Daftar Pekerjaan untuk Visa HSP Jepang: Profesi yang Bisa Menggunakan Highly Skilled Professional

Visa HSP Jepang atau Highly Skilled Professional merupakan salah satu status tinggal yang ditujukan bagi tenaga profesional asing dengan kemampuan dan kualifikasi tinggi.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: pekerjaan apa saja yang bisa menggunakan Visa HSP Jepang?

Jawabannya tidak sesederhana membuat daftar profesi tertentu. Sistem HSP Jepang terutama mengelompokkan aktivitas ke dalam tiga kategori, yaitu advanced academic research, advanced specialized/technical, dan advanced business management.

Artinya, seorang software engineer, researcher, engineer, dosen, atau business manager dapat memiliki peluang menggunakan HSP apabila aktivitas, kontrak, kualifikasi, poin, dan persyaratan imigrasinya sesuai.

Artikel ini membahas daftar pekerjaan yang berpotensi masuk HSP Jepang, kategori pekerjaannya, contoh profesi, serta pekerjaan yang tidak otomatis memenuhi syarat HSP.

Baca juga: Berapa Gaji Pemegang Visa HSP di Jepang? Panduan Gaji, Poin, dan Syarat

Apa Itu Pekerjaan HSP Jepang?

HSP bukan sekadar visa yang diberikan berdasarkan nama jabatan.

Imigrasi Jepang membagi aktivitas highly skilled professional menjadi tiga kelompok utama:

  1. HSP 1(i) – Advanced Academic Research Activities.
  2. HSP 1(ii) – Advanced Specialized and Technical Activities.
  3. HSP 1(iii) – Advanced Business Management Activities.

Untuk setiap kategori, sistem poin mempertimbangkan faktor seperti pendidikan, pengalaman profesional, penghasilan, prestasi penelitian dan faktor bonus lainnya. Total poin utama yang digunakan dalam sistem adalah 70 poin.

Apakah HSP Memiliki Daftar Pekerjaan Resmi?

Tidak dalam bentuk daftar sederhana seperti “profesi A boleh, profesi B tidak boleh”.

Yang lebih penting adalah jenis aktivitas yang dilakukan oleh pemohon.

Contohnya, dua orang sama-sama memiliki jabatan manager, tetapi aktivitas mereka bisa berbeda. Satu orang mungkin benar-benar menjalankan manajemen perusahaan, sedangkan orang lain sebenarnya melakukan pekerjaan teknis atau pemasaran.

Demikian pula dua orang dengan jabatan engineer dapat memiliki aktivitas yang berbeda.

Karena itu, nama jabatan saja tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang memenuhi kategori HSP.

Imigrasi Jepang mendefinisikan HSP 1(ii) sebagai aktivitas yang membutuhkan pengetahuan atau teknologi dalam bidang ilmu alam atau humaniora berdasarkan kontrak dengan institusi publik atau swasta di Jepang.

1. Software Engineer

Software engineer merupakan salah satu profesi yang sangat relevan dengan kategori advanced specialized/technical apabila aktivitas dan persyaratannya memenuhi ketentuan.

Contoh pekerjaan:

  • Software Engineer
  • Backend Engineer
  • Frontend Engineer
  • Full Stack Engineer
  • Application Engineer
  • System Engineer
  • Software Architect
  • Mobile App Developer
  • Web Application Engineer

Pekerjaan tersebut biasanya membutuhkan pengetahuan teknis di bidang ilmu komputer atau bidang terkait.

Namun, seseorang tidak otomatis memperoleh HSP hanya karena memiliki jabatan software engineer. Pendidikan, pengalaman, penghasilan, kontrak kerja dan poin tetap harus memenuhi persyaratan.

2. AI Engineer

AI Engineer juga merupakan contoh profesi teknologi yang berpotensi menggunakan jalur HSP specialized/technical.

Contohnya:

  • AI Engineer
  • Machine Learning Engineer
  • Deep Learning Engineer
  • Generative AI Engineer
  • Computer Vision Engineer
  • Natural Language Processing Engineer
  • AI Research Engineer

Profesi tersebut umumnya membutuhkan pengetahuan teknis dalam ilmu komputer, matematika, statistika atau bidang ilmu terkait.

Untuk HSP, yang penting bukan hanya nama “AI Engineer”, tetapi aktivitas profesional sebenarnya dan kualifikasi yang mendukung pekerjaan tersebut.

