Jepang memiliki pengaruh yang cukup menarik dalam dunia fotografi. Selain dikenal melalui perkembangan kamera dan lensa, bahasa Jepang juga melahirkan sejumlah istilah yang kemudian digunakan secara luas oleh fotografer di berbagai negara.
Salah satu istilah yang paling terkenal adalah bokeh. Istilah ini berasal dari bahasa Jepang dan digunakan dalam fotografi untuk menjelaskan kualitas visual area yang berada di luar fokus. Nikon menjelaskan bahwa kata bokeh berasal dari bahasa Jepang boke (ボケ), yang berkaitan dengan blur atau haze.
Namun, bokeh bukan satu-satunya istilah Jepang yang menarik untuk dipahami. Ada istilah yang berkaitan dengan kamera, estetika visual, cahaya, komposisi, hingga konsep keindahan yang sering menjadi inspirasi fotografer.
Bagi pemula, memahami istilah-istilah tersebut dapat membantu ketika membaca artikel fotografi, mengikuti tutorial, mencari inspirasi foto Jepang, atau berdiskusi dengan fotografer lain.
Apa yang Dimaksud dengan Istilah Fotografi Jepang?
Istilah fotografi Jepang dapat merujuk pada dua hal yang berbeda.
Pertama, istilah yang memang berasal dari bahasa Jepang dan kemudian digunakan dalam dunia fotografi internasional, seperti bokeh.
Kedua, istilah atau konsep estetika Jepang yang sering digunakan untuk menjelaskan pendekatan visual tertentu, misalnya kesederhanaan, ketidaksempurnaan, suasana, cahaya, dan hubungan antara subjek dengan lingkungan.
Keduanya perlu dibedakan agar tidak menganggap semua istilah estetika Jepang sebagai istilah teknis kamera.
1. Bokeh (ボケ)
Bokeh merupakan istilah Jepang yang paling dikenal dalam fotografi internasional.
Dalam fotografi, bokeh mengacu pada kualitas estetis dari area yang berada di luar fokus. Bokeh dapat terlihat pada background maupun foreground sebuah foto.
Contohnya adalah foto seseorang dengan lampu kota di belakangnya. Wajah orang tersebut terlihat tajam, sedangkan lampu di belakang berubah menjadi lingkaran atau area cahaya yang lembut.
Bokeh bukan sekadar foto buram. Karakter blur, transisi dari area tajam ke area tidak fokus, serta bentuk highlight juga dapat memengaruhi tampilan bokeh.
Contoh penggunaan
- Potret dengan lampu kota.
- Foto bunga sakura.
- Fotografi makanan.
- Fotografi malam.
- Street photography.
Untuk menghasilkan bokeh yang lebih kuat pada kamera dengan kontrol aperture, fotografer biasanya dapat menggunakan aperture lebih besar dan memberikan jarak antara subjek dengan background.
2. Boke-Aji (ボケ味)
Boke-aji dapat dipahami sebagai karakter atau kualitas blur yang dihasilkan dalam foto.
Istilah ini berkaitan erat dengan bokeh. Nikon menyebut boke-aji sebagai istilah yang berkaitan dengan "blur quality".
Artinya, pembahasan bokeh tidak hanya mengenai seberapa besar background menjadi blur, tetapi juga bagaimana blur tersebut terlihat.
Misalnya, dua lensa sama-sama dapat membuat background buram, tetapi karakter blur yang dihasilkan bisa terasa berbeda.
3. Boke (ボケ)
Boke adalah kata Jepang yang menjadi asal istilah bokeh.
Dalam konteks fotografi, istilah ini berkaitan dengan kondisi atau efek out-of-focus. Nikon menjelaskan bahwa kata tersebut berkaitan dengan makna blur atau haze.
Karena itu, Anda mungkin menemukan istilah boke, bokeh, atau boke-aji ketika membaca materi fotografi.
4. Shashin (写真)
Shashin (写真) adalah kata Jepang yang berarti foto atau fotografi.
Istilah ini tidak secara khusus berarti teknik fotografi tertentu. Namun, pemula yang sering mencari informasi fotografi Jepang mungkin akan menemukan kata ini dalam nama buku, situs, akun, atau materi berbahasa Jepang.
Secara sederhana:
Shashin = foto/fotografi.
5. Shashin-shū (写真集)
Shashin-shū (写真集) dapat digunakan untuk merujuk pada kumpulan foto atau buku foto.
Konsepnya mirip dengan photobook. Sebuah shashin-shū dapat berisi kumpulan foto dari seorang fotografer, artis, perjalanan, alam, budaya, atau tema tertentu.
Bagi fotografer pemula, melihat kumpulan foto seperti ini dapat menjadi salah satu cara mempelajari komposisi dan gaya visual.
6. Shashin-ka (写真家)
Shashin-ka (写真家) berarti fotografer.
Jika Anda membaca artikel atau sumber berbahasa Jepang dan menemukan kata ini, biasanya konteksnya berkaitan dengan seseorang yang bekerja atau berkarya sebagai fotografer.
Contohnya:
日本の写真家 (Nihon no shashinka) dapat dipahami sebagai fotografer Jepang.
7. Fukei Shashin (風景写真)
Fukei shashin (風景写真) berarti fotografi pemandangan atau landscape photography.
Jenis fotografi ini dapat mencakup gunung, sungai, laut, kota, taman, pedesaan, hingga pemandangan musim.
Dalam konteks Jepang, tema yang sering menarik untuk fotografi pemandangan antara lain:
- Gunung Fuji.
- Pegunungan Jepang.
- Danau.
- Pantai.
- Desa tradisional.
- Hutan bambu.
- Taman Jepang.
- Pemandangan musim gugur.
- Bunga sakura.
8. Shashin Jutsu dan Teknik Fotografi
Dalam sumber berbahasa Jepang, Anda dapat menemukan berbagai gabungan kata yang menggunakan istilah shashin untuk menjelaskan teknik atau bidang fotografi tertentu.
Karena itu, ketika mencari tutorial Jepang, jangan hanya menggunakan kata "camera". Kata 写真 juga dapat membantu menemukan materi fotografi dalam bahasa Jepang.
9. Komorebi (木漏れ日)
Komorebi (木漏れ日) merupakan istilah Jepang yang terkenal untuk menggambarkan cahaya matahari yang menembus celah-celah daun pepohonan.
Dalam fotografi, komorebi menarik karena cahaya yang menembus dedaunan dapat menciptakan pola cahaya dan bayangan yang indah.
Misalnya, fotografer dapat memotret:
- Orang berjalan di bawah pepohonan.
- Jalan setapak di hutan.
- Kuil Jepang yang dikelilingi pepohonan.
- Bunga dengan cahaya dari sela daun.
- Potret dengan backlight alami.
Komorebi bukan istilah teknis kamera seperti aperture atau shutter speed. Istilah ini lebih tepat dipahami sebagai fenomena cahaya yang dapat menjadi subjek atau elemen visual dalam fotografi.
10. Wabi-Sabi (侘び寂び)
Wabi-sabi merupakan konsep estetika Jepang yang sering dikaitkan dengan kesederhanaan, ketidaksempurnaan, kefanaan, dan keindahan yang tidak dibuat berlebihan.
Dalam fotografi, pendekatan wabi-sabi dapat menginspirasi fotografer untuk memperhatikan objek yang sederhana dan tidak sempurna.
Contohnya:
- Dinding tua.
- Pintu kayu yang sudah menua.
- Daun yang mulai berubah warna.
- Keramik dengan ketidaksempurnaan.
- Rumah tradisional yang sederhana.
- Objek yang menunjukkan tanda-tanda usia.
Namun, penting dipahami bahwa wabi-sabi bukan pengaturan kamera. Ini lebih merupakan konsep estetika atau cara memandang keindahan.
11. Ma (間)
Ma (間) merupakan konsep Jepang yang berkaitan dengan ruang, jeda, atau ruang di antara berbagai elemen.
Dalam fotografi, konsep ini dapat diterapkan sebagai inspirasi untuk memberikan ruang kosong di sekitar subjek.
Misalnya, seseorang berdiri sendirian di area luas dengan sebagian besar frame berupa ruang kosong.
Ruang kosong tersebut bukan berarti area yang "tidak berguna". Justru dapat membantu memberikan kesan:
- Kesunyian.
- Kesederhanaan.
- Keseimbangan.
- Jarak.
- Ketenangan.
Ma sebaiknya dipahami sebagai konsep estetika, bukan aturan komposisi yang wajib diterapkan pada setiap foto.
