Bayangkan sedang traveling di Jepang, Korea Selatan, Prancis, atau negara lain. Anda ingin bertanya arah, membaca informasi, memesan makanan, atau berbicara dengan penduduk lokal, tetapi tidak memahami bahasanya.
Biasanya, kita harus mengambil smartphone, membuka aplikasi penerjemah, mengetik atau berbicara, kemudian menunjukkan hasil terjemahan kepada lawan bicara.
MIRA AI Glasses mencoba mengubah cara tersebut. Kacamata pintar ini dirancang agar pengguna dapat memperoleh terjemahan langsung melalui display di depan mata tanpa harus terus memegang smartphone.
MIRA menyatakan perangkatnya mampu menerjemahkan lebih dari 60 bahasa secara real-time dan mendukung terjemahan dua arah untuk percakapan. Perangkat juga mempunyai live caption serta dual waveguide display yang memungkinkan informasi ditampilkan langsung di depan mata pengguna.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja fitur tersebut? Apakah MIRA benar-benar bisa menerjemahkan percakapan secara langsung? Dan apakah AI glasses ini cukup praktis untuk traveling?
Baca juga: Muse Spark 1.3 Mengenal AI Canggih Meta dan Kemampuan Agentic AI-nya
Apa Itu MIRA AI Glasses?
MIRA AI Glasses adalah kacamata pintar yang menggabungkan AI assistant, display, mikrofon, speaker, transkripsi, memory, dan fitur penerjemahan dalam sebuah perangkat wearable.
Berbeda dengan beberapa smart glasses yang mengandalkan kamera, MIRA tidak mempunyai kamera. Sistemnya lebih berfokus pada suara, AI, display, dan konteks percakapan.
MIRA menggunakan dual waveguide display dengan resolusi 640 × 480 piksel, refresh rate 60 Hz, field of view 28 derajat, dan transparansi sekitar 98 persen menurut spesifikasi resmi. Berat kacamatanya sekitar 39 gram.
Karena mempunyai display, hasil AI dan informasi terjemahan dapat ditampilkan langsung di depan mata pengguna.
Benarkah MIRA Bisa Menerjemahkan 60+ Bahasa?
Ya, menurut informasi resmi MIRA.
MIRA menyatakan bahwa perangkatnya mendukung 60+ bahasa untuk fitur instant translation. Daftar yang dicantumkan mencakup bahasa Indonesia, Jepang, Inggris, Mandarin, Korea, Arab, Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, Thailand, Vietnam, dan berbagai bahasa lainnya.
Namun angka “60+ bahasa” sebaiknya dipahami sebagai jumlah bahasa yang didukung oleh sistem penerjemahan, bukan berarti semua bahasa akan selalu menghasilkan kualitas terjemahan yang sama dalam setiap kondisi.
Kualitas terjemahan dapat dipengaruhi oleh aksen, kebisingan, kecepatan bicara, koneksi, konteks kalimat, serta istilah lokal.
Daftar Bahasa yang Didukung MIRA AI Glasses
Menurut daftar resmi MIRA, bahasa yang didukung antara lain:
- Bahasa Indonesia
- Bahasa Jepang
- Bahasa Inggris
- Bahasa Mandarin
- Bahasa Korea
- Bahasa Arab
- Bahasa Prancis
- Bahasa Jerman
- Bahasa Spanyol
- Bahasa Italia
- Bahasa Portugis
- Bahasa Belanda
- Bahasa Rusia
- Bahasa Turki
- Bahasa Thailand
- Bahasa Vietnam
- Bahasa Melayu
- Bahasa Hindi
- Bahasa Bengali
- Bahasa Swahili
- Bahasa Ukraina
- Bahasa Persia
- Bahasa Tagalog
- Bahasa Tamil
- Bahasa Telugu
- Bahasa Yunani
- Bahasa Ibrani
- Bahasa Norwegia
- Bahasa Denmark
- Bahasa Finlandia
- Bahasa Swedia
- Bahasa Rumania
- Bahasa Serbia
- Bahasa Slovenia
- Bahasa Slovakia
- Bahasa Kroasia
- Bahasa Ceko
- Bahasa Hungaria
- Bahasa Bulgaria
- Bahasa Albania
- dan berbagai bahasa lainnya.
MIRA mencantumkan total dukungan lebih dari 60 bahasa dan secara eksplisit memasukkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang dalam daftar tersebut.
Bagaimana Cara Kerja Terjemahan Real-Time MIRA?
Secara sederhana, sistem penerjemahan MIRA dapat digambarkan seperti berikut:
Suara → Mikrofon → Speech Recognition → AI Translation → Hasil Terjemahan → Display/Speaker
Prosesnya terjadi dalam beberapa tahap.