3. Data Scientist

Data Scientist juga dapat menjadi kandidat HSP apabila aktivitasnya memenuhi kategori specialized/technical.

Contoh aktivitasnya antara lain:

  • analisis data;
  • pengembangan model statistik;
  • machine learning;
  • data mining;
  • predictive analytics;
  • pengembangan sistem berbasis data;
  • penelitian dan pengembangan teknologi data.

Gelar seperti computer science, data science, statistics, mathematics atau bidang terkait dapat menjadi bagian dari profil akademik pemohon.

4. Data Engineer

Data Engineer dapat termasuk pekerjaan teknis yang membutuhkan pengetahuan khusus.

Contohnya:

  • Data Engineer
  • Big Data Engineer
  • Database Engineer
  • Data Platform Engineer
  • Cloud Data Engineer

Aktivitas pekerjaan dapat mencakup pembangunan pipeline data, database, infrastruktur data dan sistem pemrosesan data.

5. Cybersecurity Engineer

Profesi keamanan siber juga dapat menjadi salah satu pekerjaan yang relevan dengan kategori specialized/technical.

Contohnya:

  • Cybersecurity Engineer
  • Security Engineer
  • Information Security Specialist
  • Security Architect
  • Security Analyst
  • Cloud Security Engineer

Seperti profesi teknologi lainnya, kelayakan HSP tidak ditentukan hanya oleh nama jabatan.

6. Mechanical Engineer

Mechanical Engineer merupakan contoh pekerjaan yang secara jelas berada dalam bidang teknis.

Contohnya:

  • Mechanical Engineer
  • Design Engineer
  • Production Engineer
  • Automotive Engineer
  • Thermal Engineer
  • Manufacturing Engineer
  • Mechanical Design Engineer

Imigrasi Jepang sendiri menggunakan mechanical engineering sebagai contoh bidang teknis dalam konteks status kerja profesional.

7. Electrical Engineer

Electrical Engineer juga dapat menjadi kandidat untuk kategori specialized/technical.

Contoh pekerjaan:

  • Electrical Engineer
  • Power Systems Engineer
  • Electronics Engineer
  • Control Engineer
  • Automation Engineer
  • Electrical Design Engineer
  • Embedded Systems Engineer

Bidang seperti elektronika, kelistrikan, kontrol dan otomasi membutuhkan pengetahuan teknis yang dapat berkaitan dengan kategori specialized/technical.

8. Electronics Engineer

Profesional yang bekerja pada desain dan pengembangan perangkat elektronik juga dapat menjadi kandidat HSP apabila persyaratan lainnya terpenuhi.

Contohnya:

  • Electronics Engineer
  • Embedded Engineer
  • Hardware Engineer
  • Semiconductor Engineer
  • Chip Design Engineer
  • RF Engineer

9. Robotics Engineer

Robotics Engineer merupakan profesi multidisiplin yang dapat mencakup mechanical engineering, electrical engineering, control engineering dan software engineering.

Contoh pekerjaan:

  • Robotics Engineer
  • Robot Software Engineer
  • Robot Control Engineer
  • Automation Engineer
  • Industrial Robotics Engineer

Apabila aktivitas pekerjaan membutuhkan pengetahuan atau teknologi khusus dan memenuhi ketentuan HSP, profesi ini dapat menjadi kandidat yang relevan.

10. Chemical Engineer

Chemical Engineer merupakan salah satu profesi teknik yang menggunakan pengetahuan ilmu alam dan teknik.

Contohnya:

  • Chemical Engineer
  • Process Engineer
  • Materials Engineer
  • Process Development Engineer
  • Production Technology Engineer

11. Civil Engineer

Civil Engineer juga dapat menjadi kandidat HSP jika aktivitas profesionalnya memenuhi kategori specialized/technical dan persyaratan lainnya.

Contohnya:

  • Civil Engineer
  • Structural Engineer
  • Construction Engineer
  • Infrastructure Engineer
  • Transportation Engineer
  • Geotechnical Engineer

12. Architecture dan Design Engineering

Beberapa pekerjaan desain dan arsitektur dapat membutuhkan pengetahuan khusus dalam bidang teknis.

