MIRA AI Glasses adalah kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membawa fungsi AI langsung ke depan mata penggunanya. Berbeda dari smart glasses yang hanya mengandalkan audio atau kamera, MIRA menggunakan display transparan berbasis waveguide sehingga informasi dapat ditampilkan langsung di bidang pandang pengguna.
Perangkat ini dikembangkan dengan konsep “second brain”, yaitu asisten AI yang dapat membantu mengingat percakapan, menjawab pertanyaan, menerjemahkan bahasa, memberikan informasi secara real-time, dan menjalankan berbagai tugas melalui perintah suara.
MIRA bahkan dirancang agar sejumlah pekerjaan yang biasanya dilakukan melalui smartphone atau komputer dapat dilakukan secara hands-free.
Namun, apakah MIRA benar-benar dapat menggantikan laptop?
Untuk menjawabnya, kita perlu melihat lebih dekat teknologi, kemampuan, display, AI agent, baterai, privasi, integrasi software, serta keterbatasan MIRA AI Glasses.
Baca juga: MIRA AI Glasses vs Laptop, Apakah Benar-Benar Bisa Menggantikan Komputer?
Apa Itu MIRA AI Glasses?
MIRA AI Glasses adalah perangkat wearable berbentuk kacamata yang menggabungkan:
- display transparan;
- AI assistant;
- speaker;
- mikrofon;
- koneksi smartphone dan komputer;
- AI agent;
- penyimpanan memori percakapan;
- penerjemahan real-time;
- integrasi aplikasi.
MIRA menyebut produknya sebagai “your second brain” atau otak kedua yang selalu tersedia melalui kacamata.
Konsep ini berbeda dari laptop atau smartphone. Pengguna tidak harus selalu melihat layar besar atau mengetik dengan keyboard untuk mendapatkan bantuan AI.
Pengguna cukup berbicara kepada MIRA dan informasi dapat diberikan melalui audio maupun display di depan mata.
Baca juga: GPT-6 Astra, Seberapa Canggih AI Buatan OpenAI Ini?
Siapa yang Membuat MIRA AI Glasses?
MIRA dikembangkan oleh perusahaan startup yang sebelumnya menggunakan nama Halo sebelum berganti nama menjadi MIRA.
Perusahaan tersebut didirikan oleh AnhPhu Nguyen dan Caine Ardayfio, yang sebelumnya dikenal melalui berbagai eksperimen teknologi dan smart glasses.
Konsep utama MIRA adalah membuat AI lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tidak selalu mengharuskan pengguna berinteraksi dengan layar komputer atau smartphone.
Mengapa MIRA Disebut Bisa Menggantikan Laptop?
Klaim tersebut perlu dipahami secara hati-hati.
MIRA tidak memiliki keyboard fisik, trackpad, atau layar sebesar laptop. Jadi, MIRA bukan pengganti laptop dalam arti tradisional.
Namun, beberapa jenis pekerjaan yang biasanya membutuhkan laptop dapat dilakukan melalui AI agent dan display MIRA.
Contohnya:
- mencari informasi;
- menjawab pertanyaan;
- membaca informasi;
- menerjemahkan bahasa;
- mengelola jadwal;
- mengirim email melalui agent;
- melakukan tugas tertentu melalui perintah suara;
- membantu pekerjaan tanpa menggunakan tangan.
Karena itu, lebih tepat mengatakan bahwa MIRA berusaha mengurangi ketergantungan terhadap layar dan keyboard untuk pekerjaan tertentu, bukan menggantikan seluruh fungsi laptop.
Baca juga: Claude Opus 5 AI Buatan Anthropic dengan Kemampuan Reasoning dan Coding Tingkat Lanjut
Teknologi Display MIRA AI Glasses
Salah satu bagian paling menarik dari MIRA adalah display-nya.
MIRA menggunakan dual waveguide display yang memungkinkan informasi ditampilkan secara transparan di depan mata.