1. Mikrofon Menangkap Percakapan
MIRA mempunyai dual MEMS microphones untuk menangkap suara. Ketika pengguna menggunakan fitur penerjemahan, sistem menangkap ucapan yang perlu diproses.
Karena MIRA tidak menggunakan kamera, penerjemahan percakapan utamanya mengandalkan audio, bukan gambar wajah atau video.
2. AI Mengubah Suara Menjadi Teks
Suara yang diterima sistem kemudian diproses menjadi teks.
Misalnya seseorang di Jepang mengatakan:
“駅はどこですか?”
Sistem terlebih dahulu perlu mengenali ucapan tersebut sebelum menerjemahkannya.
3. AI Menerjemahkan Kalimat
Setelah ucapan dikenali, sistem AI menerjemahkan kalimat ke bahasa yang dipilih pengguna.
Contohnya:
Bahasa Jepang: “駅はどこですか?”
Bahasa Indonesia: “Di mana stasiunnya?”
Hasil tersebut kemudian dapat diberikan kepada pengguna melalui interface MIRA.
4. Hasil Terjemahan Ditampilkan
Inilah salah satu perbedaan penting MIRA dibanding aplikasi penerjemah biasa.
MIRA mempunyai dual waveguide display yang memungkinkan informasi ditampilkan langsung di depan mata pengguna. Display tersebut mempunyai resolusi 640 × 480 piksel dan field of view sekitar 28 derajat.
Dengan demikian, pengguna tidak selalu perlu melihat layar smartphone.
Apakah Terjemahan MIRA Benar-Benar Real-Time?
MIRA memasarkan fitur tersebut sebagai instant translation dan menyatakan bahwa terjemahan dapat dilakukan secara real-time. Pada halaman produknya, MIRA mencantumkan waktu terjemahan kurang dari 900 milidetik.
Namun “real-time” tidak berarti setiap kalimat akan diterjemahkan secara sempurna tanpa jeda.
Dalam penggunaan nyata, waktu respons dapat dipengaruhi oleh:
- kecepatan orang berbicara;
- kebisingan lingkungan;
- kualitas suara yang diterima mikrofon;
- panjang kalimat;
- bahasa yang digunakan;
- koneksi internet;
- konteks percakapan;
- kondisi server dan sistem AI.
MIRA sendiri menyatakan bahwa fitur, waktu respons, dan tingkat personalisasi dapat berbeda berdasarkan pengaturan pengguna, izin data, dan pola interaksi.
Bagaimana Terjemahan Dua Arah MIRA Bekerja?
Salah satu fitur yang menarik bagi traveler adalah two-way translation.
Artinya, MIRA tidak hanya menerjemahkan ucapan orang lain kepada pengguna, tetapi sistem aplikasinya dirancang untuk membantu menerjemahkan percakapan dalam dua arah.
Contohnya seorang wisatawan Indonesia sedang berbicara dengan orang Jepang.
Orang Jepang:
“どこから来ましたか?”
MIRA:
“Anda berasal dari mana?”
Kemudian pengguna menjawab dalam Bahasa Indonesia:
“Saya berasal dari Indonesia.”
Sistem kemudian dapat membantu menerjemahkan jawaban tersebut ke bahasa Jepang.
Konsep ini membuat MIRA lebih mirip penerjemah percakapan wearable daripada sekadar kamus digital.
MIRA AI Glasses untuk Traveling ke Jepang
Untuk traveler Indonesia, dukungan Bahasa Indonesia dan Jepang membuat fitur ini sangat menarik.
Jepang memiliki banyak situasi di mana wisatawan perlu memahami informasi dalam bahasa lokal, misalnya:
- bertanya arah;
- berkomunikasi di stasiun;
- memesan makanan;
- berbicara dengan staf hotel;
- memahami informasi wisata;
- berbelanja;
- bertanya harga;
- berkomunikasi dalam keadaan darurat.
Dengan AI glasses, pengguna dapat berkomunikasi tanpa harus terus-menerus mengetik pada smartphone.
Contoh MIRA Saat Memesan Makanan di Jepang
Bayangkan Anda berada di sebuah restoran Jepang dan tidak memahami menu.
Anda dapat menggunakan kemampuan AI dan penerjemahan untuk membantu memahami informasi yang diperlukan.
Misalnya Anda ingin mengatakan:
“Apakah makanan ini mengandung daging babi?”
AI dapat membantu menerjemahkan pertanyaan tersebut ke bahasa Jepang.