Contohnya:

  • Architect
  • Architectural Engineer
  • CAD Engineer
  • Industrial Designer
  • Product Designer
  • Engineering Designer

Namun, jenis pekerjaan dan kualifikasi tetap perlu diperiksa karena tidak semua pekerjaan yang menggunakan kata “designer” otomatis masuk HSP.

13. Researcher

Researcher merupakan salah satu pekerjaan yang sangat berkaitan dengan kategori advanced academic research.

Contohnya:

  • Research Scientist
  • Researcher
  • Research Engineer
  • R&D Scientist
  • R&D Engineer
  • Academic Researcher

HSP 1(i) mencakup aktivitas penelitian, bimbingan penelitian atau pendidikan berdasarkan kontrak dengan institusi publik atau swasta di Jepang.

14. University Professor atau Academic Professional

Profesional akademik juga dapat menjadi kandidat dalam kategori advanced academic research apabila aktivitasnya memenuhi ketentuan.

Contohnya:

  • University Professor
  • Associate Professor
  • Assistant Professor
  • University Researcher
  • Academic Researcher
  • Research Fellow

Aktivitas pendidikan dan penelitian di universitas atau institusi pendidikan dapat termasuk dalam kategori advanced academic research sesuai persyaratan yang berlaku.

Imigrasi Jepang juga memberikan contoh bahwa aktivitas pendidikan di universitas dan penelitian di laboratorium perusahaan dapat termasuk dalam cakupan advanced academic research.

15. Scientist

Ilmuwan yang bekerja dalam bidang penelitian dan pengembangan dapat menjadi kandidat HSP.

Contohnya:

  • Physicist
  • Chemist
  • Biologist
  • Materials Scientist
  • Environmental Scientist
  • Research Scientist

Untuk pekerjaan penelitian, jenis aktivitas dan institusi tempat bekerja sangat penting dalam menentukan kategori yang tepat.

16. Pharmaceutical Researcher

Profesional yang bekerja pada penelitian farmasi dan pengembangan obat juga dapat menjadi kandidat HSP apabila aktivitasnya memenuhi kategori yang relevan.

Contohnya:

  • Pharmaceutical Researcher
  • Drug Development Scientist
  • Pharmaceutical Scientist
  • Clinical Research Professional
  • Biotechnology Researcher

17. Biotech Researcher

Industri bioteknologi memiliki banyak pekerjaan berbasis penelitian dan ilmu pengetahuan.

Contohnya:

  • Biotechnology Researcher
  • Bioprocess Engineer
  • Bioinformatics Scientist
  • Molecular Biology Researcher
  • Genomics Researcher

Aktivitas penelitian dapat berkaitan dengan kategori academic research apabila persyaratan aktivitasnya terpenuhi.

18. Business Manager

Kategori ketiga HSP adalah advanced business management activities.

Kategori ini ditujukan untuk aktivitas menjalankan atau mengelola bisnis di Jepang.

Contoh pekerjaan dapat mencakup:

  • CEO
  • President
  • Representative Director
  • Executive Director
  • Business Manager
  • Corporate Executive
  • Senior Business Manager

Imigrasi Jepang memberikan contoh aktivitas seperti menjalankan atau mengelola organisasi bisnis di Jepang sebagai kategori HSP 1(iii).

19. Company Executive

Eksekutif perusahaan dapat termasuk dalam kategori advanced business management apabila aktivitasnya benar-benar berkaitan dengan pengelolaan bisnis.

Contohnya:

  • Company President
  • Representative Director
  • Managing Director
  • Executive Officer
  • Corporate Executive

Namun, sekadar memiliki jabatan “director” tidak otomatis berarti seseorang memenuhi HSP. Aktivitas manajemen dan persyaratan bisnis tetap harus memenuhi ketentuan.

20. Business Planning Professional

Profesional yang bekerja pada perencanaan bisnis dapat memiliki hubungan dengan kategori specialized/technical apabila aktivitasnya membutuhkan pengetahuan khusus dan memenuhi persyaratan kategori tersebut.

Imigrasi Jepang memberikan contoh aktivitas business planning yang dilakukan bersama pekerjaan product development oleh seorang engineer dalam konteks advanced specialized/technical activities.

Karena itu, pekerjaan yang terlihat “bisnis” tidak selalu otomatis masuk HSP business management.

21. Marketing Specialist

Marketing Specialist dapat menjadi pekerjaan profesional yang membutuhkan pengetahuan di bidang humaniora atau ilmu terkait.

