X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, merupakan salah satu media sosial yang sangat populer di Jepang. Platform ini digunakan oleh jutaan orang Jepang untuk mengikuti berita, membicarakan anime dan manga, mengikuti idola, berdiskusi tentang olahraga, berbagi informasi sehari-hari, hingga mengetahui topik yang sedang menjadi perbincangan.
Popularitas X di Jepang bahkan memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan penggunaan X di sejumlah negara lain. Bagi banyak pengguna Jepang, X bukan hanya tempat untuk mengunggah foto atau berkomunikasi dengan teman, tetapi juga menjadi semacam ruang publik digital untuk mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini.
DataReportal mencatat sekitar 70,9 juta pengguna aktif X di Jepang berdasarkan data yang tersedia pada awal 2025. Angka tersebut menempatkan Jepang sebagai salah satu pasar terbesar X di dunia.
Baca juga: LINE di Jepang, Mengapa Hampir Semua Orang Menggunakannya?
Apakah X Populer di Jepang?
Ya. X merupakan salah satu platform media sosial penting di Jepang.
Jepang sendiri memiliki ekosistem media sosial yang sangat besar. DataReportal memperkirakan terdapat sekitar 99 juta identitas pengguna media sosial di Jepang pada Oktober 2025, setara dengan sekitar 80,5 persen populasi negara tersebut. 2
Di dalam ekosistem tersebut, X memiliki posisi yang unik karena penggunaannya sangat erat dengan percakapan publik, informasi terkini, hiburan, fandom, dan berbagai komunitas berdasarkan minat.
Berapa Banyak Orang Jepang Menggunakan X?
Berdasarkan data yang dikompilasi DataReportal, Jepang memiliki sekitar 70,9 juta pengguna aktif X pada 2025.
Angka tersebut memang tidak berarti setiap orang Jepang memiliki satu akun X aktif. Data pengguna platform dapat menggunakan metodologi yang berbeda dan sebuah akun juga tidak selalu mewakili satu orang secara unik.
Namun, angka tersebut tetap menunjukkan besarnya skala X di Jepang dan mengapa negara tersebut menjadi salah satu pasar penting bagi platform ini.
Baca juga: AI Buatan Jepang, Daftar LLM dan Teknologi Artificial Intelligence yang Dikembangkan Jepang
Mengapa X Sangat Populer di Jepang?
Ada beberapa alasan yang membuat X memiliki posisi kuat di Jepang.
Popularitas tersebut tidak muncul hanya karena satu faktor, tetapi merupakan hasil dari kombinasi budaya internet, penggunaan hashtag, komunitas berdasarkan minat, kebutuhan mendapatkan informasi cepat, serta kebiasaan mengikuti percakapan publik secara real-time.
1. X Sangat Cocok untuk Informasi Real-Time
Salah satu keunggulan utama X adalah kecepatannya.
Ketika sesuatu terjadi, pengguna Jepang dapat langsung membicarakannya melalui posting atau post di X.
Misalnya ketika terjadi:
- gempa bumi,
- hujan deras,
- peringatan cuaca,
- gangguan transportasi,
- acara besar,
- peluncuran produk,
- pertandingan olahraga,
- acara televisi,
- film baru,
- atau berita hiburan.
Karena itu, X sering menjadi tempat pertama yang dikunjungi pengguna ketika ingin mengetahui apa yang sedang terjadi sekarang.
X sendiri menggambarkan platformnya sebagai tempat untuk menemukan apa yang sedang terjadi saat ini.
2. Budaya Hashtag Sangat Kuat
Hashtag merupakan salah satu bagian penting dari budaya X di Jepang.
Pengguna dapat menggunakan tanda # untuk mengelompokkan percakapan berdasarkan topik tertentu.
Misalnya:
- #アニメ untuk anime.
- #映画 untuk film.
- #東京 untuk Tokyo.
- #日本 untuk Jepang.
- #旅行 untuk perjalanan atau wisata.
Hashtag juga sering digunakan ketika sebuah acara televisi, konser, film, anime, atau kampanye sedang berlangsung.
Akibatnya, seseorang dapat mengikuti percakapan mengenai sebuah topik tanpa harus mengenal semua orang yang membicarakannya.
3. X Menjadi Tempat Berkumpulnya Fandom Jepang
Industri hiburan Jepang merupakan salah satu faktor penting dalam popularitas X.
Penggemar anime, manga, game, musik, idol, film, dan berbagai bentuk hiburan Jepang menggunakan X untuk berkomunikasi dengan komunitas mereka.
Ketika sebuah anime baru ditayangkan, misalnya, pengguna dapat langsung membicarakan episode tersebut setelah selesai menonton.
Hal yang sama terjadi pada:
- film Jepang terbaru,
- anime musim baru,
- game baru,
- konser,
- idol Jepang,
- manga populer,
- figur dan merchandise,
- hingga acara televisi.
Karena itu, X menjadi salah satu tempat penting untuk melihat reaksi komunitas terhadap budaya populer Jepang.
4. Penggemar Anime Sangat Aktif di X
Komunitas anime merupakan salah satu kelompok pengguna yang sangat aktif.
Pengguna dapat mengikuti akun resmi studio, pengisi suara, kreator manga, distributor, maupun akun fan community.
Ketika sebuah trailer baru dirilis, informasi tersebut dapat menyebar dengan sangat cepat melalui repost, komentar, dan quote post.
Inilah yang membuat X sangat penting bagi industri anime Jepang.
5. Penggemar Idol Menggunakan X untuk Berinteraksi
X juga banyak digunakan oleh komunitas penggemar idol Jepang.
Penggemar dapat mengikuti pengumuman jadwal konser, perilisan lagu, acara televisi, merchandise, maupun aktivitas terbaru idol.
Ketika seorang artis membuat posting baru, penggemar dapat langsung memberikan respons dan mendiskusikannya bersama komunitas.
Aktivitas seperti ini menciptakan ekosistem fandom yang sangat aktif.
6. X Digunakan untuk Membahas Televisi Jepang
Salah satu karakteristik menarik X di Jepang adalah hubungannya dengan acara televisi.
Ketika drama, variety show, anime, atau program khusus sedang ditayangkan, pengguna dapat membicarakan program tersebut secara bersamaan.
Dengan demikian, menonton televisi tidak selalu menjadi aktivitas individual.
X dapat berfungsi sebagai ruang diskusi bersama selama acara berlangsung.
7. X Banyak Digunakan untuk Berita
Selain hiburan, X juga digunakan untuk mengikuti berita.
Media Jepang, pemerintah, pemerintah daerah, perusahaan, organisasi, dan tokoh publik dapat menggunakan akun resmi untuk menyampaikan informasi.
Contohnya, akun resmi pemerintah Jepang @JapanGov menggunakan X untuk menyampaikan informasi kepada publik.
Karena informasi dapat muncul langsung di timeline, pengguna tidak harus selalu membuka situs web secara manual untuk mengetahui adanya pembaruan.
8. Informasi Bencana Menjadi Salah Satu Penggunaan Penting
Jepang merupakan negara yang sering menghadapi gempa bumi, tsunami, hujan deras, topan, dan bencana alam lainnya.
Dalam situasi seperti itu, kecepatan penyebaran informasi menjadi sangat penting.
X dapat digunakan untuk melihat laporan dari berbagai pihak, termasuk lembaga resmi, pemerintah daerah, media, dan masyarakat.
Namun, informasi mengenai bencana tetap harus diverifikasi melalui sumber resmi karena posting dari pengguna biasa belum tentu benar.
9. X Memiliki Komunitas Berdasarkan Hobi
Pengguna X di Jepang tidak hanya berkumpul berdasarkan teman atau keluarga.
Banyak komunitas dibentuk berdasarkan hobi dan minat.
Contohnya:
- fotografi,
- mobil,
- kereta api,
- anime,
- manga,
- game,
- memasak,
- fashion,
- wisata,
- teknologi,
- musik,
- dan olahraga.
Hal ini membuat pengguna dapat menemukan orang dengan minat yang sama meskipun mereka tidak saling mengenal di dunia nyata.
10. Budaya “Anonymous” Membuat X Berbeda
Salah satu karakteristik internet Jepang adalah keberadaan akun yang tidak selalu menggunakan identitas pribadi secara terbuka.
Di X, seseorang dapat menggunakan nama samaran dan avatar tanpa harus menggunakan nama asli.
Hal ini memberikan ruang bagi pengguna untuk membicarakan minat tertentu tanpa harus selalu menghubungkannya dengan identitas kehidupan sehari-hari.
Namun, anonimitas juga memiliki sisi negatif seperti penyebaran rumor, penipuan, pelecehan, dan informasi palsu. Karena itu, pengguna tetap perlu berhati-hati.
11. X Lebih Cocok untuk Percakapan Publik
Berbeda dengan aplikasi pesan pribadi, X memungkinkan sebuah percakapan menjadi publik dan ditemukan oleh orang lain.
Seseorang dapat membuat sebuah posting, kemudian pengguna lain memberikan komentar, repost, atau quote post.
Jika topiknya menarik, percakapan tersebut dapat berkembang menjadi tren.
Inilah salah satu alasan X sangat cocok untuk membicarakan sesuatu yang sedang terjadi pada saat itu.
12. X dan Budaya “Trending”
Tren merupakan bagian penting dari pengalaman X.
Ketika banyak orang membicarakan topik yang sama, topik tersebut dapat memperoleh perhatian yang sangat besar.
Di Jepang, tren dapat berkaitan dengan berbagai hal:
- anime baru,
- film,
- drama televisi,
- artis,
- game,
- berita,
- olahraga,
- makanan,
- produk baru,
- hingga kejadian sehari-hari.
X sendiri menyediakan kalender Moments untuk Jepang yang menunjukkan bagaimana momen, tren, hashtag, dan kata kunci dapat menjadi bagian dari aktivitas pemasaran di platform tersebut.
13. Perusahaan Jepang Juga Aktif di X
Popularitas X tidak hanya terlihat dari akun pengguna biasa.
Banyak perusahaan Jepang menggunakan X untuk berkomunikasi dengan konsumen.
Mereka dapat mengumumkan:
- produk baru,
- kampanye promosi,
- event,
- kolaborasi,
- informasi layanan,
- dan berbagai aktivitas pemasaran.
Keberadaan akun resmi perusahaan membuat X menjadi bagian penting dari strategi komunikasi digital di Jepang.
14. Pemerintah Jepang Juga Menggunakan X
Pemerintah Jepang juga memiliki akun resmi di X.
Salah satunya adalah akun JapanGov, yang digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai Jepang kepada masyarakat internasional.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa X tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga menjadi salah satu kanal komunikasi publik.
15. X Sangat Populer di Kalangan Penggemar Game
Industri game Jepang juga memiliki hubungan erat dengan X.
Pengembang dan penerbit game dapat menggunakan X untuk mengumumkan pembaruan, karakter baru, event, trailer, hingga informasi maintenance.
Penggemar kemudian dapat berdiskusi secara langsung.
X bahkan pernah digunakan dalam kampanye game di Jepang yang menghasilkan peningkatan aktivitas pengguna dan percakapan secara signifikan. Dalam salah satu studi kasus X, kampanye Knives Out di Jepang menghasilkan peningkatan pengguna aktif harian dan bulanan selama periode kampanye.
16. X Menjadi Tempat Menemukan Informasi Baru
Banyak pengguna tidak membuka X hanya untuk melihat posting dari orang yang mereka kenal.
Mereka juga menggunakannya untuk menemukan informasi baru.
Misalnya seseorang mengikuti akun anime. Dari akun tersebut, pengguna kemudian menemukan studio, pengisi suara, ilustrator, komunitas penggemar, hingga acara yang sebelumnya tidak diketahui.
Model seperti ini membuat X menjadi platform discovery.
17. X Berhubungan dengan Ekosistem Informasi Jepang
Menariknya, informasi dari X juga dapat muncul melalui layanan digital lain di Jepang.
LINE Yahoo, misalnya, mengoperasikan Yahoo! Real-Time Search yang memungkinkan pengguna mencari posting X secara real-time.
Pada 2026, LINE Yahoo bahkan mengumumkan fitur AI yang memanfaatkan posting X untuk merangkum informasi terkait event dan aktivitas yang sesuai dengan minat pengguna.
Hal tersebut menunjukkan bahwa posting X telah menjadi salah satu sumber data percakapan publik yang penting dalam ekosistem informasi Jepang.
X vs LINE di Jepang
Meskipun sama-sama populer, fungsi X dan LINE di Jepang cukup berbeda.
| Aspek | X | LINE |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Percakapan publik | Komunikasi pribadi |
| Berita real-time | Sangat kuat | Bukan fungsi utama |
| Fandom | Sangat kuat | Lebih terbatas |
| Chat pribadi | Bukan fokus utama | Sangat kuat |
| Hashtag | Sangat penting | Tidak menjadi ciri utama |
| Trending topic | Sangat penting | Bukan fokus utama |
LINE bahkan memiliki sekitar 99 juta pengguna aktif bulanan di Jepang pada akhir 2025, sehingga LINE tetap menjadi platform komunikasi yang jauh lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kata lain, LINE dan X bukan benar-benar pesaing dengan fungsi yang sama. Keduanya memenuhi kebutuhan yang berbeda.
Apakah X Lebih Populer daripada Instagram di Jepang?
Tidak tepat mengatakan X selalu lebih populer daripada Instagram dalam semua ukuran.
Setiap platform memiliki kelompok pengguna dan pola penggunaan berbeda.
Instagram lebih kuat untuk konten visual seperti foto, video pendek, fashion, makanan, perjalanan, dan lifestyle.
Sementara X sangat kuat untuk percakapan real-time, berita, fandom, komentar, dan diskusi berbasis teks.
Karena itu, seseorang di Jepang dapat menggunakan LINE, X, Instagram, TikTok, dan YouTube sekaligus untuk kebutuhan yang berbeda.
Mengapa X Cocok dengan Budaya Internet Jepang?
Salah satu jawabannya adalah kemampuan X untuk memisahkan identitas kehidupan nyata dengan identitas berdasarkan minat.
Seseorang dapat memiliki akun yang khusus membicarakan anime, akun lain untuk mobil, atau akun yang hanya digunakan untuk mengikuti berita.
Dengan sistem seperti itu, pengguna dapat membangun komunitas berdasarkan minat tanpa harus menjadikan kehidupan pribadi sebagai pusat akun.
X sebagai “Ruang Publik Digital” Jepang
Jika LINE dapat diibaratkan sebagai ruang komunikasi pribadi, X lebih mendekati ruang publik digital.
Di sana orang dapat melihat apa yang sedang dibicarakan masyarakat.
Ketika sebuah film baru tayang, pengguna dapat melihat reaksinya.
Ketika terjadi gangguan kereta, pengguna dapat melihat laporan masyarakat.
Ketika sebuah anime menjadi viral, pengguna dapat mengikuti percakapannya.
Ketika sebuah produk baru dirilis, pengguna dapat melihat komentar konsumen.
Inilah salah satu alasan X memiliki posisi yang sangat kuat di Jepang.
Apakah X di Jepang Hanya Digunakan Anak Muda?
Tidak.
X digunakan oleh berbagai kelompok usia dan komunitas.
Memang terdapat komunitas anak muda yang sangat aktif, terutama dalam anime, game, musik, dan fandom.
Namun, akun perusahaan, pemerintah, media, organisasi, tokoh publik, komunitas hobi, dan pengguna umum juga membuat ekosistem X di Jepang jauh lebih luas.
Bahasa Jepang Sangat Mendukung Percakapan Singkat
Struktur bahasa Jepang memungkinkan informasi yang cukup kompleks disampaikan dalam teks yang relatif singkat.
Hal tersebut sangat cocok dengan karakter awal Twitter yang menekankan pesan pendek.
Pengguna dapat menulis komentar singkat, menggunakan hashtag, kemudian bergabung dalam percakapan yang lebih besar.
Budaya tersebut berkembang selama bertahun-tahun sejak Twitter mulai mendapatkan popularitas di Jepang.
Apakah Orang Jepang Masih Menyebutnya Twitter?
Ya, dalam percakapan sehari-hari istilah “Twitter” masih dapat ditemui.
Secara resmi platform tersebut telah berganti nama menjadi X, tetapi kebiasaan bahasa tidak selalu berubah seketika.
Karena Twitter telah digunakan selama bertahun-tahun di Jepang, istilah lama masih dapat muncul dalam percakapan, artikel, atau posting pengguna.
X Tetap Penting Setelah Berganti Nama
Perubahan nama dari Twitter menjadi X tidak serta-merta menghilangkan ekosistem pengguna yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Komunitas anime, game, musik, perusahaan, media, pemerintah, dan berbagai kelompok hobi tetap memiliki akun serta jaringan yang sudah terbentuk sebelumnya.
Itulah salah satu alasan mengapa X tetap memiliki posisi kuat di Jepang.
Apakah X di Jepang Aman Digunakan?
Seperti platform media sosial lainnya, X memiliki risiko.
Pengguna dapat menemukan spam, penipuan, informasi palsu, pelecehan, maupun konten yang tidak diinginkan.
X sendiri menyediakan berbagai pengaturan untuk membantu pengguna mengontrol pengalaman mereka di platform, termasuk pengaturan keamanan dan kontrol terhadap apa yang dapat dilihat atau dilakukan pengguna lain.
Untuk informasi penting seperti bencana, kesehatan, atau keadaan darurat, sebaiknya pengguna selalu membandingkan informasi X dengan sumber resmi.
Apakah Wisatawan Bisa Menggunakan X di Jepang?
Tentu bisa.
Wisatawan asing dapat menggunakan X selama memiliki akses internet dan akun yang diperlukan.
X bahkan dapat berguna untuk mengikuti informasi terbaru mengenai tempat wisata, event, restoran, transportasi, konser, anime, atau aktivitas tertentu di Jepang.
Namun, wisatawan sebaiknya tetap mengandalkan situs resmi atau akun resmi ketika membutuhkan informasi penting seperti perubahan jadwal transportasi atau peringatan bencana.
Mengapa X Berguna untuk Wisatawan di Jepang?
Bagi wisatawan, X dapat menjadi sumber informasi tambahan yang menarik.
Misalnya ketika seseorang ingin mengetahui apakah sebuah tempat sedang ramai, apakah sebuah event sedang berlangsung, atau bagaimana kondisi tertentu secara langsung.
Pengguna juga dapat mencari informasi berdasarkan kata kunci Jepang.
Contohnya:
- 東京 — Tokyo.
- 京都 — Kyoto.
- 大阪 — Osaka.
- 桜 — Sakura.
- 紅葉 — Daun musim gugur.
- 祭り — Festival.
- 観光 — Wisata.
Dengan menggunakan kata kunci Jepang, wisatawan dapat menemukan percakapan lokal yang mungkin tidak muncul dalam pencarian berbahasa Inggris atau Indonesia.
X dan Dunia Pariwisata Jepang
Industri pariwisata juga dapat memanfaatkan X untuk mempromosikan destinasi.
Akun pemerintah daerah, objek wisata, museum, taman, event, dan perusahaan perjalanan dapat menyampaikan informasi kepada calon pengunjung.
Bagi wisatawan yang ingin mencari destinasi yang sedang populer di Jepang, X dapat menjadi salah satu sumber inspirasi.
X dan Budaya Jepang
Popularitas X juga membuat platform ini menjadi jendela untuk melihat budaya Jepang modern.
Pengguna dapat melihat bagaimana masyarakat Jepang membicarakan:
- anime,
- manga,
- makanan,
- fashion,
- mobil,
- kereta api,
- festival,
- wisata,
- musik,
- film,
- teknologi,
- dan kehidupan sehari-hari.
Namun, tentu saja, apa yang terlihat di X tidak otomatis mewakili seluruh masyarakat Jepang. X adalah kumpulan percakapan dari pengguna tertentu, bukan survei terhadap seluruh populasi Jepang.
Fakta Menarik X di Jepang
- Jepang merupakan salah satu pasar terbesar X.
- DataReportal mencatat sekitar 70,9 juta pengguna aktif X di Jepang berdasarkan data 2025.
- X sangat kuat untuk percakapan real-time.
- Anime dan manga merupakan bagian penting dari ekosistem X Jepang.
- Komunitas game sangat aktif di X.
- Penggemar idol dan musik menggunakan X untuk mengikuti informasi terbaru.
- Media dan pemerintah memiliki akun resmi di X.
- Hashtag menjadi bagian penting dalam budaya X Jepang.
- X sering digunakan untuk mengikuti tren dan percakapan publik.
- Pengguna Jepang juga menggunakan X untuk berbagi informasi mengenai bencana dan gangguan transportasi.
- X Corp. Japan memiliki sekitar 1,9 juta pengikut pada akun resminya.
- Istilah Twitter masih dapat ditemukan dalam percakapan meskipun nama resmi platform telah berubah menjadi X.
X (Twitter)
X (Twitter) memiliki posisi yang sangat kuat dalam kehidupan digital Jepang.
Popularitasnya bukan hanya karena jumlah pengguna yang besar, tetapi juga karena X telah menjadi bagian dari berbagai aktivitas digital masyarakat Jepang.
Anime, manga, game, idol, film, televisi, berita, olahraga, teknologi, hobi, hingga informasi bencana dapat menjadi bahan percakapan di platform tersebut.
Data yang tersedia menunjukkan sekitar 70,9 juta pengguna aktif X di Jepang pada 2025, menjadikan Jepang salah satu pasar terbesar X secara global.
Keunikan lainnya adalah X tidak sepenuhnya menggantikan platform seperti LINE atau Instagram. Masing-masing memiliki fungsi berbeda. LINE sangat kuat untuk komunikasi pribadi, sedangkan Instagram lebih berorientasi pada konten visual. X memiliki keunggulan pada percakapan publik, informasi real-time, tren, komunitas, dan fandom.
Itulah sebabnya X tetap menjadi platform yang sangat menarik untuk memahami apa yang sedang dibicarakan di Jepang.
Bagi orang yang ingin mengikuti budaya populer Jepang, berita terkini, anime, game, film, wisata, atau kehidupan digital masyarakat Jepang, X adalah salah satu platform yang layak diperhatikan.
