Prefektur Mie merupakan salah satu destinasi menarik di Jepang yang menawarkan perpaduan antara sejarah, budaya, kuliner, kota tradisional, hingga pemandangan laut. Wilayah ini juga menjadi rumah bagi Ise Jingu, salah satu kompleks kuil Shinto paling penting di Jepang.
Perjalanan seperti yang terlihat dalam gambar memperlihatkan sisi lain dari Mie. Bukan hanya mengunjungi tempat wisata populer, tetapi juga menikmati jalan-jalan tradisional, mencicipi makanan lokal, menikmati suasana kota lama, hingga menyeberang menuju pulau kecil di kawasan pesisir.
Beberapa tempat yang dapat dimasukkan dalam perjalanan tersebut antara lain Seki-juku, Ise Jingu, Oharai-machi, Okage Yokocho, Akafuku Mochi, dan kawasan pulau di sekitar Mie.
Baca juga: Destinasi Prefektur Mie Jepang dengan Kuil Ise, Kumano Kodo, dan Keindahan Pesisir
Seki-juku, Kota Tua dengan Suasana Jepang Masa Lalu
Seki-juku merupakan salah satu kawasan bersejarah di Mie yang terkenal sebagai bagian dari jalur Tokaido pada masa Edo. Kawasan ini mempertahankan banyak bangunan tradisional sehingga wisatawan dapat merasakan atmosfer kota Jepang pada masa lalu.
Berjalan kaki di antara bangunan kayu, toko tradisional, dan jalan yang tenang menjadi salah satu pengalaman menarik di Seki-juku. Bagi wisatawan yang menyukai fotografi, kawasan ini juga menawarkan banyak sudut menarik karena arsitektur tradisionalnya masih terlihat kuat.
Seki-juku dapat menjadi titik awal yang menarik sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Ise.
Baca juga: First Tadami River Bridge, Jembatan Ikonik Jepang dengan Pemandangan Kereta di Tengah Alam
Ise Jingu, Salah Satu Tempat Suci Terpenting di Jepang
Salah satu tujuan utama perjalanan ke Mie adalah Ise Jingu. Kompleks ini terdiri dari berbagai tempat suci, dengan Naiku atau Kotaijingu dan Geku atau Toyo'ukedaijingu sebagai dua bagian utamanya.
Ise Jingu memiliki hubungan yang sangat kuat dengan sejarah dan kehidupan spiritual Jepang. Situs resmi Ise Jingu menjelaskan bahwa lebih dari 7 juta orang mengunjungi Naiku dan Geku setiap tahun.
Pengunjung yang pertama kali datang biasanya dapat mengikuti rute yang menghubungkan kawasan Geku dan Naiku. Ise Jingu sendiri merekomendasikan agar perjalanan ziarah dimulai dari Geku sebelum menuju Naiku.
Selain bangunan kuil, kawasan Ise Jingu juga memiliki hutan yang luas. Suasana pepohonan, udara yang tenang, serta jalan menuju tempat suci membuat perjalanan terasa berbeda dari wisata perkotaan Jepang.
Oharai-machi, Jalan Tradisional di Depan Ise Jingu
Setelah mengunjungi Naiku, wisatawan dapat berjalan menuju Oharai-machi. Kawasan ini berada di sepanjang jalan menuju Ise Jingu dan terkenal dengan bangunan tradisional, restoran, toko oleh-oleh, serta berbagai makanan khas Mie.
Oharai-machi menjadi tempat yang cocok untuk beristirahat setelah berziarah. Wisatawan dapat berjalan santai sambil melihat bangunan bergaya tradisional dan mencoba berbagai kuliner lokal.
Suasana seperti inilah yang membuat perjalanan ke Ise tidak hanya berfokus pada tempat ibadah, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengenal budaya dan kehidupan masyarakat setempat.
Okage Yokocho, Menikmati Suasana Jepang Tradisional
Salah satu bagian paling menarik dari kawasan Ise adalah Okage Yokocho. Kawasan ini berada di bagian tengah Oharai-machi dan dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar lima menit dari Uji Bridge di Ise Jingu. Informasi tersebut tercantum pada situs resmi Okage Yokocho.
Okage Yokocho menghadirkan deretan bangunan dengan nuansa Jepang tradisional. Di sini wisatawan dapat menemukan restoran, kafe, toko makanan, toko kerajinan, hingga tempat yang menawarkan berbagai pengalaman budaya.