Contohnya:

  • Marketing Specialist
  • Digital Marketing Specialist
  • Marketing Strategist
  • Market Research Specialist
  • Product Marketing Specialist

Imigrasi Jepang menggunakan marketing-related work sebagai salah satu contoh aktivitas profesional dalam kategori pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan khusus.

Namun, untuk HSP, pemohon tetap harus memenuhi sistem poin dan persyaratan HSP lainnya.

22. Economist dan Financial Professional

Profesional dengan keahlian ekonomi dan keuangan juga dapat menjadi kandidat dalam kategori specialized/technical apabila aktivitasnya memenuhi persyaratan.

Contohnya:

  • Economist
  • Financial Analyst
  • Investment Analyst
  • Risk Analyst
  • Financial Consultant
  • Economic Researcher

23. Management Consultant

Management Consultant dapat melakukan pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan khusus di bidang bisnis, ekonomi, manajemen atau humaniora.

Contohnya:

  • Management Consultant
  • Strategy Consultant
  • Business Consultant
  • Corporate Strategy Specialist
  • Business Analyst

Kelayakan HSP tetap bergantung pada aktivitas pekerjaan, kontrak, kualifikasi dan poin.

24. Translator dan Interpreter Profesional

Translator atau interpreter dapat termasuk dalam pekerjaan profesional yang menggunakan pengetahuan atau kemampuan bahasa tertentu.

Namun, profesi ini perlu dibedakan dari pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan tingkat keahlian yang sesuai.

Contohnya:

  • Japanese Translator
  • English-Japanese Translator
  • Technical Translator
  • Interpreter
  • Conference Interpreter

Dalam status kerja profesional Jepang, interpreter dan translator termasuk contoh pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan atau kemampuan tertentu.

25. Designer Profesional

Beberapa pekerjaan desain dapat menggunakan pengetahuan profesional yang relevan.

Contohnya:

  • Product Designer
  • Industrial Designer
  • UX Designer
  • UI Designer
  • Graphic Designer
  • Web Designer

Namun, tidak semua pekerjaan desain otomatis memenuhi HSP. Jenis aktivitas, kualifikasi, kontrak, penghasilan dan poin tetap harus diperiksa.

Daftar Pekerjaan HSP Jepang Secara Ringkas

Bidang Contoh Pekerjaan Kategori yang Mungkin Relevan
IT Software Engineer, System Engineer HSP 1(ii)
AI AI Engineer, ML Engineer HSP 1(ii)
Data Data Scientist, Data Engineer HSP 1(ii)
Cybersecurity Security Engineer, Security Analyst HSP 1(ii)
Mechanical Mechanical Engineer HSP 1(ii)
Electrical Electrical Engineer HSP 1(ii)
Electronics Electronics Engineer HSP 1(ii)
Robotics Robotics Engineer HSP 1(ii)
Research Research Scientist HSP 1(i)/(ii)
Academic Professor, Researcher HSP 1(i)
Science Physicist, Chemist, Biologist HSP 1(i)/(ii)
Business CEO, Business Manager HSP 1(iii)
Finance Financial Analyst, Economist HSP 1(ii)
Consulting Management Consultant HSP 1(ii)
Marketing Marketing Specialist HSP 1(ii)
Language Translator, Interpreter HSP 1(ii)
Design Product/UX/Industrial Designer HSP 1(ii)

HSP 1(i): Daftar Pekerjaan Bidang Akademik dan Penelitian

HSP 1(i) berfokus pada advanced academic research activities.

Contoh pekerjaan yang dapat berkaitan dengan kategori ini antara lain:

  • University Professor
  • Associate Professor
  • Assistant Professor
  • Research Scientist
  • Academic Researcher
  • Research Fellow
  • University Researcher
  • R&D Researcher
  • Scientific Researcher

Yang menentukan bukan semata-mata jabatan, tetapi apakah aktivitas sebenarnya merupakan penelitian, bimbingan penelitian atau pendidikan berdasarkan kontrak dengan institusi di Jepang.

HSP 1(ii): Daftar Pekerjaan Profesional dan Teknis

HSP 1(ii) merupakan kategori yang paling luas untuk berbagai profesional dan tenaga teknis.

