Cara menghitung poin Visa HSP Jepang merupakan salah satu hal paling penting bagi calon tenaga profesional asing yang ingin menggunakan jalur Highly Skilled Professional di Jepang.
Jepang menggunakan sistem poin untuk menilai tenaga profesional asing berdasarkan berbagai faktor, seperti pendidikan, pengalaman kerja, penghasilan tahunan, usia, prestasi penelitian, kemampuan bahasa Jepang, dan faktor bonus lainnya.
Dalam sistem HSP, total 70 poin merupakan ambang utama untuk mendapatkan pengakuan sebagai tenaga profesional berketerampilan tinggi melalui sistem poin. Namun, mencapai 70 poin saja tidak otomatis berarti permohonan pasti disetujui karena pemohon tetap harus memenuhi persyaratan aktivitas dan persyaratan imigrasi lainnya.
Artikel ini membahas cara menghitung poin HSP Jepang dari awal, komponen yang dinilai, contoh simulasi untuk mencapai 70 poin, serta kesalahan yang harus dihindari.
Baca juga: Keuntungan Visa HSP Jepang, Manfaat Highly Skilled Professional
Apa Itu Sistem Poin HSP Jepang?
Sistem poin HSP atau Points-Based Preferential Immigration Treatment for Highly Skilled Foreign Professionals merupakan sistem yang digunakan Jepang untuk memberikan perlakuan imigrasi tertentu kepada tenaga asing dengan kemampuan dan kualifikasi tinggi.
Imigrasi Jepang membagi aktivitas HSP menjadi tiga kategori utama:
- HSP 1(i) – Advanced Academic Research Activities.
- HSP 1(ii) – Advanced Specialized and Technical Activities.
- HSP 1(iii) – Advanced Business Management Activities.
Masing-masing kategori memiliki karakteristik dan tabel penilaian yang berbeda. Poin diberikan berdasarkan faktor seperti latar belakang akademik, pengalaman profesional, penghasilan dan faktor lainnya.
Berapa Poin Minimal HSP Jepang?
Target utama dalam sistem poin HSP adalah:
Minimal 70 poin.
Jika total poin mencapai 70 atau lebih dan persyaratan lainnya terpenuhi, pemohon dapat memenuhi ambang sistem poin HSP.
Contohnya:
| Total Poin | Hasil Perhitungan |
|---|---|
| 50 poin | Belum mencapai ambang 70 poin |
| 60 poin | Belum mencapai ambang 70 poin |
| 69 poin | Masih kurang 1 poin |
| 70 poin | Mencapai ambang sistem poin |
| 80 poin | Mencapai ambang dan memiliki total poin lebih tinggi |
| 90 poin | Mencapai ambang dengan margin lebih besar |
Namun, angka tersebut harus dipahami sebagai hasil sistem poin, bukan jaminan otomatis bahwa status tinggal akan diberikan. Imigrasi juga mensyaratkan pemohon memenuhi persyaratan aktivitas dan persyaratan izin masuk yang berlaku.
Komponen Apa Saja yang Dihitung dalam Poin HSP?
Secara umum, perhitungan poin dapat melibatkan beberapa komponen utama:
- pendidikan;
- pengalaman kerja profesional;
- penghasilan tahunan;
- usia;
- prestasi penelitian;
- kualifikasi tertentu;
- kemampuan bahasa Jepang;
- lulusan universitas tertentu;
- pekerjaan pada organisasi atau proyek tertentu;
- faktor bonus lainnya.
Namun, tidak semua komponen memiliki bobot yang sama pada ketiga kategori HSP. Karena itu, perhitungan harus dilakukan menggunakan tabel yang sesuai dengan jenis aktivitas yang akan dijalankan di Jepang.
Imigrasi Jepang menyediakan tabel evaluasi resmi yang dapat digunakan untuk melakukan perhitungan.
Langkah Pertama: Tentukan Jenis HSP
Sebelum menghitung poin, tentukan terlebih dahulu kategori HSP yang sesuai.
HSP 1(i): Advanced Academic Research
Kategori ini berkaitan dengan penelitian, bimbingan penelitian, atau pendidikan berdasarkan kontrak dengan institusi publik atau swasta di Jepang.
HSP 1(ii): Advanced Specialized and Technical Activities
Kategori ini berkaitan dengan pekerjaan yang membutuhkan pengetahuan atau teknologi dalam bidang ilmu alam atau humaniora berdasarkan kontrak dengan institusi di Jepang.