Spesifikasi display yang dipublikasikan MIRA meliputi:
| Spesifikasi | MIRA Glasses |
|---|---|
| Teknologi display | Dual waveguide |
| Resolusi | 640 × 480 |
| Field of View | 28° |
| Refresh rate | 60 Hz |
| Kecerahan | Hingga 2.000 nits |
| Transparansi passthrough | 98% |
| Display privacy | Hanya terlihat oleh pengguna |
Dengan teknologi tersebut, informasi digital dapat muncul di depan mata tanpa menutup pandangan pengguna terhadap lingkungan sekitar.
1. Display Pribadi di Depan Mata
MIRA menyatakan display-nya bersifat fully private, sehingga informasi yang ditampilkan ditujukan untuk dilihat oleh pemakainya.
Konsep ini menarik untuk pekerjaan di tempat umum.
Misalnya, ketika seseorang ingin mendapatkan informasi dari AI di bandara, restoran, kantor, atau jalan, informasi dapat muncul melalui display tanpa harus mengeluarkan smartphone.
Hal tersebut membuat MIRA lebih menyerupai layar pribadi yang selalu tersedia dibandingkan monitor komputer tradisional.
2. AI Assistant Tanpa Harus Membuka Laptop
Salah satu fungsi utama MIRA adalah menyediakan akses AI secara langsung melalui suara.
Pengguna dapat mengajukan pertanyaan seperti:
- “Apa arti kata ini?”
- “Berapa hasil perhitungan ini?”
- “Jelaskan apa yang ada di depan saya.”
- “Terjemahkan kalimat ini.”
- “Apa jadwal saya hari ini?”
Jawaban dapat diberikan melalui audio maupun display.
Dengan konsep seperti ini, AI menjadi bagian dari lingkungan pengguna dan bukan hanya aplikasi yang dibuka melalui smartphone.
3. MIRA Memiliki Fitur “Second Brain”
Salah satu fitur yang paling ditekankan MIRA adalah konsep memori AI.
MIRA dirancang untuk menyimpan dan mengorganisasi percakapan sehingga pengguna dapat mencari kembali informasi yang pernah dibicarakan.
Menurut situs resminya, sistem MIRA mendukung penyimpanan percakapan dan konteks yang dapat dicari melalui aplikasi.
Secara sederhana, pengguna dapat membayangkan MIRA sebagai arsip digital pribadi yang dapat ditanyakan kembali.
Contohnya:
“Apa yang tadi dibicarakan dengan klien mengenai harga proyek?”
Jika informasi tersebut tersedia dalam memori yang disimpan, sistem dapat membantu menemukan kembali konteksnya.
4. MIRA Bisa Mengingat Percakapan
Konsep memori menjadi salah satu pembeda MIRA dibandingkan banyak perangkat wearable biasa.
MIRA menyebut sistemnya memiliki unlimited conversation storage pada ekosistem aplikasinya.
Pengguna dapat mencari, meninjau, dan mengekspor memori melalui aplikasi.
Fitur seperti ini berpotensi berguna bagi:
- pebisnis;
- sales;
- engineer;
- karyawan kantor;
- pelajar;
- peneliti;
- orang yang sering mengikuti meeting.
5. Penerjemahan Lebih dari 60 Bahasa
MIRA juga menawarkan kemampuan penerjemahan real-time.
Situs resmi MIRA menyebut dukungan untuk lebih dari 60 bahasa.
Dengan teknologi tersebut, kacamata dapat digunakan untuk membantu komunikasi lintas bahasa.
Contohnya:
- perjalanan ke luar negeri;
- berkomunikasi dengan wisatawan;
- meeting internasional;
- belajar bahasa asing;
- menerjemahkan percakapan.
MIRA juga menyebut dukungan two-way translation, sehingga sistem dirancang untuk membantu percakapan dua arah.
6. AI Bisa Menjawab Pertanyaan Secara Real-Time
MIRA dirancang untuk memberikan respons AI secara cepat melalui kacamata.
Perusahaan mencantumkan klaim waktu respons real-time kurang dari 500 milidetik untuk pengalaman tertentu.
Artinya, tujuan desainnya adalah membuat interaksi terasa lebih dekat dengan percakapan biasa daripada menunggu lama seperti ketika melakukan proses komputasi berat.