Contoh bidangnya antara lain:

  • Software Engineering
  • Artificial Intelligence
  • Data Science
  • Cybersecurity
  • Mechanical Engineering
  • Electrical Engineering
  • Electronics Engineering
  • Civil Engineering
  • Chemical Engineering
  • Robotics
  • Automotive Engineering
  • Semiconductor Engineering
  • Research and Development
  • Economics
  • Finance
  • Marketing
  • Consulting
  • Translation
  • Interpretation
  • Design

Secara resmi, kategori ini mencakup pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan atau teknologi dalam bidang ilmu alam atau humaniora berdasarkan kontrak dengan organisasi publik atau swasta di Jepang.

HSP 1(iii): Daftar Pekerjaan Manajemen Bisnis

Kategori HSP 1(iii) berfokus pada aktivitas menjalankan atau mengelola bisnis.

Contoh posisi yang dapat berkaitan dengan kategori ini:

  • CEO
  • President
  • Representative Director
  • Managing Director
  • Business Manager
  • Corporate Executive
  • Senior Management
  • Business Operations Executive

Namun, posisi manajerial tingkat rendah tidak otomatis memenuhi kategori advanced business management.

Imigrasi melihat aktivitas sebenarnya, bukan hanya tulisan jabatan pada kartu nama atau kontrak kerja.

Apakah Programmer Bisa Menggunakan Visa HSP Jepang?

Bisa, jika memenuhi persyaratan.

Programmer atau software engineer dapat menjadi kandidat untuk HSP 1(ii) karena aktivitasnya dapat membutuhkan pengetahuan dan teknologi khusus di bidang ilmu alam.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperiksa:

  • pendidikan;
  • pengalaman kerja;
  • penghasilan;
  • usia;
  • kemampuan bahasa Jepang jika digunakan sebagai bonus;
  • jenis pekerjaan;
  • kontrak dengan perusahaan Jepang;
  • total poin HSP.

Jadi, “programmer” bukan tiket otomatis menuju HSP.

Apakah Engineer Bisa Menggunakan Visa HSP?

Bisa.

Engineer merupakan salah satu kelompok profesional yang sangat relevan dengan kategori specialized/technical.

Contohnya:

  • Mechanical Engineer
  • Electrical Engineer
  • Electronics Engineer
  • Software Engineer
  • Automotive Engineer
  • Robotics Engineer
  • Civil Engineer
  • Chemical Engineer
  • Manufacturing Engineer

Namun, pemohon tetap harus memenuhi seluruh persyaratan HSP.

Apakah Dokter Bisa Menggunakan Visa HSP Jepang?

Jawabannya perlu dibedakan.

HSP bukan jalur khusus yang otomatis mencakup semua profesi berstatus profesional.

Untuk dokter yang ingin bekerja sebagai dokter di Jepang, terdapat persyaratan dan status tinggal khusus untuk aktivitas medis. Selain itu, praktik kedokteran di Jepang memiliki persyaratan lisensi dan regulasi profesi tersendiri.

Karena itu, jangan menyimpulkan bahwa “dokter = otomatis HSP”.

Apakah Perawat Bisa Menggunakan Visa HSP?

Perawat juga tidak otomatis masuk HSP hanya karena merupakan tenaga profesional.

Aktivitas keperawatan mempunyai aturan dan jalur status tinggal tersendiri.

Jika tujuan utama adalah bekerja sebagai perawat di Jepang, pemohon harus memeriksa status tinggal yang memang dirancang untuk aktivitas tersebut.

Apakah Guru Bisa Menggunakan HSP?

Guru juga perlu dilihat berdasarkan jenis aktivitasnya.

Misalnya, aktivitas pendidikan di universitas dapat berhubungan dengan advanced academic research.

Sementara guru sekolah atau pengajar bahasa dapat berada pada status tinggal lain yang secara khusus mencakup aktivitas pendidikan.

Jadi, tidak semua guru otomatis memenuhi HSP hanya karena memiliki gelar sarjana atau master.

Apakah Akuntan Bisa Menggunakan HSP?

Profesional akuntansi dan keuangan perlu diperiksa berdasarkan aktivitas sebenarnya dan status pekerjaan yang sesuai.

Jika aktivitasnya merupakan pekerjaan profesional yang membutuhkan pengetahuan khusus di bidang yang relevan, dapat terdapat jalur profesional yang sesuai.

