Bokeh adalah salah satu istilah yang sangat populer dalam dunia fotografi. Efek ini terlihat ketika objek utama dalam foto tampak tajam, sementara bagian latar depan atau latar belakang terlihat lembut dan tidak fokus.
Istilah bokeh sebenarnya berasal dari bahasa Jepang, yaitu boke (ボケ), yang berarti blur, kabur, atau tidak fokus. Dalam fotografi, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kualitas visual dari area yang berada di luar fokus, bukan sekadar kondisi gambar yang buram.
Efek bokeh banyak digunakan dalam fotografi potret, bunga, makanan, jalanan, lampu malam, hingga fotografi perjalanan. Di Jepang, teknik ini juga sering terlihat pada foto suasana kota, festival, lampion, bunga sakura, dedaunan musim gugur, dan lampu malam.
Apa Itu Bokeh dalam Fotografi?
Secara sederhana, bokeh adalah kualitas blur pada bagian foto yang berada di luar bidang fokus.
Misalnya, seorang fotografer memotret seseorang dengan latar belakang pepohonan. Wajah orang tersebut dibuat tajam, sementara pepohonan di belakangnya terlihat lembut dan kabur. Jika transisi blur tersebut terlihat menarik secara visual, itulah yang disebut bokeh.
Bokeh biasanya digunakan untuk membuat objek utama lebih menonjol. Latar belakang yang terlalu ramai dapat dibuat lebih lembut sehingga perhatian penonton tertuju pada subjek utama.
Apakah Bokeh Berasal dari Jepang?
Istilah bokeh memang berasal dari bahasa Jepang. Kata boke (ボケ) berarti kabur atau tidak fokus, sedangkan istilah boke-aji dapat digunakan untuk menggambarkan karakter atau kualitas blur.
Istilah tersebut kemudian menjadi bagian dari kosakata fotografi internasional. Saat ini fotografer dari berbagai negara menggunakan kata bokeh untuk menjelaskan karakter area foto yang berada di luar fokus.
Jadi, ketika orang menyebut “foto dengan bokeh”, yang dimaksud bukan sekadar foto yang dibuat buram. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana area yang tidak fokus tersebut terlihat.
Bokeh dan Depth of Field
Bokeh sangat berkaitan dengan depth of field (DOF) atau kedalaman bidang fokus.
Depth of field adalah rentang area di depan dan belakang titik fokus yang masih terlihat cukup tajam. Aperture, focal length, jarak kamera terhadap subjek, serta jarak antara subjek dan latar belakang dapat memengaruhi kedalaman bidang fokus.
Ketika depth of field menjadi lebih dangkal, bagian di luar fokus akan lebih mudah terlihat blur.
Hubungan Aperture dengan Bokeh
Salah satu pengaturan kamera yang paling penting untuk menghasilkan bokeh adalah aperture.
Aperture merupakan bukaan pada lensa yang menentukan jumlah cahaya yang masuk ke sensor kamera. Aperture dinyatakan dengan angka seperti f/1.4, f/1.8, f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, dan seterusnya.
Hal yang sering membingungkan pemula adalah angka f yang lebih kecil justru berarti bukaan lensa lebih besar. Misalnya, f/1.8 memiliki bukaan lebih besar daripada f/5.6. Bukaan yang lebih besar menghasilkan depth of field yang lebih dangkal jika kondisi lainnya sama.
| Aperture | Bukaan | Kecenderungan Blur |
|---|---|---|
| f/1.4 | Sangat besar | Sangat mudah menghasilkan latar belakang blur |
| f/1.8 | Besar | Mudah menghasilkan bokeh |
| f/2.8 | Besar | Cocok untuk bokeh |
| f/4 | Sedang | Blur masih dapat terlihat |
| f/5.6 | Lebih kecil | Area yang tajam semakin luas |
| f/8 | Kecil | Background cenderung lebih jelas |
Angka tersebut bukan aturan mutlak bahwa f/1.4 selalu menghasilkan bokeh yang lebih menarik daripada f/2.8. Karakter bokeh juga dipengaruhi oleh desain lensa, focal length, jarak subjek dan latar belakang, serta kondisi pencahayaan.