Kategori ini dapat relevan bagi berbagai tenaga profesional seperti engineer, IT professional, researcher, dan tenaga ahli lainnya apabila aktivitas dan persyaratannya memenuhi ketentuan.
HSP 1(iii): Advanced Business Management
Kategori ini berkaitan dengan aktivitas menjalankan atau mengelola bisnis di Jepang.
Karena tabel poinnya berbeda, jangan menggunakan tabel HSP academic research untuk menghitung calon HSP specialized/technical atau business management.
Poin Pendidikan HSP Jepang
Pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam sistem poin HSP.
Untuk kategori tertentu, gelar akademik yang lebih tinggi dapat memberikan poin lebih besar.
Contoh struktur yang tercantum dalam tabel resmi meliputi:
| Pendidikan | Contoh Poin |
|---|---|
| Doktor | Dapat memberikan poin tinggi sesuai kategori |
| Master | Dapat memberikan poin sesuai kategori |
| Bachelor | Dapat memberikan poin sesuai kategori |
| Beberapa gelar tertentu | Dapat memperoleh tambahan sesuai ketentuan |
Dalam tabel resmi, misalnya, untuk kategori advanced specialized/technical, pemegang gelar doktor atau master memperoleh 20 poin, sementara memiliki gelar doktor, master, atau gelar profesional di beberapa bidang dapat memberikan tambahan 5 poin dalam kondisi yang ditentukan.
Karena detail dapat berbeda berdasarkan kategori, gunakan tabel resmi sesuai aktivitas yang akan dijalankan.
Poin Pengalaman Kerja HSP Jepang
Pengalaman profesional juga merupakan salah satu sumber poin yang penting.
Untuk kategori advanced specialized/technical, tabel resmi memberikan poin berdasarkan lama pengalaman yang relevan.
| Pengalaman Relevan | Poin |
|---|---|
| 3 tahun atau lebih | 5 poin |
| 5 tahun atau lebih | 10 poin |
| 7 tahun atau lebih | 15 poin |
| 10 tahun atau lebih | 20 poin |
Angka di atas berlaku sebagai contoh struktur untuk kategori specialized/technical pada tabel resmi dan tidak boleh otomatis digunakan untuk kategori HSP lainnya.
Untuk membuktikan pengalaman, pemohon harus memiliki dokumen yang dapat menunjukkan masa kerja dan pengalaman profesional yang relevan.
Poin Penghasilan Tahunan
Annual salary atau penghasilan tahunan merupakan salah satu komponen penting dalam perhitungan HSP.
Namun, calon pemohon harus berhati-hati karena struktur poin penghasilan berbeda menurut kategori dan dapat mempertimbangkan usia.
Untuk kategori advanced specialized/technical, tabel resmi menggunakan batas penghasilan yang berbeda menurut kelompok usia. Artinya, tidak tepat mengatakan bahwa semua pemohon HSP harus mendapatkan satu angka gaji minimum yang sama.
Selain itu, untuk business management terdapat struktur penghasilan tersendiri.
Karena itu, ketika menghitung poin, gunakan penghasilan tahunan yang relevan dengan kontrak atau aktivitas di Jepang dan masukkan ke tabel kategori yang benar.
Poin Berdasarkan Usia
Usia juga dapat memberikan poin dalam kategori tertentu.
Untuk advanced academic research dan advanced specialized/technical, tabel resmi mencantumkan kelompok usia tertentu dengan poin yang lebih tinggi untuk usia yang lebih muda.
Sebagai contoh pada tabel resmi:
| Usia | Poin |
|---|---|
| 29 tahun atau lebih muda | 15 poin |
| 30–34 tahun | 10 poin |
| 35–39 tahun | 5 poin |
Untuk kelompok usia di luar rentang tersebut, pemohon harus menggunakan tabel dan ketentuan resmi yang berlaku. Jangan memperkirakan sendiri poin usia.
Poin Kemampuan Bahasa Jepang
Salah satu faktor yang menarik dalam sistem HSP adalah adanya bonus untuk kemampuan bahasa Jepang tertentu.
Dalam tabel resmi, kemampuan bahasa Jepang tertentu dapat memberikan bonus, termasuk:
- JLPT N1 atau kondisi tertentu yang setara menurut ketentuan dapat memberikan 15 poin.