Jalanan dan bangunan di kawasan ini juga membuat Okage Yokocho menjadi tempat yang menarik untuk fotografi. Warna kayu, atap tradisional, papan toko, dan jalan batu menciptakan suasana yang berbeda dari kawasan perkotaan modern seperti Tokyo atau Osaka.
Menikmati Akafuku Mochi
Salah satu makanan yang sangat identik dengan perjalanan ke Ise adalah Akafuku Mochi. Makanan tradisional ini terdiri dari mochi dengan pasta kacang merah manis yang menjadi salah satu oleh-oleh terkenal dari kawasan Ise.
Akafuku juga memiliki sejarah panjang dan telah menjadi bagian dari budaya kuliner Ise. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Oharai-machi dan Okage Yokocho dapat menemukan berbagai tempat yang menjual makanan khas tersebut.
Menikmati makanan lokal menjadi salah satu cara sederhana untuk melengkapi perjalanan. Setelah mengunjungi tempat bersejarah dan kuil, wisatawan dapat beristirahat sambil mencoba kuliner khas daerah.
Suasana Kafe di Tengah Kota Tradisional
Foto pertama dalam unggahan memperlihatkan suasana sebuah kafe dengan jendela besar yang menghadap langsung ke bangunan tradisional. Pemandangan seperti ini menjadi salah satu pengalaman menarik ketika berkunjung ke kawasan kota tua Jepang.
Duduk di dekat jendela sambil menikmati minuman memungkinkan wisatawan untuk beristirahat sekaligus mengamati suasana jalan. Bangunan kayu dan atap tradisional di luar jendela memberikan pengalaman visual yang berbeda dibandingkan kafe modern.
Konsep seperti ini juga menunjukkan bahwa kawasan bersejarah tidak selalu harus dinikmati dengan berjalan kaki. Beristirahat di kafe sambil melihat kehidupan sekitar dapat menjadi bagian dari perjalanan itu sendiri.
Sakate Island, Menikmati Sisi Pesisir Mie
Perjalanan kemudian dapat dilanjutkan menuju kawasan pulau di Mie. Dalam unggahan yang menjadi referensi artikel ini disebutkan Sakate Island sebagai salah satu tujuan perjalanan.
Wilayah pesisir Mie memiliki karakter yang berbeda dari kawasan Ise. Setelah menikmati kuil dan kota tradisional, perjalanan menuju pulau memberikan suasana yang lebih dekat dengan laut dan kehidupan masyarakat pesisir.
Perjalanan menggunakan feri juga dapat menjadi pengalaman tersendiri. Laut, pulau-pulau kecil, dan pemandangan pesisir membuat perjalanan terasa lebih santai.
Mengapa Mie Menarik untuk Wisata Budaya?
Salah satu kelebihan Prefektur Mie adalah variasi destinasi yang dapat ditemukan dalam satu wilayah. Wisatawan dapat menggabungkan sejarah Jepang, tempat suci, arsitektur tradisional, kuliner, dan pemandangan alam dalam satu perjalanan.
Ise Jingu menjadi pusat perjalanan spiritual dan budaya. Oharai-machi serta Okage Yokocho menawarkan pengalaman kota tradisional dan kuliner. Sementara itu, Seki-juku menghadirkan suasana jalur perdagangan Jepang pada masa lalu.
Jika perjalanan dilanjutkan menuju kawasan pesisir, wisatawan dapat merasakan karakter Mie yang berbeda melalui laut dan pulau-pulau di sekitarnya.
Contoh Rute Wisata Mie
Bagi wisatawan yang ingin mengikuti konsep perjalanan seperti pada gambar, rutenya dapat disusun berdasarkan lokasi dan waktu perjalanan.
Hari pertama: Seki-juku → menjelajahi kawasan kota tua → menuju Ise.
Hari kedua: Ise Jingu Geku → Ise Jingu Naiku → Oharai-machi → Okage Yokocho → mencicipi Akafuku Mochi.
Hari ketiga: melanjutkan perjalanan menuju kawasan pesisir atau pulau di Mie, kemudian menikmati pemandangan laut dan suasana lokal.
Untuk perjalanan pertama ke Ise Jingu, situs resmi kuil juga menyediakan beberapa model perjalanan, termasuk rute Geku, Naiku, serta kombinasi museum dan kawasan Kota Ise.
