Onsen atau pemandian air panas merupakan salah satu budaya yang paling terkenal di Jepang. Berendam di onsen bukan hanya untuk bersantai, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun.
Bagi wisatawan asing, termasuk dari Indonesia, pengalaman pertama mengunjungi onsen bisa terasa membingungkan karena terdapat sejumlah aturan dan etika yang perlu dipatuhi. Memahami etika tersebut akan membuat pengalaman berendam menjadi lebih nyaman sekaligus menunjukkan rasa hormat terhadap budaya Jepang.
Baca juga: 10 Onsen Paling Terkenal di Jepang yang Wajib Masuk Daftar Wisata Anda
Apa Itu Onsen?
Onsen adalah pemandian yang menggunakan air panas alami yang berasal dari sumber air panas bawah tanah. Jepang memiliki ribuan onsen yang tersebar di berbagai prefektur, mulai dari Hokkaido hingga Kyushu.
Banyak masyarakat Jepang mengunjungi onsen untuk melepas penat setelah bekerja, menikmati suasana alam, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.
Baca juga: Kinugawa Onsen, Pemandian Air Panas Favorit di Tochigi
Mengapa Onsen Memiliki Banyak Aturan?
Etika di onsen bertujuan menjaga kebersihan, kenyamanan, dan ketenangan bagi semua pengunjung. Sebagian besar aturan tersebut telah menjadi bagian dari budaya Jepang sejak lama dan masih dipraktikkan hingga sekarang.
1. Bersihkan Tubuh Sebelum Berendam
Aturan paling penting di onsen adalah mandi terlebih dahulu sebelum masuk ke kolam air panas.
Setiap onsen biasanya menyediakan area khusus lengkap dengan pancuran, sabun, sampo, dan bangku kecil. Pengunjung diharapkan membersihkan seluruh tubuh hingga benar-benar bersih sebelum mulai berendam.
2. Jangan Menggunakan Pakaian Renang
Pada sebagian besar onsen tradisional di Jepang, pengunjung berendam tanpa mengenakan pakaian renang.
Pria dan wanita biasanya memiliki area berendam yang terpisah. Beberapa onsen keluarga atau private onsen dapat memiliki aturan yang berbeda.
3. Jangan Membawa Handuk ke Dalam Air
Onsen biasanya menyediakan handuk kecil yang dapat digunakan untuk menutupi tubuh saat berjalan menuju kolam.
Namun, handuk tersebut sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam air. Banyak orang Jepang meletakkannya di atas kepala atau di tepi kolam selama berendam.
4. Ikat Rambut Panjang
Apabila memiliki rambut panjang, ikat rambut agar tidak menyentuh air kolam. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan air onsen.
5. Berendam dengan Tenang
Onsen merupakan tempat untuk bersantai. Oleh karena itu, pengunjung diharapkan berbicara dengan suara pelan dan menghindari perilaku yang dapat mengganggu orang lain.
Baca juga: Shimobe Onsen, Pemandian Air Panas Bersejarah di Prefektur Yamanashi yang Menenangkan
6. Jangan Berenang atau Bermain Air
Kolam onsen bukan kolam renang. Hindari berenang, menyelam, atau bermain air karena dianggap tidak sopan.
7. Jangan Membawa Kamera ke Area Pemandian
Demi menjaga privasi seluruh pengunjung, penggunaan kamera maupun ponsel untuk mengambil foto di area pemandian umumnya tidak diperbolehkan.
8. Perhatikan Aturan Mengenai Tato
Sebagian onsen di Jepang masih membatasi pengunjung yang memiliki tato karena alasan budaya dan kebijakan masing-masing tempat.
Namun, saat ini semakin banyak onsen yang menerima wisatawan bertato, terutama jika tato ditutupi dengan penutup khusus atau pengunjung memilih private onsen. Sebaiknya periksa kebijakan onsen sebelum berkunjung.
9. Jangan Berendam Terlalu Lama
Suhu air onsen umumnya berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.
Apabila belum terbiasa, berendamlah selama beberapa menit terlebih dahulu, kemudian keluar untuk beristirahat sebelum kembali masuk ke kolam jika diperlukan.
10. Keringkan Tubuh Sebelum Masuk ke Ruang Ganti
Setelah selesai berendam, gunakan handuk untuk mengeringkan tubuh sebelum memasuki ruang ganti agar lantai tetap kering dan bersih.
Baca juga: Hottarakashi Onsen, Pemandian Air Panas Terbuka dengan Panorama Gunung Fuji di Prefektur Yamanashi
Tips untuk Wisatawan yang Baru Pertama Kali ke Onsen
- Pilih onsen yang ramah bagi wisatawan asing.
- Datang di luar jam sibuk agar lebih tenang.
- Minum air putih sebelum dan sesudah berendam.
- Ikuti petunjuk yang tersedia di lokasi.
- Hormati privasi pengunjung lain.
Apakah Wisatawan Asing Boleh Masuk Onsen?
Tentu saja. Sebagian besar onsen di Jepang terbuka bagi wisatawan asing. Bahkan, banyak tempat wisata telah menyediakan papan informasi dalam bahasa Inggris maupun bahasa lainnya untuk membantu pengunjung memahami aturan yang berlaku.
Baca juga: Pemandian Air Panas Gero Onsen Jepang, Salah Satu Onsen Terbaik di Negeri Sakura
Manfaat Berendam di Onsen
Selain menjadi bagian dari budaya Jepang, berendam di onsen juga dipercaya memberikan berbagai manfaat, seperti:
- Membantu tubuh lebih rileks.
- Mengurangi rasa lelah setelah bepergian.
- Menghangatkan tubuh saat musim dingin.
- Menciptakan pengalaman budaya Jepang yang autentik.
- Menjadi sarana menikmati keindahan alam Jepang.
Baca juga: Atami Onsen Jepang, Panduan Lengkap Pemandian Air Panas Terkenal di Shizuoka
Perlu diingat bahwa manfaat kesehatan dapat berbeda pada setiap orang dan onsen bukan pengganti pengobatan medis.
Berendam di onsen merupakan pengalaman yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Jepang. Dengan memahami etika seperti mandi sebelum berendam, menjaga ketenangan, tidak membawa handuk ke dalam kolam, serta menghormati aturan setempat, wisatawan dapat menikmati onsen dengan nyaman sekaligus menghargai budaya Jepang.
Bagi Anda yang baru pertama kali mencoba onsen, jangan ragu untuk bertanya kepada petugas apabila ada aturan yang belum dipahami. Mengikuti etika yang berlaku akan membuat pengalaman berendam menjadi lebih menyenangkan dan berkesan.