- JLPT N2 dapat memberikan 10 poin dalam kondisi yang ditentukan.
Namun, terdapat aturan mengenai kapan bonus tersebut dapat digunakan dan beberapa bonus tidak dapat dihitung secara bersamaan dalam kondisi tertentu.
Karena itu, jangan langsung menjumlahkan seluruh sertifikat bahasa Jepang sebagai poin tambahan tanpa membaca catatan pada tabel resmi.
Poin Prestasi Penelitian
Untuk bidang akademik dan profesional tertentu, prestasi penelitian dapat menjadi sumber bonus poin.
Contohnya dapat berkaitan dengan:
- publikasi penelitian;
- paten;
- aktivitas penelitian tertentu;
- penghargaan akademik;
- prestasi penelitian lainnya yang memenuhi kriteria.
Jumlah dan jenis prestasi yang dapat dihitung berbeda berdasarkan kategori HSP.
Karena itu, publikasi biasa tidak otomatis berarti mendapatkan bonus. Prestasi tersebut harus memenuhi definisi yang digunakan dalam sistem penilaian resmi.
Bonus Poin HSP Jepang
Selain pendidikan, pengalaman dan penghasilan, sistem HSP memiliki berbagai faktor bonus.
Beberapa contoh bonus dalam tabel resmi meliputi:
- kualifikasi nasional Jepang yang berkaitan dengan pekerjaan;
- kualifikasi asing tertentu;
- gelar dari institusi pendidikan tinggi di Jepang;
- JLPT N1 atau N2 sesuai ketentuan;
- lulusan universitas tertentu yang ditetapkan pemerintah;
- pekerjaan pada organisasi yang memperoleh dukungan tertentu untuk inovasi;
- proyek tertentu pada bidang pertumbuhan;
- dukungan pemerintah daerah dalam konteks yang ditentukan.
Daftar bonus dapat diperbarui oleh pemerintah Jepang. Halaman resmi Imigrasi Jepang saat ini juga mencantumkan daftar khusus untuk bonus inovasi, kualifikasi asing, kemampuan bahasa Jepang, bidang pertumbuhan, serta dukungan pemerintah daerah.
Apakah Semua Bonus Bisa Dijumlahkan?
Tidak selalu.
Ini merupakan salah satu bagian yang paling sering menyebabkan kesalahan perhitungan.
Beberapa bonus memiliki catatan khusus mengenai hubungan atau tumpang tindihnya dengan bonus lain.
Contohnya, tabel resmi mencantumkan ketentuan khusus mengenai bonus JLPT N2 yang tidak dapat digunakan dalam kondisi tertentu apabila poin telah diperoleh melalui bonus lainnya.
Karena itu, jangan hanya menjumlahkan semua angka yang terlihat pada tabel.
Contoh Cara Menghitung Poin HSP Jepang
Berikut contoh sederhana untuk memahami konsep perhitungannya.
Misalnya seorang software engineer berusia 29 tahun atau lebih muda memiliki:
- gelar master;
- pengalaman kerja relevan 7 tahun;
- usia 29 tahun;
- JLPT N1;
- penghasilan yang memenuhi kelompok poin tertentu;
- tidak menggunakan bonus lainnya.
Untuk kategori specialized/technical, berdasarkan tabel resmi:
| Komponen | Contoh Poin |
|---|---|
| Master | 20 |
| Pengalaman 7 tahun | 15 |
| Usia sampai 29 tahun | 15 |
| JLPT N1 | 15 |
| Komponen penghasilan | Bergantung pada usia dan nominal |
Sebelum memasukkan komponen gaji, profil contoh tersebut sudah memiliki:
20 + 15 + 15 + 15 = 65 poin.
Artinya, pemohon hanya membutuhkan tambahan poin dari komponen lain untuk mencapai 70 poin.
Contoh ini menunjukkan mengapa seseorang tidak harus mendapatkan semua poin dari satu faktor. HSP bekerja dengan cara menggabungkan beberapa sumber poin.
Contoh Simulasi HSP 70 Poin
Misalnya setelah menghitung penghasilan sesuai tabel resmi, pemohon memperoleh tambahan 10 poin.
Maka:
65 + 10 = 75 poin.
Dengan demikian, secara matematis profil tersebut melewati ambang 70 poin.
Namun, tetap harus diperiksa apakah seluruh dokumen dan persyaratan aktivitas memenuhi ketentuan HSP.