Namun, kecepatan sebenarnya dapat bergantung pada koneksi, jenis permintaan, layanan AI yang digunakan, dan kondisi sistem.
7. MIRA Memiliki AI Agent
Ini adalah salah satu fitur yang membuat MIRA jauh lebih menarik dibandingkan kacamata Bluetooth biasa.
MIRA mendukung AI agents yang dapat digunakan untuk menjalankan tugas tertentu.
Menurut situs resmi MIRA, pengguna dapat memberikan instruksi, meminta AI melakukan sesuatu, lalu memberikan konfirmasi sebelum tindakan dilakukan.
Contoh tugas yang disebutkan MIRA meliputi:
- mengirim email;
- memesan kendaraan;
- membuat rencana;
- menangani tugas tertentu.
Dengan demikian, konsepnya bukan hanya:
“AI menjawab pertanyaan.”
Tetapi:
“AI menerima tujuan dan membantu melakukan pekerjaan.”
8. Integrasi dengan ChatGPT dan Codex
MIRA juga mencantumkan integrasi dengan akun ChatGPT dan Codex.
Integrasi tersebut membuka kemungkinan penggunaan model AI eksternal melalui perangkat wearable.
Artinya, MIRA tidak harus dipahami sebagai satu model AI yang berdiri sendiri. Ia dapat menjadi sebuah antarmuka wearable yang menghubungkan pengguna dengan berbagai layanan AI.
9. Integrasi Gmail dan Google Calendar
MIRA juga mencantumkan integrasi dengan layanan seperti:
- Gmail;
- iMessage;
- Google Calendar;
- layanan lainnya.
Dengan integrasi tersebut, kacamata dapat digunakan sebagai antarmuka hands-free untuk sebagian pekerjaan digital yang sebelumnya dilakukan melalui smartphone atau komputer.
10. MIRA Tidak Menggunakan Kamera
Salah satu hal yang sangat menarik dari desain MIRA adalah tidak adanya kamera.
Berbeda dari beberapa smart glasses lain yang menggunakan kamera untuk memahami lingkungan, MIRA memilih pendekatan tanpa kamera.
Menurut MIRA, keputusan tersebut dibuat untuk meningkatkan privasi.
Dengan tidak memiliki kamera, MIRA tidak dirancang untuk terus-menerus merekam video lingkungan pengguna.
Ini menjadi pembeda penting karena keberadaan kamera pada wearable sering menimbulkan kekhawatiran privasi di tempat umum.
11. Audio Juga Dirancang untuk Privasi
MIRA menyatakan bahwa audio tidak disimpan, dibagikan, atau dijual.
Sistemnya menggunakan mikrofon untuk menangkap suara dan melakukan transkripsi sesuai fungsi perangkat.
Perusahaan juga menyatakan bahwa audio tidak disimpan secara permanen, sementara transkrip dan memori dapat digunakan berdasarkan pengaturan pengguna.
Pengguna tetap perlu membaca kebijakan privasi dan pengaturan aplikasi sebelum menggunakan fitur memori untuk percakapan yang sensitif.
12. Spesifikasi Hardware MIRA
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Berat | 39 gram |
| Display | Dual waveguide |
| Resolusi | 640 × 480 |
| Field of View | 28° |
| Refresh rate | 60 Hz |
| Speaker | Dual built-in speakers |
| Mikrofon | Dual MEMS microphones |
| Sensor | Accelerometer, gyroscope, ambient light |
| Bluetooth | BLE 5.2 |
| Water resistance | IPX2 |
| Baterai | Hingga 10 jam |
| Pengisian | Sekitar 40 menit |
Spesifikasi tersebut berasal dari halaman produk resmi MIRA. Berat perangkat tercantum 39 gram, dengan baterai hingga 10 jam dan waktu pengisian sekitar 40 menit.
13. Berat Hanya 39 Gram
MIRA memiliki berat sekitar 39 gram.
Bobot tersebut penting karena perangkat wearable harus nyaman digunakan dalam waktu lama.
MIRA juga mendukung lensa prescription dan progressive sehingga dapat digunakan sebagai kacamata sehari-hari bagi pengguna tertentu.
