Kastil Tsuruga atau Tsuruga Castle merupakan salah satu kastil bersejarah paling terkenal di Kota Aizuwakamatsu, Prefektur Fukushima, Jepang. Kastil ini tidak hanya memiliki nilai sejarah yang panjang, tetapi juga menjadi salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan bunga sakura pada musim semi.
Ketika musim sakura tiba, kawasan kastil berubah menjadi pemandangan yang sangat indah. Sekitar 1.000 pohon sakura tumbuh di Tsuruga Castle Park, menciptakan perpaduan antara bunga berwarna merah muda, dinding kastil berwarna putih, batu-batu benteng, dan atap genteng merah yang menjadi ciri khas Tsuruga Castle.
Keindahan tersebut membuat Tsuruga Castle termasuk dalam daftar 100 tempat terbaik untuk menikmati bunga sakura di Jepang. Musim semi menjadi salah satu waktu paling populer untuk mengunjungi kastil yang juga dikenal sebagai simbol Kota Aizuwakamatsu ini.
Baca juga: Wisata ke Mitsuzoin Temple di Kawaguchi, Saitama, Pesona Kuil dan Sakura Angyo
Di Mana Kastil Tsuruga Berada?
Tsuruga Castle berada di Kota Aizuwakamatsu, Prefektur Fukushima, wilayah Tohoku, Jepang.
Alamatnya adalah:
1-1 Otemachi, Aizuwakamatsu, Fukushima, Jepang
Kastil ini berada di dalam kawasan Tsuruga Castle Park, sebuah taman bersejarah yang dapat dinikmati sepanjang tahun.
Lokasi tersebut membuat wisatawan dapat menggabungkan kunjungan ke kastil dengan perjalanan menjelajahi berbagai tempat bersejarah di Aizuwakamatsu.
Baca juga: Yoshino Park Kagoshima, Menikmati Keindahan Sakura dan Suasana Hanami di Jepang
Mengapa Kastil Tsuruga Disebut Kastil Putih?
Salah satu daya tarik visual Tsuruga Castle adalah warna dindingnya yang dominan putih.
Dari kejauhan, dinding putih kastil terlihat sangat kontras dengan pepohonan hijau pada musim panas, warna merah dan kuning pada musim gugur, serta salju putih pada musim dingin.
Pada musim semi, dinding putih tersebut mendapatkan latar belakang berupa bunga sakura berwarna merah muda.
Perpaduan warna inilah yang membuat Tsuruga Castle terlihat sangat menarik dalam foto.
Namun, ada satu elemen lain yang tidak kalah penting, yaitu atap genteng merah.
Atap Merah Menjadi Ciri Khas Tsuruga Castle
Tsuruga Castle memiliki keunikan yang membedakannya dari banyak kastil Jepang lainnya.
Atap kastil menggunakan genteng merah yang terinspirasi dari bentuk kastil pada akhir zaman Edo.
Genteng tersebut bukan sekadar elemen dekoratif.
Di wilayah Aizu yang memiliki musim dingin dengan suhu rendah dan salju, genteng dengan karakteristik tertentu dikembangkan agar lebih tahan terhadap kondisi tersebut.
Atap merah yang sekarang terlihat pada Tsuruga Castle dipasang kembali pada 2011 untuk mendekati penampilan kastil pada masa akhir Edo.
Sejarah Panjang Kastil Tsuruga
Sejarah Tsuruga Castle bermula jauh sebelum bangunan kastil modern yang dapat dilihat wisatawan saat ini.
Menurut informasi resmi Aizuwakamatsu, asal-usulnya dapat ditelusuri hingga 1384, ketika Ashina Naomori membangun sebuah benteng bernama Higashi Kurokawa Yakata.
Tempat tersebut kemudian berkembang menjadi kompleks pertahanan yang jauh lebih besar.
Pada masa berikutnya, sejumlah penguasa penting Jepang memiliki hubungan dengan kastil ini, termasuk Ashina, Date Masamune, Gamo Ujisato, Uesugi Kagekatsu, Kato, serta keluarga Hoshina-Matsudaira.