Namun untuk alergi makanan, bahan makanan, atau kondisi kesehatan, hasil terjemahan AI tetap harus diverifikasi. MIRA sendiri mengingatkan bahwa output AI dapat tidak akurat atau tidak lengkap dan informasi penting harus diverifikasi secara independen.
Contoh MIRA Saat Bertanya Arah
Misalnya Anda tersesat di Tokyo dan bertanya kepada seseorang:
“Di mana Stasiun Shibuya?”
MIRA dapat membantu menerjemahkan percakapan tersebut sehingga pengguna tidak harus membuka Google Translate atau aplikasi lain setiap kali ingin bertanya.
Jawaban lawan bicara kemudian dapat diterjemahkan kembali ke bahasa pengguna.
Dalam situasi seperti ini, manfaat utama AI glasses bukan hanya kecepatan terjemahan, tetapi mengurangi langkah yang diperlukan untuk melakukan komunikasi.
MIRA untuk Hotel dan Penginapan
Hotel merupakan salah satu tempat di mana kemampuan terjemahan dapat berguna.
Wisatawan dapat menggunakan AI glasses untuk membantu memahami percakapan dengan staf hotel mengenai:
- waktu check-in;
- waktu check-out;
- sarapan;
- fasilitas hotel;
- arah menuju kamar;
- transportasi;
- aturan penginapan.
Pengguna tetap dapat menggunakan smartphone sebagai cadangan ketika informasi yang diberikan AI perlu diperiksa lebih lanjut.
MIRA untuk Naik Kereta di Jepang
Transportasi merupakan salah satu situasi yang dapat menjadi tantangan bagi wisatawan asing.
Nama stasiun, pengumuman, petunjuk arah, dan percakapan dengan petugas dapat menggunakan bahasa Jepang.
MIRA dapat membantu dalam percakapan langsung dan menerjemahkan informasi bahasa yang didengar.
Namun perlu dibedakan antara menerjemahkan suara dan membaca tulisan pada papan.
MIRA tidak memiliki kamera. Karena itu, kemampuan menerjemahkan tulisan visual melalui kamera seperti yang tersedia pada beberapa smart glasses lain bukan pendekatan utama perangkat ini.
MIRA vs Smartphone untuk Traveling
| Aktivitas | MIRA AI Glasses | Smartphone |
|---|---|---|
| Terjemahan suara | Ya | Ya |
| Terjemahan dua arah | Ya | Ya |
| Melihat hasil terjemahan | Display di depan mata | Layar smartphone |
| Hands-free | Ya | Terbatas |
| Mengambil foto | Tidak | Ya |
| Menerjemahkan tulisan dengan kamera | Tidak menggunakan kamera | Ya |
| GPS dan peta | Terbatas melalui ekosistem AI | Sangat lengkap |
| Mengetik teks panjang | Kurang praktis | Lebih praktis |
| AI assistant | Ya | Ya |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa MIRA bukan pengganti smartphone sepenuhnya. Perangkat ini lebih tepat menjadi pendamping smartphone untuk aktivitas hands-free.
Kelebihan MIRA untuk Traveler
1. Tidak Perlu Terus Memegang Smartphone
Pengguna dapat berinteraksi dengan AI melalui kacamata dan mendapatkan informasi melalui display maupun audio.
2. Mendukung 60+ Bahasa
Dukungan bahasa yang luas membuat MIRA dapat digunakan dalam berbagai perjalanan internasional. Bahasa Indonesia dan Jepang termasuk dalam daftar bahasa yang didukung.
3. Terjemahan Dua Arah
Fitur ini dirancang untuk membantu percakapan antara dua orang yang menggunakan bahasa berbeda.
4. Display Langsung di Depan Mata
Pengguna tidak harus selalu melihat layar smartphone untuk mendapatkan informasi.
5. Live Caption
MIRA juga mencantumkan fitur live caption yang dapat membantu pengguna memahami ucapan secara visual.
6. Ring untuk Kontrol
MIRA juga menawarkan MIRA Ring yang dirancang untuk kontrol gesture secara discreet. Ring tersebut merupakan bagian dari ekosistem perangkat MIRA.
Kekurangan MIRA untuk Traveling
Meskipun memiliki banyak fungsi menarik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Tidak Memiliki Kamera
MIRA tidak dapat mengambil foto atau video dan tidak dapat menggunakan kamera sebagai sumber visual untuk memahami lingkungan.
2. Tidak Semua Informasi Visual Bisa Langsung Diterjemahkan
Karena tidak mempunyai kamera, MIRA tidak menggunakan pendekatan “lihat tulisan dengan kamera lalu terjemahkan” seperti perangkat yang mempunyai kamera.