Namun, pekerjaan yang termasuk Legal/Accounting Services juga memiliki kategori status tinggal tersendiri untuk aktivitas yang membutuhkan lisensi profesional Jepang.

Karena itu, seseorang tidak boleh memilih HSP hanya karena memiliki jabatan “accountant”.

Apakah Marketing Bisa Menggunakan HSP?

Bisa berpotensi.

Marketing merupakan contoh pekerjaan yang dapat membutuhkan pengetahuan dalam bidang humaniora atau bisnis.

Imigrasi Jepang juga menggunakan marketing-related work sebagai contoh aktivitas profesional pada status kerja terkait.

Namun, untuk HSP, pemohon tetap harus memenuhi sistem poin dan persyaratan HSP lainnya.

Apakah Designer Bisa Menggunakan HSP?

Bisa dalam kondisi tertentu.

Designer yang melakukan pekerjaan profesional dengan basis pengetahuan dan kemampuan khusus dapat memiliki jalur status kerja yang relevan.

Contohnya:

  • Industrial Designer
  • Product Designer
  • UX Designer
  • UI Designer
  • Technical Designer

Tetapi kembali lagi, HSP ditentukan berdasarkan aktivitas, kualifikasi dan poin, bukan sekadar nama profesi.

Apakah Semua Pekerjaan Kantoran Bisa Menggunakan HSP?

Tidak.

Pekerjaan kantoran biasa tidak otomatis memenuhi HSP.

HSP ditujukan kepada aktivitas yang membutuhkan kemampuan atau kualifikasi tingkat tinggi dan memenuhi sistem penilaian yang ditentukan.

Contoh pekerjaan administratif sederhana tidak otomatis memenuhi kategori advanced specialized/technical hanya karena dilakukan di perusahaan besar.

Apakah Pekerjaan Manual Bisa Menggunakan HSP?

Pekerjaan manual pada umumnya bukan target utama kategori advanced specialized/technical.

Contohnya:

  • pekerja gudang;
  • cleaner;
  • pekerja restoran;
  • pekerja konstruksi umum;
  • buruh pabrik biasa;
  • pekerja pertanian umum.

Pekerjaan tersebut memiliki jalur status tinggal atau skema tenaga kerja lain di Jepang yang berbeda.

Namun, seseorang yang bekerja di perusahaan manufaktur sebagai engineer, researcher atau specialist dapat memiliki situasi yang berbeda karena aktivitasnya membutuhkan pengetahuan profesional.

Apakah Pekerjaan yang Gajinya Tinggi Otomatis Bisa HSP?

Tidak.

Penghasilan memang merupakan salah satu komponen penting dalam sistem poin HSP.

Tetapi gaji tinggi saja tidak cukup.

Misalnya seseorang mendapatkan gaji tinggi tetapi aktivitas pekerjaannya tidak sesuai dengan kategori HSP, maka gaji tersebut tidak otomatis membuatnya menjadi HSP.

Apakah Jabatan Manager Otomatis HSP?

Tidak.

Jabatan manager bisa memiliki arti yang sangat luas.

HSP 1(iii) ditujukan untuk aktivitas menjalankan atau mengelola bisnis.

Seorang supervisor yang hanya mengawasi pekerjaan operasional sehari-hari belum tentu memenuhi definisi advanced business management.

Karena itu, Imigrasi akan melihat aktivitas sebenarnya.

Bagaimana Menentukan Apakah Pekerjaan Masuk HSP?

Gunakan lima pertanyaan berikut:

  1. Apa sebenarnya pekerjaan yang dilakukan?
  2. Apakah pekerjaan tersebut membutuhkan pengetahuan atau teknologi khusus?
  3. Apakah aktivitasnya termasuk salah satu dari tiga kategori HSP?
  4. Apakah pendidikan dan pengalaman mendukung pekerjaan tersebut?
  5. Apakah total poin mencapai ambang yang diperlukan?

Jika kelima aspek tersebut terpenuhi, profil pemohon dapat memiliki dasar yang kuat untuk diperiksa lebih lanjut sebagai calon HSP.

Hubungan Pekerjaan dengan Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam sistem poin HSP.

