Tahun 2026 membawa beberapa perubahan penting bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Jepang. Pemerintah Jepang dan sejumlah pemerintah daerah mulai menerapkan atau menaikkan beberapa biaya yang berkaitan dengan sektor pariwisata. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengembangan infrastruktur wisata sekaligus mengatasi masalah overtourism yang semakin meningkat di sejumlah destinasi populer.
Bagi wisatawan Indonesia, memahami berbagai pajak dan biaya tambahan ini sangat penting agar dapat menyusun anggaran perjalanan dengan lebih akurat sebelum berangkat ke Negeri Sakura.
Baca juga: Mulai Juli 2026, Turis yang Keluar dari Jepang Kena Pajak 3.000 Yen
1. Pajak Keberangkatan Internasional Naik Menjadi 3.000 Yen
Perubahan terbesar pada tahun 2026 adalah kenaikan International Tourist Tax atau yang sering disebut Sayonara Tax. Mulai 1 Juli 2026, pajak yang sebelumnya sebesar 1.000 yen naik menjadi 3.000 yen per orang. Pajak ini berlaku bagi hampir seluruh penumpang yang meninggalkan Jepang melalui bandara maupun pelabuhan internasional.
Biaya ini biasanya sudah termasuk dalam harga tiket pesawat atau kapal sehingga wisatawan tidak perlu melakukan pembayaran secara terpisah.
2. Pajak Penginapan (Accommodation Tax)
Beberapa kota wisata di Jepang telah menerapkan pajak penginapan yang dibebankan kepada tamu hotel. Besarnya berbeda-beda tergantung daerah dan harga kamar yang digunakan. Kota-kota seperti Tokyo dan Kyoto menjadi wilayah yang paling aktif menerapkan kebijakan ini.
Secara umum, wisatawan dapat dikenakan biaya tambahan mulai dari 100 yen hingga 1.000 yen per malam. Untuk hotel mewah, jumlahnya bisa lebih tinggi sesuai kebijakan pemerintah daerah setempat.
3. Harga Tiket Khusus untuk Wisatawan Asing
Sejumlah destinasi wisata di Jepang mulai mempertimbangkan sistem dual pricing atau harga berbeda antara wisatawan domestik dan wisatawan asing. Tujuannya adalah membantu pendanaan pemeliharaan lokasi wisata yang mengalami lonjakan pengunjung setiap tahun.
Beberapa objek wisata bahkan telah mengusulkan tarif khusus bagi turis asing yang lebih tinggi dibandingkan warga Jepang.
4. Biaya Sistem Pra-Kedatangan Wisatawan
Pemerintah Jepang juga tengah mengembangkan sistem pemeriksaan pra-kedatangan bagi wisatawan dari negara-negara bebas visa. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan keamanan dan mempercepat proses imigrasi. Beberapa laporan menyebutkan bahwa biaya administrasi tambahan dapat diterapkan di masa mendatang, meskipun detail resminya masih menunggu pengumuman pemerintah Jepang.
5. Biaya Transportasi yang Terus Menyesuaikan
Selain pajak resmi, wisatawan juga perlu memperhitungkan kemungkinan kenaikan biaya transportasi. Tarif kereta, bus wisata, hingga layanan transportasi lokal di beberapa daerah mengalami penyesuaian seiring meningkatnya biaya operasional dan jumlah wisatawan.
Meskipun tidak termasuk pajak, biaya ini dapat memengaruhi total anggaran perjalanan, terutama bagi wisatawan yang berencana mengunjungi beberapa kota sekaligus.
6. Biaya Masuk Tempat Wisata yang Berpotensi Naik
Sejumlah destinasi wisata populer mulai menaikkan harga tiket masuk untuk mendukung pemeliharaan fasilitas dan pengelolaan pengunjung. Beberapa lokasi bahkan mempertimbangkan tarif berbeda antara wisatawan lokal dan wisatawan asing.
Wisatawan disarankan memeriksa harga tiket terbaru sebelum berkunjung agar tidak mengalami perubahan biaya yang tidak terduga.
Baca juga: Biaya Liburan ke Jepang Naik? Ini Dampak Kenaikan Pajak Wisatawan
Estimasi Tambahan Biaya untuk Turis Tahun 2026
Jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, wisatawan yang berlibur ke Jepang pada tahun 2026 kemungkinan perlu menyiapkan tambahan anggaran untuk:
- Pajak keberangkatan: 3.000 yen.
- Pajak penginapan: sekitar 100–1.000 yen per malam.
- Potensi tarif wisata khusus turis asing.
- Kenaikan biaya transportasi dan tiket objek wisata tertentu.
Jumlah pastinya tentu bergantung pada kota yang dikunjungi, lama menginap, serta jenis aktivitas wisata yang dipilih.
Baca juga: Apakah Pajak Turis Jepang 2026 Dibayar di Bandara?
Apakah Liburan ke Jepang Masih Layak?
Meskipun terdapat beberapa biaya tambahan, Jepang tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling diminati di dunia. Infrastruktur yang modern, keamanan yang tinggi, budaya yang unik, serta beragam destinasi menarik masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan internasional.
Bagi sebagian besar wisatawan, tambahan biaya tersebut masih relatif kecil dibandingkan keseluruhan biaya perjalanan ke Jepang.
Baca juga: Kondisi Tokyo Jepang Saat Ini Setelah Badai Jangmi
Pada tahun 2026, wisatawan yang berkunjung ke Jepang perlu memperhatikan beberapa biaya tambahan seperti kenaikan pajak keberangkatan menjadi 3.000 yen, pajak penginapan di sejumlah kota, kemungkinan tarif khusus untuk wisatawan asing, serta kenaikan biaya transportasi dan tiket objek wisata tertentu. Dengan memahami perubahan ini sejak awal, wisatawan dapat merencanakan anggaran liburan dengan lebih matang dan menghindari pengeluaran yang tidak terduga selama berada di Jepang.