12. Yūgen (幽玄)
Yūgen (幽玄) merupakan konsep estetika Jepang yang sering dikaitkan dengan keindahan yang misterius, tersirat, atau tidak sepenuhnya dapat dijelaskan.
Dalam fotografi, pendekatan ini dapat diterjemahkan secara kreatif melalui foto yang tidak memperlihatkan semuanya secara langsung.
Contohnya:
- Siluet seseorang dalam kabut.
- Jalan gelap dengan satu sumber cahaya.
- Bangunan yang sebagian tertutup kabut.
- Siluet gunung saat matahari terbenam.
- Objek yang terlihat sebagian.
Tujuannya bukan menciptakan misteri secara wajib, tetapi memberikan ruang bagi penonton untuk membayangkan cerita di balik foto.
13. Mono no Aware (物の哀れ)
Mono no aware merupakan konsep estetika Jepang yang berkaitan dengan kesadaran terhadap kefanaan atau sifat sementara dari sesuatu.
Dalam fotografi, konsep ini dapat menjadi inspirasi untuk mengabadikan momen yang tidak berlangsung selamanya.
Sakura merupakan contoh yang sangat mudah dipahami.
Bunga sakura mekar pada waktu tertentu kemudian gugur. Karena itu, foto sakura dapat memiliki makna visual tentang perubahan musim dan berlalunya waktu.
Contoh lainnya adalah:
- Daun musim gugur.
- Salju yang mulai mencair.
- Bangunan tua.
- Jalan yang sepi.
- Bayangan matahari sore.
- Festival yang hanya berlangsung beberapa hari.
14. Kirei (綺麗)
Kirei (綺麗) merupakan kata Jepang yang dapat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang indah atau cantik.
Dalam konteks fotografi, kata ini bukan teknik khusus. Namun, Anda mungkin menemukannya ketika mencari foto atau referensi visual dalam bahasa Jepang.
Misalnya, pencarian menggunakan kata yang berkaitan dengan kirei na shashin dapat mengarah pada pembahasan mengenai foto yang indah.
15. Hikari (光)
Hikari (光) berarti cahaya.
Cahaya merupakan salah satu elemen paling penting dalam fotografi.
Fotografer dapat memanfaatkan berbagai jenis cahaya:
- Cahaya alami.
- Cahaya matahari.
- Backlight.
- Side light.
- Cahaya lampion.
- Neon.
- Iluminasi malam.
Dalam pencarian fotografi Jepang, kata hikari dapat membantu ketika mencari inspirasi yang berkaitan dengan cahaya.
16. Kage (影)
Kage (影) berarti bayangan.
Jika hikari adalah cahaya, kage merupakan bayangan. Keduanya dapat digunakan bersama untuk menciptakan kontras dalam fotografi.
Contohnya adalah foto seseorang yang berjalan di bawah cahaya matahari dengan bayangannya terlihat jelas di tanah.
Fotografi hitam-putih, arsitektur, street photography, dan fotografi minimalis sering dapat memanfaatkan hubungan antara cahaya dan bayangan.
17. Tōka (灯火) dan Cahaya Lampu
Kosakata Jepang yang berkaitan dengan lampu dan cahaya dapat muncul dalam konteks berbeda tergantung situasi dan jenis sumber cahaya.
Untuk fotografer, konsep yang penting bukan sekadar menghafalkan istilahnya, tetapi memahami bagaimana sumber cahaya dapat digunakan sebagai elemen komposisi.
Dalam fotografi malam Jepang, misalnya, lampion, lampu toko, dan neon dapat menjadi sumber cahaya utama atau background bokeh.
18. Yakei (夜景)
Yakei (夜景) berarti pemandangan malam atau night view.
Istilah ini sangat relevan untuk fotografi kota Jepang.
Contohnya:
- Tokyo night view.
- Osaka night view.
- Yokohama night view.
- Kyoto night view.
- Pemandangan kota dari observatorium.
- Jembatan dengan iluminasi malam.
Yakei berbeda dengan bokeh. Yakei mengacu pada pemandangan malam, sedangkan bokeh berkaitan dengan karakter area out-of-focus.
19. Hanabi (花火)
Hanabi (花火) berarti kembang api.
Fotografi hanabi memiliki teknik tersendiri karena fotografer perlu mempertimbangkan shutter speed, fokus, exposure, dan stabilitas kamera.
