Pernikahan tradisional Jepang tidak hanya dikenal karena keindahan kimono dan upacara di kuil Shinto, tetapi juga karena berbagai ritual yang sarat makna. Salah satu tradisi paling terkenal adalah San-san-kudo, sebuah ritual minum sake yang melambangkan ikatan suci antara kedua mempelai dan keluarga mereka.
Tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun ini masih sering dilakukan dalam upacara pernikahan bergaya Shinto dan menjadi simbol komitmen, keharmonisan, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang bahagia.
Baca juga: Kimono Pengantin Jepang - Perbedaan Shiromuku dan Iro-Uchikake
Apa Itu San-san-kudo?
San-san-kudo (三三九度) secara harfiah berarti "tiga, tiga, sembilan kali teguk." Ritual ini dilakukan dengan menggunakan tiga cawan sake berukuran berbeda yang diminum secara bergantian oleh pengantin pria dan wanita.
Setiap mempelai mengambil tiga teguk dari masing-masing cawan, sehingga totalnya menjadi sembilan tegukan.
Bagaimana Prosesi San-san-kudo Dilakukan?
Dalam upacara pernikahan tradisional, prosesi biasanya berlangsung setelah pasangan memberikan penghormatan kepada dewa-dewa Shinto.
Tahapan ritual meliputi:
- Disiapkan tiga cawan sake dengan ukuran berbeda.
- Pengantin pria mengambil tiga teguk dari cawan pertama.
- Pengantin wanita melanjutkan dari cawan yang sama.
- Prosesi diulang pada cawan kedua dan ketiga.
- Setelah selesai, pasangan dianggap telah mengikat janji suci sebagai suami istri.
Makna Angka Tiga dan Sembilan
Angka dalam San-san-kudo memiliki filosofi yang mendalam.
- Angka tiga melambangkan langit, bumi, dan manusia yang hidup selaras.
- Tiga cawan juga sering dimaknai sebagai penyatuan pengantin pria, pengantin wanita, dan kedua keluarga.
- Sembilan tegukan dianggap sebagai angka keberuntungan karena berasal dari tiga kali tiga.
Dalam budaya Jepang, angka ganjil sering dikaitkan dengan keberuntungan dan keseimbangan.
Baca juga: Yukata Jepang - Pakaian Musim Panas yang Masih Populer
Simbol Persatuan Dua Keluarga
San-san-kudo tidak hanya menyatukan kedua mempelai, tetapi juga melambangkan hubungan yang erat antara kedua keluarga.
Melalui ritual ini, kedua belah pihak diharapkan dapat saling menghormati, bekerja sama, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan setelah pernikahan.
Mengapa Menggunakan Sake?
Dalam tradisi Shinto, sake dianggap sebagai minuman suci yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan.
Minum sake bersama menjadi simbol kejujuran, rasa syukur, kesetiaan, dan doa agar kehidupan rumah tangga selalu diberkahi.
Apakah San-san-kudo Masih Dilakukan Saat Ini?
Ya. Meskipun banyak pasangan Jepang memilih pernikahan bergaya modern atau bergaya Barat, San-san-kudo masih sering dipertahankan, terutama dalam pernikahan yang berlangsung di kuil Shinto.
Bahkan beberapa pasangan menggabungkan ritual tradisional ini dengan resepsi modern sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Jepang.
Baca juga: 4 Jenis Upacara Pernikahan di Jepang - Tradisional hingga Modern
Keunikan Dibanding Tradisi Pernikahan Negara Lain
Jika di banyak negara cincin menjadi simbol utama penyatuan pasangan, dalam budaya Jepang San-san-kudo memiliki peran yang sama pentingnya. Ritual ini menekankan ikatan spiritual, rasa saling percaya, dan komitmen yang dibangun melalui tradisi yang sederhana tetapi penuh makna.
San-san-kudo merupakan salah satu ritual paling penting dalam pernikahan tradisional Jepang. Melalui tiga cawan sake dan sembilan tegukan, tradisi ini melambangkan persatuan dua insan, penyatuan dua keluarga, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis, penuh kebahagiaan, dan diberkahi. Hingga kini, San-san-kudo tetap menjadi bagian berharga dari warisan budaya Jepang yang terus dilestarikan.