Misalnya:

Pendidikan Contoh Pekerjaan yang Relevan
Computer Science Software Engineer, AI Engineer, Data Scientist
Mechanical Engineering Mechanical Engineer, Automotive Engineer
Electrical Engineering Electrical Engineer, Electronics Engineer
Physics Researcher, R&D Scientist
Chemistry Chemical Engineer, Researcher
Economics Economist, Financial Analyst
Business/Management Business Analyst, Consultant, Manager
Statistics/Mathematics Data Scientist, Researcher

Hubungan antara pendidikan dan pekerjaan penting karena dokumen akademik dapat menjadi bagian dari pembuktian kualifikasi profesional.

Hubungan Pekerjaan dengan Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja juga merupakan salah satu komponen poin HSP.

Semakin lama pengalaman profesional yang relevan, semakin besar potensi poin yang diperoleh pada kategori yang sesuai.

Karena itu, pemohon harus menyiapkan dokumen yang membuktikan:

  • nama perusahaan;
  • jabatan;
  • periode bekerja;
  • jenis pekerjaan;
  • dan pengalaman profesional yang relevan.

Hubungan Pekerjaan dengan Gaji

Penghasilan tahunan juga menjadi bagian dari sistem poin.

Namun, jumlah poin dari penghasilan dapat berbeda berdasarkan kategori aktivitas dan faktor lainnya.

Oleh karena itu, jangan menggunakan satu angka “gaji minimal HSP” untuk semua profesi tanpa melihat tabel poin resmi yang sesuai.

Daftar Bidang yang Berpotensi Menggunakan HSP

Jika diringkas, bidang pekerjaan yang berpotensi relevan dengan HSP antara lain:

  • Teknologi informasi
  • Artificial intelligence
  • Data science
  • Cybersecurity
  • Software engineering
  • Mechanical engineering
  • Electrical engineering
  • Electronics engineering
  • Civil engineering
  • Chemical engineering
  • Robotics
  • Automotive engineering
  • Semiconductor engineering
  • Research and development
  • Academic research
  • Science
  • Economics
  • Finance
  • Marketing
  • Consulting
  • Translation
  • Interpretation
  • Design
  • Business management

Daftar tersebut adalah contoh bidang dan profesi yang berpotensi, bukan daftar resmi yang menjamin setiap orang dengan jabatan tersebut mendapatkan HSP.

Perbedaan HSP dan Status Kerja Profesional Biasa

Sejumlah pekerjaan yang memenuhi kategori profesional dapat juga menggunakan status kerja Jepang lain.

Contohnya, seorang software engineer dapat menggunakan status kerja profesional yang sesuai tanpa harus menjadi HSP.

HSP pada dasarnya merupakan jalur khusus bagi profesional yang memenuhi persyaratan highly skilled berdasarkan sistem poin.

Aspek Status Kerja Profesional HSP
Harus mencapai 70 poin Tidak Ya, untuk sistem poin HSP
Penilaian pendidikan Ya, sesuai status Ya
Penilaian pengalaman Sesuai status Ya
Penilaian penghasilan Bukan sistem poin HSP Ya
Periode HSP 1 lima tahun Tidak otomatis Ya
Jalur PR yang dipermudah Tidak melalui HSP Ya, sesuai ketentuan

Apakah HSP Bisa untuk Wirausahawan?

Bisa dalam kategori business management apabila aktivitas dan persyaratan bisnis memenuhi ketentuan HSP 1(iii).

Kategori tersebut berkaitan dengan menjalankan atau mengelola bisnis di Jepang.

Namun, mendirikan perusahaan saja tidak otomatis membuat seseorang menjadi HSP. Pemohon harus memenuhi persyaratan kategori, sistem poin dan persyaratan bisnis yang berlaku.

Apakah HSP Bisa untuk Startup Founder?

Startup founder dapat berpotensi menggunakan kategori business management jika aktivitasnya memenuhi persyaratan.

Selain itu, Jepang juga memiliki berbagai skema lain yang dapat berkaitan dengan startup dan business management.

Karena itu, founder perlu menentukan jalur status tinggal berdasarkan kondisi bisnis dan profilnya, bukan sekadar memilih HSP karena memiliki perusahaan.

Apakah HSP Bisa untuk Researcher di Perusahaan Swasta?

Bisa.

HSP 1(i) tidak terbatas pada universitas saja. Imigrasi Jepang menjelaskan bahwa aktivitas penelitian berdasarkan kontrak dengan organisasi publik atau swasta dapat termasuk advanced academic research.

Bahkan penelitian di laboratorium perusahaan swasta dapat termasuk dalam kategori tersebut apabila memenuhi ketentuan.