Kembang api Jepang dapat menjadi objek fotografi yang sangat menarik, terutama ketika dipadukan dengan:
- Sungai.
- Jembatan.
- Gedung kota.
- Kerumunan penonton.
- Refleksi air.
20. Sakura (桜)
Sakura (桜) berarti bunga sakura.
Dalam fotografi, sakura merupakan salah satu subjek paling populer yang berkaitan dengan Jepang.
Fotografer dapat menggunakan sakura untuk berbagai jenis foto:
- Landscape.
- Close-up.
- Macro.
- Portrait.
- Bokeh.
- Street photography.
Satu bunga dapat digunakan sebagai subjek utama dengan bunga lain sebagai background blur.
21. Momiji (紅葉)
Momiji (紅葉) sering digunakan untuk merujuk pada daun musim gugur, khususnya daun maple yang berubah warna.
Fotografi momiji sangat populer karena warna merah, oranye, dan kuning dapat memberikan latar yang kuat.
Teknik bokeh juga dapat digunakan untuk membuat satu daun terlihat tajam sementara dedaunan lainnya menjadi background lembut.
22. Shibui (渋い)
Shibui merupakan istilah estetika Jepang yang berkaitan dengan keindahan yang sederhana, tenang, dan tidak mencolok.
Dalam fotografi, pendekatan ini dapat diterapkan pada foto yang menggunakan warna dan komposisi yang tidak terlalu berlebihan.
Contohnya adalah foto:
- Bangunan kayu tua.
- Jalan tradisional.
- Objek dengan warna natural.
- Kerajinan Jepang.
- Interior sederhana.
Seperti wabi-sabi, shibui lebih tepat dipahami sebagai konsep estetika daripada teknik kamera.
23. Shakkei (借景)
Shakkei (借景) merupakan konsep dalam desain taman Jepang yang secara umum berkaitan dengan "meminjam pemandangan" dari lingkungan di luar taman sebagai bagian dari komposisi.
Konsep ini juga menarik sebagai inspirasi fotografi.
Misalnya, sebuah taman dapat difoto dengan gunung di kejauhan sebagai bagian dari komposisi. Gunung tersebut bukan berada di dalam taman, tetapi secara visual menjadi bagian dari pemandangan.
Dalam fotografi landscape, pendekatan seperti ini dapat membantu fotografer memperhatikan hubungan antara foreground, middle ground, dan background.
24. Kintsugi dan Fotografi
Kintsugi adalah tradisi memperbaiki keramik yang rusak dengan menonjolkan garis perbaikannya, sering kali menggunakan bahan berwarna emas.
Kintsugi bukan istilah fotografi dan bukan teknik kamera.
Namun, konsepnya dapat menjadi inspirasi fotografi tentang:
- Ketidaksempurnaan.
- Perjalanan sebuah benda.
- Usia.
- Perbaikan.
- Nilai sejarah.
Fotografer dapat menggunakan objek lama atau benda yang memiliki bekas penggunaan sebagai subjek cerita visual.
25. Shizen (自然)
Shizen (自然) berarti alam atau natural.
Dalam konteks fotografi, konsep natural dapat diterapkan pada foto yang tidak terlalu banyak menggunakan elemen buatan.
Contohnya adalah fotografi:
- Gunung.
- Hutan.
- Sungai.
- Bunga.
- Hewan.
- Pemandangan pedesaan.
Istilah Mana yang Paling Penting untuk Pemula?
Jika Anda baru mulai mempelajari fotografi Jepang, tidak perlu menghafalkan seluruh istilah sekaligus.
Mulailah dengan beberapa istilah yang paling sering berguna:
| Istilah | Arti Sederhana | Konteks Fotografi |
|---|---|---|
| Bokeh | Kualitas blur out-of-focus | Potret, malam, bunga |
| Boke-aji | Karakter/kualitas blur | Lensa dan estetika |
| Shashin | Foto/fotografi | Kosakata umum |
| Shashinka | Fotografer | Pelaku fotografi |
| Fukei shashin | Fotografi pemandangan | Landscape |
| Yakei | Pemandangan malam | Fotografi kota |
| Komorebi | Cahaya di sela daun | Natural light |
| Hanabi | Kembang api | Fotografi malam |
| Sakura | Bunga sakura | Fotografi musim semi |
| Momiji | Daun musim gugur | Fotografi musim gugur |
| Hikari | Cahaya | Lighting |
| Kage | Bayangan | Kontras dan komposisi |
Perbedaan Istilah Teknis dan Istilah Estetika
Pemula sering kali mencampurkan istilah teknis kamera dengan istilah estetika Jepang.