Contoh Simulasi HSP 80 Poin
Misalnya seseorang memiliki:
- 20 poin dari pendidikan;
- 15 poin dari pengalaman;
- 15 poin dari usia;
- 15 poin dari JLPT N1;
- 10 poin dari penghasilan;
- 10 poin dari bonus tertentu.
Total:
20 + 15 + 15 + 15 + 10 + 10 = 85 poin.
Dalam contoh matematis tersebut, pemohon memiliki 85 poin.
Namun, bonus yang digunakan harus benar-benar memenuhi syarat dan tidak boleh dihitung apabila terdapat aturan yang melarang penggabungan bonus tertentu.
Apakah 70 Poin Lebih Baik daripada 80 Poin?
Untuk memenuhi ambang sistem poin HSP, 70 poin sudah merupakan angka penting.
Namun, memiliki 80 poin dapat menjadi sangat relevan dalam konteks pengajuan permanent residence, karena Jepang memiliki jalur pelonggaran periode tinggal untuk highly skilled professionals berdasarkan tingkat poin tertentu dan kondisi yang berlaku.
Dalam panduan resmi permanent residence, pemegang 80 poin dapat memenuhi salah satu jalur pengurangan periode tinggal apabila persyaratan lainnya terpenuhi. Pemegang 70 poin juga memiliki jalur tersendiri dengan periode yang berbeda.
Yang perlu diingat adalah:
80 poin HSP tidak sama dengan permanent residence otomatis.
Persyaratan PR lainnya tetap harus dipenuhi.
Apakah Poin HSP Dihitung Berdasarkan Kondisi Saat Ini?
Pemohon harus menghitung berdasarkan kondisi yang relevan dengan aplikasi dan aktivitas yang direncanakan.
Contohnya, penghasilan yang digunakan harus sesuai dengan kondisi pekerjaan yang menjadi dasar aplikasi.
Begitu juga pendidikan dan pengalaman kerja harus dapat dibuktikan.
Karena itu, jangan menggunakan angka gaji atau pengalaman yang hanya diperkirakan tanpa dokumen pendukung.
Dokumen untuk Membuktikan Poin HSP
Setelah mendapatkan hasil perhitungan, langkah berikutnya adalah menyiapkan bukti.
Dokumen yang dapat berkaitan dengan pembuktian poin antara lain:
- ijazah;
- transkrip akademik;
- surat pengalaman kerja;
- surat keterangan dari perusahaan;
- kontrak kerja;
- dokumen penghasilan;
- sertifikat JLPT;
- bukti publikasi atau penelitian;
- bukti paten atau penghargaan;
- sertifikat kualifikasi;
- dokumen perusahaan Jepang;
- dokumen yang membuktikan faktor bonus.
Prinsipnya sederhana:
Jangan mengklaim poin yang tidak dapat dibuktikan.
Apakah Poin HSP Bisa Berubah?
Ya, sistem HSP dapat mengalami perubahan.
Halaman resmi Imigrasi Jepang saat ini mencantumkan dokumen evaluasi, bonus, dan perubahan yang berlaku berdasarkan peraturan terbaru. Karena itu, tabel poin dari artikel lama, forum, atau video YouTube tidak boleh dijadikan satu-satunya acuan.
Terutama untuk bonus khusus, daftar universitas, kualifikasi asing, bidang pertumbuhan, dan dukungan inovasi, pemohon harus memeriksa daftar terbaru dari Immigration Services Agency.
Cara Menghitung Poin HSP Jepang dengan Aman
Berikut metode yang paling aman:
- Tentukan kategori HSP.
- Buka tabel poin resmi untuk kategori tersebut.
- Hitung poin pendidikan.
- Hitung pengalaman kerja yang relevan.
- Masukkan usia.
- Hitung penghasilan tahunan.
- Periksa prestasi penelitian jika ada.
- Periksa bonus bahasa Jepang.
- Periksa bonus lainnya.
- Periksa apakah terdapat bonus yang tidak boleh digabung.
- Jumlahkan seluruh poin yang sah.
- Pastikan mencapai minimal 70 poin.
- Periksa kembali seluruh bukti dokumen.
Contoh Lembar Perhitungan Poin HSP
Pemohon dapat membuat tabel pribadi seperti berikut:
| Komponen | Poin | Bukti |
|---|---|---|
| Pendidikan | 20 | Ijazah + transkrip |
| Pengalaman kerja | 15 | Surat pengalaman kerja |
| Usia | 15 | Paspor |
| Penghasilan | 10 | Kontrak kerja |
| JLPT N1 | 15 | Sertifikat JLPT |
| Bonus lainnya | 5 | Dokumen pendukung |
| Total | 80 | - |
Perlu diingat bahwa tabel tersebut hanyalah contoh format simulasi. Nilai aktual harus mengikuti kategori HSP, kondisi pemohon, dan tabel resmi yang berlaku.
Kesalahan dalam Menghitung Poin HSP Jepang
1. Menggunakan Tabel yang Salah
Pastikan tabel yang digunakan sesuai dengan kategori HSP.
2. Menggunakan Tabel Lama
Peraturan dan bonus dapat berubah. Selalu gunakan sumber resmi terbaru.
3. Menghitung Semua Bonus Sekaligus
Beberapa bonus memiliki ketentuan yang membatasi penggabungan.
4. Menggunakan Pengalaman yang Tidak Relevan
Pengalaman yang diklaim harus memenuhi definisi pengalaman profesional yang berlaku untuk kategori tersebut.
5. Mengklaim Poin Tanpa Bukti
Setiap poin sebaiknya memiliki dokumen pendukung.
6. Menganggap 70 Poin sebagai Jaminan
70 poin merupakan ambang sistem poin, bukan jaminan otomatis bahwa seluruh persyaratan HSP telah terpenuhi.
7. Mengabaikan Aktivitas di Jepang
Selain profil pemohon, aktivitas yang akan dilakukan di Jepang juga harus memenuhi kategori HSP.
Apakah Poin HSP Sama untuk Semua Profesi?
Tidak.
Struktur penilaian dipengaruhi oleh kategori aktivitas HSP.
Misalnya, seorang researcher, software engineer, dan business manager tidak boleh langsung menggunakan satu tabel yang sama tanpa melihat kategori aktivitas masing-masing.
Inilah alasan mengapa langkah pertama dalam menghitung poin selalu menentukan kategori HSP.
Apakah Programmer Bisa Mencapai 70 Poin?
Bisa.
Software engineer atau programmer dengan pendidikan tinggi, pengalaman kerja cukup panjang, penghasilan yang memenuhi kriteria, usia tertentu, kemampuan bahasa Jepang, dan bonus lainnya dapat memiliki profil yang mampu mencapai 70 poin.
Namun, profesi programmer sendiri tidak memberikan angka poin otomatis.
Poin tetap harus dihitung berdasarkan profil nyata pemohon.
Apakah JLPT N1 Membantu Mencapai 70 Poin?
Ya.
Dalam tabel resmi, JLPT N1 dapat memberikan 15 poin untuk kategori tertentu apabila persyaratan bonus terpenuhi.
Itu berarti kemampuan bahasa Jepang dapat menjadi salah satu cara penting untuk memperbesar total poin.
Namun, pemohon tidak boleh menganggap N1 sebagai satu-satunya jalan menuju 70 poin.
Apakah Tanpa JLPT Bisa Mendapatkan 70 Poin?
Bisa saja.
Jika seseorang tidak memiliki JLPT, ia masih dapat memperoleh poin dari pendidikan, pengalaman, usia, penghasilan, prestasi dan bonus lain yang memenuhi syarat.
Jadi, tidak memiliki JLPT bukan berarti otomatis gagal mendapatkan HSP.
Perbedaan HSP 70 Poin dan 80 Poin
| Aspek | 70 Poin | 80 Poin |
|---|---|---|
| Ambang HSP | Memenuhi ambang sistem poin | Memenuhi ambang sistem poin |
| Total poin | 70 atau lebih | 80 atau lebih |
| PR | Dapat relevan dengan jalur 3 tahun sesuai ketentuan | Dapat relevan dengan jalur 1 tahun sesuai ketentuan |
| Jaminan PR | Tidak | Tidak |
Perbedaan ini penting karena banyak calon pemohon HSP mengira 80 poin berarti otomatis mendapatkan PR. Padahal, angka tersebut berkaitan dengan pelonggaran periode tinggal untuk pengajuan PR apabila persyaratan lainnya terpenuhi.
Hubungan Poin HSP dengan Permanent Residence
Sistem poin HSP juga penting bagi orang yang memiliki target jangka panjang untuk memperoleh permanent residence di Jepang.
Jepang menyediakan jalur pelonggaran persyaratan periode tinggal bagi highly skilled professionals berdasarkan tingkat poin tertentu dan kondisi yang ditetapkan.
Secara umum:
- 70 poin dapat berkaitan dengan jalur pengajuan PR setelah periode tertentu.
- 80 poin dapat memberikan jalur yang lebih cepat berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Namun, seluruh persyaratan PR lainnya tetap harus dipenuhi.
HSP Points Calculator: Apakah Ada Kalkulator Resmi?
Imigrasi Jepang menyediakan Points Calculation Table dan formulir perhitungan yang dapat digunakan sebagai referensi.
Karena sistem memiliki banyak pengecualian dan bonus, kalkulator pihak ketiga sebaiknya hanya digunakan untuk simulasi awal.
Untuk pengajuan sebenarnya, gunakan dokumen dan tabel resmi dari Immigration Services Agency of Japan.
Artikel Terkait Kerja di Jepang:
Daftar Artikel Terkait Informasi Persyaratan Kerja di Jepang:
Cara menghitung poin Visa HSP Jepang dimulai dengan menentukan kategori aktivitas, kemudian menghitung poin berdasarkan pendidikan, pengalaman kerja, penghasilan, usia, prestasi dan bonus yang relevan.
Target utama dalam sistem poin HSP adalah 70 poin. Namun, angka tersebut bukan satu-satunya persyaratan. Pemohon juga harus memenuhi persyaratan aktivitas dan ketentuan imigrasi lainnya.
Untuk kategori specialized/technical, misalnya, tabel resmi memberikan poin untuk pendidikan, pengalaman kerja, usia, penghasilan dan sejumlah bonus seperti kemampuan bahasa Jepang. Namun, setiap kategori HSP memiliki struktur penilaian yang berbeda sehingga perhitungan harus dilakukan menggunakan tabel yang sesuai.
Cara paling aman adalah membuat lembar simulasi pribadi, mencatat setiap sumber poin, mencantumkan bukti dokumennya, kemudian memeriksa kembali apakah seluruh poin benar-benar dapat digunakan.
Dengan begitu, calon pemohon tidak hanya mengetahui bahwa dirinya memiliki "sekitar 70 poin", tetapi benar-benar mengetahui dari mana 70 poin tersebut berasal dan bagaimana membuktikannya.
FAQ Cara Menghitung Poin HSP Jepang
Berapa poin minimal untuk HSP Jepang?
Ambang utama sistem poin HSP adalah 70 poin.
Apakah 70 poin pasti mendapatkan HSP?
Tidak. Selain mencapai ambang poin, pemohon harus memenuhi persyaratan aktivitas dan persyaratan imigrasi lainnya.
Apakah S2 mendapatkan poin HSP?
Ya. Gelar master dapat memberikan poin sesuai kategori HSP yang digunakan.
Berapa poin JLPT N1 untuk HSP?
Dalam tabel resmi, JLPT N1 dapat memberikan 15 poin untuk kategori tertentu apabila persyaratan bonus terpenuhi.
Apakah JLPT N2 juga mendapatkan poin?
Dalam kondisi yang ditentukan, JLPT N2 dapat memberikan 10 poin untuk kategori tertentu. Namun, terdapat aturan mengenai penggunaan bonus yang harus diperiksa pada tabel resmi.
Apakah pengalaman kerja 10 tahun mendapatkan poin?
Ya, pengalaman kerja yang relevan dapat memberikan poin. Untuk specialized/technical, tabel resmi mencantumkan 20 poin untuk pengalaman 10 tahun atau lebih.
Apakah usia muda memberikan poin lebih besar?
Untuk kategori tertentu, ya. Misalnya tabel resmi memberikan 15 poin untuk usia sampai 29 tahun pada kategori academic research dan specialized/technical.
Apakah 80 poin lebih baik daripada 70 poin?
Dari sisi total poin, 80 lebih tinggi. Selain itu, tingkat poin dapat menjadi relevan untuk jalur pelonggaran persyaratan periode tinggal dalam pengajuan permanent residence, tetapi tidak berarti PR otomatis diberikan.
Apakah poin HSP bisa dihitung sendiri?
Bisa untuk simulasi awal. Namun, pengajuan sebenarnya harus menggunakan tabel resmi dan bukti dokumen yang sesuai.