Apakah Satu Orang Bisa Memiliki Lebih dari Satu Aktivitas?

Salah satu keunggulan HSP adalah adanya fasilitas multiple activities dalam kondisi yang diperbolehkan.

Hal ini berarti seorang highly skilled professional dapat melakukan aktivitas yang mencakup lebih dari satu status tinggal sesuai aturan.

Namun, fasilitas tersebut tetap memiliki batas dan tidak berarti pemegang HSP bebas melakukan pekerjaan apa pun tanpa izin.

Imigrasi Jepang secara resmi mencantumkan permission for multiple activities sebagai salah satu keuntungan HSP.

Daftar Artikel Terkait Informasi Persyaratan Kerja di Jepang:

Daftar pekerjaan untuk Visa HSP Jepang sebenarnya tidak berbentuk daftar profesi tertutup. Sistem Jepang lebih menekankan pada jenis aktivitas yang dilakukan, kategori HSP, kualifikasi, pengalaman, penghasilan, kontrak dan total poin.

Tiga kategori utamanya adalah:

  • HSP 1(i) untuk advanced academic research;
  • HSP 1(ii) untuk advanced specialized/technical activities;
  • HSP 1(iii) untuk advanced business management.

Karena itu, profesi seperti software engineer, AI engineer, data scientist, mechanical engineer, electrical engineer, researcher, scientist, professor, consultant, marketing specialist, dan business manager dapat berpotensi menggunakan HSP apabila aktivitas dan seluruh persyaratan lainnya memenuhi ketentuan.

Hal yang paling penting adalah jangan hanya melihat nama jabatan. Dua orang dengan jabatan yang sama dapat memiliki aktivitas dan kualifikasi yang berbeda sehingga hasil penilaiannya juga dapat berbeda.

Jadi, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “Apakah profesi saya masuk daftar HSP?”, tetapi:

“Apakah aktivitas pekerjaan saya sesuai dengan kategori HSP dan apakah profil saya memenuhi persyaratan poin serta imigrasi Jepang?”

FAQ Daftar Pekerjaan Visa HSP Jepang

Apakah programmer bisa mendapatkan HSP Jepang?

Bisa, apabila pekerjaan, kualifikasi, kontrak, poin dan persyaratan lainnya memenuhi ketentuan HSP yang relevan.

Apakah software engineer termasuk pekerjaan HSP?

Software engineer dapat berpotensi masuk kategori advanced specialized/technical karena pekerjaannya dapat membutuhkan pengetahuan atau teknologi khusus.

Apakah mechanical engineer bisa HSP?

Bisa berpotensi. Mechanical engineering merupakan contoh bidang teknis yang relevan dengan pekerjaan profesional di Jepang.

Apakah AI engineer bisa HSP?

Bisa berpotensi melalui kategori specialized/technical jika aktivitas, kualifikasi, kontrak dan poin memenuhi persyaratan.

Apakah researcher bisa menggunakan HSP?

Bisa. Aktivitas penelitian merupakan salah satu inti kategori advanced academic research.

Apakah professor bisa HSP?

Bisa dalam kondisi tertentu, terutama apabila aktivitasnya memenuhi kategori advanced academic research dan persyaratan lainnya.

Apakah CEO bisa mendapatkan HSP?

Bisa berpotensi melalui kategori advanced business management jika aktivitas pengelolaan bisnis dan seluruh persyaratan HSP terpenuhi.

Apakah marketing bisa HSP?

Bisa berpotensi sebagai aktivitas profesional yang membutuhkan pengetahuan khusus, tetapi tetap harus memenuhi persyaratan kategori HSP dan sistem poin.

Apakah semua pekerjaan dengan gaji tinggi bisa HSP?

Tidak. Gaji merupakan salah satu faktor poin, tetapi pekerjaan dan aktivitasnya juga harus memenuhi kategori HSP.

Apakah HSP hanya untuk orang yang bekerja di perusahaan teknologi?

Tidak. HSP mencakup penelitian akademik, pekerjaan profesional dan teknis, serta manajemen bisnis.

Apakah pekerjaan manual bisa mendapatkan HSP?

Pekerjaan manual biasa bukan target utama kategori advanced specialized/technical. Jepang memiliki jalur status tinggal lain untuk berbagai jenis pekerjaan tersebut.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama