Hinohara Village (檜原村) adalah satu-satunya desa yang masih tersisa di Tokyo. Berbeda dengan citra Tokyo yang identik dengan gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, dan keramaian kota, Hinohara menawarkan suasana pedesaan yang tenang, dikelilingi pegunungan, hutan lebat, sungai jernih, serta air terjun yang memukau.
Terletak di bagian barat Tokyo, desa ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati alam, hiking, camping, dan kehidupan tradisional Jepang tanpa harus meninggalkan wilayah Tokyo.
Baca juga: Prefektur Shiga, Wisata, Sejarah, Kuliner, dan Fakta Menarik
Di Mana Letak Hinohara Village?
Hinohara Village berada di Distrik Nishitama, Tokyo, Jepang. Desa ini terletak sekitar 60–90 km dari pusat Kota Tokyo dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam menggunakan kombinasi kereta dan bus.
Sebagian besar wilayah Hinohara merupakan kawasan pegunungan yang masih alami. Bahkan, lebih dari 90% wilayah desa ditutupi oleh hutan sehingga udara di sini terasa sangat segar sepanjang tahun.
Baca juga: Tempat-tempat Terbaik untuk Dikunjungi di Kota Toyota
Mengapa Hinohara Disebut Desa Terakhir di Tokyo?
Tokyo sebenarnya memiliki dua kota kecil (town) dan satu desa (village). Hinohara menjadi satu-satunya desa yang masih mempertahankan status administratif sebagai "village", sehingga sering dijuluki sebagai Last Village of Tokyo.
Walaupun masih berada di bawah administrasi Tokyo Metropolis, suasana di Hinohara jauh berbeda dibandingkan pusat kota Tokyo. Penduduknya relatif sedikit, kehidupan berjalan santai, dan alam masih mendominasi pemandangan.
Baca juga: Rahasia Jepang, Negara Modern yang Berhasil Melestarikan Budaya Tradisional
Daya Tarik Hinohara Village
1. Air Terjun Hossawa (Hossawa Falls)
Air Terjun Hossawa merupakan ikon wisata Hinohara. Dengan ketinggian sekitar 60 meter, air terjun ini termasuk dalam daftar "100 Air Terjun Terbaik di Jepang". Jalur menuju lokasi cukup mudah dilalui sehingga cocok bagi wisatawan maupun keluarga.
2. Alam Pegunungan yang Masih Asri
Hinohara dikelilingi Pegunungan Okutama yang terkenal memiliki jalur hiking dengan panorama indah. Pengunjung dapat menikmati hutan cedar, sungai berbatu, hingga lembah hijau yang menenangkan.
3. Sungai yang Jernih
Banyak wisatawan datang untuk bermain air, memancing, atau sekadar menikmati suasana di sepanjang sungai yang mengalir melalui desa ini.
4. Udara Sejuk Sepanjang Tahun
Karena berada di kawasan pegunungan, suhu di Hinohara lebih sejuk dibandingkan pusat Tokyo. Tempat ini menjadi pilihan populer saat musim panas untuk menghindari cuaca yang panas.
Baca juga: Prefektur Tokyo Apa Saja Wilayahnya. Daftar Lengkap 23 Distrik, 26 Kota, Town, Desa, dan Pulau
Aktivitas Terbaik di Hinohara Village
- Menjelajahi Air Terjun Hossawa.
- Hiking di Pegunungan Okutama.
- Camping di alam terbuka.
- Menikmati pemandangan musim gugur.
- Bersepeda menyusuri jalan pegunungan.
- Fotografi lanskap.
- Bermain di sungai.
- Mencicipi makanan lokal.
Wisata Alam Populer di Sekitar Hinohara
- Hossawa Falls.
- Mount Mito.
- Mount Otake.
- Okutama Mountains.
- Akigawa Valley.
- Kanoto Rock.
- Forest Therapy Road.
Kuliner Khas Hinohara Village
Meski merupakan desa kecil, Hinohara memiliki berbagai makanan khas yang menggunakan bahan-bahan lokal.
- Soba buatan tangan.
- Udon tradisional.
- Ikan sungai bakar.
- Jamur gunung.
- Sayuran organik.
- Es krim susu lokal.
- Teh Jepang.
Musim Terbaik Mengunjungi Hinohara Village
Musim Semi (Maret–Mei)
Bunga sakura mulai bermekaran dan udara terasa sangat nyaman untuk berjalan kaki.
Musim Panas (Juni–Agustus)
Waktu terbaik menikmati sungai, camping, dan udara pegunungan yang sejuk.
Musim Gugur (September–November)
Daun-daun berubah menjadi merah, oranye, dan kuning sehingga menjadi musim favorit para fotografer.
Musim Dingin (Desember–Februari)
Pegunungan terlihat lebih tenang dengan suhu yang dingin. Beberapa area terkadang diselimuti salju tipis.
Baca juga: Mengenal Kepulauan Jepang, Letak, Pulau Utama, dan Fakta Menarik
Cara Menuju Hinohara Village
Dari Stasiun Shinjuku, naik JR Chuo Line menuju Tachikawa, kemudian lanjut menggunakan JR Ome Line hingga Musashi-Itsukaichi Station. Dari sana, perjalanan diteruskan menggunakan bus menuju berbagai kawasan wisata di Hinohara.
Total perjalanan biasanya memakan waktu sekitar dua hingga dua setengah jam.
Tips Berkunjung ke Hinohara Village
- Gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.
- Datang pagi agar memiliki waktu lebih banyak menjelajahi alam.
- Bawa uang tunai karena beberapa toko kecil belum menerima kartu.
- Siapkan jaket karena suhu pegunungan lebih dingin.
- Jangan membuang sampah sembarangan.
- Periksa jadwal bus sebelum pulang.
Fakta Menarik Hinohara Village
- Merupakan satu-satunya desa di Tokyo.
- Lebih dari 90% wilayahnya berupa hutan.
- Menjadi rumah bagi Air Terjun Hossawa.
- Memiliki populasi yang relatif kecil.
- Terkenal sebagai destinasi hiking di Tokyo.
- Masih mempertahankan budaya pedesaan Jepang.
- Menjadi lokasi favorit wisata alam bagi warga Tokyo.
Baca juga: Chureito Pagoda, Spot Terbaik Menikmati Gunung Fuji dari Jepang
Hinohara Village membuktikan bahwa Tokyo tidak hanya dipenuhi gedung tinggi dan pusat perbelanjaan modern. Desa ini menghadirkan pengalaman berbeda melalui pegunungan yang hijau, air terjun yang indah, sungai yang jernih, serta kehidupan pedesaan yang damai. Jika Anda ingin menikmati sisi alami Tokyo, Hinohara Village merupakan destinasi yang sangat layak untuk dikunjungi.