Sejarah panjang tersebut membuat Tsuruga Castle menjadi salah satu simbol penting sejarah Aizu.
Gamo Ujisato dan Perkembangan Kastil
Salah satu tokoh penting dalam sejarah Tsuruga Castle adalah Gamo Ujisato.
Pada akhir abad ke-16, Gamo Ujisato memperkuat kawasan Aizu dan membangun sebuah kastil dengan menara yang jauh lebih besar.
Situs resmi Tsuruga Castle mencatat bahwa pada 1591 sebuah menara kastil tujuh lantai dibangun oleh Gamo Ujisato, dan nama Tsuruga Castle mulai digunakan.
Setelah gempa besar pada 1611 menyebabkan kerusakan, kastil kemudian mengalami renovasi besar dan bentuk menaranya berubah menjadi lima lantai seperti yang dikenal dalam sejarah periode Edo.
Kastil Tsuruga dan Gempa Besar
Pada tahun 1611, wilayah Aizu mengalami gempa bumi besar.
Kastil mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Pada periode berikutnya, Kato Akinari dan penguasa Kato lainnya melakukan pembangunan kembali serta perbaikan besar-besaran.
Hasilnya adalah struktur pertahanan yang semakin kuat dengan susunan benteng dan area pertahanan yang lebih kompleks.
Tsuruga Castle pada Zaman Edo
Selama zaman Edo, Tsuruga Castle menjadi pusat pemerintahan wilayah Aizu.
Kastil ini tidak hanya berfungsi sebagai benteng pertahanan, tetapi juga menjadi pusat pemerintahan dan kehidupan politik wilayah tersebut.
Keluarga Hoshina dan kemudian keluarga Matsudaira memiliki hubungan penting dengan Aizu.
Hingga memasuki akhir zaman Edo, Tsuruga Castle tetap menjadi salah satu pusat kekuatan penting di wilayah Tohoku.
Tsuruga Castle dan Perang Boshin
Nama Tsuruga Castle sangat erat dengan Perang Boshin pada 1868.
Perang tersebut merupakan konflik besar yang terjadi ketika Jepang mengalami perubahan politik dari pemerintahan Tokugawa menuju pemerintahan baru pada awal Restorasi Meiji.
Aizu berada di pihak bekas pemerintahan Tokugawa dan menjadi salah satu wilayah yang melakukan perlawanan sengit terhadap pasukan pemerintah baru.
Tsuruga Castle kemudian menjadi pusat pertahanan Aizu dalam perang tersebut.
Kastil yang Bertahan Selama Sekitar Satu Bulan
Salah satu bagian paling terkenal dari sejarah Tsuruga Castle adalah pengepungan selama sekitar satu bulan.
Pasukan pemerintah baru melakukan serangan besar terhadap Aizu, tetapi kastil mampu bertahan menghadapi serangan tersebut.
Karena kemampuannya bertahan, Tsuruga Castle kemudian dikenal sebagai salah satu kastil yang sulit ditaklukkan.
Informasi resmi Aizuwakamatsu menyebut bahwa pengepungan berlangsung sekitar satu bulan sebelum Aizu akhirnya menyerah pada 22 September 1868.
Kisah Tsuruga Castle dan Byakkotai
Sejarah Tsuruga Castle juga berkaitan dengan kisah Byakkotai atau White Tiger Brigade.
Kelompok tersebut terdiri dari para samurai muda Aizu yang ikut dalam konflik Perang Boshin.
Ketika mereka berada di Gunung Iimoriyama, para anggota Byakkotai melihat Tsuruga Castle dari kejauhan.
Dalam kisah sejarah yang kemudian terkenal di Jepang, mereka melihat kastil seolah-olah terbakar dan mengira Aizu telah jatuh.
Kisah tersebut kemudian menjadi salah satu episode paling terkenal dalam sejarah Aizu.