Mengapa Latar Belakang Bisa Menjadi Bulat?
Salah satu bentuk bokeh yang paling mudah dikenali adalah lingkaran cahaya atau bokeh balls.
Misalnya, seorang fotografer memotret seseorang pada malam hari dengan lampu kota berada jauh di belakang. Ketika lampu tersebut berada di luar fokus, titik cahaya dapat berubah menjadi lingkaran atau bentuk lembut yang menarik.
Bentuk area cahaya yang tidak fokus tersebut sebagian dipengaruhi oleh bentuk diafragma atau bilah aperture pada lensa. Lensa dengan bilah aperture yang lebih melingkar cenderung menghasilkan bentuk highlight yang lebih bulat.
Contoh Bokeh dalam Fotografi Jepang
Jepang memiliki banyak objek yang cocok digunakan untuk fotografi bokeh. Lampu kota, festival, bunga, kuil, jalanan dan suasana malam dapat menghasilkan latar belakang yang menarik ketika dipotret dengan depth of field yang dangkal.
1. Bokeh Lampu Kota Tokyo
Bayangkan seseorang berdiri di jalanan Tokyo pada malam hari. Subjek utama dibuat tajam, sedangkan lampu kendaraan, papan toko dan lampu gedung di belakangnya dibuat tidak fokus.
Hasilnya adalah subjek yang menonjol dengan kumpulan cahaya lembut di latar belakang.
2. Bokeh Sakura di Jepang
Bunga sakura juga menjadi objek yang populer untuk teknik bokeh.
Fotografer dapat memfokuskan satu bunga atau ranting yang berada di depan kamera. Bunga-bunga lain yang berada lebih jauh akan terlihat kabur sehingga menghasilkan lapisan visual yang lembut.
3. Bokeh Lampion Festival Jepang
Lampion yang digunakan dalam berbagai festival Jepang dapat menjadi sumber cahaya yang menarik untuk menghasilkan bokeh.
Dengan menggunakan aperture lebar dan memfokuskan kamera pada subjek yang berada di depan, lampion yang berada jauh di belakang dapat berubah menjadi titik-titik cahaya lembut.
4. Bokeh di Jalanan Jepang
Fotografi jalanan di Jepang juga dapat memanfaatkan bokeh. Misalnya, fotografer memotret seseorang yang berjalan di kawasan perkotaan dengan lampu toko dan kendaraan berada di belakang.
Teknik tersebut dapat membuat foto jalanan terlihat lebih sinematik sekaligus membantu memisahkan subjek dari lingkungan sekitar.
5. Bokeh Musim Gugur
Dedaunan musim gugur juga dapat menjadi latar belakang bokeh.
Fotografer dapat memfokuskan satu objek seperti seseorang, daun, atau bangunan kecil, sementara pepohonan berwarna merah, kuning dan oranye di belakangnya dibuat lembut.
Bagaimana Cara Membuat Foto Bokeh?
Membuat bokeh sebenarnya tidak harus menggunakan kamera profesional. Prinsip dasarnya adalah menciptakan depth of field yang dangkal dan mengatur posisi subjek serta latar belakang dengan tepat.
1. Gunakan Aperture Lebar
Jika kamera memungkinkan pengaturan aperture secara manual, gunakan bukaan besar seperti f/1.8, f/2 atau f/2.8.
Bukaan yang lebih besar membantu menciptakan depth of field yang lebih dangkal sehingga latar belakang lebih mudah menjadi blur.
2. Dekati Subjek
Jarak kamera terhadap subjek juga memengaruhi depth of field. Mendekatkan kamera ke subjek dapat membantu menghasilkan latar belakang yang lebih blur.
3. Jauhkan Background dari Subjek
Ini merupakan salah satu trik sederhana yang sangat berguna.
Jika subjek berada dekat dengan dinding, pohon atau objek lain di belakangnya, background mungkin masih terlihat cukup jelas. Sebaliknya, jika background berada jauh di belakang subjek, efek blur dapat terlihat lebih kuat. Nikon juga merekomendasikan meningkatkan jarak antara subjek dan background untuk memperjelas bokeh.
4. Gunakan Lensa dengan Aperture Besar
Lensa dengan aperture maksimum besar, misalnya f/1.8 atau f/1.4, sering digunakan untuk menghasilkan depth of field dangkal.
Lensa prime dengan aperture lebar juga populer untuk fotografi potret karena dapat menghasilkan background yang lembut sekaligus bekerja baik dalam kondisi cahaya rendah.
5. Gunakan Sumber Cahaya di Background
Jika ingin mendapatkan bokeh berbentuk lingkaran cahaya, cari sumber cahaya kecil di background.
Lampu jalan, lampu dekorasi, lampion, lampu kendaraan atau lampu toko dapat menjadi sumber highlight yang menarik ketika berada di luar fokus.
Apakah Smartphone Bisa Menghasilkan Bokeh?
Ya, smartphone juga dapat menghasilkan efek bokeh.
Smartphone modern biasanya menggunakan kombinasi kamera, sensor, pemrosesan gambar dan perangkat lunak untuk menciptakan efek latar belakang blur.
Pada mode portrait, smartphone dapat mendeteksi subjek kemudian membuat bagian background terlihat lebih kabur. Hasilnya dapat menyerupai depth of field dangkal yang biasanya dihasilkan kamera dengan lensa aperture besar.
Namun, bokeh berbasis perangkat lunak dan bokeh optik tidak selalu menghasilkan karakter yang sama. Kamera dengan lensa fisik menghasilkan blur berdasarkan karakteristik optik, sedangkan smartphone dapat menggunakan computational photography untuk memisahkan subjek dan background.
Bokeh Optik vs Blur Digital
| Aspek | Bokeh Optik | Blur Digital |
|---|---|---|
| Cara menghasilkan | Karakteristik optik lensa dan depth of field | Pemrosesan software |
| Peralatan | Kamera dan lensa | Smartphone atau kamera dengan fitur portrait |
| Karakter blur | Bergantung pada lensa dan kondisi pemotretan | Bergantung pada algoritma perangkat |
| Kontrol | Aperture, focal length dan jarak | Mode kamera dan pengaturan software |
| Contoh | Lensa 50mm f/1.8 | Portrait Mode smartphone |
Apakah Bokeh Harus Selalu Sangat Blur?
Tidak. Bokeh tidak berarti background harus dibuat sampai tidak bisa dikenali.
Yang menjadi perhatian dalam istilah bokeh adalah kualitas dan karakter area di luar fokus. Sebuah foto dapat memiliki bokeh yang lembut meskipun bentuk objek background masih dapat dikenali.
Karena itu, fotografer tidak selalu harus menggunakan aperture paling lebar. Dalam kondisi tertentu, aperture seperti f/2.8 atau f/4 dapat memberikan keseimbangan antara subjek yang tajam dan background yang masih memberikan konteks.
Faktor yang Memengaruhi Bokeh
Banyak faktor dapat memengaruhi tampilan bokeh dalam sebuah foto.
- Aperture – bukaan yang lebih besar biasanya menghasilkan depth of field lebih dangkal.
- Focal length – focal length yang lebih panjang dapat membantu menghasilkan blur yang lebih kuat dalam kondisi pemotretan tertentu.
- Jarak kamera dan subjek – semakin dekat kamera dengan subjek, depth of field dapat semakin dangkal.
- Jarak subjek dan background – background yang semakin jauh biasanya semakin mudah terlihat blur.
