Banyak wisatawan yang pertama kali mengunjungi Atami sering merasa heran. Kota ini berada tepat di tepi laut, namun terkenal dengan ratusan sumber air panas alami yang terus mengalir sepanjang tahun. Pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa air panas Atami tidak pernah dingin meski lokasinya sangat dekat dengan laut?
Sekilas memang terdengar aneh. Air laut biasanya identik dengan suhu yang lebih rendah dibandingkan air panas pegunungan. Namun, fenomena yang terjadi di Atami sebenarnya dapat dijelaskan melalui proses geologi dan aktivitas panas bumi yang berlangsung jauh di bawah permukaan tanah.
Baca juga: Berapa Banyak Pemandian Air Panas di Atami? Fakta yang Jarang Diketahui Wisatawan
Air Panas Atami Berasal dari Dalam Bumi, Bukan dari Laut
Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa air panas Atami tidak berasal dari laut. Air yang digunakan dalam berbagai onsen berasal dari air tanah yang meresap ke dalam lapisan bumi melalui celah-celah batuan.
Semakin dalam air tersebut masuk ke bawah permukaan, semakin tinggi pula suhu yang diterimanya akibat panas bumi. Setelah dipanaskan secara alami, air kemudian naik kembali ke permukaan melalui retakan geologi dan muncul sebagai mata air panas.
Karena sumber panasnya berasal dari dalam bumi, suhu air tidak bergantung pada kondisi laut di sekitarnya.
Atami Berada di Kawasan Geotermal Aktif
Atami terletak di Semenanjung Izu yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas geotermal tinggi di Jepang. Kawasan ini terbentuk melalui proses vulkanik yang berlangsung selama ribuan tahun.
Di bawah permukaan tanah terdapat batuan panas yang terus memanaskan air tanah. Inilah alasan mengapa sumber air panas di Atami dapat menghasilkan air bersuhu tinggi secara alami tanpa perlu bantuan teknologi modern.
Aktivitas geotermal tersebut juga menjadi alasan mengapa Atami memiliki ratusan sumber mata air panas yang masih aktif hingga sekarang.
Baca juga: 7 Ryokan dengan Pemandian Air Panas Terbaik di Atami
Mengapa Air Laut Tidak Mendinginkan Onsen?
Meskipun berada dekat laut, sebagian besar sumber air panas Atami muncul dari kedalaman yang cukup jauh di bawah permukaan tanah. Jalur aliran air panas biasanya terlindungi oleh lapisan batuan sehingga tidak mudah bercampur dengan air laut.
Selain itu, tekanan dari bawah bumi terus mendorong air panas menuju permukaan. Selama proses tersebut berlangsung, suhu air tetap terjaga hingga mencapai lokasi pemandian.
Dengan kata lain, kedekatan Atami dengan laut tidak cukup kuat untuk menghilangkan panas yang berasal dari aktivitas geotermal di bawah tanah.
Suhu Air Panas Atami Bisa Sangat Tinggi
Banyak sumber air panas di Atami memiliki suhu alami yang jauh lebih tinggi daripada suhu yang nyaman untuk mandi. Pada beberapa sumber, suhu air bahkan dapat mencapai lebih dari 70 derajat Celsius sebelum dilakukan pengaturan untuk kebutuhan pemandian.
Karena itu, banyak fasilitas onsen melakukan pencampuran atau pengaturan aliran air agar suhu menjadi nyaman bagi pengunjung.
Hal ini menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan dari dalam bumi jauh lebih besar dibandingkan pengaruh pendinginan dari lingkungan sekitar.
Fenomena yang Juga Terjadi di Kota Onsen Lain
Fenomena serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di Atami. Beberapa kota onsen terkenal lainnya di Jepang juga berada dekat pantai namun tetap memiliki sumber air panas yang melimpah.
Selama terdapat aktivitas geotermal yang kuat di bawah permukaan tanah, lokasi yang dekat dengan laut bukanlah penghalang bagi terbentuknya mata air panas alami.
Namun, Atami menjadi salah satu contoh paling terkenal karena kombinasi unik antara kota pantai dan budaya onsen yang berkembang selama ratusan tahun.
Keunikan Atami Dibanding Destinasi Lain
Salah satu daya tarik terbesar Atami adalah kesempatan menikmati pemandian air panas sambil melihat pemandangan laut. Tidak banyak tempat di dunia yang menawarkan kombinasi seperti ini.
Pengunjung dapat berendam di onsen dengan latar belakang Teluk Sagami yang indah, sementara air panas alami terus mengalir dari perut bumi.
Perpaduan antara panorama laut dan sumber air panas inilah yang menjadikan Atami sebagai salah satu destinasi wisata kesehatan paling populer di Jepang.
Air panas Atami tidak pernah dingin meski dekat laut karena sumber panasnya berasal dari aktivitas geotermal yang terjadi jauh di bawah permukaan bumi. Air tanah dipanaskan oleh batuan panas, kemudian naik kembali ke permukaan sebagai mata air panas alami.
Meski berada di tepi pantai, sistem geologi yang unik membuat suhu air tetap terjaga. Inilah alasan mengapa Atami dapat mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kota onsen terbaik di Jepang selama berabad-abad.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah air panas Atami berasal dari laut?
Tidak. Air panas Atami berasal dari air tanah yang dipanaskan oleh aktivitas panas bumi di bawah permukaan tanah.
Mengapa laut tidak mendinginkan sumber air panas Atami?
Karena sumber air panas berasal dari kedalaman bumi dan mengalir melalui jalur batuan yang terlindungi sebelum mencapai permukaan.
Apakah Atami berada di daerah vulkanik?
Ya. Atami berada di Semenanjung Izu yang memiliki aktivitas geotermal dan sejarah vulkanik yang cukup aktif.
Berapa suhu alami air panas di Atami?
Beberapa sumber air panas dapat memiliki suhu lebih dari 70 derajat Celsius sebelum diatur untuk kebutuhan pemandian.
Apa yang membuat onsen Atami istimewa?
Kombinasi antara sumber air panas alami dan pemandangan laut yang indah menjadikan Atami berbeda dari banyak kota onsen lainnya.
Disclaimer
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan pengetahuan umum mengenai geologi, aktivitas geotermal, dan kawasan onsen di Jepang. Karakteristik sumber air panas, suhu air, serta kondisi geologi dapat berbeda pada setiap lokasi dan dapat berubah seiring waktu berdasarkan penelitian maupun kondisi alam terbaru.