Hubungan antara Byakkotai dan Tsuruga Castle membuat kastil ini memiliki nilai emosional yang sangat kuat bagi masyarakat Aizuwakamatsu.
Kastil Dihancurkan Setelah Perang
Setelah Perang Boshin berakhir, era kastil sebagai pusat pemerintahan Aizu juga berakhir.
Pada 1874, bangunan-bangunan kastil dibongkar atas perintah pemerintah.
Yang tersisa terutama adalah bagian benteng dan fondasi yang kemudian menjadi peninggalan sejarah.
Dengan demikian, bangunan Tsuruga Castle yang dapat dilihat wisatawan sekarang bukan merupakan menara kastil asli dari zaman Edo.
Tsuruga Castle Dibangun Kembali
Setelah beberapa dekade, masyarakat kembali memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali simbol sejarah Aizu.
Pada 1965, menara utama Tsuruga Castle dibangun kembali di lokasi aslinya.
Rekonstruksi tersebut menggunakan dokumentasi dan foto lama sebagai salah satu referensi.
Bangunan sekarang berfungsi sebagai museum yang memperkenalkan sejarah Aizu dan Tsuruga Castle kepada pengunjung.
Tsuruga Castle Sekarang
Saat ini Tsuruga Castle menjadi salah satu tujuan wisata utama di Aizuwakamatsu.
Di dalam menara terdapat museum yang menampilkan sejarah Aizu, para penguasa wilayah tersebut, serta berbagai peristiwa yang berkaitan dengan kastil.
Pengunjung juga dapat naik ke bagian atas menara untuk melihat pemandangan Kota Aizuwakamatsu dan kawasan sekitarnya.
Dari atas menara, wisatawan dapat melihat Aizu Basin dan bahkan Gunung Bandai pada kondisi cuaca yang mendukung.
Tsuruga Castle Park dan 1.000 Pohon Sakura
Salah satu alasan utama wisatawan datang ke Tsuruga Castle pada musim semi adalah jumlah pohon sakuranya.
Sekitar 1.000 pohon sakura tumbuh di kawasan Tsuruga Castle Park.
Sebagian besar merupakan Somei Yoshino, jenis sakura yang sangat populer di Jepang.
Keberadaan ribuan pohon tersebut membuat seluruh kawasan kastil terlihat berubah menjadi lautan bunga ketika musim sakura mencapai puncaknya.
Mengapa Sakura Ditanam di Tsuruga Castle?
Keberadaan pohon sakura di Tsuruga Castle memiliki sejarah yang menarik.
Setelah Perang Boshin, wilayah Aizu mengalami kehancuran dan membutuhkan proses pemulihan.
Pada 1908, ketika Resimen Infanteri ke-65 Angkatan Darat ditempatkan di wilayah tersebut, pohon-pohon Somei Yoshino ditanam sebagai bagian dari upaya memperingati kehadiran resimen tersebut.
Seiring berjalannya waktu, pohon-pohon tersebut tumbuh besar dan menjadi bagian penting dari lanskap Tsuruga Castle Park.
Sakura Tua di Tsuruga Castle
Sebagian pohon sakura di Tsuruga Castle Park kini telah berusia sangat tua.
Informasi resmi pariwisata Aizuwakamatsu menyebut bahwa sekitar 90 persen pohon sakura memiliki usia lebih dari 100 tahun.
Meskipun telah berusia lanjut, pohon-pohon tersebut tetap dirawat dan terus berbunga setiap musim semi.
Hal tersebut memberikan nilai tambahan bagi pengalaman hanami di Tsuruga Castle.
Kastil Putih dalam Pelukan Sakura
Ketika bunga sakura bermekaran, dinding putih Tsuruga Castle terlihat seperti berada di tengah lautan bunga merah muda.
Cabang-cabang sakura memenuhi bagian depan dan sisi kastil.
Jika dilihat dari kejauhan, menara kastil tampak muncul di antara pepohonan.
Kontras antara putih, merah, dan merah muda membuat pemandangan Tsuruga Castle sangat menarik untuk fotografi.
Spot Sakura Terbaik di Tsuruga Castle
Tsuruga Castle Park memiliki banyak lokasi yang dapat digunakan untuk menikmati bunga sakura.
Beberapa spot yang direkomendasikan antara lain:
- Jalan menuju Kitademaru Otemon.
- Curtain atau jalur di sekitar Tsubaki-zaka.
- Area Kanetsukimon.
- Bekas Tsukimiyagura.
- Bekas Chaboyagura.
- Area Rinkaku Teahouse.
- Sekitar Nishidemaru.
- Koridor menuju Roka-bashi.
- Ninomaru Civic Park.
- Jalur antara Ninomaru dan Sannomaru.
Setiap lokasi memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap kastil dan bunga sakura.
Jalur Sakura Menuju Kitademaru
Salah satu pengalaman menarik adalah berjalan menuju bagian Kitademaru.
Jalur tersebut memiliki deretan pohon sakura yang membuat pengunjung seolah berjalan menuju kastil melalui lorong bunga.
Ketika bunga sedang bermekaran penuh, jalan menuju kastil terlihat sangat indah.
Sakura dan Roka-bashi
Roka-bashi atau jembatan koridor juga menjadi salah satu bagian menarik di kawasan kastil.
Jembatan dan batu-batu benteng dapat dipadukan dengan bunga sakura sebagai latar fotografi.
Pada malam hari selama periode pencahayaan musim semi, kawasan ini mendapatkan efek cahaya yang membuat suasana semakin dramatis.
Ninomaru dan Deretan Sakura
Area Ninomaru juga menjadi salah satu tempat menarik untuk menikmati sakura.
Di kawasan ini terdapat jalur sakura sepanjang sekitar 200 meter yang mendapatkan pencahayaan khusus selama acara musim semi.
Area tersebut dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati hanami sekaligus suasana malam di sekitar kastil.
Keindahan Tsuruga Castle pada Malam Hari
Tsuruga Castle tidak hanya menarik pada siang hari.
Saat malam tiba, kastil dan pepohonan sakura diterangi lampu sehingga menciptakan pemandangan yozakura atau sakura malam.
Cahaya yang mengenai dinding kastil, batu benteng, dan bunga sakura menghasilkan suasana yang berbeda dari pemandangan pada siang hari.
Karena itu, wisatawan yang berkunjung pada musim semi sebaiknya mempertimbangkan untuk tetap berada di kawasan kastil hingga malam.
Festival Sakura Tsuruga Castle
Setiap musim semi, kawasan Tsuruga Castle menjadi tempat penyelenggaraan Tsuruga Castle Sakura Festival.
Festival tersebut biasanya berlangsung pada periode mekarnya sakura dan menghadirkan berbagai kegiatan di sekitar taman kastil.
Pada 2026, rangkaian acara berlangsung dari 1 April hingga 6 Mei. Salah satu daya tarik utamanya adalah pencahayaan sakura di Tsuruga Castle Park.
Jam Pencahayaan Sakura 2026
Pada 2026, pencahayaan musim semi di Tsuruga Castle Park berlangsung mulai matahari terbenam hingga sekitar pukul 21.30.
Setelah periode bunga sakura berakhir, waktu pencahayaan disesuaikan hingga sekitar pukul 21.00.
Rangkaian pencahayaan tersebut berlangsung dari 1 April hingga 6 Mei 2026.
Waktu Terbaik Mengunjungi Tsuruga Castle
Jika tujuan utama adalah melihat sakura, waktu terbaik umumnya berada di sekitar pertengahan April.
Informasi resmi pariwisata Aizuwakamatsu menyebut sakura di Tsuruga Castle biasanya berbunga sekitar pertengahan April.
Namun, waktu berbunga dapat berubah setiap tahun karena dipengaruhi suhu dan kondisi cuaca.
Karena itu, wisatawan sebaiknya memeriksa informasi mekarnya sakura sebelum menentukan tanggal perjalanan.