Padahal keduanya berbeda.
| Kategori | Contoh | Fungsinya |
|---|---|---|
| Teknis fotografi | Aperture, shutter speed, ISO | Mengontrol kamera dan exposure |
| Efek optik | Bokeh | Menjelaskan karakter area out-of-focus |
| Subjek | Sakura, momiji, hanabi | Objek yang difoto |
| Cahaya | Hikari, komorebi | Karakter atau fenomena cahaya |
| Estetika | Wabi-sabi, ma, yūgen | Inspirasi pendekatan visual |
| Pemandangan | Yakei, fukei shashin | Jenis lingkungan atau fotografi |
Contoh Menggabungkan Beberapa Istilah
Menariknya, beberapa istilah tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan satu foto yang sama.
Misalnya Anda memotret seseorang di bawah pohon sakura pada sore hari.
Foto tersebut dapat memiliki:
- Sakura: sebagai subjek atau elemen lingkungan.
- Komorebi: jika cahaya matahari menembus dedaunan.
- Bokeh: jika bunga dan cahaya di background dibuat out-of-focus.
- Hikari: sebagai elemen cahaya.
- Kage: sebagai elemen bayangan.
- Ma: jika komposisinya memberikan banyak ruang kosong.
Jadi, istilah-istilah tersebut tidak selalu berdiri sendiri.
Contoh Foto Malam Tokyo
Misalnya Anda memotret seseorang di Tokyo pada malam hari dengan lampu kota di belakangnya.
Foto tersebut dapat dijelaskan sebagai:
- Yakei: karena menampilkan suasana atau pemandangan malam.
- Bokeh: karena lampu kota berada di luar fokus.
- Hikari: karena cahaya menjadi elemen penting.
- Kage: jika terdapat bayangan yang kuat.
- Shashin: sebagai istilah umum untuk foto.
Contoh ini menunjukkan bahwa satu foto dapat memiliki beberapa karakter sekaligus.
Bagaimana Memanfaatkan Istilah Jepang untuk Belajar Fotografi?
Istilah Jepang dapat menjadi kata kunci yang berguna ketika mencari inspirasi.
Misalnya, daripada hanya mencari "Japanese photography", Anda dapat mencoba mencari kombinasi seperti:
- Bokeh Japan photography
- Tokyo yakei
- Sakura shashin
- Fukei shashin
- Komorebi photography
- Hanabi shashin
- Momiji photography
Jika menggunakan mesin pencari Jepang, kata-kata seperti 写真, 夜景, 桜, 紅葉, dan 花火 juga dapat membantu menemukan referensi visual yang lebih spesifik.
Jangan Menganggap Semua Istilah Jepang sebagai Teknik Fotografi
Ini merupakan hal penting bagi pemula.
Bokeh memang memiliki penggunaan teknis yang jelas dalam fotografi. Namun, istilah seperti wabi-sabi, ma, yūgen, dan mono no aware lebih tepat dipahami sebagai konsep estetika atau budaya yang dapat menginspirasi cara melihat sebuah foto.
Dengan membedakan keduanya, kita tidak akan keliru menganggap konsep budaya sebagai pengaturan kamera.
Hubungan Bokeh dengan Istilah Fotografi Jepang Lainnya
Bokeh dapat menjadi bagian dari banyak gaya fotografi Jepang.
Misalnya:
Bokeh + Sakura menghasilkan foto bunga dengan background lembut.
Bokeh + Yakei menghasilkan foto malam dengan lampu kota yang out-of-focus.
Bokeh + Komorebi dapat menghasilkan foto dengan cahaya lembut yang menembus pepohonan.
Bokeh + Momiji dapat digunakan untuk memotret satu daun musim gugur dengan latar dedaunan yang blur.
Bokeh + Hanabi dapat digunakan untuk eksperimen visual yang menggabungkan cahaya kembang api dan depth of field.
Tips Fotografi Jepang untuk Pemula
Jika baru mulai, jangan terlalu fokus menghafalkan istilah.