14. Baterai Hingga 10 Jam
MIRA mengklaim baterai dapat bertahan hingga 10 jam.
Waktu pengisian penuh yang dicantumkan perusahaan sekitar 40 menit.
Namun, seperti perangkat elektronik lainnya, daya tahan sebenarnya dapat berubah berdasarkan intensitas penggunaan.
Penggunaan display, AI, audio, koneksi, dan fitur real-time secara terus-menerus dapat memengaruhi konsumsi baterai.
15. MIRA Ring sebagai Pengontrol
Selain kacamata, MIRA memiliki perangkat tambahan bernama MIRA Ring.
Cincin ini dirancang sebagai kontrol gestur untuk berinteraksi dengan sistem MIRA.
Dengan kombinasi kacamata dan ring, pengguna dapat melakukan interaksi tanpa harus memegang smartphone.
Konsep tersebut membuat ekosistem MIRA terdiri dari:
- MIRA Glasses;
- MIRA Ring;
- MIRA App.
16. MIRA App
Aplikasi MIRA menjadi pusat kendali ekosistem.
MIRA menyatakan aplikasi tersedia untuk iOS dan desktop.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat:
- mencari memori;
- melihat transkrip;
- melihat ringkasan;
- mengekspor memori;
- mengatur AI;
- mengatur brightness display;
- menggunakan AI agent;
- membangun aplikasi melalui MIRA SDK.
17. MIRA SDK untuk Membuat Aplikasi
MIRA juga membuka akses ke SDK yang memungkinkan developer membuat aplikasi untuk perangkat tersebut.
Ini menarik karena MIRA tidak hanya ingin menjadi produk hardware.
Dengan SDK, developer dapat membuat:
- game sederhana;
- alat hands-free;
- aplikasi produktivitas;
- workflow khusus;
- integrasi AI agent;
- eksperimen berbasis display.
Jika ekosistem developer berkembang, fungsi MIRA dapat bertambah jauh melampaui kemampuan bawaan ketika perangkat pertama kali dibeli.
18. Apakah MIRA Benar-Benar Bisa Menggantikan Laptop?
Jawabannya tergantung pada jenis pekerjaan.
Untuk pekerjaan seperti:
- mencari informasi;
- menjawab pertanyaan;
- menerjemahkan;
- mengelola jadwal;
- mengirim pesan atau email melalui agent;
- mengingat percakapan;
- mendapatkan informasi secara hands-free;
MIRA berpotensi mengurangi kebutuhan membuka laptop atau smartphone.
Namun, laptop tetap jauh lebih praktis untuk:
- menulis artikel panjang dengan keyboard;
- editing video profesional;
- programming kompleks secara manual;
- menggunakan banyak aplikasi sekaligus;
- desain grafis;
- mengedit spreadsheet besar secara manual;
- pekerjaan yang membutuhkan layar besar;
- pekerjaan yang membutuhkan mouse dan keyboard.
Jadi, MIRA lebih tepat dianggap sebagai komputer wearable tambahan daripada pengganti laptop sepenuhnya.
19. MIRA vs Laptop
| Kemampuan | MIRA | Laptop |
|---|---|---|
| Hands-free | Sangat kuat | Terbatas |
| Display besar | Tidak | Ya |
| Keyboard fisik | Tidak | Ya |
| AI assistant | Fokus utama | Tergantung software |
| AI memory | Fitur utama | Tergantung aplikasi |
| Terjemahan real-time | Ya | Dapat menggunakan software |
| Penggunaan di luar ruangan | Sangat praktis | Kurang praktis |
| Software profesional | Terbatas | Sangat luas |
| Editing video | Sangat terbatas | Ya |
| Coding manual | Terbatas | Ya |
20. MIRA vs Smartphone
MIRA juga tidak sepenuhnya menggantikan smartphone.
Smartphone masih unggul untuk:
- mengetik panjang;
- mengambil foto;
- menonton video;
- menggunakan aplikasi kompleks;
- editing;
- gaming;
- mengelola banyak aplikasi.
Sementara MIRA memiliki keunggulan pada:
- hands-free interaction;
- informasi langsung di depan mata;
- AI assistant;
- penerjemahan;
- memori percakapan;
- interaksi suara.
21. Kelebihan MIRA AI Glasses
1. Tidak menggunakan kamera
Desain tanpa kamera menjadi pendekatan yang menarik untuk menjaga privasi.
2. Memiliki display
Informasi tidak hanya diberikan melalui audio tetapi juga dapat muncul di depan mata.
3. AI sebagai fitur utama
MIRA dibangun dari awal dengan konsep AI assistant dan second brain.
4. Memori percakapan
Pengguna dapat mencari kembali informasi dari percakapan yang tersimpan sesuai pengaturan sistem.
5. Penerjemahan real-time
Dukungan lebih dari 60 bahasa membuatnya menarik untuk perjalanan dan komunikasi internasional.
6. AI agent
AI dapat digunakan untuk membantu menjalankan tugas digital tertentu.
7. Hands-free
Pengguna tidak harus selalu memegang smartphone untuk berinteraksi dengan AI.
8. Ring dan SDK
Ekosistemnya tidak hanya berupa kacamata tetapi juga controller dan platform developer.
22. Kekurangan MIRA AI Glasses
1. Bukan pengganti laptop sepenuhnya
MIRA tidak memiliki keyboard, trackpad, dan layar besar seperti laptop.
2. Bergantung pada ekosistem AI
Sejumlah fungsi MIRA bergantung pada aplikasi, konektivitas, layanan AI, dan integrasi eksternal.
3. Display relatif kecil
Display 28° field of view tidak dapat menggantikan pengalaman menggunakan monitor atau laptop berukuran besar untuk pekerjaan visual yang kompleks.
4. Baterai tetap memiliki batas
Klaim hingga 10 jam bergantung pada pola penggunaan. Penggunaan AI dan display secara intensif dapat memengaruhi daya tahan.
5. Privasi tetap harus diperhatikan
Walaupun tidak memiliki kamera, MIRA tetap menggunakan mikrofon dan sistem memori. Pengguna perlu memahami kapan percakapan ditranskripsi dan bagaimana data dikelola.
6. Ekosistem masih berkembang
Manfaat jangka panjang MIRA akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan aplikasi, SDK, integrasi AI, dan ekosistem developer.
23. Berapa Harga MIRA AI Glasses?
Situs resmi MIRA saat ini mencantumkan harga:
- MIRA Glasses non-prescription: $649;
- MIRA Glasses prescription: $749.
Harga tersebut dapat berubah berdasarkan konfigurasi, wilayah, pajak, pengiriman, dan kebijakan penjualan.
MIRA juga menyediakan opsi lensa prescription sehingga perangkat dapat digunakan sebagai kacamata dengan koreksi penglihatan tertentu.
24. Siapa yang Cocok Menggunakan MIRA?
MIRA dapat menarik bagi pengguna yang sering membutuhkan informasi tetapi tidak ingin terus-menerus menggunakan smartphone atau laptop.
Contohnya:
- pebisnis;
- sales;
- developer;
- engineer;
- traveler;
- pelajar;
- peneliti;
- content creator;
- pekerja lapangan;
- pengguna yang menyukai teknologi wearable.
25. Apakah MIRA Cocok untuk Traveler di Jepang?
Untuk traveler, fitur penerjemahan MIRA dapat menjadi salah satu fungsi yang menarik.
Misalnya ketika berada di Jepang, pengguna dapat menggunakan AI untuk membantu memahami bahasa Jepang dalam situasi tertentu.
Contohnya:
- membaca informasi;
- memahami percakapan;
- menerjemahkan kalimat;
- menanyakan arti kata Jepang;
- mendapatkan informasi perjalanan.
Namun, pengguna tetap harus memperhatikan kondisi koneksi internet dan kemampuan layanan pada lokasi tertentu.
Baca juga: MIRA AI Glasses Bisa Mengingat Semua Percakapan? Begini Cara Kerja AI Memory-nya
26. Masa Depan Komputer Wearable
MIRA menunjukkan kemungkinan perubahan besar dalam cara manusia berinteraksi dengan komputer.
Selama beberapa dekade, komputer berarti layar, keyboard, dan mouse.
Kemudian smartphone membuat komputer menjadi perangkat yang selalu berada di saku.
AI glasses mencoba membawa tahap berikutnya:
komputer berada di wajah dan informasi muncul langsung di lingkungan pengguna.
Jika teknologi display, AI agent, baterai, dan voice interface terus berkembang, wearable seperti MIRA dapat menjadi bagian penting dari komputasi sehari-hari.
MIRA AI Glasses merupakan salah satu contoh menarik dari perkembangan AI wearable.
Perangkat ini menggabungkan AI assistant, display waveguide, audio, voice interaction, memori percakapan, penerjemahan real-time, AI agent, integrasi aplikasi, dan SDK dalam bentuk kacamata.
Fitur yang paling menarik adalah konsep second brain. MIRA ingin membuat AI yang bukan hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu pengguna mengingat informasi, memahami bahasa, melakukan pekerjaan, dan mendapatkan bantuan secara hands-free.
Namun, klaim bahwa MIRA dapat menggantikan laptop sebaiknya tidak dipahami secara harfiah.
MIRA memang dapat menggantikan sebagian interaksi yang biasanya dilakukan melalui smartphone atau laptop, terutama untuk informasi, komunikasi, penerjemahan, AI assistant, dan tugas-tugas digital tertentu.
Namun, laptop tetap jauh lebih unggul untuk pekerjaan yang membutuhkan layar besar, keyboard, mouse, software profesional, editing, programming manual, dan multitasking kompleks.
Dengan kata lain, MIRA bukan laptop yang diperkecil menjadi kacamata. MIRA merupakan bentuk komputer wearable yang mencoba mengubah cara manusia berinteraksi dengan AI.
Jika konsep ini terus berkembang, masa depan komputer mungkin bukan lagi sekadar laptop di atas meja atau smartphone di dalam saku, tetapi AI yang selalu tersedia langsung di depan mata.
Baca juga: MIRA AI Agent, Kacamata Pintar yang Bisa Kirim Email, Pesan Kendaraan, dan Menjalankan Tugas
FAQ MIRA AI Glasses
Apa itu MIRA AI Glasses?
MIRA AI Glasses adalah kacamata pintar berbasis AI dengan display waveguide, speaker, mikrofon, memori AI, penerjemahan, dan AI agent.
Apakah MIRA memiliki kamera?
Tidak. MIRA dirancang tanpa kamera sebagai bagian dari pendekatan privasinya.
Apakah MIRA bisa menggantikan laptop?
MIRA dapat menggantikan sebagian fungsi laptop untuk pekerjaan tertentu, tetapi belum menggantikan laptop secara keseluruhan. Laptop masih unggul untuk pekerjaan yang membutuhkan keyboard, layar besar, mouse, dan software profesional.
Apakah MIRA memiliki layar?
Ya. MIRA menggunakan dual waveguide display dengan resolusi 640 × 480 dan field of view 28°.
Berapa lama baterai MIRA?
MIRA mencantumkan daya tahan hingga 10 jam, dengan waktu pengisian sekitar 40 menit.
Berapa berat MIRA AI Glasses?
Berat MIRA Glasses yang tercantum pada spesifikasi resmi adalah sekitar 39 gram.
Berapa bahasa yang dapat diterjemahkan MIRA?
MIRA menyebut kemampuan penerjemahan untuk lebih dari 60 bahasa.
Berapa harga MIRA AI Glasses?
Harga yang tercantum di situs resmi MIRA adalah $649 untuk versi non-prescription dan $749 untuk versi prescription.
Apakah MIRA menggunakan ChatGPT?
MIRA mencantumkan integrasi dengan akun ChatGPT dan Codex, sehingga ekosistemnya dapat menggunakan layanan tersebut sesuai integrasi yang tersedia.
Apakah MIRA benar-benar merupakan komputer?
MIRA dapat dipandang sebagai perangkat komputasi wearable dengan display, input suara, AI, konektivitas, dan aplikasi. Namun, kemampuan dan cara penggunaannya berbeda dari komputer laptop tradisional.
