggi dan memberikan sejumlah fasilitas tambahan.

Apakah HSP bisa mendapatkan permanent residence dalam satu tahun?

Dalam kondisi tertentu, pemegang atau kandidat yang memenuhi persyaratan 80 poin dapat menggunakan jalur permanent residence dengan masa tinggal yang dipersingkat menjadi sekitar satu tahun. Namun, PR tidak otomatis diberikan.

Kalau memiliki 70 poin berapa tahun untuk PR?

Skema HSP memungkinkan persyaratan masa tinggal dipersingkat menjadi sekitar 3 tahun bagi mereka yang memenuhi ketentuan 70 poin.

Apakah HSP 2 sama dengan permanent residence?

Tidak. HSP 2 memiliki masa tinggal tidak terbatas, tetapi statusnya tetap berbeda dengan permanent residence Jepang.

Apakah programmer bisa mendapatkan HSP Jepang?

Bisa berpotensi, terutama jika pekerjaan, pendidikan, pengalaman, penghasilan, dan faktor lainnya memenuhi persyaratan HSP 1(ii).

Apakah engineer bisa mendapatkan HSP?

Bisa. Engineer dapat menjadi salah satu kelompok profesional yang berpotensi memenuhi HSP, tergantung pekerjaan dan kualifikasinya.

Apakah HSP bisa membawa keluarga?

Ya. HSP memiliki fasilitas khusus untuk pasangan dan anak serta fasilitas tertentu untuk orang tua dan pembantu rumah tangga, tetapi masing-masing memiliki persyaratan khusus.

Apakah bahasa Jepang wajib untuk HSP?

Tidak semua HSP mewajibkan kemampuan bahasa Jepang sebagai syarat utama. Namun, kemampuan bahasa Jepang dapat memberikan bonus poin dalam kondisi tertentu dan sangat berguna untuk kehidupan serta karier di Jepang.

Apakah gaji tinggi saja cukup untuk HSP?

Tidak. Sistem HSP berbasis poin menilai berbagai faktor sehingga penghasilan harus dikombinasikan dengan pendidikan, pengalaman, usia, prestasi, dan faktor lain sesuai kategori.

Apa perbedaan HSP dan J-Skip?

HSP tradisional menggunakan sistem poin dengan ambang 70 poin, sedangkan J-Skip merupakan skema khusus untuk profesional dengan kualifikasi dan penghasilan yang sangat tinggi berdasarkan kriteria yang ditentukan pemerintah Jepang.

Artikel Terkait Kerja di Jepang:

Daftar Artikel Terkait Informasi Persyaratan Kerja di Jepang:

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama