PLaMo 2.0 Prime merupakan salah satu Large Language Model atau LLM buatan Jepang yang dikembangkan oleh Preferred Networks (PFN). Model ini menjadi salah satu proyek penting Jepang dalam mengembangkan teknologi artificial intelligence yang dibuat secara domestik dan memiliki kemampuan kuat dalam memahami bahasa Jepang.
PLaMo 2.0 Prime merupakan bagian dari keluarga PLaMo, yaitu rangkaian model bahasa besar yang dikembangkan oleh PFN dan anak perusahaannya, Preferred Elements.
Yang menarik, PLaMo tidak dibuat dengan sekadar mengadaptasi model AI asing. PFN mengembangkan PLaMo secara full-scratch di Jepang, menggunakan dataset berkualitas tinggi yang memiliki kandungan bahasa Jepang dalam jumlah besar.
Baca juga: AI Buatan Jepang, Daftar LLM dan Teknologi Artificial Intelligence yang Dikembangkan Jepang
PLaMo 2.0 Prime kemudian dirilis pada 22 Mei 2025 sebagai model flagship komersial terbaru PFN pada saat itu. Model ini dikembangkan dalam proyek GENIAC Phase 2 yang didukung Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang (METI) dan NEDO.
Apa Itu PLaMo 2.0 Prime?
PLaMo 2.0 Prime adalah LLM generatif buatan Jepang yang dikembangkan oleh Preferred Networks.
LLM merupakan jenis model artificial intelligence yang dapat memahami dan menghasilkan bahasa manusia.
Model seperti ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti:
- Menjawab pertanyaan.
- Menulis teks.
- Merangkum dokumen.
- Menerjemahkan bahasa.
- Menganalisis informasi.
- Membantu pemrograman.
- Mencari informasi melalui sistem RAG.
- Mendukung aplikasi AI perusahaan.
PFN merancang PLaMo dengan perhatian khusus terhadap kemampuan bahasa Jepang, sehingga model ini memiliki posisi berbeda dibandingkan banyak LLM global yang dikembangkan terutama untuk pasar internasional.
Baca juga: tsuzumi 2 AI Buatan Jepang dari NTT yang Fokus pada Bahasa Jepang
Siapa yang Membuat PLaMo?
PLaMo dikembangkan oleh Preferred Networks, atau PFN, bersama perusahaan dalam grupnya, termasuk Preferred Elements.
Preferred Networks merupakan perusahaan teknologi Jepang yang memiliki aktivitas penelitian dan pengembangan dalam bidang artificial intelligence, deep learning, robotics, dan berbagai teknologi komputasi lainnya.
PFN juga mengembangkan berbagai teknologi AI secara mandiri, termasuk framework dan perangkat lunak open-source seperti Optuna dan CuPy.
Mengapa PLaMo Dibuat di Jepang?
Salah satu alasan utama pengembangan PLaMo adalah kebutuhan terhadap LLM yang memiliki kemampuan bahasa Jepang yang tinggi.
Sebagian besar model AI generatif terbesar di dunia dikembangkan oleh perusahaan di luar Jepang.
PFN melihat adanya kebutuhan terhadap model yang memahami:
- Bahasa Jepang.
- Budaya Jepang.
- Pengetahuan lokal Jepang.
- Istilah bisnis Jepang.
- Dokumen Jepang.
- Konteks penggunaan bahasa Jepang.
PFN menyebut PLaMo sebagai Japan-made LLM yang dikembangkan sepenuhnya dari awal dan dilatih menggunakan dataset berkualitas tinggi yang kaya akan teks Jepang.
PLaMo 2.0 Prime dan GENIAC
Salah satu bagian penting dalam sejarah PLaMo 2.0 Prime adalah keterlibatannya dalam GENIAC.
GENIAC merupakan program Jepang yang bertujuan memperkuat kemampuan pengembangan foundation model generatif di dalam negeri.
Dalam GENIAC Phase 2, PFN membangun dataset berkualitas tinggi yang mengandung sekitar 100 miliar token dan memiliki kandungan bahasa Jepang yang besar.
Dataset tersebut kemudian digunakan untuk mengembangkan PLaMo 2.0-31B secara full-scratch.
Apa Itu PLaMo 2.0-31B?
Nama 31B mengacu pada skala model yang memiliki sekitar 31 miliar parameter.
Parameter merupakan salah satu ukuran yang digunakan untuk menggambarkan kapasitas model AI dalam mempelajari pola dari data.
Namun, jumlah parameter bukan satu-satunya ukuran kualitas AI.
Kualitas dataset, arsitektur, proses training, post-training, alignment, kemampuan reasoning, dan optimasi juga sangat menentukan kemampuan model.
Dataset 100 Miliar Token
Salah satu bagian paling menarik dari pengembangan PLaMo 2.0 adalah datasetnya.
PFN menyatakan bahwa mereka membangun dataset berkualitas tinggi sekitar 100 miliar token untuk proyek GENIAC Phase 2.
Dataset tersebut memiliki kandungan bahasa Jepang yang sangat besar.
Hal ini penting karena kualitas data pelatihan sangat menentukan kemampuan model dalam memahami bahasa.
Dengan data Jepang yang melimpah, PFN berusaha membangun model yang mampu memahami konteks bahasa Jepang secara lebih baik.
Fokus Utama PLaMo: Bahasa Jepang
Salah satu keunggulan yang paling sering ditekankan PFN adalah kemampuan PLaMo dalam bahasa Jepang.
Bahasa Jepang memiliki karakteristik yang kompleks.
Bahasa tersebut menggunakan:
- Hiragana.
- Katakana.
- Kanji.
- Angka.
- Kata serapan.
- Berbagai tingkat kesopanan.
- Istilah bisnis.
- Istilah teknis.
Selain itu, konteks dan tingkat formalitas juga sangat penting dalam komunikasi bahasa Jepang.
Karena itu, model yang dilatih dengan data Jepang dalam jumlah besar dapat memiliki keuntungan dalam berbagai tugas berbahasa Jepang.
PLaMo 2.0 Prime Mengalami Peningkatan Besar
PFN menyatakan PLaMo 2.0 Prime dirancang dengan peningkatan kemampuan dibandingkan PLaMo Prime sebelumnya.
Model baru tersebut ditujukan untuk menghasilkan kemampuan bahasa Jepang dan instruction following yang lebih baik dibandingkan model lain dalam kelas harga yang sama.
Dengan instruction following yang lebih baik, model dapat lebih memahami instruksi pengguna dan menghasilkan jawaban sesuai permintaan.
Apa Itu Instruction Following?
Instruction following adalah kemampuan AI untuk mengikuti instruksi yang diberikan pengguna.
Contohnya, pengguna dapat memberikan perintah:
“Ringkas artikel ini menjadi lima poin.”
Model yang memiliki kemampuan instruction following baik akan memahami bahwa pengguna tidak meminta artikel baru, tetapi ringkasan yang terdiri dari lima poin.
Kemampuan tersebut sangat penting untuk chatbot dan aplikasi AI perusahaan.
PLaMo Prime Sebelum PLaMo 2.0 Prime
Sebelum PLaMo 2.0 Prime, PFN telah meluncurkan PLaMo Prime.
PLaMo Prime diperkenalkan pada Desember 2024 sebagai model flagship komersial dalam keluarga PLaMo.
Model tersebut dikembangkan dengan dataset berkualitas tinggi dan tambahan pelatihan untuk tugas bahasa Jepang. PFN menyebutnya memiliki performa bahasa Jepang kelas dunia dengan ukuran model yang relatif kompak.
PLaMo 2.0 Prime kemudian menjadi generasi berikutnya dengan peningkatan kemampuan yang lebih besar.
PLaMo 2.0 Prime Bisa Digunakan untuk Apa?
PLaMo 2.0 Prime dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan AI generatif.
Contohnya:
- Chatbot.
- Customer service.
- Penulisan konten.
- Ringkasan dokumen.
- Analisis teks.
- Terjemahan.
- Pemrograman.
- Pencarian informasi.
- RAG.
- Otomatisasi pekerjaan kantor.
PFN menyediakan PLaMo melalui layanan API sehingga pengembang dapat mengintegrasikannya ke aplikasi mereka sendiri.
PLaMo API
PLaMo API memungkinkan pengembang mengakses model PLaMo melalui layanan cloud.
Dengan API, perusahaan dapat mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam aplikasi tanpa harus membangun model dari awal.
PLaMo API juga menggunakan interface yang kompatibel dengan API OpenAI pada produk PLaMo Prime sebelumnya, sehingga pengembang dapat menggunakan library seperti openai-python dan LangChain dengan perubahan kode yang relatif kecil.
PLaMo dan RAG
Salah satu kemampuan penting untuk penggunaan perusahaan adalah RAG atau Retrieval-Augmented Generation.
RAG memungkinkan AI mengambil informasi dari database atau dokumen tertentu sebelum menghasilkan jawaban.
Misalnya sebuah perusahaan memiliki database internal berisi:
- Dokumen perusahaan.
- Manual produk.
- FAQ.
- Dokumen teknis.
- Peraturan internal.
AI dapat menggunakan informasi tersebut sebagai sumber untuk menghasilkan jawaban.
PFN meningkatkan kemampuan PLaMo untuk penggunaan RAG sebagai salah satu bagian dari pengembangan model sebelumnya.
PLaMo untuk Perusahaan
PLaMo memiliki fokus yang kuat terhadap penggunaan enterprise.
Perusahaan dapat menggunakan LLM untuk membantu pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Misalnya:
- Menjawab pertanyaan pelanggan.
- Menganalisis dokumen.
- Membuat ringkasan rapat.
- Mencari informasi internal.
- Membantu membuat laporan.
- Membantu pekerjaan administrasi.
- Membantu programmer.
PFN juga menyediakan opsi implementasi pada lingkungan yang lebih terkontrol, termasuk on-premises.
Mengapa On-Premises Penting?
Perusahaan besar sering memiliki informasi yang sangat sensitif.
Contohnya adalah:
- Data pelanggan.
- Informasi keuangan.
- Dokumen kontrak.
- Informasi penelitian.
- Data produk.
- Informasi internal perusahaan.
Dalam kondisi seperti itu, perusahaan mungkin membutuhkan AI yang dapat dijalankan dalam lingkungan yang lebih terkontrol.
Karena itu, kemampuan menyediakan PLaMo untuk lingkungan on-premises menjadi salah satu aspek penting dari strategi PFN.
PLaMo 2.0 Prime untuk Pemerintah Jepang
Perkembangan yang sangat menarik terjadi pada 2026.
Pada 12 Maret 2026, PFN mengumumkan bahwa PLaMo 2.0 Prime dipilih sebagai salah satu LLM buatan Jepang untuk uji coba Government AI Jepang.
Uji coba tersebut direncanakan dimulai sekitar Agustus 2026 pada platform AI yang disiapkan Digital Agency Jepang.
Model tersebut akan diuji dalam pekerjaan nyata di kementerian dan lembaga pemerintah pusat, termasuk dari sisi efektivitas, keamanan, dan operasional. ([preferred.jp](https://www.preferred.jp/en/news/pr20260312))
Mengapa Government AI Jepang Memilih PLaMo?
Pemerintah Jepang menghadapi tantangan seperti penurunan populasi dan bertambahnya kebutuhan layanan publik.
AI generatif dapat digunakan untuk membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan administrasi.
Namun, penggunaan AI pemerintah membutuhkan perhatian besar terhadap keamanan dan pengelolaan data.
Karena itu, keberadaan LLM buatan Jepang seperti PLaMo menjadi pilihan yang menarik untuk diuji dalam lingkungan pemerintahan.
PLaMo dan Kedaulatan AI Jepang
PLaMo juga memiliki hubungan erat dengan gagasan AI sovereignty.
Jika sebuah negara sepenuhnya bergantung pada model AI dari luar negeri, negara tersebut memiliki pilihan teknologi yang lebih terbatas.
Dengan mengembangkan LLM sendiri, Jepang dapat memiliki alternatif yang disesuaikan dengan bahasa, kebutuhan industri, dan lingkungan domestik.
PLaMo menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan Jepang berusaha membangun kemampuan tersebut.
PLaMo 2.0 Prime vs tsuzumi 2
Menarik untuk membandingkan PLaMo 2.0 Prime dengan tsuzumi 2 dari NTT.
| Aspek | PLaMo 2.0 Prime | tsuzumi 2 |
|---|---|---|
| Pengembang | Preferred Networks | NTT |
| Negara | Jepang | Jepang |
| Jenis | LLM | LLM |
| Fokus | Bahasa Jepang dan kebutuhan generatif AI | Bahasa Jepang dan enterprise |
| Pengembangan | Full-scratch | Full-scratch |
| Model | PLaMo 2.0-31B sebagai basis pengembangan | tsuzumi 2 sekitar 30B |
| Enterprise | Ya | Ya |
| On-premises | Ya | Ya |
| Government AI Jepang | Dipilih untuk uji coba | Dipilih untuk uji coba |
Keduanya menunjukkan bahwa Jepang memiliki lebih dari satu pendekatan dalam membangun LLM domestik.
PLaMo 2.0 Prime vs ChatGPT
PLaMo 2.0 Prime dan ChatGPT sama-sama merupakan teknologi AI generatif, tetapi tujuan dan ekosistemnya berbeda.
ChatGPT dikembangkan sebagai produk AI generatif yang dapat digunakan oleh konsumen, profesional, dan organisasi di berbagai negara.
Sementara PLaMo lebih banyak diarahkan pada pengembangan AI Jepang dengan kemampuan bahasa Jepang yang kuat serta penerapan pada perusahaan dan organisasi.
Karena itu, perbandingan keduanya sebaiknya tidak hanya berdasarkan siapa yang “lebih pintar”.
Faktor seperti bahasa, biaya, keamanan, deployment, integrasi, dan kebutuhan perusahaan juga sangat penting.
PLaMo 2.1 Prime Sudah Hadir
Perlu diperhatikan bahwa keluarga PLaMo terus berkembang.
Pada Oktober 2025, PFN merilis PLaMo 2.1 Prime sebagai pembaruan dari PLaMo 2.0 Prime.
Salah satu peningkatan penting adalah kemampuan automated tool calling.
Dengan kemampuan tersebut, AI dapat memilih tool atau sistem eksternal yang sesuai berdasarkan instruksi pengguna dan dapat bekerja dengan berbagai database internal maupun eksternal.
PFN menyatakan PLaMo 2.1 Prime diperbarui secara otomatis dari PLaMo 2.0 Prime bagi pengguna yang sudah menggunakan layanan tersebut.
Apa Arti Tool Calling?
Tool calling memungkinkan AI menggunakan alat atau sistem eksternal untuk menyelesaikan tugas.
Misalnya, sebuah AI dapat menggunakan:
- Database perusahaan.
- Mesin pencarian.
- API.
- Sistem inventori.
- Sistem CRM.
- Aplikasi internal.
Dengan demikian, AI tidak hanya menghasilkan teks, tetapi dapat menjadi bagian dari sistem kerja perusahaan.
PLaMo Mulai Bergerak ke AI Agent
Kemampuan tool calling membuat PLaMo semakin dekat dengan konsep AI agent.
AI agent bukan hanya menjawab pertanyaan, tetapi dapat menentukan langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
Misalnya pengguna meminta AI mengambil data dari beberapa sistem.
Model dapat memilih database yang sesuai, mengambil informasi, kemudian menggabungkannya menjadi jawaban.
PFN menyebut kemampuan ini sebagai salah satu peningkatan utama pada PLaMo 2.1 Prime.
PLaMo Tidak Berhenti di LLM Umum
Keluarga PLaMo kini memiliki beberapa model dengan fungsi berbeda.
PFN mengembangkan PLaMo sebagai ekosistem, bukan hanya satu model.
Beberapa contohnya adalah:
- PLaMo Prime — model flagship komersial.
- PLaMo 2.0 Prime — generasi flagship yang dikembangkan melalui GENIAC Phase 2.
- PLaMo 2.1 Prime — versi dengan peningkatan kemampuan agent dan tool calling.
- PLaMo Translate — model khusus penerjemahan.
- PLaMo-fin-prime — model yang difokuskan pada bidang keuangan.
- PLaMo Lite — model yang lebih kecil untuk kebutuhan tertentu.
PFN juga terus mengembangkan model khusus untuk bidang seperti keuangan, kesehatan, dan penerjemahan.
PLaMo Translate
Salah satu turunan menarik dari keluarga PLaMo adalah PLaMo Translate.
Model ini dikembangkan khusus untuk penerjemahan teks yang melibatkan bahasa Jepang.
PFN menyebut model tersebut dikembangkan secara full-scratch dan dilatih menggunakan dataset yang memiliki proporsi tinggi bahasa Jepang dan Inggris.
Pada Desember 2025, PLaMo Translate juga dipilih untuk digunakan dalam proyek Government AI Jepang bernama Gennai untuk membantu penerjemahan dokumen administrasi.
PLaMo untuk Industri Keuangan
PFN juga mengembangkan PLaMo-fin-prime, yaitu model yang disesuaikan untuk kebutuhan industri keuangan.
Model tersebut dilatih dengan pengetahuan finansial Jepang dan dapat dikustomisasi untuk kebutuhan masing-masing institusi.
PFN menyebut model yang telah dikustomisasi dapat diterapkan pada lingkungan on-premises dan dilatih lebih lanjut menggunakan data internal lembaga keuangan.
PLaMo untuk Dunia Bisnis
PLaMo memiliki potensi penggunaan yang luas dalam dunia bisnis Jepang.
Misalnya:
- Customer support.
- Analisis dokumen.
- Financial analysis.
- Internal knowledge search.
- Otomatisasi pekerjaan.
- Penerjemahan.
- AI agent.
- Pembuatan konten.
- Pemrograman.
Karena model dikembangkan dengan fokus pada bahasa Jepang, perusahaan dapat menggunakannya untuk dokumen dan komunikasi yang memang menggunakan bahasa Jepang sejak awal.
PLaMo dan Keamanan Data
Keamanan menjadi salah satu alasan penting mengapa PFN menyediakan opsi penggunaan on-premises.
Dalam sektor seperti pemerintahan, keuangan, kesehatan, dan perusahaan besar, data yang diproses AI dapat bersifat sangat sensitif.
Dengan deployment yang lebih terkontrol, organisasi dapat mengatur sendiri bagaimana model dan data digunakan.
PFN juga menawarkan PLaMo melalui Amazon Bedrock Marketplace untuk penggunaan enterprise tertentu, selain cloud API dan deployment on-premises.
PLaMo 2.0 Prime dan Masa Depan AI Jepang
Kehadiran PLaMo 2.0 Prime menunjukkan bahwa pengembangan AI Jepang tidak hanya dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi seperti NTT.
Perusahaan teknologi seperti Preferred Networks juga membangun model AI mereka sendiri.
Hal ini menciptakan ekosistem yang semakin beragam.
Jepang memiliki model dari perusahaan berbeda dengan pendekatan dan keunggulan masing-masing.
Mengapa PLaMo Penting bagi Jepang?
PLaMo penting bukan semata-mata karena namanya merupakan produk Jepang.
Yang lebih penting adalah kemampuan untuk:
- Membangun LLM dari awal.
- Mengembangkan dataset bahasa Jepang berkualitas tinggi.
- Mengembangkan teknologi training sendiri.
- Menyediakan model untuk perusahaan Jepang.
- Mendukung kebutuhan pemerintah.
- Mengembangkan model khusus industri.
Kemampuan tersebut dapat membantu Jepang mengurangi ketergantungan terhadap teknologi AI asing pada beberapa jenis penggunaan.
Apakah PLaMo Bisa Digunakan di Luar Jepang?
Bisa.
PLaMo dapat diakses melalui API dan beberapa deployment enterprise.
PFN juga menyediakan produk dan layanan PLaMo untuk pengembang dan perusahaan.
Namun, salah satu keunggulan utama yang ditekankan PFN tetap berada pada kemampuan bahasa Jepang.
Apakah PLaMo Hanya untuk Orang Jepang?
Tidak.
Model ini dapat digunakan untuk berbagai tugas bahasa dan aplikasi AI.
Namun, perusahaan yang membutuhkan pemrosesan bahasa Jepang dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu kelompok yang paling diuntungkan dari kemampuan PLaMo.
Fakta Menarik PLaMo 2.0 Prime
- PLaMo dikembangkan oleh Preferred Networks.
- Pengembangan model melibatkan Preferred Elements.
- PLaMo dikembangkan secara full-scratch di Jepang.
- PLaMo memiliki fokus kuat pada bahasa Jepang.
- PLaMo 2.0 Prime dirilis pada 22 Mei 2025.
- PLaMo 2.0-31B dikembangkan dalam GENIAC Phase 2.
- Dataset pelatihannya mencapai sekitar 100 miliar token.
- Dataset tersebut kaya akan konten bahasa Jepang.
- PLaMo 2.0 Prime merupakan flagship commercial model PFN.
- PLaMo dapat digunakan melalui API.
- PLaMo juga memiliki opsi deployment on-premises.
- PLaMo 2.1 Prime dirilis pada Oktober 2025.
- PLaMo 2.1 Prime menambahkan automated tool calling.
- PLaMo memiliki model khusus penerjemahan.
- PLaMo memiliki model khusus bidang keuangan.
- PLaMo 2.0 Prime dipilih untuk uji coba Government AI Jepang.
- Uji coba Government AI dijadwalkan mulai sekitar Agustus 2026.
PLaMo 2.0 Prime ( LLM )
PLaMo 2.0 Prime merupakan salah satu LLM buatan Jepang yang menunjukkan keseriusan Preferred Networks dalam membangun teknologi AI domestik.
Model ini dikembangkan secara full-scratch di Jepang dengan dataset berkualitas tinggi sekitar 100 miliar token yang kaya konten bahasa Jepang. PLaMo 2.0 Prime dirilis pada Mei 2025 sebagai model flagship komersial PFN.
Keunggulan PLaMo tidak hanya terletak pada ukuran model, tetapi juga pada fokus terhadap bahasa Jepang, instruction following, kebutuhan enterprise, RAG, keamanan, dan deployment yang fleksibel.
Perkembangan keluarga PLaMo juga terus berlanjut. PLaMo 2.1 Prime membawa kemampuan automated tool calling sehingga model dapat bekerja dengan database dan sistem eksternal sebagai bagian dari pengembangan AI agent.
Yang semakin menarik, pada 2026 PLaMo 2.0 Prime dipilih sebagai salah satu LLM domestik untuk uji coba Government AI Jepang yang dipimpin Digital Agency. Pengujian tersebut direncanakan berlangsung mulai sekitar Agustus 2026 dalam pekerjaan nyata di kementerian dan lembaga pemerintah pusat.
Dengan demikian, PLaMo bukan hanya proyek chatbot Jepang.
Ia merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem AI Jepang yang dapat digunakan dalam bisnis, pemerintahan, keuangan, penerjemahan, dan berbagai industri.
Di tengah persaingan AI global, PLaMo menunjukkan bahwa Jepang memiliki jalannya sendiri: membangun LLM dari awal, memperkuat kemampuan bahasa Jepang, dan mengembangkan AI yang dapat diterapkan langsung pada kebutuhan industri dan pemerintahan.