Mengapa Sakura Tsuruga Castle Mekar Lebih Lambat?
Aizuwakamatsu berada di wilayah Tohoku, yang memiliki musim dingin lebih dingin dibandingkan Tokyo atau sebagian wilayah Jepang bagian selatan.
Akibatnya, musim semi di Aizuwakamatsu juga datang lebih lambat.
Ketika bunga sakura di Tokyo mulai berakhir, kawasan Aizu sering kali masih memasuki periode menarik untuk menikmati bunga.
Hal ini menjadikan Tsuruga Castle sebagai salah satu pilihan bagi wisatawan yang ingin memperpanjang pengalaman hanami.
Hanami dengan Latar Sejarah
Hanami di Tsuruga Castle memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan menikmati sakura di taman kota biasa.
Di sini, wisatawan dapat menikmati bunga sambil melihat dinding batu, gerbang, parit, menara kastil, dan bangunan bersejarah.
Setiap pohon sakura seolah menjadi bagian dari lanskap sejarah Aizu.
Perpaduan tersebut membuat pengalaman hanami terasa lebih mendalam.
Rinkaku Tea House
Salah satu bangunan menarik di kawasan Tsuruga Castle adalah Rinkaku Tea House.
Bangunan ini merupakan rumah teh yang memiliki hubungan dengan tradisi upacara minum teh di Aizu.
Rinkaku juga telah dipindahkan kembali ke lokasi aslinya dan menjadi salah satu fasilitas budaya di kawasan kastil.
Wisatawan dapat menggabungkan kunjungan ke kastil dengan mengenal tradisi minum teh Jepang.
Tsuruga Castle pada Musim Selain Sakura
Meskipun musim semi menjadi salah satu periode paling populer, Tsuruga Castle dapat dikunjungi sepanjang tahun.
Pada musim panas, pepohonan di sekitar kastil berubah menjadi hijau.
Pada musim gugur, daun-daun berubah warna dan memberikan suasana berbeda.
Sementara pada musim dingin, salju dapat menyelimuti taman dan membuat kastil terlihat sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya.
Situs resmi Tsuruga Castle memang menempatkan kastil sebagai destinasi empat musim.
Tsuruga Castle dan Salju Musim Dingin
Musim dingin memberikan pemandangan yang sangat berbeda.
Atap merah kastil terlihat mencolok ketika diselimuti salju putih.
Jika musim semi menghadirkan kombinasi merah muda dan putih, musim dingin justru menghadirkan dominasi putih dengan aksen merah pada atap.
Inilah salah satu alasan Tsuruga Castle menarik untuk dikunjungi sepanjang tahun.
Bagaimana Cara Menuju Tsuruga Castle?
Tsuruga Castle dapat dicapai dari JR Aizuwakamatsu Station menggunakan bus wisata kota.
Salah satu pilihan adalah bus wisata Haikara-san atau Akabe.
Wisatawan dapat turun di halte Tsuruga Castle Entrance dan kemudian berjalan kaki sekitar lima menit menuju kawasan kastil.
Informasi resmi Tsuruga Castle juga mencantumkan akses tersebut sebagai salah satu rute menuju lokasi.
Apakah Tsuruga Castle Mudah Dikunjungi?
Untuk wisatawan yang berada di pusat Kota Aizuwakamatsu, Tsuruga Castle cukup mudah dimasukkan ke dalam itinerary.
Kawasan kastil memiliki area parkir dan akses bus wisata.
Pada musim sakura, menggunakan transportasi umum dapat menjadi pilihan yang nyaman karena kawasan wisata dapat menjadi lebih ramai.
Berapa Harga Tiket Tsuruga Castle?
Untuk masuk ke menara Tsuruga Castle, wisatawan memerlukan tiket.
Informasi resmi saat ini mencantumkan harga sekitar 410 yen untuk orang dewasa dan 150 yen untuk siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Tiket kombinasi dengan Rinkaku Tea House juga tersedia dengan harga berbeda. Karena harga dapat berubah, wisatawan sebaiknya memeriksa informasi resmi sebelum berkunjung.