- Desain lensa – karakter optik lensa memengaruhi kualitas blur.
- Bentuk bilah aperture – dapat memengaruhi bentuk highlight yang tidak fokus.
- Pencahayaan – sumber cahaya di background dapat membuat bokeh lebih terlihat.
Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi. Karena itu, dua foto dengan aperture yang sama belum tentu menghasilkan bokeh yang identik.
Bokeh dalam Fotografi Potret
Fotografi potret merupakan salah satu penggunaan bokeh yang paling umum.
Dengan membuat wajah atau mata subjek tetap tajam dan background menjadi lembut, perhatian penonton dapat diarahkan kepada orang yang difoto.
Teknik ini juga membantu mengurangi gangguan visual dari background yang terlalu ramai. Karena itu, bokeh sering digunakan untuk memisahkan subjek dari lingkungan di sekitarnya.
Bokeh dalam Fotografi Makanan
Bokeh juga dapat digunakan untuk fotografi makanan.
Misalnya, fotografer memfokuskan satu mangkuk ramen atau makanan Jepang di bagian depan. Meja, dekorasi restoran dan makanan lain di belakang dibuat lebih lembut.
Hasilnya membuat makanan utama menjadi pusat perhatian tanpa harus menghilangkan seluruh suasana restoran.
Bokeh dalam Fotografi Bunga
Bunga merupakan salah satu objek yang sangat cocok untuk eksperimen bokeh.
Fotografer dapat mendekati satu bunga kemudian menggunakan aperture lebar. Bunga dan dedaunan yang berada jauh dari titik fokus akan menjadi blur sehingga menghasilkan lapisan visual.
Jika background memiliki cahaya kecil seperti pantulan matahari atau lampu, bentuk bokeh dapat menjadi lebih menarik.
Bokeh dalam Fotografi Malam Jepang
Suasana malam Jepang merupakan salah satu lingkungan yang sangat cocok untuk mencoba teknik bokeh.
Kawasan seperti jalan kota, pusat perbelanjaan, festival, stasiun dan distrik hiburan biasanya memiliki banyak sumber cahaya. Ketika cahaya tersebut berada di luar bidang fokus, lampu dapat berubah menjadi titik-titik blur yang memberikan karakter pada foto.
Teknik ini dapat digunakan untuk memotret suasana malam tanpa harus membuat seluruh latar belakang terlihat jelas.
Contoh Setting Bokeh untuk Pemula
Jika menggunakan kamera yang memiliki mode manual atau aperture priority, pemula dapat mencoba pengaturan sederhana berikut:
| Pengaturan | Contoh |
|---|---|
| Mode | Aperture Priority (A/Av) |
| Aperture | f/1.8–f/2.8 |
| ISO | Sesuaikan dengan kondisi cahaya |
| Fokus | Fokus pada mata atau objek utama |
| Jarak background | Sebaiknya cukup jauh dari subjek |
| Komposisi | Subjek utama berada jelas di depan |
Pengaturan tersebut hanyalah titik awal. Tidak ada satu kombinasi setting yang selalu menghasilkan bokeh terbaik karena kondisi cahaya, lensa dan subjek berbeda-beda.
Kesalahan Umum Saat Membuat Bokeh
1. Mengira Aperture Besar Selalu Lebih Baik
Aperture sangat besar memang dapat menghasilkan blur yang kuat, tetapi tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Pada potret seseorang, misalnya, depth of field yang terlalu dangkal dapat membuat sebagian wajah tidak berada dalam fokus.
2. Tidak Memperhatikan Background
Background yang blur tetap memiliki warna, bentuk dan cahaya. Jika terlalu banyak warna mencolok atau sumber cahaya yang mengganggu, bokeh justru dapat mengalihkan perhatian dari subjek.
3. Fokus Tidak Tepat
Karena depth of field sangat dangkal, kesalahan fokus menjadi lebih mudah terlihat ketika menggunakan aperture lebar.