3. Tetap Membutuhkan Ekosistem Smartphone
Untuk saat ini, MIRA menyatakan aplikasi pendampingnya mendukung iOS. Dukungan Android masih dalam pengembangan.
Ini merupakan hal penting bagi traveler yang menggunakan smartphone Android.
4. Koneksi Tetap Penting
Fitur AI dan penerjemahan real-time bergantung pada sistem pemrosesan serta konektivitas yang tersedia. Karena itu, wisatawan tetap sebaiknya mempunyai koneksi internet yang memadai ketika berada di luar negeri.
5. AI Tidak Selalu Sempurna
Terjemahan AI dapat mengalami kesalahan, terutama pada percakapan yang sangat cepat, dialek, istilah lokal, suara bising, atau konteks yang ambigu.
Apakah MIRA Bisa Digunakan Saat Traveling Tanpa Internet?
Jangan menganggap MIRA sebagai penerjemah offline penuh.
Informasi resmi MIRA yang tersedia saat ini tidak menyatakan bahwa seluruh kemampuan AI translation dapat berjalan sepenuhnya tanpa koneksi internet.
Karena itu, traveler sebaiknya tetap menyiapkan eSIM, SIM lokal, roaming, atau koneksi Wi-Fi sebagai cadangan ketika menggunakan fitur AI dan terjemahan.
Berapa Lama Baterai MIRA Saat Traveling?
MIRA mencantumkan daya tahan baterai sekitar 10 jam dan waktu pengisian sekitar 40 menit pada spesifikasi produknya.
Namun angka tersebut merupakan spesifikasi penggunaan yang diklaim produsen. Pemakaian intensif fitur AI, display, audio, dan penerjemahan dapat memengaruhi konsumsi baterai.
Untuk perjalanan seharian, membawa charger atau sumber daya cadangan tetap merupakan langkah praktis.
Apakah MIRA Bisa Menjadi Penerjemah Pribadi?
Secara konsep, iya. MIRA memang dirancang agar AI dapat menjadi penerjemah yang selalu tersedia.
Pengguna tidak perlu mengeluarkan smartphone setiap kali ingin bertanya atau memahami percakapan.
Namun istilah “penerjemah pribadi” sebaiknya dipahami sebagai fungsi bantuan AI, bukan jaminan bahwa semua percakapan akan diterjemahkan sempurna dalam semua kondisi.
MIRA sendiri menyatakan bahwa output AI dapat tidak akurat, tidak lengkap, atau salah secara konteks.
Apakah MIRA Cocok untuk Traveling ke Jepang?
MIRA memiliki sejumlah fitur yang relevan untuk wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang.
Bahasa Indonesia dan Jepang termasuk dalam daftar bahasa yang didukung, sementara perangkat menyediakan display, live caption, dan terjemahan dua arah.
Contoh penggunaan yang masuk akal antara lain:
- berbicara dengan staf hotel;
- bertanya kepada penduduk lokal;
- berkomunikasi di restoran;
- bertanya kepada petugas stasiun;
- membantu memahami percakapan;
- mengikuti percakapan dengan orang asing;
- mendapatkan bantuan AI ketika tersesat.
Namun untuk membaca papan jalan, menu, atau dokumen secara visual, smartphone tetap dapat menjadi perangkat pendamping yang penting karena MIRA tidak mempunyai kamera.
MIRA AI Glasses vs Google Translate untuk Traveling
Google Translate dan MIRA sebenarnya mempunyai pendekatan berbeda.
Google Translate merupakan aplikasi yang dapat digunakan melalui smartphone untuk menerjemahkan teks, suara, gambar, dan percakapan.
MIRA mencoba membuat pengalaman tersebut menjadi lebih natural melalui wearable AI.
Perbedaannya bukan hanya pada kemampuan menerjemahkan, tetapi pada cara pengguna berinteraksi dengan penerjemah.
Dengan smartphone, pengguna melihat layar. Dengan MIRA, informasi dapat ditampilkan melalui display di depan mata.
Apakah MIRA Bisa Menggantikan Google Translate?
Untuk sebagian aktivitas percakapan, MIRA dapat menjadi alternatif wearable yang praktis.
Namun MIRA belum berarti menggantikan seluruh fungsi aplikasi penerjemah pada smartphone.
Smartphone masih memiliki keunggulan untuk menerjemahkan teks dari foto, melihat hasil terjemahan dalam layar besar, memeriksa alternatif terjemahan, menggunakan peta, dan menjalankan aplikasi lain.
Karena itu, pendekatan yang lebih masuk akal adalah menggunakan MIRA dan smartphone secara bersamaan.
Privasi MIRA Saat Digunakan di Luar Negeri
Privasi menjadi aspek menarik karena MIRA tidak memiliki kamera.
MIRA menyatakan bahwa audio tidak disimpan, dijual, atau dibagikan. Menurut perusahaan, audio langsung diproses menjadi transkrip dan audio mentah kemudian dihapus.
Namun ketika menggunakan fitur penerjemahan dalam percakapan dengan orang lain, pengguna tetap perlu mempertimbangkan persetujuan dan norma privasi setempat.
Tidak semua orang mungkin mengetahui bahwa percakapan sedang diproses oleh perangkat AI.
Spesifikasi MIRA AI Glasses yang Relevan untuk Traveling
| Spesifikasi | MIRA AI Glasses |
|---|---|
| Berat | 39 gram |
| Display | Dual waveguide |
| Resolusi | 640 × 480 |
| Field of View | 28° |
| Refresh rate | 60 Hz |
| Transparansi | 98% |
| Kamera | Tidak ada |
| Mikrofon | Dual MEMS |
| Speaker | Dual speaker |
| Terjemahan | 60+ bahasa |
| Live caption | Ya |
| Baterai | Sekitar 10 jam |
| Pengisian | Sekitar 40 menit |
| Kontrol | Voice + MIRA Ring |
Spesifikasi tersebut berasal dari halaman produk MIRA dan dapat berubah seiring pembaruan perangkat lunak maupun produk.
MIRA AI Glasses memang dirancang untuk menerjemahkan lebih dari 60 bahasa secara real-time, termasuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang. Sistemnya mendukung terjemahan dua arah untuk percakapan dan dapat menampilkan informasi melalui dual waveguide display.
Untuk traveler, konsep ini menarik karena pengguna tidak harus terus-menerus mengeluarkan smartphone ketika ingin berbicara dengan orang yang menggunakan bahasa berbeda.
Namun MIRA bukan pengganti seluruh fungsi smartphone. Perangkat ini tidak memiliki kamera, sehingga tidak dirancang untuk mengambil foto atau menerjemahkan tulisan melalui kamera. Smartphone tetap berguna untuk kamera, peta, aplikasi perjalanan, reservasi, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Hal yang paling menarik dari MIRA bukan hanya jumlah bahasa yang didukung, tetapi perubahan cara manusia berinteraksi dengan teknologi penerjemahan: AI translator berpindah dari layar smartphone ke perangkat yang dikenakan langsung di wajah.
Jika teknologi seperti ini terus berkembang, traveling ke negara asing mungkin akan semakin tidak bergantung pada kemampuan bahasa pengguna. AI dapat menjadi jembatan komunikasi yang bekerja secara langsung ketika dibutuhkan.
FAQ MIRA AI Glasses untuk Traveling
Apakah MIRA AI Glasses bisa menerjemahkan bahasa Indonesia?
Ya. Bahasa Indonesia termasuk dalam daftar lebih dari 60 bahasa yang didukung MIRA.
Apakah MIRA bisa menerjemahkan bahasa Jepang?
Ya. Bahasa Jepang tercantum dalam daftar bahasa yang didukung untuk fitur penerjemahan MIRA.
Apakah MIRA bisa menerjemahkan percakapan dua arah?
Ya. MIRA menyatakan aplikasinya mendukung two-way translation untuk membantu percakapan antara dua bahasa.
Apakah MIRA bisa menerjemahkan secara real-time?
MIRA memasarkan fitur tersebut sebagai instant translation. Halaman produknya mencantumkan waktu terjemahan kurang dari 900 milidetik, meskipun hasil nyata dapat dipengaruhi oleh kondisi penggunaan.
Apakah MIRA mempunyai kamera untuk menerjemahkan tulisan?
Tidak. MIRA tidak memiliki kamera. Karena itu, kemampuan utamanya lebih berfokus pada percakapan suara, transkripsi, AI, dan display.
Apakah MIRA bisa digunakan saat traveling ke Jepang?
Ya, Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang didukung. Fitur terjemahan dua arah dapat membantu percakapan dengan penduduk lokal.
Apakah MIRA bisa digunakan tanpa smartphone?
MIRA merupakan perangkat wearable yang terhubung dengan ekosistem aplikasi. Saat ini MIRA menyatakan aplikasi pendampingnya tersedia untuk iOS, sementara dukungan Android masih dalam pengembangan.
Apakah terjemahan MIRA selalu 100 persen akurat?
Tidak ada jaminan seperti itu. MIRA sendiri menyatakan output AI dapat tidak akurat, tidak lengkap, atau salah secara konteks. Untuk informasi penting, hasil terjemahan sebaiknya diverifikasi.