Apakah Tsuruga Castle Cocok untuk Fotografi?
Sangat cocok.
Kastil ini memiliki banyak elemen yang dapat digunakan sebagai objek fotografi.
- Menara kastil berwarna putih.
- Atap genteng merah.
- Bunga sakura.
- Dinding batu.
- Gerbang kastil.
- Parit.
- Rinkaku Tea House.
- Jalur pepohonan.
- Pencahayaan malam.
Pada musim semi, kombinasi elemen tersebut membuat Tsuruga Castle menjadi salah satu kastil Jepang yang sangat fotogenik.
Sudut Foto Kastil dan Sakura
Untuk mendapatkan foto yang kuat, wisatawan dapat mencari posisi yang memperlihatkan menara kastil di balik cabang sakura.
Teknik tersebut membuat bunga berfungsi sebagai bingkai alami bagi kastil.
Foto dari area yang lebih jauh juga dapat menunjukkan skala taman dan banyaknya pohon sakura yang mengelilingi kastil.
Tsuruga Castle sebagai Simbol Aizuwakamatsu
Bagi masyarakat Aizuwakamatsu, Tsuruga Castle bukan hanya objek wisata.
Kastil ini merupakan simbol sejarah kota dan menjadi pengingat berbagai peristiwa yang terjadi di Aizu selama berabad-abad.
Dari zaman samurai hingga Perang Boshin, sejarah wilayah tersebut sangat erat dengan kastil.
Saat ini, kastil tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern sekaligus tempat wisata sejarah.
Mengapa Tsuruga Castle Layak Dikunjungi?
Ada beberapa alasan mengapa kastil ini layak masuk dalam daftar wisata Jepang.
- Memiliki sejarah lebih dari 600 tahun.
- Merupakan simbol Kota Aizuwakamatsu.
- Memiliki hubungan erat dengan sejarah samurai Aizu.
- Menjadi salah satu lokasi penting dalam Perang Boshin.
- Berkaitan dengan kisah Byakkotai.
- Memiliki menara lima lantai dengan atap merah.
- Memiliki sekitar 1.000 pohon sakura.
- Termasuk salah satu dari 100 tempat terkenal untuk melihat sakura Jepang.
- Memiliki pemandangan malam yang indah saat musim sakura.
- Dapat dikunjungi sepanjang empat musim.
Fakta Menarik Kastil Tsuruga
- Tsuruga Castle berada di Aizuwakamatsu, Prefektur Fukushima.
- Asal-usulnya ditelusuri hingga tahun 1384.
- Nama awalnya berkaitan dengan Higashi Kurokawa Yakata.
- Gamo Ujisato membangun menara besar di kawasan tersebut pada akhir abad ke-16.
- Kastil kemudian memiliki bentuk lima lantai setelah pembangunan kembali pada periode Edo.
- Tsuruga Castle menjadi pusat pertahanan Aizu dalam Perang Boshin 1868.
- Kastil mampu bertahan dari pengepungan sekitar satu bulan.
- Bangunan kastil dibongkar pada 1874.
- Menara kastil dibangun kembali pada 1965.
- Menara sekarang digunakan sebagai museum sejarah.
- Sekitar 1.000 pohon sakura tumbuh di Tsuruga Castle Park.
- Sebagian besar pohon sakura merupakan Somei Yoshino.
- Kawasan ini termasuk dalam 100 tempat terkenal untuk melihat sakura di Jepang.
- Sebagian besar pohon sakura di kawasan tersebut telah berusia lebih dari 100 tahun.
- Atap kastil menggunakan genteng merah.
- Genteng merah dipasang kembali pada 2011 untuk mendekati penampilan kastil pada akhir zaman Edo.
- Rinkaku Tea House merupakan salah satu bangunan budaya di kawasan kastil.
- Pemandangan sakura malam dapat dinikmati selama acara pencahayaan musim semi.