4. Membuat Semua Foto Menjadi Blur
Bokeh merupakan teknik kreatif, bukan aturan bahwa setiap foto harus memiliki background sangat kabur. Dalam fotografi lanskap atau arsitektur, misalnya, fotografer sering membutuhkan area yang lebih luas tetap tajam.
Apakah Bokeh Sama dengan Foto Blur?
Tidak sepenuhnya sama.
“Blur” adalah istilah umum untuk kondisi gambar yang tidak tajam atau kabur. Sementara bokeh lebih spesifik pada karakter visual area yang berada di luar fokus, terutama ketika blur tersebut memberikan kualitas estetis tertentu.
Jadi, semua bokeh melibatkan area yang tidak fokus, tetapi tidak semua blur dapat disebut sebagai bokeh.
Bokeh adalah kualitas estetis dari area foto yang berada di luar fokus. Istilah ini berasal dari bahasa Jepang boke (ボケ), yang berarti blur atau kabur, dan sekarang menjadi istilah yang digunakan secara luas dalam fotografi internasional.
Untuk menghasilkan bokeh, fotografer biasanya memanfaatkan depth of field yang dangkal. Aperture lebar seperti f/1.8 atau f/2.8 dapat membantu, terutama jika subjek dekat dengan kamera dan background berada cukup jauh. Karakter bokeh juga dipengaruhi oleh focal length, desain lensa, bentuk aperture dan kondisi pencahayaan.
Dalam fotografi Jepang, bokeh dapat digunakan untuk memotret berbagai objek, mulai dari sakura, kuil, festival, lampion, jalanan Tokyo, makanan, potret manusia hingga suasana malam.
Yang paling penting, bokeh bukan sekadar membuat foto menjadi blur. Teknik ini digunakan untuk mengatur perhatian penonton, memisahkan subjek dari background dan menciptakan karakter visual tertentu.
FAQ tentang Bokeh dalam Fotografi
1. Apa arti bokeh?
Bokeh berasal dari bahasa Jepang boke (ボケ), yang berarti blur atau kabur. Dalam fotografi, bokeh merujuk pada kualitas visual area gambar yang berada di luar fokus.
2. Apakah bokeh berasal dari Jepang?
Ya. Istilah fotografi “bokeh” berasal dari kata Jepang boke, kemudian digunakan secara luas dalam dunia fotografi internasional.
3. Bagaimana cara membuat bokeh?
Gunakan aperture lebar, dekati subjek, jauhkan background dari subjek dan manfaatkan lensa yang memiliki aperture maksimum besar.
4. Aperture berapa yang cocok untuk bokeh?
Aperture seperti f/1.4, f/1.8 dan f/2.8 sering digunakan karena menghasilkan depth of field yang dangkal. Namun, aperture yang tepat bergantung pada subjek dan kondisi pemotretan.
5. Apakah smartphone bisa menghasilkan bokeh?
Ya. Smartphone dapat menghasilkan efek background blur melalui kombinasi kemampuan kamera dan pemrosesan perangkat lunak, terutama melalui mode Portrait.
6. Apakah bokeh hanya bisa dibuat dengan kamera profesional?
Tidak. Kamera mirrorless, DSLR, kamera compact tertentu dan smartphone dapat menghasilkan efek bokeh dengan cara yang berbeda.
7. Mengapa lampu background bisa berbentuk lingkaran?
Ketika sumber cahaya berada di luar fokus, bentuknya dapat berubah menjadi highlight yang lembut. Bentuk highlight tersebut dipengaruhi antara lain oleh desain dan bentuk bilah aperture pada lensa.
8. Apakah bokeh sama dengan background blur?
Bokeh berkaitan dengan background blur, tetapi istilah bokeh lebih menekankan pada kualitas dan karakter estetis area yang tidak fokus, bukan sekadar fakta bahwa background terlihat kabur.