Lebih baik langsung mencoba beberapa konsep sederhana:
- Pilih satu subjek utama.
- Perhatikan arah cahaya.
- Cari background yang tidak terlalu mengganggu.
- Coba gunakan depth of field dangkal untuk membuat bokeh.
- Gunakan ruang kosong untuk menciptakan komposisi sederhana.
- Perhatikan hubungan cahaya dan bayangan.
- Coba memotret objek yang berkaitan dengan musim Jepang.
- Bandingkan hasil foto dengan aperture berbeda.
Jika menggunakan kamera dengan kontrol aperture, aperture besar seperti f/1.8 atau f/2.8 dapat membantu menghasilkan depth of field yang dangkal. Namun, hasil bokeh juga dipengaruhi focal length, jarak kamera terhadap subjek, dan jarak subjek terhadap background.
Fotografi Jepang memiliki banyak istilah menarik yang dapat membantu pemula memahami teknik, subjek, cahaya, dan estetika.
Istilah paling terkenal tentu saja bokeh, yang digunakan untuk menjelaskan kualitas visual area out-of-focus. Namun, ada juga istilah seperti shashin untuk foto/fotografi, shashinka untuk fotografer, yakei untuk pemandangan malam, serta fukei shashin untuk fotografi pemandangan.
Di luar istilah teknis, konsep seperti komorebi, wabi-sabi, ma, yūgen, dan mono no aware dapat memberikan inspirasi mengenai bagaimana sebuah foto dapat menyampaikan suasana, kesederhanaan, ruang, cahaya, atau perubahan waktu.
Sementara itu, sakura, momiji, dan hanabi lebih berkaitan dengan objek atau tema fotografi Jepang.
Dengan memahami perbedaan tersebut, pemula dapat lebih mudah membaca artikel fotografi Jepang, mencari inspirasi, dan mengembangkan gaya visual sendiri.
Yang terpenting, tidak semua istilah harus langsung dikuasai. Mulailah dari beberapa istilah dasar seperti bokeh, hikari, kage, komorebi, yakei, sakura, dan momiji, kemudian praktikkan langsung melalui kamera HP atau kamera yang Anda miliki.
FAQ
Apa istilah fotografi Jepang yang paling terkenal?
Bokeh merupakan salah satu istilah Jepang yang paling terkenal dalam fotografi internasional. Istilah ini berkaitan dengan kualitas estetis area yang berada di luar fokus.
Apa arti bokeh dalam fotografi?
Bokeh mengacu pada kualitas visual dari area out-of-focus dalam sebuah foto. Kata tersebut berasal dari bahasa Jepang boke.
Apa arti shashin?
Shashin (写真) adalah kata Jepang yang berarti foto atau fotografi.
Apa arti shashinka?
Shashinka (写真家) berarti fotografer.
Apa arti yakei?
Yakei (夜景) berarti pemandangan malam atau night view dan sering digunakan dalam konteks fotografi kota pada malam hari.
Apa arti komorebi?
Komorebi (木漏れ日) menggambarkan cahaya matahari yang menembus celah-celah daun pepohonan. Dalam fotografi, fenomena ini dapat menjadi elemen cahaya yang menarik.
Apa arti wabi-sabi dalam fotografi?
Wabi-sabi bukan teknik kamera. Konsep estetika tersebut dapat menjadi inspirasi untuk memotret kesederhanaan, ketidaksempurnaan, usia, dan perubahan.
Apa arti ma dalam fotografi?
Ma merupakan konsep yang berkaitan dengan ruang atau jeda. Dalam fotografi, konsep ini dapat menginspirasi penggunaan ruang kosong sebagai bagian dari komposisi.
Apa arti hanabi?
Hanabi (花火) berarti kembang api. Dalam fotografi Jepang, hanabi merupakan salah satu objek menarik untuk fotografi malam.
Apa arti momiji?
Momiji (紅葉) sering digunakan untuk merujuk pada daun musim gugur, terutama daun maple yang berubah warna.
Apakah semua istilah Jepang merupakan teknik fotografi?
Tidak. Bokeh memiliki penggunaan teknis yang jelas dalam fotografi, sedangkan istilah seperti wabi-sabi, ma, dan yūgen lebih tepat dipahami sebagai konsep estetika atau budaya yang dapat menjadi inspirasi visual.