Waktu yang Tepat Mengunjungi Mie
Mie dapat dikunjungi sepanjang tahun karena setiap musim memberikan pengalaman yang berbeda. Musim semi cocok untuk menikmati bunga, musim panas menghadirkan suasana hijau dan pesisir, musim gugur memberikan warna daun yang indah, sedangkan musim dingin menawarkan suasana yang lebih tenang.
Jika ingin menikmati Okage Yokocho, wisatawan juga perlu memperhatikan jam operasional karena waktu buka dapat berubah berdasarkan musim. Peta resmi Okage Yokocho mencantumkan jam operasional umum sekitar pukul 09.30 hingga 17.30, dengan penyesuaian pada bulan tertentu.
Prefektur Mie menawarkan pengalaman wisata yang jauh lebih beragam daripada sekadar mengunjungi satu tempat terkenal. Dalam satu perjalanan, wisatawan dapat menemukan kota tua Seki-juku, berziarah ke Ise Jingu, berjalan di Oharai-machi, menikmati suasana tradisional Okage Yokocho, mencicipi Akafuku Mochi, hingga melanjutkan perjalanan menuju kawasan pesisir.
Itulah yang membuat perjalanan seperti pada gambar terlihat menarik. Ada perpaduan antara sejarah, budaya, kuliner, arsitektur tradisional, dan alam yang membuat Mie memiliki karakter berbeda dari destinasi wisata Jepang yang lebih populer.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan Jepang dengan suasana lebih tradisional dan tidak hanya berfokus pada Tokyo atau Kyoto, Mie layak dimasukkan ke dalam daftar perjalanan.
Sumber
Ise Jingu – Situs Resmi: informasi mengenai Ise Jingu, Geku, Naiku, tata cara kunjungan, rute wisata, dan akses.
Okage Yokocho – Situs Resmi: informasi mengenai kawasan Okage Yokocho, fasilitas, peta, toko, restoran, dan kegiatan budaya.
Japan Travel / Mie Tourism: dapat digunakan sebagai referensi tambahan untuk informasi destinasi wisata di Prefektur Mie.
Tempat Wisata Menarik Lainnya
Wisata Setiap Musim di Tokyo Jepang
- Wisata Musim Dingin di Tokyo: Menikmati Salju, Iluminasi, dan Pesona Musim Dingin di Ibu Kota Jepang
- Wisata Musim Gugur di Tokyo: Menikmati Momiji, Taman Indah, dan Festival Musim Gugur Jepang
- Wisata Musim Semi di Tokyo: Menikmati Sakura, Festival, dan Pesona Ibu Kota Jepang
- Wisata Musim Panas di Tokyo: Festival, Kembang Api, dan Destinasi Terbaik Menikmati Musim Panas Jepang
- Wisata Setiap Musim di Atami Jepang
- Wisata Musim Semi di Atami Jepang: Menikmati Sakura, Laut, dan Pemandian Air Panas
- Wisata Musim Gugur di Atami Jepang: Menikmati Momiji, Onsen, dan Keindahan Alam Berwarna Merah Emas
- Wisata Musim Panas di Atami Jepang: Pantai, Festival Kembang Api, dan Onsen Tepi Laut
- Wisata Musim Dingin di Atami Jepang: Menikmati Onsen Hangat, Festival Cahaya, dan Keindahan Laut di Musim Salju
Wisata Setiap Musim di Prefektur Yamanashi
- Wisata Musim Dingin di Yamanashi: Menikmati Gunung Fuji Bersalju, Onsen, dan Panorama Musim Dingin Jepang
- Wisata Musim Gugur di Yamanashi: Menikmati Momiji dan Panorama Gunung Fuji yang Memukau
- Wisata Musim Panas di Yamanashi: Menikmati Gunung Fuji, Danau, dan Festival Musim Panas Jepang
- Wisata Musim Semi di Yamanashi: Menikmati Sakura, Gunung Fuji, dan Keindahan Alam Jepang
Wisata Setiap Musim di Kyoto Yang Memukau
- Wisata Kyoto Musim Dingin: Menikmati Keindahan Kota Bersejarah Jepang Saat Musim Salju
- Wisata Kyoto Musim Panas: Menikmati Festival Tradisional, Alam Hijau, dan Pesona Kota Budaya Jepang
- Wisata Kyoto Musim Gugur: Menikmati Keindahan Momiji di Kota Budaya Jepang
- Wisata Kyoto Musim Semi: Menikmati Keindahan Sakura di Kota Budaya Jepang