Tempat Wisata Menarik Lainnya
Wisata Setiap Musim di Tokyo Jepang
- Wisata Musim Dingin di Tokyo: Menikmati Salju, Iluminasi, dan Pesona Musim Dingin di Ibu Kota Jepang
- Wisata Musim Gugur di Tokyo: Menikmati Momiji, Taman Indah, dan Festival Musim Gugur Jepang
- Wisata Musim Semi di Tokyo: Menikmati Sakura, Festival, dan Pesona Ibu Kota Jepang
- Wisata Musim Panas di Tokyo: Festival, Kembang Api, dan Destinasi Terbaik Menikmati Musim Panas Jepang
Wisata Setiap Musim di Atami Jepang
- Wisata Musim Semi di Atami Jepang: Menikmati Sakura, Laut, dan Pemandian Air Panas
- Wisata Musim Gugur di Atami Jepang: Menikmati Momiji, Onsen, dan Keindahan Alam Berwarna Merah Emas
- Wisata Musim Panas di Atami Jepang: Pantai, Festival Kembang Api, dan Onsen Tepi Laut
- Wisata Musim Dingin di Atami Jepang: Menikmati Onsen Hangat, Festival Cahaya, dan Keindahan Laut di Musim Salju
Wisata Setiap Musim di Prefektur Yamanashi
- Wisata Musim Dingin di Yamanashi: Menikmati Gunung Fuji Bersalju, Onsen, dan Panorama Musim Dingin Jepang
- Wisata Musim Gugur di Yamanashi: Menikmati Momiji dan Panorama Gunung Fuji yang Memukau
- Wisata Musim Panas di Yamanashi: Menikmati Gunung Fuji, Danau, dan Festival Musim Panas Jepang
- Wisata Musim Semi di Yamanashi: Menikmati Sakura, Gunung Fuji, dan Keindahan Alam Jepang
Wisata Setiap Musim di Kyoto Yang Memukau
- Wisata Kyoto Musim Dingin: Menikmati Keindahan Kota Bersejarah Jepang Saat Musim Salju
- Wisata Kyoto Musim Panas: Menikmati Festival Tradisional, Alam Hijau, dan Pesona Kota Budaya Jepang
- Wisata Kyoto Musim Gugur: Menikmati Keindahan Momiji di Kota Budaya Jepang
- Wisata Kyoto Musim Semi: Menikmati Keindahan Sakura di Kota Budaya Jepang
Kastil Tsuruga merupakan salah satu destinasi wisata Jepang yang menawarkan perpaduan luar biasa antara sejarah dan keindahan alam.
Kastil yang berada di Aizuwakamatsu, Fukushima, ini memiliki sejarah panjang yang dapat ditelusuri hingga abad ke-14. Perannya sebagai pusat pertahanan Aizu dalam Perang Boshin juga membuatnya menjadi salah satu situs penting untuk memahami sejarah Jepang pada akhir zaman samurai.
Namun, daya tarik Tsuruga Castle tidak berhenti pada sejarah.
Setiap musim semi, sekitar 1.000 pohon sakura di Tsuruga Castle Park bermekaran. Bunga Somei Yoshino memenuhi kawasan kastil dan menciptakan pemandangan yang sangat indah ketika dipadukan dengan dinding putih, batu benteng, dan atap merah. 19
Pada malam hari, suasana menjadi semakin dramatis ketika kastil dan pepohonan sakura mendapatkan pencahayaan.
Itulah yang membuat Tsuruga Castle memiliki daya tarik tersendiri. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat kastil, tetapi juga merasakan bagaimana sejarah Aizu berpadu dengan keindahan musim semi Jepang.
Bagi siapa pun yang ingin menikmati hanami dengan latar kastil bersejarah, Tsuruga Castle layak dimasukkan ke dalam daftar perjalanan. Di bawah bunga sakura yang bermekaran, kastil putih dengan atap merah ini menghadirkan salah satu panorama musim semi yang paling khas dari wilayah Tohoku.

